<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791</id><updated>2011-07-07T14:09:02.535-07:00</updated><category term='profil'/><category term='berita'/><category term='kisah'/><title type='text'>Mu'adz bin Jabal's Blog</title><subtitle type='html'>Seorang anak muda yang amat tampan, hitam manis warna kulitnya, bersih, manis tutur katanya dan termuda usianya di antara mereka. Jika pada mereka terdapat keraguan tentang suatu, mereka tanyakan kepada anak muda itu yang segera memberikan fatwanya, dan ia adalah seorang pendiam, tak hendak bicara kecuali atas permintaan hadirin. Maka jika ia telah buka suara, adalah ia sebagaimana dilukiskan oleh salah seorang yang mengenalnya, “Seolah-olah dari mulutnya keluar cahaya dan mutiara..."</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>59</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-5756470376052495494</id><published>2011-04-25T19:36:00.000-07:00</published><updated>2011-04-26T22:53:09.954-07:00</updated><title type='text'>Menikahi Wanita Langit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-SCt-IzgmcmU/TbYwVkxyFeI/AAAAAAAAAC4/lvuZBMVNwak/s1600/akhwat46.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-SCt-IzgmcmU/TbYwVkxyFeI/AAAAAAAAAC4/lvuZBMVNwak/s320/akhwat46.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599716333889656290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, bimbinglah hati ini menuju cinta-Mu. Cinta yang membuat hamba semakin merindukan-Mu. Cinta nan gung dan suci. Ya Rabb, karuniakan pada hamba-Mu seorang bidadari dunia yang Engkau cintai. Seorang wanita sorga yang Engkau hadirkan di bumi. Penyejuk hati dan jiwa. Seorang hamba-Mu yang mengantarkan diri ini pada sorga-Mu. Amin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata Fuad mengalir deras. Dadanya sesak oleh tangis yang kencang. Ia tak dapat mengendalikan gejolak yang bergemuruh di hatinya. Sejak lama ia merindukan seorang bidadari yang akan mendampinginya mengarungi hidup menuju keabadian di sorga kelak. Ia sangat mendamba seorang wanita yang membuatnya semakin cinta pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, saat masih kuliah S.1 di Jurusan Hadits, Fakultas Ushuluddin, Universitas Al-Azhar, Kairo ia pernah ditawarkan dengan seorang mahasiswi oleh temannya yang telah menikah. Tapi saat itu ia menolak tawaran tersebut. Obsesinya untuk menyelesaikan S.2 lebih kuat mengalahkan keinginan untuk menikah. Namun kini, ia merasa dirinya harus segera menyempurnakan separuh agamanya. Ia membutuhkan seorang pendamping yang menjadi tempatnya berlabuh dan menumpahkan berbagai cerita dan gelisah jiwanya. Apalagi desakan dari Ibunya membuatnya tidak lagi bisa berdiam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sendiri heran, kenapa dorongan untuk menikah serasa kuat menyesak di rongga dadanya. Apakah saatnya telah tiba? Ia mencoba untuk banyak berpuasa, tapi puasa itu seakan tak mampu menundukkan gejolak itu. Berat. Hampir setiap malam ia menangis. Mengadukan perasaannya pada Sang Pencipta. Menumpahkan segala sesak di dada. Ia berdoa dalam tahajudnya yang panjang. Mengharap belas kasih dan curahan rahmat dari Sang Pemilik Jiwa.&lt;br /&gt;[][][]&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat ya Fuad atas prestasi yang kamu raih dalam lomba Jaizah Dubes kemaren. Kapan jadi berangkat ke Australia?" Sapa Ustadz Jalal pada Fuad ketika Fuad berkunjung ke rumahnya.&lt;br /&gt;"Insya Allah tanggal 14 Juli nanti, Ustadz."&lt;br /&gt;"Insya Allah, semoga urusannya lancar dan perjalanan kamu diberkahi Allah."&lt;br /&gt;"Amin, syukran doanya Ustadz."&lt;br /&gt;"Sama-sama akhi. Apa kesibukan kamu sekarang?"&lt;br /&gt;"Fokus merampungkan Tesis S.2. Saya punya target tahun depan sudah bisa di-munaqasyahkan, insya Allah."&lt;br /&gt;"Insya Allah, akhi. Saya kagum dengan semangat dan kegigihanmu menuntut ilmu. Dalam usia yang masih muda, kamu akan menyelesaikan S.2-mu."&lt;br /&gt;"Biasa saja Ustadz. Belum sepadan dengan prestasi yang pernah Ustadz raih," balas Fuad penuh senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu terlalu merendah Akhi, saya senang bisa mengenalmu. Jarang lho di Al-Azhar ada mahasiswa yang bisa menyelesaikan S.2-nya pada usia 26 tahun."&lt;br /&gt;"Seharusnya saya yang merasa senang bisa berkenalan dengan kandidat Doktor Jurusan Tafsir di Universitas Al-Azhar," jawab Fuad tak mau kalah.&lt;br /&gt;"Ah, kamu terlalu berlebihan memuji saya akhi. Begini Akhi, mungkin lansung saja ya pada inti pembicaraan. Saya diberi amanah oleh kakak saya di Indonesia untuk mencarikan calon suami untuk anaknya. Selama ini saya mengamati mahasiswa-mahasiswa yang saya kenal termasuk akhi. Setelah saya coba pikirkan dan bicarakan dengan istri saya, saya melihat akhi orang yang tepat."&lt;br /&gt;"Afwan Ustadz, saya kira Ustadz keliru dan terlalu berlebihan menilai saya. Saya hanya orang yang biasa saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak Akhi. Penilaian ini bukan asal-asalan. Tapi setelah sekian lama saya mengamati kehidupan Akhi. Kalau akhi berminat dan telah punya keinginan untuk menikah, kita bisa bicarakan lebih lanjut."&lt;br /&gt;"Apakah calon yang wanitanya di Indonesia Ustadz?"&lt;br /&gt;"Tidak, dia kuliah di Jurusan Syariah Islamiyah, tingkat tiga."&lt;br /&gt;"Apa saya mengenalnya Ustadz?"&lt;br /&gt;"Mungkin tidak. Sangat beda dengan akhi, kalau akhi seorang aktivis dia sebaliknya. Tidak banyak yang mengenalnya."&lt;br /&gt;"Apa dia sendiri telah siap menikah Ustadz?"&lt;br /&gt;"Insya Allah, kalau dia gak ada masalah. Ia selalu menuruti keinginan orang tuanya. Dia anak yang penurut. Kalau akhi bagaimana, apa sudah punya calon?"&lt;br /&gt;"Belum Ustadz."&lt;br /&gt;"Berarti pas sekali," tanggap Ustadz Jalal penuh riang dan menunjukkan wajah cerah.&lt;br /&gt;"Tapi Ustadz, saya butuh waktu untuk mencerna dan mempertimbangkannya. Saya belum bisa memberi jawaban sekarang. Saya butuh waktu seminggu untuk memberi jawaban pada Ustadz."&lt;br /&gt;"Tidak mengapa akhi. Saya bisa maklum. Silahkan ditimbang dulu dengan matang. Jika akhi menyetujui saya sangat senang sekali. Namun bila sebaliknya, tidak mengapa, saya akan mencoba menawarkan pada yang lain."&lt;br /&gt;"Insya Allah Ustadz, akan saya istikharahkan pada Allah, semoga Allah menunjukkan yang terbaik, amin."&lt;br /&gt;"Amin."&lt;br /&gt;[][][]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah, akhirnya amanah ini tersampaikan juga. Saya sangat senang sekali. Selamat Fuad kamu akan menikah sebentar lagi."&lt;br /&gt;"Doanya Ustadz, semoga saya bisa mengemban amanah ini dengan baik."&lt;br /&gt;"Amin, semoga Allah selalu memberkahi kalian nantinya, amin. Fuad, ada satu hal yang sangat penting untuk kamu ketahui, calon istrimu itu cacat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fuad sangat terkejut.&lt;br /&gt;"Cacat maksud Ustadz bagaimana?"&lt;br /&gt;"Cacat pendengaran, penglihatan, lisan, kedua tangan dan kedua kaki. Terkadang sering berbicara sendiri dan juga sering menangis tanpa sebab. Bagaimana, apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu?"&lt;br /&gt;Fuad diam sejenak. Ia terlihat memikirkan sesuatu. Tak lama kemudian ia menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insya Allah, saya siap Ustadz," jawabnya dengan mantap.&lt;br /&gt;"Ini keputusanmu?"&lt;br /&gt;"Ini bukan keputusan saya Ustadz, tapi keputusan Allah. Saya telah meng-istikharahkan dan saya rasakan hati saya mantap dan teguh dengan pilihan ini. Saya yakin Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa kamu tidak menyesal dengan pilihan yang telah kamu ambil?"&lt;br /&gt;"Tidak Ustadz, sama sekali tidak. Bagi saya, pilihan Allah lebih baik dan mulia. Walau secara zahir itu berat dan mungkin menyakitkan, tapi saya rela dan ikhlas. Insya Allah ada pahala dan kebaikan disana menanti. Saya teringat ketika Nabi Ibrahim harus dilemparkan ke dalam api, saat itu beliau tidak gusar dan tidak takut sedikitpun, karena Allah selalu bersama hamba-Nya yang berserah pada-Nya. Atau ketika Nabi Ibrahim harus meninggalkan istri dan anaknya di padang pasir yang tandus demi memenuhi seruan Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya kagum dan bangga padamu Fuad. Sebenarnya sejak awal saya ingin menceritakan padamu kondisi calonmu itu. Tapi, saat itu saya lupa untuk menyampaikannya. Maafkan atas kealpaan saya tersebut."&lt;br /&gt;"Tidak mengapa Ustadz, semuanya sudah terjadi, dan sebagai seorang hamba Allah kita wajib menerima kehendak takdir. Barangkali dalam takdir Allah saya harus menikah dengan seorang wanita yang cacat. Saya ikhlas Ustadz. Mungkin disana pula sumber pahala saya dari Allah. Berkhidmah pada hamba-Nya yang cacat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi apakah akhi tidak mencoba mencari wanita lain yang lebih baik dan sempurna?"&lt;br /&gt;"Sebenarnya pada saat Ustdaz menawarkan anak dari kakak Ustadz pada saya, dua hari sebelumnya saya juga ditawarlan oleh teman saya, bahwa teman istrinya juga lagi mencari calon suami. Dan sebelumnya juga ada tawaran. Karena itu saya meminta pada Ustadz agar memberi saya waktu satu minggu untuk istikharah. Karena ada tiga wanita yang akan saya istikharahkan. Saya perlu waktu yang lama untuk memikirkan dan memutuskan dengan matang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O begitu, saya baru paham. Kekuatan apa lagi yang menguatkan langkahmu untuk menjatuhkan pilihan pada anak kakak saya tersebut?"&lt;br /&gt;"Istikharah dan mimpi kedua orang tua saya Ustadz. Kami mengalami mimpi yang sama dan merasakan ketentraman serta kemantapan hati yang sama."&lt;br /&gt;"Saya kagum padamu akhi, saya merasa tidak salah memilih dan menilai selama ini. Akhi adalah orang yang tepat. Semoga Allah merahmati hidupmu dan keluarga yang akan akhi bina nantinya, amin," ucap Ustadz Jalal dengan wajah berbinar-binar.&lt;br /&gt;[][][]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu minggu berlalu setelah pernikahan, Fuad menemui Ustadz Jalal Fakhruddin di rumahnya, di Bawwabah Tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kabarnya Fuad? Kamu terlihat sangat cerah dan lebih segar sekarang."&lt;br /&gt;"Alhamdulillah Ustadz. Segala puji bagi Allah atas nikmat yang Ia curahkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada yang ingin saya tanyakan tentang cerita Ustadz kemaren. Ustadz mengatakan bahwa istri saya cacat pendengaran, penglihatan, lisan, kedua kaki dan tangan. Sering berbicara sendiri dan kadang suka menangis tanpa sebab. Saya telah mengetahui dua jawaban yang terakhir. Saya menyadari bahwa istri saya memang sering terlihat seolah berbicara sendiri. Awalnya saya heran. Tapi setelah saya tanyakan dan mendengar dari dekat, ia tengah berzikir, menyebut nama Allah, terkadang bershalawat pada Rasulullah, dan membaca al-Quran. Saya perhatikan ia melakukannya setiap hari, setiap waktu, tanpa henti. Sewaktu menyapu rumah, mencuci piring, menjemur pakaian, memasak, lisannya seolah tak pernah berhenti berzikir. Begitu juga saat bepergian ke luar rumah. Adapun yang Ustadz katakan, bahwa ia terkadang sering menangis tanpa sebab, saya hampir mendapati itu tiap hari juga. Ketika saya tanyakan, ia menjawab bahwa ia teringat akan dosa-dosanya pada Allah, takut jika amalnya tidak diterima, teringat azab dalam kubur, mahsyar, hari penghisaban, shirat dan siksa neraka. Jika teringat akan hal itu air matanya sering meleleh. Itulah yang saya ketahui. Sedangkan cacat pendengaran, penglihatan, lisan, kedua tangan serta kaki itu, saya tidak mendapatkan. Saya perhatikan semuanya baik dan sehat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhi Fuad, alhamdulillah akhi telah menemukan jawabannya. Sedangkan maksud saya cacat pendengaran adalah, telinganya tidak pernah mendengarkan perkataan yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Tidak pernah mendengarkan musik dan segala lagu-lagu yang merusak iman dan jiwa. Sesungguhnya yang selalu menjadi penghibur dirinya adalah al-Quran dan nasehat-nasehat para ulama. Cacat penglihatan adalah tidak pernah melihat pada yang haram, seperti menonton film yang di dalamnya syahwat diumbar, bisa saya katakan, matanya selalu terjaga dari melihat segala hal yang mengudang dosa dan maksiat. Dan cacat lisan adalah ia tidak pernah berinteraksi dengan laki-laki, baik melalui sms, telpon, chating di YM, di FB dan seterusnya. Ia sangat menjaga hubungan dengan lawan jenis. Lisannya terjaga dari komunikasi dengan lawan jenis. Adapun cacat tangan adalah tidak pernah berbuat yang nista dan tercela. Sedangkan cacat kaki adalah selalu terjaga dari menempuh tempat-tempat maksiat. Selama di Mesir kakinya hanya melangkah untuk ke mesjid, majlis-majlis ilmu, bersilaturahmi, tidak pernah pergi ke warnet, mengikuti acara-acara yang di dalamnya bercampur laki-laki dan perempuan. Begitulah akhi, penjelasan singkatnya. Nanti setelah hidup lebih lama dengannya akhi akan banyak mengetahui tentang dirinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bersyukur Ustadz, inilah rupanya rahasia di balik petuntuk yang Allah berikan, dan hasil dari istikharah saya selama ini dan juga mimpi saya. Saya melihat dalam mimpi sebuah cahaya yang begitu terang, meneduhkan, menyejukkan, dan beraroma harum seperti kasturi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata Fuad menetes penuh bahagia, ia lalu bersujud syukur. Ia telah dikaruniai seorang wanita sorga yang dihadirkan Allah ke bumi. Wanita yang selalu menjadi buah bibir penduduk langit karena ketaatannya. Ia teringat dengan hadits Rasulullah. Walau di bumi istrinya tidak dikenal banyak orang tapi di langit, ia yakin istrinya selalu disebut dan didoakan oleh para malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:Mudah-mudahan pelajaran yang terkandung di dalamnya dapat kita petik, insya Allah. Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata dari seorang teman yang menceritakan seorang mahasiswi Al-Azhar yang sangat menjaga hubungannya dengan laki-laki. Kisah ini ia dapatkan dari istrinya. Mahasiswi tersebut tidak pernah chating via YM, SMS, telpon-an, dan FB-an dengan laki-laki. Masih 'suci' dan 'bersih'. Semoga ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi kita. Liman kaana lahu qalbun au alqa assam`a..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Ukhuwah,&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-5756470376052495494?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/5756470376052495494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2011/04/menikahi-wanita-langit.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/5756470376052495494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/5756470376052495494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2011/04/menikahi-wanita-langit.html' title='Menikahi Wanita Langit'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-SCt-IzgmcmU/TbYwVkxyFeI/AAAAAAAAAC4/lvuZBMVNwak/s72-c/akhwat46.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-1634096230258130511</id><published>2011-04-25T19:31:00.001-07:00</published><updated>2011-04-25T19:34:40.701-07:00</updated><title type='text'>Duhai ukhti... engkau memang cantik tapi....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-zAnLrjOcMYY/TbYu4mD6-XI/AAAAAAAAACw/sYqiSQD6S1U/s1600/akhwat.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 266px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-zAnLrjOcMYY/TbYu4mD6-XI/AAAAAAAAACw/sYqiSQD6S1U/s320/akhwat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599714736506337650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. kamu cantik tapi kenapa kamu tidak cantik dimata kami..?&lt;br /&gt;Kamu sholat tapi mengapa kamu tidak menjadi mulia dengannya..?&lt;br /&gt;Apalah kamu tidak sadar dengan apa yang kamu pakai dan kamu lakukan..?&lt;br /&gt;wahai ukhti.. Apakah kamu tidak sayang dengan dirimu sendiri.&lt;br /&gt;Duh..ukhti kamu itu memang sangat cantik dalam bentuk fisik, tapi mengapa kamu begitu murah.&lt;br /&gt;Sehingga kamu terkesan tidak ada nilai sama sekali dimata kami kaum adam.&lt;br /&gt;Kamu ingin mendapat penghargaan dari mata kami kaum adam.&lt;br /&gt;Tapi malah sebaliknya yang kamu dapatkan.&lt;br /&gt;Tak jarang jika dimata kami, kamu hanyalah penghias bumi saja.&lt;br /&gt;Yang seketika akan rusak dan usang dimakan waktu.&lt;br /&gt;Tak lebih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maafkan kami duhai ukhti bila engkau marah kepada kami kaum adam.&lt;br /&gt;Kami menilai dari apa yang kami lihat. Benar, kamu memang cantik duhai ukhti.&lt;br /&gt;Tubuhmu sempurna,matamu indah dan tinggimu semampai, tapi apa itu berguna jika semua itu menjadi barang yang basi.&lt;br /&gt;Kami merasa sudah jemu tatkala setiap hari kamu hanya bisa memamerkannya.&lt;br /&gt;Berjalan dihadapan kami dengan berlenggang dan dihiasi dengan wanginya aroma parfummu yang menyengat hidung kami.&lt;br /&gt;Jangan salahkan kami tatkala kamu memang seperti wanita yang menjajakan dirinya dimalam hari. Karena dimata kami kamu dan mereka tidak ada bedanya.&lt;br /&gt;Sungguh amat kami sayangkan dirimu kelak duhai ukhti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tatkala tanah, papan, dan pakaian kebangsaan telah dikenakan serta menjadi teman setia.&lt;br /&gt;Tak ada lagi yang dapat kamu banggakan.&lt;br /&gt;Tak juga sadarkah engkau bahwa dirimu itu sebenarnya indah dan mahal.&lt;br /&gt;Tak sadarkah engkau bahwa posisimu bisa lebih tinggi dari para bidadari yang begitu cantik.&lt;br /&gt;Tapi kamu bisa lebih cantik dari mereka dan kamu bisa menjadi pemimpin mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ingatlah ukhti sayang... dalam neraka jahannam itu hanya kaummu yang paling banyak.&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu menambah daftar panjang dengan namamu salah satu dari mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi jadilah kamu salah satu pemimpin bidadari disyurga.&lt;br /&gt;Sehingga kami, kaum adam akan tergila-gila melihat kecantikanmu yang sangat sempurna kelak dan tentunya itu akan abadi.&lt;br /&gt;Takkan lekang dimakan waktu dan usia karena engkau akan muda dan cantik selalu.&lt;br /&gt;Bukankah itu lebih indah dan mahal dari pada yang kamu lakukan sekarang.&lt;br /&gt;Rambutmu memang indah tapi kenapa kamu memperlihatkan kepada kami.&lt;br /&gt;Tak sadarkah kamu bahwa kami ini adalah serigala yang setiap saat siap menerkammu karena kelaparan yang ada.&lt;br /&gt;Janganlah kamu menyalahkan kami sebagai perengut kehormatanmu, tapi tanyakan kepada dirimu mengapa itu semua bisa terjadi kepadamu.&lt;br /&gt;Apa yang salah dengan dirimu sehingga martabatmu terinjak-injak layaknya kotoran anjing yang dibuang tidak berguna.&lt;br /&gt;Apa yang kamu cari dalam dunia ini, jika kamu hanya memikirkan kecantikanmu tapi martabatmu lebih hina dari binatang.&lt;br /&gt;Sungguh, kami sangat prihatin kepadamu duhai ukhti.&lt;br /&gt;Tapi mengapa kamu tak sadarkan dirimu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Duhai ukhti.... kamu sholat dan mengenakan mukena yang indah.&lt;br /&gt;Terbuat dari sutra dan bordiran yang mahal dan indah.&lt;br /&gt;Engkau begitu memukau dengannya.&lt;br /&gt;Sehingga seluruh malaikat bertasbih kepadamu dan para bidadari syurga cemburu kepadamu.&lt;br /&gt;Karena begitu indahnya kau dalam balutan mukenamu membuat hati kami tertegun melihatnya.&lt;br /&gt;Duh...duhai ukhti pingsan hati kami melihatmu terbalut mukena sutra yang berwarna hijau dan putih.&lt;br /&gt;Begitu indah dan syahdu engkau dengan mukenamu.&lt;br /&gt;Beginilah engkau bersahaja dan berpakaian wahai ukhti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi...tatkala engkau menanggalkannya dan engkau kembali memakai pakaian hinamu, maka hilanglah kebanggaan kami kepadamu.&lt;br /&gt;Tak ada lagi keindahan yang engkau tampilkan melainkan kehinaan yang sangat menjijikan.&lt;br /&gt;Engkau begitu murah dan berlumuran durja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Duhai ukhti...sungguh, tak ada yang kami inginkan melainkan melihatmu tersenyum sebagai pemimpin bidadari dengan kecantikan yang abadi takkan hilang dimakan waktu.&lt;br /&gt;Kami tak ingin melihatmu terjerembab dalam lembah neraka dan menjadi bahan bakar untuk menyalakan api yang pada akhirnya membakar dirimu sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Duhai ukhti...apa yang kau cari dalam kehidupanmu ini.&lt;br /&gt;Tak sadarkah engkau bahwa kehidupanmu ini hanya sementara dan kau akan lebih lama didalam kuburmu dan akhirat.&lt;br /&gt;Apakah engkau mencari penghargaan yang abadi, padahal itu ada ditanganmu sendiri.&lt;br /&gt;Bukan ditangan dan dimata kami para kaum adam.&lt;br /&gt;Tidak.&lt;br /&gt;Tidak ada pada kami wahai ukhti, semua yang kau inginkan ada ditanganmu dan Allah Tuhanmu.&lt;br /&gt;Tak sadarkah bahwa setiap mata lelaki ini ada binar serigala yang selalu menginginkan keindahan tubuhmu yang selalu kau tampakkan.&lt;br /&gt;Tak sadarkah engkau bahwa matanya yang jelalatan selalu mengintai tiap sudut dari likuk bentuk tubuhmu.&lt;br /&gt;Tak sadarkah engkau bahwa hidungnya selalu mencium bau harum dari parfummu yang membuatnya selalu merasakan kelaparan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Duhai ukhti, sadarlah dengan sesadar-sadarnya.&lt;br /&gt;Apalagi yang kau inginkan? Bila engkau mencari kemulian dengan cara ini maka kau hanya mendapatkan ludah dan kehinaan dari kami.&lt;br /&gt;Kami tak pernah memandangmu mulia karena kamu selalu memamerkan keindahan tubuhmu dan cara bicaramu yang merendahkan dirimu sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Duhai ukhti, kami memohon agar engkau tidak menjadi penyihir tua yang selalu meniupkan buhul-buhulnya mencari pelampiasan.&lt;br /&gt;Bukankah itu adalah kecantikan yang semu.&lt;br /&gt;Walau kau berhasil memikat kaum adam, tapi sesungguhnya kami telah melepaskan harga dirimu sendiri.&lt;br /&gt;Apa guna semua yang kau buat tetapi semua itu hanya semu.&lt;br /&gt;Tak ada yang nyata melainkan harga dirimu yang kini telah terinjak oleh dirimu sendiri dan itu kau lakukan dengan sadar.&lt;br /&gt;Bila engkau mengingikan sang pangeran maka jadilah dulu engkau seorang putri yang indah dan mulia.&lt;br /&gt;Karena sang pangeran akan mencari yang indah dan mulia.&lt;br /&gt;Walaupun dia hanya seorang putri petani.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sungguh, duhai ukhti..kami sangat menyayangimu, tapi kenapa kamu tidak menyayangi dirimu sendiri, begitu mudah kau mengobral cinta dan hatimu.&lt;br /&gt;Padahal engkau tidak pernah mengerti akankah dia menjadi yang terbaik dari dirimu. Duhai ukhti, nafasmu dan desahanya, sangat mematikan kami kaum adam.&lt;br /&gt;Jangan kau paksa kami untuk membubuhi keindahan dirimu dengan darah para syetan yang durja.&lt;br /&gt;Wahai ukhti.... Sayangilah dirimu sendiri... Berikan dirimu persembahan dari syurga...&lt;br /&gt;Jika engkau ingin menjadi bunga, maka jadilah engkau bunga yang paling mahal.&lt;br /&gt;Jika engkau ingin menjadi mutiara, maka jadilah engkau mutiara yang sangat mahal sehingga untuk menjamahmu harus menjadi yang terkaya dan terhebat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Duhai ukhti, menjelmalah menjadi zamrud hijau di hamparan khatuliswa dan jadilah engkau awan senja yang teduh.&lt;br /&gt;Tatkala kami memandangmu, maka ketenangan hati yang didapat.&lt;br /&gt;Tatkala kami ingin menjamahmu, maka harga yang termahallah yang harus kami keluarkan yaitu keimanan kami untukmu.&lt;br /&gt;Duhai bunga yang menguntum dalam keindahan syurgawi, janganlah engkau menguncup dengan hawa neraka yang kau hirup dengan hidungmu sendiri.&lt;br /&gt;Duhai ukhti.... Cintailah dirimu sendiri.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-1634096230258130511?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/1634096230258130511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2011/04/duhai-ukhti-engkau-memang-cantik-tapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/1634096230258130511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/1634096230258130511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2011/04/duhai-ukhti-engkau-memang-cantik-tapi.html' title='Duhai ukhti... engkau memang cantik tapi....'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-zAnLrjOcMYY/TbYu4mD6-XI/AAAAAAAAACw/sYqiSQD6S1U/s72-c/akhwat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-8611948686466370794</id><published>2011-04-25T19:27:00.000-07:00</published><updated>2011-04-25T19:30:14.765-07:00</updated><title type='text'>Sebelum Engkau Halal Bagiku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-yLgHC_vMsds/TbYuLjH9T9I/AAAAAAAAACo/d4btB74MaUU/s1600/ikhwan-akhwat1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 264px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-yLgHC_vMsds/TbYuLjH9T9I/AAAAAAAAACo/d4btB74MaUU/s320/ikhwan-akhwat1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599713962623848402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Engkau Halal Bagiku&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Duhai kamu yang tercipta dari tulang rusukku....&lt;br /&gt;Di belahan Bumi manapun kamu berada...&lt;br /&gt;Bagiku kau bukan bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun...&lt;br /&gt;Bagiku kau adalah makhluk yang terindah, tersempurna, dan tertinggi.....&lt;br /&gt;Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkan persamaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jangan pernah biarkan aku menatapmu penuh, karena akan membuatku mengingatmu......&lt;br /&gt;Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.....&lt;br /&gt;Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku....&lt;br /&gt;Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh Lumpur....&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung....&lt;br /&gt;Ada ingin tapi tak ada henti....&lt;br /&gt;Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh...&lt;br /&gt;Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kau pertaruhkan....&lt;br /&gt;Mungkin kau tak peduli..Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah....&lt;br /&gt;Dan tak lebih dari wanita biasa....&lt;br /&gt;Jangan pernah kau tatapku penuh...&lt;br /&gt;Bahkan tak perlu kau lirikkan matamu untuk melihatku....&lt;br /&gt;Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor...&lt;br /&gt;Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku....,&lt;br /&gt;mengenakan pakaian sutra emas....&lt;br /&gt;Meniru laku para ustadz...,&lt;br /&gt;meski hatiku lebih kotor dari lumpur....&lt;br /&gt;Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi....&lt;br /&gt;Karena toh kau hanya manusia - hanya wanita -....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beri sepenuh diri pada sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu ke hadapan Tuhanmu....&lt;br /&gt;Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci...,&lt;br /&gt;tak perlu dipikir lagi....&lt;br /&gt;Tunggu sang lelaki itu menjemputmu...,&lt;br /&gt;dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah...&lt;br /&gt;Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah...&lt;br /&gt;Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas...&lt;br /&gt;Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu....,&lt;br /&gt;mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di dunia fana saat ini....&lt;br /&gt;Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kau bangun dengan segala kekhusyu’an tangis do’amu....&lt;br /&gt;Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu..,&lt;br /&gt;tapi itu pilihan-Nya.Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.....&lt;br /&gt;Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kau pilih,seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya....&lt;br /&gt;Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta dalam setiap denyut nadi kita....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-8611948686466370794?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/8611948686466370794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2011/04/sebelum-engkau-halal-bagiku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/8611948686466370794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/8611948686466370794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2011/04/sebelum-engkau-halal-bagiku.html' title='Sebelum Engkau Halal Bagiku'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-yLgHC_vMsds/TbYuLjH9T9I/AAAAAAAAACo/d4btB74MaUU/s72-c/ikhwan-akhwat1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-7020252561111562655</id><published>2011-04-25T19:23:00.000-07:00</published><updated>2011-04-25T19:27:40.483-07:00</updated><title type='text'>Antara Ikhwan &amp; Akhwat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-9eDP_ASY8_g/TbYtcbwaQrI/AAAAAAAAACg/E-xs9yLtCl4/s1600/ikhwan-akhwat.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 272px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9eDP_ASY8_g/TbYtcbwaQrI/AAAAAAAAACg/E-xs9yLtCl4/s320/ikhwan-akhwat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599713153192182450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka hati, fikiran, perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walaupun sudah ada segala galanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa lagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s tetap merindukan Siti Hawa. Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, isteri atau puteri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau lelaki sendiri yang tak lurus, tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak logik kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus.Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah, karena mereka diciptakan begitu rupa oleh Allah.Didiklah mereka dengan panduan dariNya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;JANGAN COBA JINAKKAN MEREKA DENGAN HARTA,NANTI MEREKA SEMAKIN LIAR.JANGAN HIBURKAN MEREKA DENGAN KECANTIKAN,NANTI MEREKA SEMAKIN MENDERITA.Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah. Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal, disitulah kuncinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;AKAL SETIPIS RAMBUTNYA, TEBALKAN DENGAN ILMU.HATI SERAPUH KACA, KUATKAN DENGAN IMAN.PERASAAN SELEMBUT SUTERA, HIASILAH DENGAN AKHLAK.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suburkanlah karena dari situlah nanti mereka akan nampak penilaian dan keadilan Tuhan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akan terhibur dan bahagialah hati mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana menteri negara atau women gladiator.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan. Itu bukan diskriminasi Tuhan. Sebaliknya disitulah kasih sayang Tuhan, karena rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan lelaki-lelaki wajah : negarawan, karyawan, jutawan dan " wan-wan" lain. Tidak akan lahir superman tanpa superwoman.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan, bahkan mereka pula membengkokkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;LEBIH banyak LELAKI YANG DIRUSAKKAN OLEH PEREMPUANDARIPADA PEREMPUAN YANG DIRUSAKKAN OLEH LELAKI.SEBODOH-BODOH PEREMPUAN PUN BISA MENUNDUKKAN SEPANDAI-PANDAI LELAKI&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal tuhan. Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini bukan saja banyak boss telah kehilangan secretary, bahkan anak pun akan kehilangan ibu, suami kehilangan isteri dan bapa akan kehilangan puteri.Bila wanita durhaka dunia akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa.Para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah kepimpinan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah PIMPINLAH DIRI SENDIRI DAHULU KEPADANYA.Jinakkan diri dengan Allah, nescaya akan jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;JANGAN MENGHARAP ISTERI SEPERTI SITI FATIMAH,KALAU PRIBADI BELUM LAGI SEPERTI SAYIDINA ALI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-7020252561111562655?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/7020252561111562655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2011/04/antara-ikhwan-akhwat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/7020252561111562655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/7020252561111562655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2011/04/antara-ikhwan-akhwat.html' title='Antara Ikhwan &amp; Akhwat'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-9eDP_ASY8_g/TbYtcbwaQrI/AAAAAAAAACg/E-xs9yLtCl4/s72-c/ikhwan-akhwat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-4743373116335608263</id><published>2011-04-25T19:19:00.000-07:00</published><updated>2011-04-25T19:23:09.246-07:00</updated><title type='text'>Aku Mencintaimu, Aku Merindukanmu dan Aku Menunggumu karena ALLAH SWT...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-I8REstDa8kQ/TbYsfVTK0DI/AAAAAAAAACY/RrxyZpPS8gg/s1600/kartun-jilbab-kartun-jilbab-bidadari-surga-kupu-lucu-imut-gemas-cantik-nikah-pengantin-sejoli-hijab-cartoon-purdah-cute-arab.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-I8REstDa8kQ/TbYsfVTK0DI/AAAAAAAAACY/RrxyZpPS8gg/s320/kartun-jilbab-kartun-jilbab-bidadari-surga-kupu-lucu-imut-gemas-cantik-nikah-pengantin-sejoli-hijab-cartoon-purdah-cute-arab.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599712103486902322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku mencintaimu karena Allah SWT....&lt;br /&gt;Ini bukan sekedar kata-kata agar kamu jatuh hati padaku, namun ini adalah kejujuranku...&lt;br /&gt;Mengapa aku berkata seperti ini..?&lt;br /&gt;Karena aku menyukai orang-orang yg mencintai-Nya, yg mencintai Rasul-Nya dan denganmu kuharap keteguhanmu bisa mengajakku serta untuk semakin mencintai-Nya...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku merindukanmu karena Allah SWT...&lt;br /&gt;Ini bukan untaian rahasia dalam hatiku untuk memikatmu..&lt;br /&gt;Mengapa aku berkata seperti ini..?&lt;br /&gt;karena aku tahu, mengucapkan ikrar suci itu menyempurnakan sebagian Dien...&lt;br /&gt;Cinta adalah anugerah-Nya yg ditumbuhkan di hati orang-orang yg dikehendaki-Nya...&lt;br /&gt;Bagaimana aku tidak merindukan kehadiranmu...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku menunggumu karena Allah SWT.....&lt;br /&gt;Ini bukan rajutan perasaan untuk sebuah penantian...&lt;br /&gt;Mengapa aku berkata seperti ini..?&lt;br /&gt;Karena aku tahu, diriku terlalu banyak kekurangan dan karenanya aku butuh seseorang yg lebih halus untuk menaklukkan hatiku yg keras dan yg lebih tangguh untuk menguatkan hatiku yg lemah dengan izin-Nya...&lt;br /&gt;Aku tahu, terlalu banyak yg harus aku perbaiki karenanya, aku menunggumu untuk menjadi pendamping hidupku...&lt;br /&gt;Aku menunggumu untuk lebih membimbingku dengan tulusmu, untuk lebih mengajariku dengan sabar hingga kenikmatan imanku terhadap-Nya semakin dalam dengan izin-Nya...&lt;br /&gt;Di setiap harinya...&lt;br /&gt;Untuk selama-lamanya..&lt;br /&gt;Amin...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku tahu dalam hatiku, aku tak ingin hidup sendiri, karenanya aku berharap Allah SWT menganugerahkan padaku seorang bidadari syurga untuk berbagi banyak hal dan menerima apa adanya diriku beserta keluargaku.. .&lt;br /&gt;Bila engkau benar-benar ada dalam hidupku, semoga Allah SWT memantapkan hati kita dan mendekatkan kita di jalan yg lebih Dia Ridhoi..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Amin Ya Rabb...&lt;br /&gt;﻿&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Teruntuk Bidadari Syurgaku yang setia dalam mengarungi hidup bersamaku nanti yang dilingkupi kebahagiaan dan diselingi dengan penderitaan. &lt;br /&gt;Akhirat tujuan kekal kita, wahai yang akan mendampingiku dengan setia.&lt;br /&gt;Aku tak tahu namamu dan aku tak tahu dimana engkau berada sekarang.&lt;br /&gt;Tapi aku yakin engkau pasti ada.&lt;br /&gt;Hanya untukku.&lt;br /&gt;Yaa Allah, bimbing aku  agar bisa menumakan bidadari Syurgaku...&lt;br /&gt;﻿&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-4743373116335608263?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/4743373116335608263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2011/04/aku-mencintaimu-aku-merindukanmu-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/4743373116335608263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/4743373116335608263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2011/04/aku-mencintaimu-aku-merindukanmu-dan.html' title='Aku Mencintaimu, Aku Merindukanmu dan Aku Menunggumu karena ALLAH SWT...'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-I8REstDa8kQ/TbYsfVTK0DI/AAAAAAAAACY/RrxyZpPS8gg/s72-c/kartun-jilbab-kartun-jilbab-bidadari-surga-kupu-lucu-imut-gemas-cantik-nikah-pengantin-sejoli-hijab-cartoon-purdah-cute-arab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-7089098561231617551</id><published>2011-04-25T19:16:00.000-07:00</published><updated>2011-04-25T19:19:39.285-07:00</updated><title type='text'>Saydina Ali ra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-sdEvRKU50kA/TbYrs-Io_-I/AAAAAAAAACQ/lfFQUHiLIPo/s1600/4539575137_c3e849ed93.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-sdEvRKU50kA/TbYrs-Io_-I/AAAAAAAAACQ/lfFQUHiLIPo/s320/4539575137_c3e849ed93.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599711238275268578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keperkasaan Ali tiada banding. Dalam perang Badar, perang pertama yang paling berkesan bagi Rasulullah (sehingga setelahnya, beliau memanggil para sahabat yang ikut berjuang dalam Badar dengan sebutan " Yaa...ahlul Badar..."), Ali menunjukkan siapa dirinya sesungguhnya. Dalam perang itu ia berhasil menewaskan separo dari 70an pihak musuh yang terbunuh. Hari itu, bersama sepasukan malaikat yang turun dari langit, Ali mengamuk laksana badai gurun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perang Badar adalah perang spiritual. Di sinilah, para sahabat terdekat dan pertama-tama Rasulullah menunjukkan dedikasinya terhadap apa yang disebut dengan iman. Mulanya, jumlah lawan yang sepuluh kali lipat jumlahnya menggundahkan hati para sahabat. Namun, doa pamungkas Rasulullah menjadi penyelamat dari jiwa-jiwa yang gundah. Sebuah doa, semirip ultimatum, yang setelah itu tak pernah lagi diucapkan Rasulullah..."Ya Allah, disinilah sisa umat terbaikmu berkumpul...jika Engkau tak menurunkan bantuanmu, Islam takkan lagi tegak di muka bumi ini..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam berbagai siroh, disebutkan bahwa musuh kemudian melihat jumlah pasukan muslim seakan tiada batasnya, padahal jumlah sejatinya tidaklah lebih dari 30 gelintir. Pasukan berjubah putih berkuda putih seperti turun dari langit dan bergabung bersama pasukan Rasulullah. Itulah, kemenangan pasukan iman. Dan Ali, menjadi bintang lapangannya hari itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak hanya Badar, banyak peperangan setelahnya menjadikan Ali sebagai sosok yang disegani. Di Uhud, perang paling berdarah bagi kaum muslim, Ali menjadi penyelamat karena dialah yang tetap teguh mengibarkan panji Islam setelah satu demi satu para sahabat bertumbangan. Dan yang terpenting, Ali melindungi Rasulullah yang kala itu terjepit hingga gigi RAsulullah bahkan rompal dan darah mengalir di mana-mana. Teriakan takbir dari Ali menguatkan kembali semangat bertarung para sahabat, terutama setelah melihat Rasululah dalam kondisi kritis.﻿&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-7089098561231617551?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/7089098561231617551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2011/04/saydina-ali-ra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/7089098561231617551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/7089098561231617551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2011/04/saydina-ali-ra.html' title='Saydina Ali ra'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-sdEvRKU50kA/TbYrs-Io_-I/AAAAAAAAACQ/lfFQUHiLIPo/s72-c/4539575137_c3e849ed93.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-5200150283255003302</id><published>2011-04-25T19:12:00.000-07:00</published><updated>2011-04-25T19:16:34.767-07:00</updated><title type='text'>TANYA – JAWAB MENGENAI KEHIDUPAN DARI MANA AKU BERASAL?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-82ASUqMsBCc/TbYq-df6wVI/AAAAAAAAACI/DghUlc2JEQA/s1600/faq37.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 262px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-82ASUqMsBCc/TbYq-df6wVI/AAAAAAAAACI/DghUlc2JEQA/s320/faq37.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599710439240548690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Qs. Al-Hajj:5&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;APA YANG ALLAH BERIKAN KEPADA-KU?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS. An-Nahl : 78&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS.Al-Insaan : 2&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;UNTUK APA AKU DICIPTAKAN-NYA?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS.Al-Mulk : 1-2&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;APA TUGAS KU DI DUNIA INI?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS. Adz-Dzaariyaat:56&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS. Al-Baqarah:21&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hai manusia, sembahlah Rabb-mu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS.Yaasiin:22&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengapa aku tidak menyembah (Rabb) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;‘ibadah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;APA TUJUAN KU DI DUNIA INI?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS. Al-Baqarah:207&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;APA HAKIKAT KEHIDUPAN DUNIA INI?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS. Al An’aam : 32&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS. Al ‘Ankabuut : 64&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS. Al-Hadiid:20&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;APA PEDOMAN HIDUP KU YG HAQ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS.AL-Baqarah:185&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)….&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;SIAPA TAULADAN HIDUP KU?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS.Al-Ahzab : 21&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;SIAPA MUSUH KU YANG SESUNGGUHNYA?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS. Al-Baqarah : 208&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhan), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KEMANA AKU AKAN PULANG?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS. Al Jaatsiyah : 15&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Rabb-mulah kamu dikembalikan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS. AL-Baqarah : 281&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DIMANA TEMPATKU KELAK?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS. Al-A’raaf:42-43&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Rabb kami, membawa kebenaran.” Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ATAUKAH…..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;QS. Al-A’raaf : 179&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-5200150283255003302?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/5200150283255003302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2011/04/tanya-jawab-mengenai-kehidupan-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/5200150283255003302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/5200150283255003302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2011/04/tanya-jawab-mengenai-kehidupan-dari.html' title='TANYA – JAWAB MENGENAI KEHIDUPAN DARI MANA AKU BERASAL?'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-82ASUqMsBCc/TbYq-df6wVI/AAAAAAAAACI/DghUlc2JEQA/s72-c/faq37.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-6956558919539941957</id><published>2011-04-25T19:04:00.000-07:00</published><updated>2011-04-25T19:12:18.173-07:00</updated><title type='text'>Menjadi Insan Pilihan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-tgCNx1Xh_0U/TbYp843RN_I/AAAAAAAAACA/xILAJW4ys3A/s1600/400_f_2204087_ipqib7qi6troutl81klew2hrst80nd.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 246px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-tgCNx1Xh_0U/TbYp843RN_I/AAAAAAAAACA/xILAJW4ys3A/s320/400_f_2204087_ipqib7qi6troutl81klew2hrst80nd.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599709312714881010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Duhai hati yang selalu gundah gulana… Mengapa selalu memikirkan dunia, sementara dunia tak pernah memikirkanmu, dunia sering memperdayamu. Bukankah dunia ini hanya kiasan saja? Tipu daya disana sini? Maka, hendaklah engkau susun langkahmu dengan hati-hati. Ingatlah syaitan itu selalu tidak mau mengaku kalah dan tidak pernah putus asa. Lebih gigih daripadamu. Setiap waktunya amat berharga, ia tak akan sedetik pun melewatkannya kosong tanpa menyesatkan seorang adam dan hawa. Lalu, masihkah kau akan terus memikirkan duniamu???&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perbanyaklah berpikir dan merenung dengan penuh arti. Bagaimana nasibmu kelak kala menghadap Tuhan Rabbul ‘Izzati?? Selamatkah dirimu dihari tiada perlindungan selain dari-Nya? Akan beratkah amal yang akan engkau bawa? Wahai hati…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Renungkanlah wahai diri yang lemah, agar hidupmu di dunia penuh dengan kewaspadaan…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semoga, akan hadir dalam dirimu hati yang peka terhadap dosa. Merasakan dosa itu besar walaupun ia hanya dosa kecil, sekecil biji zarah. Ketahuilah…itulah ciri-ciri mereka yang akrab dengan Allah. Yang memiliki ihsan dalam hatinya. Merasa kehadiran Allah dalam sentuhan masa yang ada…sekalipun mata tak melihat-Nya tetapi ia yakin Allah melihat dirinya.&lt;br /&gt;Untuk apa dirisaukan kembali, Wahai hati yang rawan…, sebuah kehilangan hanya lah menunggu waktu yang di tetapkan Allah. Tapi hilang bukan berarti tamatnya sebuah kehidupan. Dengan kehilangan itu justru ditinggikan derajatmu. Bukankah Allah itu Maha Kuasa, Dzat yang sempurna dengan segala keagungannya. Lupakah duhai hati, Allah telah berfirman …&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?  ( Al-Ankabut ayat 2 )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka, hadapilah ujian dengan sejuta kesabaran. Percayalah, yakinlah sepenuh hatimu…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Orang mukmin baik laki-laki atau wanita, akan senantiasa diuji Allah subhanahu wa ta’ala, dengan dirinya, anaknya, bahkan hartanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar ( Al-Baqarah ayat 153 )&lt;br /&gt;Wahai hati yang penuh dengan kesedihan, mengapa perlu ditangisi sebuah perpisahan? Bukankah kita semua akan pergi…pulang kepangkuan Allah. Dialah Yang Menjadikan…dan pada-Nya lah semua akan dikembalikan. Lupakah engkau…, hidup didunia hanya persinggahan. Yang kekal hanya amalan yang menjadi teman. Itulah teman dalam perjalanan menuju sebuah keabadian…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Duhai diri yang lemah, kembalikanlah hatimu pada Rabb…karena Dialah Pemilik segala yang kau punya… Segalanya pinjaman untuk mengujimu. Kentalkanlah semangat juangmu…&lt;br /&gt;Walaupun fitnah datang silih berganti, tetap teguhkan pendirian, kuatkan tawakal. Pada Allah senantiasa berdoa, mengharap furqan agar tenggelam segala nista. Allah sengaja menguji sekeping hati yang kecil…sebagai penukar dengan kebahagian kelak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Sabar menghadapi Musibah  adalah sebesar-besarnya arti Sabar, dimana sabar itu memerlukan Kesabaran pula. Adapun Bala dan Musibah ia akan menunjukan adanya perhatian dan kasih sayang Allah. Oleh karena itu bersyukurlah ia, karena Syukur yang demikian itu adalah setinggi-tingginya arti Syukur..”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka, bersyukurlah…bersyukurlah…bersyukurlah karena engkau insan pilihan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-6956558919539941957?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/6956558919539941957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2011/04/menjadi-insan-pilihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/6956558919539941957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/6956558919539941957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2011/04/menjadi-insan-pilihan.html' title='Menjadi Insan Pilihan'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-tgCNx1Xh_0U/TbYp843RN_I/AAAAAAAAACA/xILAJW4ys3A/s72-c/400_f_2204087_ipqib7qi6troutl81klew2hrst80nd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-7781566904736323252</id><published>2010-07-25T06:02:00.001-07:00</published><updated>2010-07-25T06:02:34.473-07:00</updated><title type='text'>IMAN, ISLAM, DAN IHSAN</title><content type='html'>*عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال : بينما نحن جلوس&lt;br /&gt;عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم إذ طلع علينا رجل شديد بياض الثياب&lt;br /&gt;شديد سواد الشعر , لا يرى عليه أثر السفر , ولا يعرفه منا أحد حتى جلس إلى&lt;br /&gt;النبي صلى الله عليه وسلم فأسند ركبته إلى ركبتيه ووضح كفيه على فخذيه , وقال :&lt;br /&gt;يا محمد أخبرني عن الإسلام , فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم " الإسلام أن&lt;br /&gt;تشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وتقيم الصلاة وتؤتي الزكاة وتصوم&lt;br /&gt;رمضان وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا " قال صدقت فعجبا له يسأله ويصدقه , قال&lt;br /&gt;: أخبرني عن الإيمان قال " أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر&lt;br /&gt;وتؤمن بالقدر خيره وشره " قال : صدقت , قال : فأخبرني عن الإحسان , قال " أن&lt;br /&gt;تعبد الله كأنك تراه , فإن لم تكن تراه فإنه يراك " قال , فأخبرني عن الساعة ,&lt;br /&gt;قال " ما المسئول بأعلم من السائل " قال فأخبرني عن اماراتها . قال " أن تلد&lt;br /&gt;الأمة ربتها وأن ترى الحفاة العراة العالة رعاء الشاء يتطاولون في البنيان " .&lt;br /&gt;ثم انطلق فلبث مليا , ثم قال " يا عمر , أتدري من السائل ؟" , قلت : الله&lt;br /&gt;ورسوله أعلم , قال " فإنه جبريل أتاكم يعلمكم دينكم " رواه مسلم*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Dari Umar bin Al-Khathab radhiallahu 'anh, dia berkata: ketika kami tengah&lt;br /&gt;berada di majelis bersama Rasulullah pada suatu hari, tiba-tiba tampak&lt;br /&gt;dihadapan kami seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, berambut&lt;br /&gt;sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan jauh dan&lt;br /&gt;tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Lalu ia duduk di hadapan&lt;br /&gt;Rasulullah dan menyandarkan lututnya pada lutut Rasulullah dan meletakkan&lt;br /&gt;tangannya diatas paha Rasulullah, selanjutnya ia berkata," Hai Muhammad,&lt;br /&gt;beritahukan kepadaku tentang Islam " Rasulullah menjawab,"Islam itu engkau&lt;br /&gt;bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Alloh dan sesungguhnya&lt;br /&gt;Muhammad itu utusan Alloh, engkau mendirikan sholat, mengeluarkan zakat,&lt;br /&gt;berpuasa pada bulan Romadhon dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika&lt;br /&gt;engkau mampu melakukannya." Orang itu berkata,"Engkau benar," kami pun&lt;br /&gt;heran, ia bertanya lalu membenarkannya Orang itu berkata lagi," Beritahukan&lt;br /&gt;kepadaku tentang Iman" Rasulullah menjawab,"Engkau beriman kepada Alloh,&lt;br /&gt;kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan Nya, kepada&lt;br /&gt;hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk" Orang tadi&lt;br /&gt;berkata," Engkau benar" Orang itu berkata lagi," Beritahukan kepadaku&lt;br /&gt;tentang Ihsan" Rasulullah menjawab,"Engkau beribadah kepada Alloh&lt;br /&gt;seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya&lt;br /&gt;Dia pasti melihatmu." Orang itu berkata lagi,"Beritahukan kepadaku tentang&lt;br /&gt;kiamat" Rasulullah menjawab," Orang yang ditanya itu tidak lebih tahu dari&lt;br /&gt;yang bertanya." selanjutnya orang itu berkata lagi,"beritahukan kepadaku&lt;br /&gt;tentang tanda-tandanya" Rasulullah menjawab," Jika hamba perempuan telah&lt;br /&gt;melahirkan tuan puterinya, jika engkau melihat orang-orang yang tidak&lt;br /&gt;beralas kaki, tidak berbaju, miskin dan penggembala kambing, berlomba-lomba&lt;br /&gt;mendirikan bangunan." Kemudian pergilah ia, aku tetap tinggal beberapa lama&lt;br /&gt;kemudian Rasulullah berkata kepadaku, "Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang&lt;br /&gt;bertanya itu?" Saya menjawab," Alloh dan Rosul-Nya lebih mengetahui"&lt;br /&gt;Rasulullah berkata," Ia adalah Jibril, dia datang untuk mengajarkan kepadamu&lt;br /&gt;tentang agama kepadamu"*&lt;br /&gt;*[Muslim no. 8]*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini sangat berharga karena mencakup semua fungsi perbuatan lahiriah&lt;br /&gt;dan bathiniah, serta menjadi tempat merujuk bagi semua ilmu syari'at dan&lt;br /&gt;menjadi sumbernya. Oleh sebab itu hadits ini menjadi induk ilmu sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan adanya contoh berpakaian yang bagus, berperilaku yang&lt;br /&gt;baik dan bersih ketika datang kepada ulama, orang terhormat atau penguasa,&lt;br /&gt;karena jibril datang untuk mengajarkan agama kepada manusia dalam keadaan&lt;br /&gt;seperti itu.&lt;br /&gt;Kalimat " Ia meletakkan kedua telapak tangannya diatas kedua paha beliau,&lt;br /&gt;lalu ia berkata : Wahai Muhammad….." adalah riwayat yang masyhur. Nasa'i&lt;br /&gt;meriwayatkan dengan kalimat, "Dan ia meletakkan kedua tangannya pada kedua&lt;br /&gt;lutut Rasulullah…." Dengan demikian yang dimaksud kedua pahanya adalah kedua&lt;br /&gt;lututnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits ini dipahami bahwa islam dan iman adalah dua hal yang berbeda,&lt;br /&gt;baik secara bahasa maupun syari'at. Namun terkadang, dalam pengertian&lt;br /&gt;syari'at, kata islam dipakai dengan makna iman dan sebaliknya.&lt;br /&gt;Kalimat, "Kami heran, dia bertanya tetapi dia sendiri yang membenarkannya"&lt;br /&gt;mereka para shahabat Rasulullah menjadi heran atas kejadian tersebut, karena&lt;br /&gt;orang yang datang kepada Rasulullah hanya dikenal oleh beliau dan orang itu&lt;br /&gt;belum pernah mereka ketahui bertemu dengan Rasulullah dan mendengarkan sabda&lt;br /&gt;beliau. Kemudian ia mengajukan pertanyaan yang ia sendiri sudah tahu&lt;br /&gt;jawabannya bahkan membenarkannya, sehingga orang-orang heran dengan kejadian&lt;br /&gt;itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat, "Engkau beriman kepada Allah, kepada para malaikat-Nya, dan kepada&lt;br /&gt;kitab-kitab-Nya…." Iman kepada Allah yaitu mengakui bahwa Allah itu ada dan&lt;br /&gt;mempunyai sifat-sifat Agung serta sempurna, bersih dari sifat kekurangan,.&lt;br /&gt;Dia tunggal, benar, memenuhi segala kebutuhan makhluk-Nya, tidak ada yang&lt;br /&gt;setara dengan Dia, pencipta segala makhluk, bertindak sesuai kehendak-Nya&lt;br /&gt;dan melakukan segala kekuasaan-Nya sesuai keinginan-Nya.&lt;br /&gt;Iman kepada Malaikat, maksudnya mengakui bahwa para malaikat adalah hamba&lt;br /&gt;Allah yang mulia, tidak mendahului sebelum ada perintah, dan selalu&lt;br /&gt;melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya.&lt;br /&gt;Iman kepada Para Rasul Allah, maksudnya mengakui bahwa mereka jujur dalam&lt;br /&gt;menyampaikan segala keterangan yang diterima dari Allah dan mereka diberi&lt;br /&gt;mukjizat yang mengukuhkan kebenarannya, menyampaikan semua ajaran yang&lt;br /&gt;diterimanya, menjelaskan kepada orang-orang mukalaf apa-apa yang Allah&lt;br /&gt;perintahkan kepada mereka. Para Rasul Allah wajib dimuliakan dan tidak boleh&lt;br /&gt;dibeda-bedakan.&lt;br /&gt;Iman kepada hari Akhir, maksudnya mengakui adanya kiamat, termasuk hidup&lt;br /&gt;setelah mati, berkumpul dipadang Mahsyar, adanya perhitungan dan timbangan&lt;br /&gt;amal, menempuh jembatan antara surga dan neraka, serta adanya Surga dan&lt;br /&gt;Neraka, dan juga mengakui hal-hal lain yang tersebut dalam Qur'an dan Hadits&lt;br /&gt;Rosululloh.&lt;br /&gt;Iman kepada taqdir yaitu mengakui semua yang tersebut diatas, ringkasnya&lt;br /&gt;tersebut dalam firman Allah QS. Ash-Shaffaat : 96, "Allah menciptakan kamu&lt;br /&gt;dan semua perbuatan kamu" dan dalam QS. Al-Qamar : 49, "Sungguh segala&lt;br /&gt;sesuatu telah kami ciptakan dengan ukuran tertentu" dan di ayat-ayat yang&lt;br /&gt;lain. Demikian juga dalam Hadits Rasulullah, Dari Ibnu Abbas, "Ketahuilah,&lt;br /&gt;sekiranya semua umat berkumpul untuk memberikan suatu keuntungan kepadamu,&lt;br /&gt;maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang Allah telah&lt;br /&gt;tetapkan pada dirimu. Sekiranya merekapun berkumpul untuk melakukan suatu&lt;br /&gt;yang membahayakan dirimu, niscaya tidak akan membahayakan dirimu kecuali apa&lt;br /&gt;yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Segenap pena diangkat dan&lt;br /&gt;lembaran-lembaran telah kering"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Ulama mengatakan, Barangsiapa membenarkan segala urusan dengan&lt;br /&gt;sungguh-sungguh lagi penuh keyakinan tidak sedikitpun terbersit keraguan,&lt;br /&gt;maka dia adalah mukmin sejati.&lt;br /&gt;Kalimat, "Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya…." Pada&lt;br /&gt;pokoknya merujuk pada kekhusyu'an dalam beribadah, memperhatikan hak Allah&lt;br /&gt;dan menyadari adanya pengawasan Allah kepadanya serta keagungan dan&lt;br /&gt;kebesaran Allah selama menjalankan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat, "Beritahukan kepadaku tanda-tandanya ? sabda beliau : Budak&lt;br /&gt;perempuan melahirkan anak tuannya" maksudnya kaum muslimin kelak akan&lt;br /&gt;menguasai negeri kafir, sehingga banyak tawanan, maka budak-budak banyak&lt;br /&gt;melahirkan anak tuannya dan anak ini akan menempati posisi majikan karena&lt;br /&gt;kedudukan bapaknya. Hal ini menjadi sebagian tanda-tanda kiamat. Ada juga&lt;br /&gt;yang mengatakan bahwa itu menunjukkan kerusakan umat manusia sehingga&lt;br /&gt;orang-orang terhormat menjual budak yang menjadi ibu dari anak-anaknya,&lt;br /&gt;sehingga berpindah-pindah tangan yang mungkin sekali akan jatuh ke tangan&lt;br /&gt;anak kandungnya tanpa disadarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini juga menyatakan adanya larangan berlomba-lomba membangun bangunan&lt;br /&gt;yang sama sekali tidak dibutuhkan. Sebagaimana sabda Rasulullah," Anak adam&lt;br /&gt;diberi pahala untuk setiap belanja yang dikeluarkannya kecuali belanja untuk&lt;br /&gt;mendirikan bangunan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat, "Penggembala Domba" secara khusus disebutkan karena merekalah yang&lt;br /&gt;merupakan golongan badui yang paling lemah sehingga umumnya tidak mampu&lt;br /&gt;mendirikan bangunan, berbeda dengan para pemilik onta yang umumnya orang&lt;br /&gt;terhormat.&lt;br /&gt;Kalimat, "Saya tetap tinggal beberapa lama" maksudnya Umar radhiallahu 'anh&lt;br /&gt;tetap tinggal ditempat itu beberapa lama setelah orang yang bertanya pergi,&lt;br /&gt;dalam riwayat yang lain yang dimaksud tetap tinggal adalah Rosululloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat, "Ia datang kepada kamu sekalian untuk mengajarkan agamamu"&lt;br /&gt;maksudnya mengajarkan pokok-pokok agamamu, demikian kata Syaikh Muhyidin An&lt;br /&gt;Nawawi dalam syarah shahih muslim. Isi hadits ini yang terpenting adalah&lt;br /&gt;penjelasan islam, iman dan ihsan, serta kewajiban beriman kepada Taqdir&lt;br /&gt;Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya keimanan seseorang dapat bertambah dan berkurang, QS. Al-Fath :&lt;br /&gt;4, "Untuk menambah keimanan mereka pada keimanan yang sudah ada sebelumnya".&lt;br /&gt;Imam Bukhari menyebutkan dalam kitab shahihnya bahwa ibnu Abu Mulaikah&lt;br /&gt;berkata, "Aku temukan ada 30 orang shahabat Rasulullah yang khawatir ada&lt;br /&gt;sifat kemunafikan dalam dirinya. Tidak ada seorangpun dari mereka yang&lt;br /&gt;berani mengatakan bahwa ia memiliki keimanan seperti halnya keimanan Jibril&lt;br /&gt;dan Mikail 'alaihimus salaam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata iman mencakup pengertian kata islam dan semua bentuk ketaatan yang&lt;br /&gt;tersebut dalam hadits ini, karena semua hal tersebut merupakan perwujudan&lt;br /&gt;dari keyakinan yang ada dalam bathin yang menjadi tempat keimanan. Oleh&lt;br /&gt;karena itu kata Mukmin secara mutlak tidak dapat diterapkan pada orang-orang&lt;br /&gt;yang melakukan dosa-dosa besar atau meninggalkan kewajiban agama, sebab&lt;br /&gt;suatu istilah harus menunjukkan pengertian yang lengkap dan tidak boleh&lt;br /&gt;dikurangi, kecuali dengan maksud tertentu. Juga dibolehkan menggunakan kata&lt;br /&gt;Tidak beriman sebagaimana pengertian hadits Rasulullah, "Seseorang tidak&lt;br /&gt;berzina ketika dia beriman dan tidak mencuri ketika dia beriman" maksudnya&lt;br /&gt;seseorang dikatakan tidak beriman ketika berzina atau ketika dia mencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata islam mencakup makna iman dan makna ketaatan, syaikh Abu 'Umar berkata,&lt;br /&gt;"kata iman dan islam terkadang pengertiannya sama terkadang berbeda. Setiap&lt;br /&gt;mukmin adalah muslim dan tidak setiap muslim adalah mukmin" ia berkata,&lt;br /&gt;"pernyataan seperti ini sesuai dengan kebenaran" Keterangan-keterangan&lt;br /&gt;Al-Qur'an dan Assunnah berkenaan dengan iman dan islam sering dipahami&lt;br /&gt;keliru oleh orang-orang awam. Apa yang telah kami jelaskan diatas telah&lt;br /&gt;sesuai dengan pendirian jumhur ulama ahli hadits dan lain-lain. Wallahu&lt;br /&gt;a'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-7781566904736323252?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/7781566904736323252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/iman-islam-dan-ihsan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/7781566904736323252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/7781566904736323252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/iman-islam-dan-ihsan.html' title='IMAN, ISLAM, DAN IHSAN'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-7488254598595483502</id><published>2010-07-19T04:38:00.000-07:00</published><updated>2010-07-19T04:54:33.299-07:00</updated><title type='text'>kenapa harus mentoring ??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TEQ70bnXXWI/AAAAAAAAABA/euoS9BTT5gs/s1600/images+(1).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 168px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TEQ70bnXXWI/AAAAAAAAABA/euoS9BTT5gs/s320/images+(1).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495583217250950498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TEQ7zpaIs0I/AAAAAAAAAA4/Y96QIYUvcL8/s1600/dsc00339.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TEQ7zpaIs0I/AAAAAAAAAA4/Y96QIYUvcL8/s320/dsc00339.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495583203773690690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TEQ7y9WJ_nI/AAAAAAAAAAw/PdbwWlZwwQ0/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 238px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TEQ7y9WJ_nI/AAAAAAAAAAw/PdbwWlZwwQ0/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495583191945838194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;tulisan ini ditujukan untuk seluruh mahasiswa,, yang masih mempertanyakan kenapa harus mentoring ?? apa sih itu mentoring dan yang lebih penting apa itu manfaatnya.. atau bisa juga tulisan ini untuk para mentor yang masih mempertanyakan kenapa saya menjadi mentor ? apa sih urgensinya. dan bagaimana mentoring mampu menjadi bagian dari membangun peradaban. !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa harus mentoring ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mentoring sebenarnya adalah proses untuk “akselerasi kedewasaan”. Kedewasaan ini, sangatlah luas, bisa jadi, kedewasaan dalam memahami Islam,kedewasaan dalam berilmu sesuai pilihan kompetensinya, kedewasaan dalam mensikapi masalah, kedewasaan dalam memilih keputusan, bahkan kedewasaan dalam bergaul- mengenal karakter manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedewasaan, Kenapa ? Kenapa Bisa ? Dan Apakah Harus Dengan Mentoring ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Mentoring adalah sebuah grup diskusi terfokus, yang didalamnya terdapat interaksi- relasi antar insan, ada aspek manusiawi, serta hubungan interpersonal. Bisa jadi seseorang menjadi dewasa, tanpa mentoring, karena aspek pembentuk kedewasaan memang banyak, bisa jadi dia anak sulung, sebatang kara, dididik orang tua, atau memang sudah dilepas sedari kecil. Mentoring adalah proses “percepatan kedewasaan”, karena dengan mentoring, maka kita akan memperbesar “kapasitas berkomunitas” kita, memahami bahwa ternyata, karakter manusia itu beragam, menangani konflik komunikasi, hingga mampu bekerjasama walaupun terdapat perbedaan prinsip di satu sisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Kenapa Harus Mentoring Yang Isinya Materi Melulu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi ? Ya, terkadang, mentor memang tidak mampu menerjemahkan “materi” mati menjadi “hidup”. Mentor harus paham, bahwa “mempelajari” dan “membaca” sebuah materi adalah satu masalah, sedangkan “membumikan” dan “mengkomunikasikan” materi kepada adik mentor, adalah masalah lain yang berbeda, jangan disamakan. Mentoring mengandung 3 aspek, yaitu kognitif ( materi keilmuan, knowledge. Bisa jadi rasmul bayan yang kita dapat dulu saat pertama kali liqo), afektif ( sikap, bersikap saat menyampaikan, raut muka, bahasa tubuh, mimik wajah, ) , dan psikomotorik ( bisa jadi saat rihlah, olahraga, intonasi). Psikologi dan suasana mentoring akan sangat mempengaruhi adik mentor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentoring, Apa Hubungannya Dengan Kesuksesan Saya ?&lt;br /&gt;Apakah Mentoring Harus Bermateri Agama Islam ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu, bahwa orang- orang yang mampu mengubah zaman, pada masa mudanya, adalah orang- orang yang membentuk kelompok diskusi tersegmen ? Tahukah kamu, bahwa mentoring dapat mempercepat pemahaman kita akan sebuah disiplin ilmu ? Dan,bukan hanya Islam.Tidak percaya ? Ini beberapa contohnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HOS Cokroaminoto punya 3 binaan, yaitu Sukarno ( Presiden1 RI), Semaun ( Pemimpin PKI Madiun), dan Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo ( Pemimpin DI TII/ NII). Nah, semua jadi “tokoh” kan ? Walaupun akhirnya jadi berseberangan, itu, mungkin karena mereka pada ngebandel,mentoringnya gak selesai kali ya ?…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jesse Jackson, senator negro pertama AS, yang Yahudi. Salah satu binaannya adalah Lewis “ Scooter” Libby ( Staf DEPLU AS), dan salah satu binaan dari mentoringnya Yahudi dari Libby ini, sekarang menjabat sebagai Presiden Bank Dunia, Paul Wolfowitz ( Pasti tahu dia kan ?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badiuzzaman Said Nursi, pemimpin Harokah Islamiyah dari Turki, penentang sekulerisme Kemal Pasha, dengan jamaahnya, Jamaah Nur, dan risalahnya, Risalah Nuriyah, punya kader yang masih dalam mentoringnya langsung, yaitu Dr. Necmetting Erbakan, dengan Partai Refah-nya, mantan PM Turki yang akhirnya terjungkal oleh militer, digantikan oleh Tanshu Ciller, dan hingga akhir hayatnya, dilarang terjun ke politik. Namun, Erbakan ini punya 11 binaan yang dipersiapkan untuk terjun ke politik praktis, dan 2 diantaranya adalah Abdullah Gul ( Presiden Turki sekarang) dan Recep Thayyip Erdogan ( PM Turki sekarang), yang mendapatkan amanah kepemimpinan dengan partai baru, Partai Keadilan dan Persatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arifin Panigoro, Aburizal Bakrie, Abdul Latief, dan Fadel Muhammad, adalah kader Golkar, yang sengaja dibentuk semenjak masih di bangku kuliah ITB untuk mengendalikan sektor riil Indonesia, dengan suatu saat nanti mengendalikan asosiasi dagangnya, yaitu KADIN. Mereka terkenal dengan sebutan “Grup Gelapnyawang”, murobinya, pasti semua kenal, Ginanjar Kartasasmita, Ketua DPD RI sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu teman satu mentoring-nya Einstein ? Ya, Schrodinger! Dan tahu nama komunitas diskusinya ? Ya, The Royal Society, yang sudah ada semenjak Sir Isaac Newton hingga Stephen Hawking sekarang.&lt;br /&gt;Tahu Dawam Rahardjo ? Semenjak mudanya, dia punya halaqoh sendiri, dengan teman- temannya yaitu Ahmad Wahib ( Alm) dan Mukti Ali. Ketiganya, gencar hingga sekarang mengkampanyekan “pembaharuan Islam”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Kenapa Mentoring ? Saya Butuh Jawaban Logis- Rasional- Kuantitatif !&lt;br /&gt;Baik, itu pertanyaan favorit saya, saya akan berikan jawaban :&lt;br /&gt;Karena dengan mentoring, maka kamu akan mengalami Akselerasi/ Percepatan Kedewasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban Yang Tidak Logis, Apa Maksudnya ? Kedewasaan Apa Konkretnya ?&lt;br /&gt;Konkretnya ? Baik, saya kasih contoh tersegmen :&lt;br /&gt;Kedewasaan Ilmu&lt;br /&gt;Jika ingin mendapatkan akselerasi kedewasaan dalam memahami dan menerapkan ilmu kamu di kampus, kamu harus ngementor dengan dosennya, di luar jam kuliah. Bikin kelompok kecil dengan 1 dosen sebagai mentor di rumahnya,jangan nunggu TA, kelamaan, keburu lulus ! Kenapa ? Karena ruangan kuliah terlalu sempit untuk mengetahui aspek teknis- taktis dari keilmuan kita. Jika memang benar- benar mau memiliki kemampuan berpikir strategis ala anak S1 dan bergerak taktis- teknis ala anak D3, maka, ajak seorang dosen untuk mentoring, curi semua ilmunya dan kamu akan mengalami akselerasi ilmu yang jauh berlipat, kamu bisa punya kemampuan setara doctor atau peneliti sebelum berusia 25 tahun! Luar biasa bukan mentoring itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedewasaan Bisnis&lt;br /&gt;Maksudnya ? Ya, biasanya, orang punya ide luar biasa untuk terjun ke sektor riil, namun bingung mulai dari mana, tidak ada modal, tidak ada jaringan, dll. Nah, dengan mentoring bisnis ini, kamu bisa mendapatkan ilmu luar biasa, bahwa ternyata, bisnis besar bisa dimulai dengan tanpa modal! Bahwa jaringan itu bukan hal yang sulit! Dan, kamu bisa mendirikan perusahaan berbasis kompetensi kuliah kamu, seperti halnya Steve Jobs, atau Michael Dell, sebelum berusia 25 tahun ! Nah, luar biasa bukan efek dari mentoring itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedewasaan Psikologis&lt;br /&gt;Maksudnya, apa lagi ? Hm, menjadi jenius bukan berarti terus jadi asosial loh. Jarang bergaul dan susah berinteraksi, seperti Steve Nash di Film A Beautifil Mind, sampai kena Skizofrenia segala ! Sudahlah, cobalah untuk bisa paham bahwa karakter manusia itu beragam, ada yang sensitive, agresif, ekspansif, bahkan arogan segala! Tahu kan, biasanya orang asosial punya kecenderungan bunuh diri tinggi, bahkan suka gagal dalam membangun karir dan relasi. So, mau cepet dewasa dalam menyikapi permasalahan hidup ? Yuk, mentoring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedewasaan BerIslam&lt;br /&gt;Ah, kamu pasti tidak mau disebut fanatik kan ? Fanatisme berlebihan terjadi karena dogmatis yang tanpa ada diskusi dan interpretasi. Islam tidak seperti itu, kita diberikan kesempatan untuk bertanya seluas dan sedalam mungkin, kita bahkan ditantang untuk membuktikan kebenaran Islam dalam Al Quran, dan percayakah kamu, Malaikat saja bertanya ! Mempertanyakan kepemimpinan manusia di bumi ? Dan, mereka tidak disebut Allah dengan kurang ajar loh. So, ,mau menjadikan Islam sebagai sebuah gaya hidup ? Setelah kamu jadi peneliti, pengusaha, hingga dosen, kamu akan kehilangan ruh dan karakter kuat manakala tidak punya prinsip yang kuat, dan saya yakin, Islam adalah prinsip hidup yang paling nyaman dan menyenangkan buat manusia, mau mentoring Bos ? Yuuuk……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, dengan mentoring, kamu bakalan lebih cepat mengalami kedewasaan, mengenali potensi kemanusiaan kamu, hingga menata hidup kamu lebih baik, bukan Cuma buat kamu sendiri, tapi juga buat lingkungan sekitar kamu…Asyik kan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, contoh- contoh argumen diatas, apakah bisa dipakai ? Sekedar saran ringan saja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-7488254598595483502?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/7488254598595483502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/kenapa-harus-mentoring.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/7488254598595483502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/7488254598595483502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/kenapa-harus-mentoring.html' title='kenapa harus mentoring ??'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TEQ70bnXXWI/AAAAAAAAABA/euoS9BTT5gs/s72-c/images+(1).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-4400749419942436259</id><published>2010-07-14T02:18:00.000-07:00</published><updated>2010-07-14T02:57:38.597-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Ke Toko Buku Gramedia</title><content type='html'>Ketika saya sedang jalan-jalan di sebuah toko buku…&lt;br /&gt;Di toko buku Gramedia ini dijual begitu banyak buku-buku, mulai dari buku untuk anak-anak sampai buku untuk para professor. Dari buku resep masakan sampai buku-buku yang berbau religious.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak pengunjung hilir mudik bergantian keluar masuk toko ini, mulai dari anak kecil, remaja, dewasa, sampai orang tua sekalipun berdatangan ke sini untuk mencari buku yang ingin dibeli atau sekadar melihat-lihat ataupun hanya “numpang membaca gratis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita sorot perhatian kita pada sebuah buku yang tebalnya 783 halaman ini yang berjudul “1001 Cara Bagaimana Menjadi Seorang yang Sukses” buah karya Galuh P. Simanjuntak di dalam rak buku yang di atasnya bertuliskan tema buku-buku mengenai Sosial dan Budaya. Salah satu dari sepuluh buku dengan judul ini adalah buku “contoh” yang bisa dibaca ditempat oleh pengunjung toko buku Gramedia tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa kita tebak, para pengunjung bergantian membaca buku tersebut karena bisa “gratis” membacanya karena buku ini sangat menarik untuk dibaca dan bermanfaat sekali, tetapi harganya mahal dan begitu tebal. Ada pengunjung yang hanya melihat covernya saja, lalu diletakkan kembali, ada pengunjung yang membolak-balik halaman per halaman dengan sekali lewat saja, ada yang secara diam-diam memfoto dengan HaPe-nya, bahkan yang lebih ekstrim lagi ada pengunjung yang diam-diam merobek beberapa lembar dari buku tersebut kemudian disimpannya ke dalam kantong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak smua pengunjung berbuat demikian, ada juga pengunjung yang benar-benar berniat buku dengan judul tersebut. Tapi… sekali lagi… tapi….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dibelinya bukanlah yang buku “contoh” yang kelihatannya kusam dan tidak mulus lagi itu. Pengunjung tersebut hanya melihat-lihat buku “contoh” tersebut hanya sekali lewat saja dan tentunya segera mngambil buku dengan judul yang sama tapi buku yang masih terbungkus plastik, rapi, dan masih mulus di sebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita lihat nasib buku “contoh” tersebut. Apakah dia salah?? Apakah dia punya dosa?? Judul bukunya sama, tebalnya sama, covernya sama, penulisnya sama, dan tidak ada bedanya dengan buku-buku lain. Kenapa bukan dia yang diambil?? Tapi yang membedakan hanyalah apakah dia terbungkus plastik?? Apakah dia masih rapi?? Apakah dia masih mulus??&lt;br /&gt;Jawabannya tentu saja TIDAK….&lt;br /&gt;Dia sudah tidak rapi dan mulus lagi. Dia sudah dibuka dan dibaca oleh banyak pengunjung. Bahkan ada pengunjun yang jahil yang tega merobeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sebuah kisah yang bisa saya analaogikan kisah seorang wanita. Setiap wanita diciptakan ALLAH dengan bentuk yang sama, keindahan yang sama, paras yang sama, dasar yang sama, sifat yang sama, dan masih banyak lagi kesamaan pada setiap wanita menurut kodrat dan fitrah seorang wanita. Yang membedakan hanyalah ketika ia sudah tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang berbeda yang dibentuk oleh lingkungan keluarga dan pergaulan. Juga tidak kalah pentingya adalah takwa kepada agama dan Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita yang sholehah dan sangat taat kepada ajaran agama Islam yang sesungguhnya pasti ia bisa menjaga kehormatannya. Ketika ia tebalut dengan jilbabnya yang lebar, tidak ada satu pun orang yang berani mengganggunya, tidak akan ada yang berani menggodanya, dan tidak akan ada yang namanya tindakan asusila yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moral. Juga tidak akan ada mata pria yang bisa mencuri-curi pandang untuk melihat keindahan wanita tersebut secara “gratis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bagaikan buku yang terbungkus plastik yang hanya bisa dinikmati keindahannya oleh seorang pilihan yang pasti mendapatkannya dengan utuh tanpa ada “cacat” seperti buku “contoh” seperti kisah di atas. &lt;br /&gt;Dia akan sangat terjaga oleh gangguan-gangguan yang bisa menghancurkannya. Dia pasti bisa menjaga dirinya hanya untuk suaminya tercinta kelak dan BUKAN untuk orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang hanya secara “gratis” melihat keingahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, wanita yang tidak menjaga dirinya dengan tidak membalut dirinya dengan penutup yang baik maka ia akan seperti buku “contoh” tersebut. Ia akan mudah diganggu orang, mudah dipegang-pegang orang, mudah digoda orang, dan sangat “gampang” dinikmati keindahannya secara “gratis” oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab tersebut. Apakah ia tidak merasa rugi?? Apakah ia tidak mencintai suaminya kelak dengan memberikan keindahannya dengan banyak orang??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-4400749419942436259?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/4400749419942436259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/ke-toko-buku-gramedia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/4400749419942436259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/4400749419942436259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/ke-toko-buku-gramedia.html' title='Ke Toko Buku Gramedia'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-2763973796123314541</id><published>2010-07-10T02:45:00.000-07:00</published><updated>2010-07-10T02:46:49.222-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>"Mencintai sejantan ALI"</title><content type='html'>Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah.&lt;br /&gt;Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya.&lt;br /&gt;Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta.&lt;br /&gt;Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta.&lt;br /&gt;Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn&lt;br /&gt;’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!&lt;br /&gt;Maka gadis cilik itu bangkit.&lt;br /&gt;Gagah ia berjalan menuju Ka’bah.&lt;br /&gt;Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam.&lt;br /&gt;Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.&lt;br /&gt;Mengagumkan!&lt;br /&gt;‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan.&lt;br /&gt;Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi.&lt;br /&gt;Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah.&lt;br /&gt;Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.&lt;br /&gt;Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr.&lt;br /&gt;Kedudukan di sisi Nabi?&lt;br /&gt;Abu Bakr lebih utama,mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi.&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah.&lt;br /&gt;Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali.&lt;br /&gt;Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali?&lt;br /&gt;Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah.&lt;br /&gt;’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.&lt;br /&gt;”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tak pernah meminta untuk menanti.Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan.Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.&lt;br /&gt;Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, ujian itu rupanya belum berakhir.&lt;br /&gt;Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa,seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka,seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Umar ibn Al Khaththab.&lt;br /&gt;Ya, Al Faruq,sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Umar memang masuk Islam belakangan,sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr.&lt;br /&gt;Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya?&lt;br /&gt;Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman?&lt;br /&gt;Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lebih dari itu,’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata,”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..”&lt;br /&gt;Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya.&lt;br /&gt;’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam.&lt;br /&gt;Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanti dan bersembunyi.&lt;br /&gt;’Umar telah berangkat sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah.&lt;br /&gt;”Wahai Quraisy”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau&lt;br /&gt;ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Umar adalah lelaki pemberani.&lt;br /&gt;’Ali, sekali lagi sadar.&lt;br /&gt;Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah.&lt;br /&gt;Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak.&lt;br /&gt;’Umar jauh lebih layak.&lt;br /&gt;Dan ’Ali ridha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tak pernah meminta untuk menanti.&lt;br /&gt;Ia mengambil kesempatan.&lt;br /&gt;Itulah keberanian.&lt;br /&gt;Atau mempersilakan.&lt;br /&gt;Yang ini pengorbanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak.&lt;br /&gt;Lamaran ’Umar juga ditolak.&lt;br /&gt;Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi?&lt;br /&gt;Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah?&lt;br /&gt;Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah?&lt;br /&gt;Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.&lt;br /&gt;Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka.&lt;br /&gt;Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka?&lt;br /&gt;Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu?&lt;br /&gt;Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan.&lt;br /&gt;”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..”&lt;br /&gt;”Aku?”, tanyanya tak yakin.&lt;br /&gt;”Ya. Engkau wahai saudaraku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”&lt;br /&gt;”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Ali pun menghadap Sang Nabi.&lt;br /&gt;Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah.&lt;br /&gt;Ya, menikahi.&lt;br /&gt;Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya.&lt;br /&gt;Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya.&lt;br /&gt;Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap?&lt;br /&gt;Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap?&lt;br /&gt;Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.&lt;br /&gt;”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan.&lt;br /&gt;Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya.&lt;br /&gt;Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya.&lt;br /&gt;Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!”&lt;br /&gt;Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.&lt;br /&gt;Dan ia pun bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa maksudnya?&lt;br /&gt;Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan.&lt;br /&gt;Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab.&lt;br /&gt;Mungkin tidak sekarang.&lt;br /&gt;Tapi ia siap ditolak.&lt;br /&gt;Itu resiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab.&lt;br /&gt;Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan.&lt;br /&gt;Ah, itu menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”&lt;br /&gt;”Entahlah..”&lt;br /&gt;”Apa maksudmu?”&lt;br /&gt;”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”&lt;br /&gt;”Dasar t***l! T***l!”, kata mereka, ”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ’Ali pun menikahi Fathimah.&lt;br /&gt;Dengan menggadaikan baju besinya.&lt;br /&gt;Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya.&lt;br /&gt;Itu hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah.&lt;br /&gt;Dengan keberanian untuk menikah.Sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan janji-janji dan nanti-nanti.&lt;br /&gt;’Ali adalah gentleman sejati.&lt;br /&gt;Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel,“Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah jalan cinta para pejuang.&lt;br /&gt;Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggungjawab.&lt;br /&gt;Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti.&lt;br /&gt;Seperti ’Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mempersilakan.&lt;br /&gt;Atau mengambil kesempatan.&lt;br /&gt;Yang pertama adalah pengorbanan.&lt;br /&gt;Yang kedua adalah keberanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi,dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah)&lt;br /&gt;Fathimah berkata kepada ‘Ali,“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? dan Siapakah pemuda itu” Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini disampaikan disini, bukan untuk membuat kita menjadi mendayu-dayu atau romantis-romantis-an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini disampaikan agar kita bisa belajar lebih jauh dari ‘Ali dan Fathimah bahwa ternyata keduanya telah memiliki perasaan yang sama semenjak mereka belum menikah tetapi dengan rapat keduanya menjaga perasaan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan yang insyaAllah akan indah ketika waktunya tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah ini baru kisah cinta yg keren ,gak norak n gak ada basinya..&lt;br /&gt;betul..betul..betul..??? ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah masih berhubungan dgn kisah diatas ,jadi teringat dgn sbuah puisi yg gak kalah TOPnyah yg masuk ke inbox ana beberapa waktu yg lalu..&lt;br /&gt;Entah siapapun yg menciptakan puisi ini poko'e ana kasih seribu empol deh ^_^&lt;br /&gt;puisinya berjudul "Jika Belum siap, Cintai ia dalam DIAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...&lt;br /&gt;karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...&lt;br /&gt;kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.. menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..&lt;br /&gt;karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt. pilihkan untukmu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan ALi ?&lt;br /&gt;yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...&lt;br /&gt;tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...&lt;br /&gt;hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...&lt;br /&gt;bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,&lt;br /&gt;biarkan ia tetap diam ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-2763973796123314541?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/2763973796123314541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/mencintai-sejantan-ali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/2763973796123314541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/2763973796123314541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/mencintai-sejantan-ali.html' title='&quot;Mencintai sejantan ALI&quot;'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-5731058332991734426</id><published>2010-07-09T18:37:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T18:39:04.964-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Manajemen Perusahaan Islami : Perspektif Manajemen Strategis</title><content type='html'>1. Pendahuluan&lt;br /&gt; Manajemen merupakan  kebutuhan penting untuk memudahkan pencapaian tujuan manusia dalam organisasi. Manajemen diperlukan untuk mengelola berbagai sumberdaya organisasi, seperti sarana, prasarana, waktu, SDM, metode dan lainnya. Manajemen juga menunjukkan cara-cara yang lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaan suatu pekerjaan. Manajemen telah memungkinkan kita untuk mengurangi hambatan-hambatan  dalam rangka pencapaian suatu tujuan. Manajemen memberikan prediksi  dan imajinasi agar kita dapat mengantisipasi perubahan lingkungan yang serba cepat.&lt;br /&gt; Untuk mempermudah dan mendapatkan kepastian akan tercapainya tujuan tersebut, maka para ilmuwan berusaha mencari metode, sistem, teori untuk mencapai tujuan tersebut dan akhirnya dikenallah ilmu manajemen. Para ahli mendefenisikan manajemen dari berbagai segi. Dalam tulisan ini hanya diambil satu defenisi saja, yaitu : ”Proses tertentu yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu yang sudah ditetapkan dengan menggunakan manusia dan sumber-sumber  daya lainnya”.&lt;br /&gt; Defenisi tersebut menjelaskan bahwa dalam manajemen  ada unsur tujuan, ada unsur orang dan ada unsur sumber-sumber alam. Faktor inilah yang dikelola secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan.  &lt;br /&gt; Dalam ilmu manajemen dikenal beberapa fungsi seperti perencanaan, perorganisasian, staffing, pengarahan dan pengawasan. Tulisan ini akan membahas  salah satu aspek penting dalam manajemen organisasi bisnis (perusahaan), yaitu manajemen straregis yang dibahas   menurut perspektif Islam. Jadi  karena fokus bahasan makalah ini adalah pada organisasi perusahaan, maka aspek pembahasannya tidak lagi melulu pada manajemen operasional yang bersifat jangka pendek, fungsional dan rutin, namun lebih pada ”manajemen strategis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Islami&lt;br /&gt;Sebagaimana dimaklumi, bahwa manajemen dalam organisasi bisnis (perusahaan) merupakan suatu proses aktivitas penentuan dan pencapaian tujuan bisnis melalui pelaksanaan empat fungsi dasar ; planning, organizing, actuating dan controling dalam penggunaan sumberdaya organisasi. Karena itu aplikasi manajemen organisasi perusahaan hakikatnya adalah juga amal perbuatan SDM organisasi perusahaan  yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Dalam konteks ini, Islam telah menggariskan bahwa hakekat amal perbuatan manusia harus berorientasi pada pencapaian ridha Allah. Hal ini seperti dinyatakan  oleh Imam Fudhail bin Iyadh, salah seorang guru Imam Syafi’iy dan perawi hadits yang tsiqah dalam menafsirkan surah al-Muluk ayat 2 : ”Dia yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu siapa yang paling baik amalnya. Dialah Maha Perkasa dan Pengampun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ia mensyaratkan dipenuhinya dua syarat sekaligus, yaitu niat yang ikhlas dan cara yang harus sesuai dengan syariat Islam. Bila perbuatan manusia memenuhi dua syarat itu sekaligus, maka amal itu tergolong ahsan (ahsanul amal), yaitu amal terbaik di sisi Allah Swt.&lt;br /&gt; Dengan demikian, keberadaan manajemen organisasi harus dipandang  pula sebagai suatu sarana untuk memudahkan implementasi Islam dalam kegiatan organisasi tersebut. Implementasi nilai-nilai Islam berwujud pada difungsikannya  Islam sebagai kaedah berfikir dan kaedah amal ( tolak ukur perbuatan ) dalam seluruh kegiatan organisasi. Nilai-nilai Islam inilah sesungguhnya yang menjadi nilai-nilai utama organisasi. Dalam implementasi selanjutnya, nilai-nilai Islam ini akan menjadi payung strategis hingga taktis seluruh aktivitas organisasi (lihat gambar 1)&lt;br /&gt; Sebagai kaedah berfikir, aqidah dan syari’ah difungsikan sebagai asas atau landasan pola pikir dan beraktifitas, sedangkan sebagai kaedah amal, syari’ah difungsikan sebagai tolak ukur kegiatan organisasi. Tolak ukur syari’ah digunakan untuk membedakan aktivitas yang halal dan haram. Hanya kegiatan yang halal saja yang dilakukan oleh seorang muslim. Sementara yang haram akan ditinggalkan semata-mata untuk menggapai keridhaan Allah Swt.&lt;br /&gt; Atas dasar nilai-nilai utama itu pula tolak ukur strategis bagi aktivitas perusahaan adalah adalah syari’ah Islam itu sendiri. Aktivitas perusahaan apapun bentuknya, pada hakikatnya adalah aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan  hidupnya yang akan selalu terikat dengan syari’ah. Hal ini sesuai dengan kaedah, ”Al-Ashlu fil Af’al, at-taqayyudu bil hukm asy-syar’iy”. (Hukum asal setiap perbuatan adalah terikat dengan syari’ah).&lt;br /&gt; Syari’ah adalah aturan yang diturunkan Allah untuk manusia melalui lisan para RasulNya. Syari’ah tersebut harus menjadi pedoman dalam setiap aktivitas manusia, termasuk dalam aktivitas organisasi bisnis. Banyak sekali ayat Alquran yang menegaskan hal tersebut.&lt;br /&gt; ”Kemudian kami jadikan bagi kamu syari’ah, maka ikutilah syari’ah itu, jangan ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (Al-Jatsiyah : 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maka demi Rabbmu, mereka  pada hakekatnya tidak beriman, hingga mereka menjadikan kamu sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan kemudian mereka tidak merasa keberatan terhadap keputusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. (QS.An-Nisak (4) : 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ”Apa saja yang dibawa dan diperintahkan oleh Rasul (berupa syari’ah, maka ambillah) dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah”. (QS.Al-Hasyar : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan demikian, orang yang mendambakan keselamatan hidup yang hakiki, akan senantiasa terikat  dengan aturan syari’ah tersebut. Karena syari’ah mengikat setiap SDM perusahaan, maka aktivitas perusahaan  yang dilakukan SDMnya tidak boleh lepas dari koridor syari’ah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Manajemen Strategis&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Thomas L.Wheelen dan J.David Hunger mendefenisikan manajemen strategis sbb:&lt;br /&gt; ”Strategic management is that set of managerial decisions and actions that determine the long-run performance of corporation, it includes strategy formulation, strategy implementation dan evaluation”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Manajemen strategis adalah serangkaian keputusan manajerial  dan kegiatan-kegiatan yang menentukan keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang. Kegiatan tersebut terdiri dari formulasi strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Gregory G. Dees dan Alex Miller :&lt;br /&gt;Strategic management is a process that combines three major interrelated acitivities : strategic analysis, strategic formulation and strategic implementation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Manajemen strategi adalah suatu proses kombinasi antara tiga aktivitas, yaitu analisis strategi, perumusan strategi dan implementasi strategi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan William F.Glueck – Lawrance R.Jauch mendefenisikan managemen strategis sbb  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategic management is a stream of the decisions and action which leads to the development of an effective strategy or strategies to have achieve objectives, the strategy management process is the way in which strategic determine objectives and make strategic decisions.&lt;br /&gt;(Manajemen strategi merupakan arus keputusan dan tindakan yang mengarah kepada perkembangan suatu strategi-strategi yang efektif untuk membantu mencapai sasaran perusahaan. Proses manajemen strategi ialah suatu cara dengan jalan bagaimana para perencana strategi menentukan sasaran untuk membuat kesimpulan strategi).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jika merujuk kepada defenisi-defenisi di atas, maka dapat dirumuskan bahwa defenisi manajemen strategis dalam perspektif Islam ialah rangkaian proses aktivitas manajemen Islami yang mencakup ; 1.Tahapan analisis lingkungan organisasi, 2. Formulasi Strategi, 3.  implementasi strategi dan 4. Evaluasi dan kontrol terhadap keputusan-keputusan strategis organisasi yang memungkinkan pencapaian tujuannya di masa depan.&lt;br /&gt;Menurut Faulker dan Johnson, manajemen strategis menekankan perhatiannya pada penempatan organisasi dalam kaitannya dengan lingkungan yang sedang berubah dan harapan-harapan yang akan dicapai. Ia mengatur dan menangani kerumitan dalam jangka lebih panjang dengan pokok masalah yang dapat dilihat dari segi organisasi secara menyeluruh dan mendasar demi kelangsungan hidup organisasi bisnis.&lt;br /&gt;Sebagaimana dimaklumi bahwa dalam perspektif manajemen strategis, manajemen organisasi bisnis pada hakikatnya mengandung pengertian sebagai proses penetapan struktur peran melalui penentuan kegiatan yang harus ditempuh untuk mencapai visi, misi dan tujuan organisasi serta bagian-bagiannya, pengelompokan aktivitas, penugasan kelompok-kelompok aktivitas, pendelegasian wewenang, pengkordinasian hubungan-hubungan wewenang dan informasi baik horizontal maupun vertikal dalam struktur organisasi&lt;br /&gt;Selanjutnya perlu dikemukakan juga di sini model proses manajemen strategi yang dirumuskan oleh Thomas L.Wheelen dan J. David Hunger.&lt;br /&gt;Tahapan pertama dalam manajemen strategis adalah analisis lingkungan, yaitu tahapan yang berintikan pada analisis lingkungan eksternal dan internal organisasi. Aktivitas analisis ini kerap digabung dalam suatu kesatuan aktivitas yang lebih dikenal sebagai analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threat). Hasil analisis SWOT akan menunjukkan kualitas dan kuantitas posisi organisasi yang kemudian memberikan rekomendasi berupa pilihan strategi generik serta kebutuhan  atau modofikasi sumberdaya organisasi. Dengan demikian analisis lingkungan eksternal mencakup analisis lingkungan mkro dan lingkungan industri.Dengan demikian analisis lingkungan menjadi tiga level ditambah analisis internal tadi, yaitu analisis internal organisasi perusahaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tahapan kedua adalah melakukan formulasi strategi. Formulasi ini ditujukan untuk menghasilkan nilai-nilai utama dan orientasi suatu strategi organisasi, strategi induk di tingkat korporasi (corporate strategy formulation) dan strategi fungsional (functional strategy formulation)  Strategi induk perusahaan merupakan strategi jangka panjang yang spesifik yang berisi rumusan holistik yaitu  1. Visi dan  misi 2. Tujuan, 3. Sasaran dan  4. Strategi.&lt;br /&gt; Keempat unsur strategi induk ini merupakan pilar dalam formulasi strategi.  Strategi merupakan rencana komprehensif untuk mencapai visi dan misi, tujuan dan sasaran. Keempat unsur strategi induk tersebut akan menjadi program bagi suatu perusahaan dalam mengembangkan misinya. Secacara visual unsur stratregi induk tersebut dapat digambarkan sebaga berikut :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan ketiga, implementasi strategi, Tahapan ini bertumpu pada 1. alokasi dan organisasi SDM 2. Kepemimpinan,budaya organisasi, hingga prosedur dan program. Aktivitas pertama mencakup distribusi kerja di antara individu dan kelompok kerja dengan mempertimbangkan tingkatan manajemen, tipe pekerjaan, pengelomp[okan bagian pekerjaan serta mengusahakan agar unit-unit itu menyatu seluruhnya dalam sebuah tim sehingga mereka dapat bekerja secara efektif dan efisien. Aktivitas kedua meliputi aspek-aspek kepemimpinan efektif berikut pengambilan keputusan, kewenangan dan tanggung jawabnya serta budaya organisasi. Aktivitas tersebut menjadi penting kaitannya dengan pembuatan prosedur dan program.&lt;br /&gt;Tahadapan paling akhir dari proses manajemen strategis adalah evaluasi dan pengawasan, yakni penilaian kinerja dan pengawasan yang berlanjut dengan berjalannya proses umpan balik. Penilaian kinerja dilakukan  sesuai dengan prosedur organisasi yang dikembangkan, yakni dengahn mengacu pada tolak ukur dan operasional. Hal ini guna mendapatkan kepastian akan ketepatan pencapaian strategi induk organisasi. Apapun hasiulnya, akana menjadi rekomendasi masukan bagi perbaikan dan penyempurnaan stratregi dan implementasi berikutnya.&lt;br /&gt;Proses manajemen strategi yang dirumuskan oleh dapat diterima dan diadopsi oleh Islam. Namun dalam prinsip dan karakter terdapat perbedaan mendasar dengan syari’ah Islam, sehingga dalam aplikasinya juga terdapat perbedaan.&lt;br /&gt; Aplikasi manajemen strategis Islami yang dikendalikan oleh nilai-nilai syari’ah sama sekali berbeda dengan  aplikasi manajemen strategis konvensional yang non Islami, Perbedaan itu ialah pada cara pengambilan keputusannya, hingga pelaksanaannya (strategi-strategi fungsional). Dengan berlandaskan sekulerisme yang bersendikan pada nilai-nilai material, aplikasi strategis non Islami tidak memperhatikan aturan halal-haram dalam setiap perencanaan, pelaksanaan dan segala usaha yang dilakukan dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi.&lt;br /&gt; Dari asas sekularismen inilah, seluruh bangunan bisnis, kegiatan dan pemanfaatan sumberdaya organisasi diarahkan pada hal-hal yang bersifat bendawi dan menafikan nilai ruhiyah serta keterikatan SDM organisasi pada aturan yang lahir dari nilai-pnilai syari’ah. Kalaupun ada aturan, tetapi semata-mata bersifat etik yang tidak ada hubungannya dengan konsekunesi pahala dan dosa.&lt;br /&gt; Berikut ini akan dikemukakan perbedaan bisnis Islami dan non Islami  (konvensional).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada tabel tersebut manajemen strategis perspektif syari’ah memiliki 14 karakter khas yang membedakannya dengan manajemen strategis konvensional, yaitu :  1. Asas, 2. motivasi, 3 orientasi, 4. stratregi induk, 5.  strategi fungsional operasi, 6stratregi fungsional keuangan, 7 strategi fungsional pemasaran. 8 strategi fungsional SDM dan 9. sumberdaya. 10. Manajemen Strategis, 11. Manajemen operasi, 12. manajemen keuangan, 13. Manajemen Pemasaran, dan 14. Manajemen SDM.&lt;br /&gt;Implementasi manajemen stratregis dengan kendali syari’ah akan membawa organisasi bisnis berorientasi pada pencapai empat hal utama, yakni :&lt;br /&gt;1. Target hasil : profit materi dan benefit non-materi&lt;br /&gt;2. Pertumbuhan : artinya terus meningkat&lt;br /&gt;3. Keberlangsungan, dalam kurun waktu selam mungkin&lt;br /&gt;4. Keberkahan atau keridhaan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keempat hal tersebut, hal yang membedakan orientasi manajemen strategis persepektif syari’ah dengan konvensional adalah pada orientasi pertama, target hasil dan orientasi ke empat, keberkahan dan keridhaan Allah. Hal ini menjadikan orientasi stratregis perusahaan melulu mengejar keuntungan duniawi saja, dan mengabaikan  aspek keridhaan Allah Swt.&lt;br /&gt;Membangun Perusahaan bernuansa Islami&lt;br /&gt;     Strategi induk perusahaan  merupakan strategi jangka panjang yang spesifik. Ia berisi rumusan holistik : visi, misi, tujuan dan sasaran yang menerjemahkan orientasi perusahaan. Strategi induk pada dasarnya rencana strategis untuk melihat sisi organisasi 5,10 atau 20 tahun mendatang. Berfikir startegis akan membawa cakrawala jauh ke depan dan tidak terjebak pada suasana hari ini atau kemarin. Rencana jangka panjang ini sangat diperlukan sebagai barometer atau petunjuk arah aksi organisasi yang dikaitkan dengan kemampuan dan peluang yang ada. Itulah juga sebabnya penerapan syari’ah dalam manajemen strategis nampak jelas pada isi strategi induk yang mencakup visi, misi dan tujuan.&lt;br /&gt;Visi adalah cara pandang yang menyeluruh dan futuristik terhadap keberadaan organisasi. Visi memberikan suatu deskripsi  atau uraian mengenai apa yang akan dicapai (tujuan) perusahaan di masa depan. Pernyataan visi menjawab pertanyaan, akan menjadi sosok perusahaan seperti apa dalam lima tahun mendatang. Visi tidak harus diuraikan secara teknis keuangan atau pemasaran. Visi dimaksudkan untuk  memberikan suatu deskripsi yang luas  mengenai perusahaan akan menjadi seperti apa di masa depan. Visi bukan sekedar impian semata, bukan suatu harapan yang tidak berdasarkan apa yang diinginkan, tetapi merupakan suatu gambaran yang realistik tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Visi  menyatakan organisasi ingin menjadi seperti apa dan kemana harus diarahkan. Arah ini mungkin didasarkan atas data masa lampau berupa kecendrungan (trend) atau tentang apa yang dicapai oleh pihak lain dan apa yang mungkin dicapai oleh organisasi yang telah didirikan.&lt;br /&gt;Untuk membentuk dan membangun visi perlu diperhatikan tiga hal yang mungkin bisa menggagalkan :&lt;br /&gt;1. Gagal mempunyai visi yang asli (genuine vision), bersifat menantang (challenge) dan sekaligus realistik.&lt;br /&gt;2. Gagal mengkomunikasikan visi&lt;br /&gt;3. Gagal menyatukan dukungan setiap orang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk membantu menyukseskan pencapaian visi, perhatikan contoh berikut dan delapan ciri pernyataan visi yang efektif dari Tom Peters.&lt;br /&gt;1. As we accompolish our mission, CanadianNasional Rail will be a long term business success by being : Close the our customer, First in service, firt in quality, first in qualiality, first in safety, environmentally respondensible, cost competitive and financially sound, and challenging place to work.&lt;br /&gt;2. In order position them selves to be more competitive and more focused on customer’s needs Florida &amp; Power &amp; Light Company Sharpen theit vision 1991, to be more specific and more tangible. We will be the preferred provider of safe, reliable, and cost effective products and services that satisty the electricity relateds needs of all curtomer segmens. &lt;br /&gt;Adapun delapan ciri pernyataan visi ialah :&lt;br /&gt;1. Effective visions are inspiring&lt;br /&gt;2.   Effective visions are clear and challenging and exellence&lt;br /&gt;3.   Effective visions are make sence in the market place and by&lt;br /&gt;      stressing flexibility and execution, stand the test time.&lt;br /&gt;4.  Effective visions  must be stable but constanly challenge and change&lt;br /&gt;     at the margin. The vision must act as a compass in a wild and&lt;br /&gt;     stormy sea and like a compass it loss it value if it’is not adjusted to&lt;br /&gt;     take account of its surroundings&lt;br /&gt;5.  Effective visions are baecons, and controls when all else is up for&lt;br /&gt;     graps.&lt;br /&gt;6.  Effective visions are airmed at empoering  our own people first,&lt;br /&gt;     customer second&lt;br /&gt;7.  Effective visions prepare for the future but honor the past&lt;br /&gt;8. Effective visions are lived in  details not broad strokes. A Vision is&lt;br /&gt;                 concise, en compasing, a picture of sustaining axellencee in major&lt;br /&gt;     market.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam pencapaian suatu visi, pimpinan sangat berperan dan benar-benar menjadi panutan dari segala perilaku dan tindakannya, khususnya untuk pencapaian tujuan suatu organisasi (perusahaan) harus konsisten sepanjang masa.&lt;br /&gt;Misi merupakan yang menjelaskan alasan pokok berdirinya organisasi  dan membantu mengesahkan fungsinya dalam masayarakat atau lingkungan. Dalam bentuk yang sederhana pertanyaan misi menjawab, aktivitas apa yang akan dilakukan organisasi agar sosok yang diharapkan tadi (dalam visi) dapat terwujud.&lt;br /&gt;Dalam membuat dan melaksanakan pernyataan misi, setidaknya ada enam poin aturan yang harus diperhatikan :&lt;br /&gt;1. Jagalah agar pernyataan tetap sederhana, tidak harus pendek tetapi sederhana&lt;br /&gt;2. Memungkinkan masukan dari seluruh SDM (kru) perusahaan&lt;br /&gt;3. Orang luar bisa mendatangkan kejelasan  dan perspektif yang segar ke dalam proses penulisan pernyataan misi&lt;br /&gt;4. Susunan  kata-kata seharusnya mencerminkan  kepribadian perusahaan atau ingin menjadi apa perusahaan ini&lt;br /&gt;5. Berbagilah cara pernyataan misi secara kreatif sebanyak mungin. Jagalah agar pernyataan misi berada di hadapan setiap orang&lt;br /&gt;6. Mengandalkan pernyataan misi sebagi bimbingan. Tantanglah pernyataan misi terus menerus dan nilailah karyawan dengan sebaik apa mereka mematuhi prinsip-prinsipnya. Manajemen harus mengatakan dan menghayatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tujuan adalah akhir perjalanan yang dicari organisasi untuk dicapai melalui eksistensi operasinya serta merupakan sasaran yang lebih nyata dari pernyataan misi.&lt;br /&gt; Sebagai konsekuensi ditetapkannya visi, misi dan tujuan, maka dalam strategi induk juga ditetapkan kebijakan berupa acuan standar atau tolak ukur strategis dan operasional bagi perjalanan organisasi. Tolak ukur strategis lebih bersifat kualitatif dan bersandarkan pada nilai-nilai yang dianut organisasi. Sementara tolak ukur operasional lebih bersifat kuantitatif dan didasarkan atas kesepakatan hasil perhitungan atau analisa bersama dalam menjalankan aktivitas organisasi.&lt;br /&gt; Berdasarkan nilai-nilai utama, maka visi, misi dan tujuan suatu perusahaan, baik secara eksplisit maupun implisit hendaknya menggambarkan orientasi strategis perusahaan. Dengan demikian, visi yang diusung adalah menjadikan perusahaan sebagai wahana para pengeloalanya dalam melaksanakan suatu kegiatan bisnis tertentu yang selaras dengan tuntutan ajaran agama Islam dalam rangka meraih keridhaan Allah Swt. Misi dan tujuannya adalah bahwa keberadaan  perusahaan pada hakikatnya adalah untuk mewujudkan kegiatan bisnis yang memberikan keuntungan secara halal dan thayyib. Dalam hal pembinaan  SDM perusahaan, bagaimana mewujudkan SDM yang memiliki kepribadi melalui pola fikir dan pola sikap yang Islami serta profesional, yakni kafa’ah,n himmaltyul a’mal (beretos kerja tinggi) serta amanah.&lt;br /&gt; Dengan demikian, orang yang mendambakan keselamatan hidup yang hakiki, akan senantiasa terikat  dengan aturan syari’ah tersebut. Karena syari’ah mengikat setiap SDM perusahaan, maka aktivitas perusahaan  yang dilakukan SDMnya tidak boleh lepas dari koridor syari’ah.&lt;br /&gt; Visi, misi dan tujuan serta kedua tolak ukur di atas  akan tampak pada corporate culture dan implementasi  strategi berikutnya. Syari’ah sebagai tolak ukur strategis akan menjadi koridor bagi seluruh aktivitas keorganisasian segenap SDM perusahaan. Adapun tolak ukur operasional, sesuai dengan sifatnya, maka disepakati berdasarkan kebutuhan yang berkaitan dengan teknis penyelenggaraan kegiatan perusahaan.&lt;br /&gt; Tolak ukur tersebut dapat diformulasikan sebagai SMART, yakni :&lt;br /&gt;Specifik ; sesuartu yang unik, khas&lt;br /&gt;Measurable ; sesuatu yang dapat diukur, kuantitatif&lt;br /&gt;Attainable ; sesuatu yang dapat dicapai&lt;br /&gt;Realistic ; sesuatu yang raelistis&lt;br /&gt;Timely basic ; berorientasi waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bila strategi induk telah berhasil ditetapkan, gambar 4 yang berisi enam sebab mengapa visi dan visi sebagian organisasi menjadi tidak efektif seperti yang ditulis oleh Faisol, penting untuk diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Menurut Jones dan Kahaner, ada enam peraturan untuk menulis dan melaksanakan pernyataan misi.&lt;br /&gt;1. Jagalah agar pernyataan tetap sederhana. Tidak harus pwendek, tetapi &lt;br /&gt;     sederhana&lt;br /&gt;2. Memungkin masukan dari seluruh SDM perusahaan&lt;br /&gt;3. Orang luar biasa mendatanhgkan kejel;asan dan perspektif yanag segar ke&lt;br /&gt;    dalam proses penulisan pernyataan misi&lt;br /&gt;4. Susunan kata-kata seharusnya mencerminkan keprobadian perusahaan atau&lt;br /&gt;    mencerminkan ingin jadi apa perusahaan itu.&lt;br /&gt;5. Berbagilah pernyataan misi dengan cara krteatif sebanyak mungkin dan dalam&lt;br /&gt;    bahasa sebanyak yang diperlukan. Jagalah pernyataan misis agar tetap berada &lt;br /&gt;    di hadapan setiap orang.&lt;br /&gt;6. Mengandalkan pernyataan misi sebagai bimbingan. Tantanglah pernyataan misi&lt;br /&gt;    terus menerus dan nilailah karyawan dengan sebaik apa mereka mematuhi&lt;br /&gt;    prinsip-prinsipnya. Manajemen harus mengatakan dan menghayatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini dikemukakan contoh-contoh pernyataan misi dari berbagai perusahaan :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implementasi  Strategis&lt;br /&gt; Implementasi strategi merupakan realisasi dari strategi yang telah dipilih. Strategi yang telah dipilih harus  dapat dilaksanakan secara konsisten dan untuk  itu perlu dibangun  suatu struktur organisasi yang relevan, anggaran yang memadai, sistem yang jelas dan kemampuan para pengelolanya.&lt;br /&gt; Pelaksanaan strategi akan mencapai sukses apabila :&lt;br /&gt;1. Adanya kemampuan manager untuk menggerakkan orang secara simultan&lt;br /&gt;2. Pengorganisasian perusahaan harus mencerminkan strategi dan tujuan perusahaan&lt;br /&gt;3. Adanya motivasi yang tinggi&lt;br /&gt;4. Terciptanya budaya yang menggambarkan rasa kesetiakawanan positif yang berkesinambungan&lt;br /&gt;5. Adanya suatu sistem yang jelas untuk mengubungkan stratregi-strategi dengan rencana-rencana implementasi, sehingga strategi yang telah dipiliuh itu tidak tinggalk di atas kertas saja, tapi dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan McKinsey dalam mengelola perusahaanya dalah karena usahanya dalam mengembangkan konsep ”The 7-S Framework”. Kerangka dasar tesisnya ini adalah bahwa  manajer yang berhasil itu harus mengakui  bahwa implementasi yang efektif mencakup hubungan yang konsisten dari 7 faktor, yaitu struktur, style, staff, system, skills, strategy dan superordinate goals.  Secara visual dapat digambarkan sebagai berikut :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar ”The 7-S Framework&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;Share value    : adalah nilai-nilai etik yang menjadi bagian terpenting yang&lt;br /&gt;mewarnai nilai-nilai yang lain. Nilai-nilai ini disebar luaskan kepada para kru (orang orang yang bekerja) di perusahaan. Penerapan nilai-nilai (moralitas dan kebaikan) dipercaya menjadi perekat keselarasan sdan keharmonisan bukan saja bagi share holder tetapi juga stakeholder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategy : Seperangkat kegiatan  (aktivitas) untuk mencapai tujuan (goal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Structure : Suatu kerangka organisasi dan oragnisasi dan informasi yang&lt;br /&gt;menunjukan tentang laporan-laporan dan tugas-tugas dan&lt;br /&gt;bagaimana keduanya dapat berintegrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;System : Suatu proses  tentang bagaimana suatu organisasi beroperasi setiap&lt;br /&gt;   harinya, misalnya  tentang sistem informasi , sistem anggaran belanja,&lt;br /&gt;   proses produksi, sistem kontrol untuk kualitas dan sistem pekerjaan&lt;br /&gt;   atau penampilan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Style  : Bagaimana para manejer mengalokasikan waktu dan perhatiannya serta&lt;br /&gt;                           bagaimana mereka bertingkah laku untuk lebih mementingkan &lt;br /&gt;                           menjalankan manajemen daripada mengatur manajemen (lebih penting&lt;br /&gt;                           bekerja daripada cuma bicara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staff  : Bagaimana proses para manajer membantu  mengembangkan perusahaan&lt;br /&gt;                          dan membentuk  suatu manajemen dasar yang bernilai&lt;br /&gt;Skills  :  Keterampilan yang dimiliki oleh para personil perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sistem 7-S ini memberikan 4 gagasan penting :&lt;br /&gt;1. Faktor yang beraneka ragam akan mempengaruhi kemampuan organisasi dalam melakukan perubahan.&lt;br /&gt;2.  Ke 7 variabel itu saling berhubungan/terkait satu sama lain dan suatu hal yang mustahil akan mencapai kemajuan jika tidak terkait satu sama lainnya&lt;br /&gt;3. Banyak strategi yang telah dirancang rapi, tapi mengalami kegagalan. Ini disebabkan karena manajer-manajer yang burang memperhatikan 7 variabel S tersebut.&lt;br /&gt;4. Hal ini tidaklah berarti bahwa hanya 7 faktor tersebut yang dipentingkan, karena pada suatu  waktu tertentu bisa saja terdapat faktor lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dikatakan bahwa ke 7 S di atas tidaklah mutlak, amat tergantung pada organisasi perusahaan dan tergantung pada siatuasi-sotuasi yang kadang sering berubah. Perlu diketahui bahwa keberhasilan di dalam melaksanakan  strategi  tidak sekedar merubah struktur, melainkan akan ada kemajuan-kemajuan dari variabel  sentral yang fungsional kepada struktur desentral yang divisional.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Prinsip-prinsip  Implementasi Strategis.&lt;br /&gt; Agar suatu oraganisasi bisnis dapat berjalan sesuai dengan visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan, diperlukan sejumlah prinsip sebagai pedoman pelaksanaan. Terdapat tujuh prinsip organiasasi yang dianggap penting, yaitu :&lt;br /&gt;1. Perumusan tujuan. Organisasi  haruslah memiliki tujuan yang jelas. Kejelasan tujuan yang terakhir dari visi dan misi yang gamblang serta berada dalam kendali nilai utama organisasi, akan menjadi pedoman yang mantap bagi anggota, terutama dalam menentukan langkah-lankah rasional yang harus ditempuh.&lt;br /&gt;2. Kesatuan Arah. Dalam setiap struktur organisasi pasti terdapat pemimpin atasan dan anggota/bawahan. Setiap bawahan hanya akan memiliki satu atasan. Bawahan hanya menerima perintah dan bertangung jawab kepada atasannya. Kesatuan arah yang berpangkal dari kesatuan visi organisasi akan membawa seluruh SDM organisasi kepada kesatuan langkah guna mewujudkan tujuan organisasi.&lt;br /&gt;3. Pembagian kerja. Langkah-langkah konkrit yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan organisasi selanjutnya perlu dibagi dalam beberapa kelompok aktivitas. Sehingga setiap bagian atau unit kerja mengetahui secara jelas wewenang dan tanggung jawab yang diembannya. Agar berjalan dengan baik, pembagian kerja harus  memenuhi syarat, the right man on the right place. Melalui penempatan sumberdaya manusia yang sesuai  dengan bidang dan keahlian masing-masing akan mendorong  tercapainya efisisensi kerja.&lt;br /&gt;4. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab adalah prinsip berikutnya yang harus dilakukan setelah pembagian kerja. Hal ini dimaksudkan agar setiap bagian dapat menjalankan semua kewenangan dan tanggung jawabnya. Tentu Saja dalam pelaksanaan pendegasian ini perlu memperhatikan aspek keseimbangan antara kewenangan dan tanggung jawab pekerjaan agar tercipta mekanisme kerja yang sehat. Pada gilirannya pendelegasian wewenang yang baik juga akan memotivasi bahwahan untuk lebih percaya diri, bekerja lebih baik, kreatif dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;5. Kordinasi. Pelaksanaan wewenang setiap bagian tentu akan terkait dan memperngarui bagian yang lain. Karena itu diperlukan kordinasi antar bagian. Prinsip ini menjadi penting, mengingat dalam prakteknya, kerap ditemukan kasus di mana suatu bagian tanpa sadar menjadi lebih mementingkan bagiannya sendiri.&lt;br /&gt;6. Tingkat pengawasan. Guna memudahkan pengawasan, penyusunan struktur organisasi harus dilakukan dengan memperhatikan tingkat-tingkat pengawasan secara struktural.&lt;br /&gt;7. Rentang Manajemen. Efektivitas dan efisiensi pengemndalian bawahan dipengaruhi oleh rentang manajemen (rentang kendali), yakni beberapa bawahan langsung yag dapat diawasi secara efektif dan efisien yang jumlahnya bertgantung pada kondisi yangdihadapi. Di samping itu juga terdapat rantai komando, yaitu level  hirarki pembuatrahna keputusan. Ada sejumlah pendapat berkaitahn dengan span of control atau kemampuan seorang pemimpin untuk mengawasai bawahannya secara efektif. Hardjio berpendapat hanya 5-10 orang bawahan, sedangkan Handoko (1984) menyatakan 3 – 8 orang bawahan.&lt;br /&gt;5. Jenis-jenis Organisasi Bisnis Islam&lt;br /&gt;  Jenis-jenis organisasi bisnis Islam, dapat dirujuk  konsep syirkah sebagai usaha bersama (perseroan) berikut macam-macamnya dalam perspektif Islam. Hal ini sangat dibutuhkan dalam aplikasi bisnis Islami. Juga mengingat seluruh jenis perseroan konvensional yang ada sekarang ini tidak ada satupun yang luput dari pengaruh faham  kapitalisme-sekulerisme. Pembahasan detail tentang  ini dapat dilihat selanjutnya dalam Wahbah Az-Zuhaily  (1997), an-Nabhani  (1996), dan Shiddiqi  (1996).dan Afzalur Rahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syirkah ada dua macam :&lt;br /&gt;1. Syirkah Amlak ; yaitu  dua orang atau lebih memiliki benda/harta, yang bukan disebabkan akad syirkah. Perkongsian pemilikan ini tercipta karena warisan, wasiat, membeli bersama atau kondisi lainnya yang berakibat pemilikan satu asset oleh dua orang atau lebih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Syirkah ’Ukud, yaitu transaksi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk berserikat dalam permodalan dan keuntungan .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Syirkah (’ukud) adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih dimana masing-masing pihak menyetorkan modal dalam jumlah yang sama atau berbeda sesuai kesepakatan. Pencampuran modal tersebut digunakan untuk pengelolaan proyek/usaha yang layak usaha dan sesuai dengan prinsip syariah. Pembagian keuntungan akan dibagihasilkan berdasarkan nisbah yang telah disetujui dalam akad.&lt;br /&gt; Dalam bisnis syari’ah terdapat lima jenis syirkah yang berkembang dalam praktek bisnis Islam.&lt;br /&gt;1. Syirkah Mudharabah&lt;br /&gt;Mudharabah adalah pemilik modal menyerahkan hartanya kepada pekerja (amil) untuk diperdagangkan dan mereka berkongsi keuntungan, dengan syarat-syarat yang telah mereka sepakati bersama. Adapun kerugian ditanggung oleh  pemilik modal  saja. Sedangkan mudharib tidak menanggung kerugian, tetapi ia rugi tenaga dan pikiran saja. Shahibul Kanzi mendefinisikan mudharabah sebagai perkongsian di bidang harta dan tenaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syirkah ‘Inan,&lt;br /&gt; Adalah kontrak antara dua orang atau lebih. Setiap pihak memberikan suatu porsi dari keseluruhan dana dan berpartisipasi dalam kerja. Kedua pihak berbagi dalam keuntungan dan kerugian sebagaimana disepakati di antara mereka. Namun porsi masing-masing pihak, baik dalam dana, hasil kerja maupun bagi hasil berbeda, sesuai dengan kesepakatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Syirkah Mufawadhah&lt;br /&gt; Adalah dua orang atau lebih melakukan serikat bisnis dengan syarat adanya kesamaan dalam permodalan, pembagian keuntungan dan kerugian, kesamaan kerja, tangunggung jawab dan beban hutang.  Satu pihak tidak dibenarkan memiliki saham (modal)  lebih banyak dari partnernya. Apabila  satu pihak memiliki saham modal  sebasar 1000 dinar, sedangkan pihak lainnya 500 dinar, maka ini bukan syirkah mufawadhah, tapi menjadi syirkah inan.  Demikian pula aspek-aspek lainnya, harus memiliki kesamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Syirkah ’Amal/abdan&lt;br /&gt; Adalah kontrak kerkasama dua orang atau lebih untuk menerima pekerjaan secara bersama dan berbagi keuntungan dari pekerjaan itu, seperti tukang jahit, tukang besi, tukang kayu, arsirtek, dsb.  Misalknya, dua pihak sepakat dan berkata, ” Kita berserikat untuk bekerja dan keuntungannya kita bagi  berdua”. Syirkah ini sering disebut juga syirkah abdan atau shana’iy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Syirkah Wujuh&lt;br /&gt; Adalah kontrak biusnis antara dua orang atau lebih  yanag memiliki reputasi dan prestise baik, di mana mereka dipercaya untuk mengembangkan suatu  bisnis tanpa adanya modal. Misalnya, mereka dipercaya untuk membawa bartang daganagan tanpa pembayaran cash. Artinya mereka dipercaya untuk membeli barang-barang itu secara kredit dan selanjutnya memperdagangankan barang tersebut untuk mendapatkan keuntungan. Mereka berbagi dalam keuntugan dan kerugian  berdasarkan jaminan supplyer kepada masing-masing mereka. Oleh karena bisnis ini tidak membutuhkan modal, maka  kontralkini biasa disebut sebagai syirkah piutang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur Organisasi Bisnis&lt;br /&gt; Struktur organisasi merupakan alat manajemen untuk mencapai suksesnya pelaksanaan strategi. Struktur organisasi dapat menggambarkan :&lt;br /&gt;1. Aktivitas kerja masing-masing unit dalam organisasi&lt;br /&gt;2. Hubungan di antara masing-masing unit aktivitas&lt;br /&gt;3. Jenis-jenis job masing-masing kelompok&lt;br /&gt;4. Menentukan wewenang dan tanggung jawab masing-masing unit&lt;br /&gt;5. Memperoleh koordinasi antara masing-masing unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasan bentuk dan struktur organisasi perlu dipahami konsep line authority (wewenang lini), staff authority (wewenang staf) dan functional authority (wewenang fungsional).&lt;br /&gt; Wewenang lini adalah wewenang yang menimbulkan tanggung jawab atas tercapainya tujuan organisasi. Wewenang staf merupakan wewenang untuk membantu agar orang yang memiliki wewenang lini bekerja secara efektif dalam mencapai tujuan organisasi. Wewenang fungsional ialah wewenang  yang diberikan kepada  seseorang atau departemen untuk dapat mengemabil keputusan mengenai hal-hal yang berada di departemen lain. Wewenang-wewenang tersebut membentuk hubungan-hubungan yang akan membedakan apakah organisasi tersebut akan menjadi organisasi lini, lini dan staf dan fungsional serta matriks. Penjelasan-penjelasan berikut akan memaparkan bentuk-bentuk organisasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Line Organization&lt;br /&gt; Bentuk organisasi lini dicirikan oleh skala organisasi yang masih kecil, jumlah personil yang terlibat masih sedikit, spesialisasi belum ada atau masih sedikit, pemilik biasanya menjadi pimpinan tertinggi dan hubungan antara pimpinan dan bawahan bersifat langsung. Inilah bentuk organisasi tertua yang disesain oleh Henry Fayol.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bentuk organisasi ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan dan kelemahan. Keunggulannya antara lain, 1. Kesatuan komando terjamin amat baik, 2. Proses penga,bilan keputusan erlangsung sangat cepat, karena jumlah SDM masih sedikit dan terbatas, 3. Rasa solidaritas di antara karyawan umumnya tinggi, karena mereka biasanya saling kenal. Sedangkan kelemahannya. 1.Maju mundurnya organisasi cenderung tergantung pada satu orang, 2. Kesempatan karyawan untuk berkembang sangat terbatas, 3. Pemimpin cendrung dan berpeluang untuk otoriter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Line and Staff Organization.&lt;br /&gt; Selanjutnya  bentuk organisasi yang kedua ialah organisasi lini dan staf (line and staff organization). Bentuk ini biasanya untuk organisasi yang berskala  besar, jumlah SDM yang banyak dan spesialisasi kru sudah ada. Bentuk ini didesain oleh Harrington Emerson.&lt;br /&gt; SDM/unit kerja yang ada terbagi dua kelompok :&lt;br /&gt;1. Kelompok orang (unit kerja ) yang melaksanakan tugas organisasi disertai dengan wewenang dan berhak memberi perintah dan mengambil keputusan akhir&lt;br /&gt;2. Kelompok staf atau pembantu, yaitu unit kerja yang berfungsi sebagai penunjang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Contoh kelompok staf adalah orang-orang pada sekretariat, bagian perlengkapan atau departemen penjualan pada saat diminta pendapatnya mengenai pengepakan oleh Departemen produksi, maka pada saat itu dep[artemen penjualan berfungsi sebagai staf. Bentuk organisasi ini memiliki sejumlah keuanggulan dan kelemahan. Adapun keunggulannya adalah, 1. Adanya job description yang jelas, 2. Spesialisasi pekerjaan dapat berkembang dan memberi kesempatan bagi pengembangan kru (karyawan),3. Disiplin kerja cukup tinggi. Sedangkan kelemahannya adalah, 1.Pelauang potensi konflik dalam pekerjaan karena adanya dua kelompok karyawan yang berbeda kewenangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Line and function organization&lt;br /&gt;Bentuk organisasi ini adalah seperti gambar berikut :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dalam struktur organisasi ini, terdapat hubungan wewenang lini dan fungsional. Struktur fungsionalnya banyak dijumpai pada perusahaan yang memiliki produk tunggal atau lini produk terbatas. Cirinya adalah skala organisasi yang besar, jumlah kru yang besar, aktivitas sudah sangat terspesialisasi. Misalnya departemen keuangan dengan kewenangan menetapkan prosedur keuangan, juga terdapat pada departemen-departemen lainnya.&lt;br /&gt; Dalam struktur ini, departemen keuangan melakukan wewenang fungsionalnya, yakni melaksanakan fungsi keuangan melalui prosedur yang telah ditetapkannya itu pada semua departemen. Sementara secara internal, kepala de[artemen keuangan juga memiliki hubungan lini dengan seluruh stafnya. Dalam interaksi kesehariannya, keseluruhan hubungan wewenang, baik lini, fungsional maupun staf, umunya dijalankan oleh perusahaan-perusahaan besar, sehingga kadang sulit untuk membedakan secara tegas penggunaan bentuk organisasi secara konsisten. Semua itu tergantung pada wewenang yang dijalankan.&lt;br /&gt; Sebagaimana dalam bentuk-bentuk organisasi yang lain, bentuk organisasi ini, juga memiliki keuanggulan dan kelemahan. Keunggulannya adalah, 1.Adanya pembagian tugas yang jelas, 2. Spesialisasi dalam pekerjaan dapat berkembang pada tahap berikutnya memberi kesempatan bagi pengembangan karyawan (kru),3.Disiplin kerja cukup tingi. Sedangkan kelamahannya adalah  membawa potensi konflek dalam pekerjaan karena adanya dua kelompok karyawan yang berbeda kewenangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan&lt;br /&gt; Menurut Goetsch dan Davis (1994, p.192), kepemimpinan merupakan kemampuan untuk membangkitkan motivasi dan semangat orang lain (anak buahnya) agar bersedia dan memiliki tanggung jawab terhadap usaha mencapai tujuan organisasi. Menurut Drucker (1992, p.122) , ciri-ciri pemimpin sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Pemimpin menentukan dan mengungkapkan misi organisasi secara jelas&lt;br /&gt;2. Pemimpin menetapkan tujuan, prioritas dan standar&lt;br /&gt;3. Pemimpin lebih memandang kepemimpinan sebagai tanggung jawab daripada suatu hak istimewa dalam kedudukannya sebagai pemimpin.&lt;br /&gt;4. Pemimpin bekerjasama dengan orang-orang yang berpengatahuan dan tangguh sereta dapat memberikan konstribusi pada organisasi&lt;br /&gt;5. Pemimpin memperoleh kepercayaan, respek dan integrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif Islam, kepemimpinan sangat terkait kuat dengan masuliyah, yakni tanggung jawab, tidak saja tanggung jawab kepada manusia tetapi juga akepada Allah Swt. Dalam hal ini Nabi Muhammad Saw bersabda,&lt;br /&gt;”Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap memimpin bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Setiap kepala negara adalah pemimpin dan ia bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang wanita (ibu ) adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, ia bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya dab ia akan berttanggung jawab atas kepemimpinannya itu. Ketahuilah bahwa setiap kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan mempertanggung jawabkan atas kepemimpinannya”  (H.R.Bukhari, Muslim, Abu Daud, Rtarmizi dari Ibnu Umar)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Implementasi dari fungsi kepemimpinan di atas dapat dijabarkan dalam dua fungsi utama, yakni fungsi pemecahan masalah (pemberi solusi) dan fungsi sosial (fasilatator). Fungsi pemecahan  masalah meliputi pemberian pendapat, informasi dan solusi dari suatu problem yang selalu didasarkan pada syari’ah yang didasarkan pada dalil (hujjah) yang kuat. Fungsi ini diarahkan juga untuk memberikan motivasi ruhiyah kepada para SDM organisasi. Sedangkan fungsi sosial berhubungan dengan interaksi antar anggota komunitas dalam menjaga suasana kebersamaan tim agar tetap sebagai team. Interaksi dalam tim ini berada dalam korodor amar  (fasilatator). Fungsi pemecahan  masalah meliputi pemberian pendapat, informasi dan solusi dari suatu problem yang selalu didasarkan pada syari’ah yang didasarkan pada dalil (hujjah) yang kuat. Fungsi ini diarahkan juga untuk memberikan motivasi ruhiyah kepada para SDM organisasi. Sedangkan fungsi sosial berhubungan dengan interaksi antar anggota komunitas dalam menjaga suasana kebersamaan tim agar tetap sebagai team. Interaksi dalam tim ini berada dalam korodor amar ma’ruf nahi munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur, Program  dan Anggaran&lt;br /&gt; Menurut Waller, tugas prosedur adalah memastikan bahwa di seluruh organisasi semua orang mengerjakan sesuatu dengan cara yang sama dan bekerja sebagaimana semua orang bekerja.  Namun harus dicatat, bahwa prosedur juga bukanlah uraian pekerjaan. Prosedur harus mengungkapkan :&lt;br /&gt;-Bagaimana semua aktivitas manajemen dilaksanakan&lt;br /&gt;-Siapa yang akan melaksanakan aktivitas&lt;br /&gt;-Bagaimana aktivitas didokumentasikan&lt;br /&gt;-Instruksi tempat kerja  yang diperlukan untuk referensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di berbagai perusahaan banyak contoh prosedur yang biasa digunakan diantaranya :&lt;br /&gt;- Prosedur manajemen Kerja&lt;br /&gt;- Prosedur pengeluaran dana&lt;br /&gt;- Prosedur evaluasi kegiatahn manajemen&lt;br /&gt;- Prosedur rekruitmen SDM&lt;br /&gt;- Prosedur pendidikan pelatihan&lt;br /&gt;- Prosedur penelitian dan pengembangan&lt;br /&gt;- Prosedur pengadaan barang dan jasa&lt;br /&gt;- Prosedur pelayanan pelanggan&lt;br /&gt;- Prosedur kerjasama dan kemitraan&lt;br /&gt;- Prosedur pembuatan rencana kerja&lt;br /&gt;- Prosedur pembuatan anggaran&lt;br /&gt;- Prosedur  evaluasi program kerja&lt;br /&gt;- Prosedur pengukuran dan pemantauan hasil kerja&lt;br /&gt;- Prosedur pengelolaan arsip&lt;br /&gt;- Prosedur audit internal&lt;br /&gt;- Prosedur pengendalian dokumen dan data&lt;br /&gt;- Prosedur pembuatan program baru&lt;br /&gt; Pembuatan prosedur yang baik tentu membutuhkan waktu dan usaha, guna memenuhi ruang lingkup yang dikehendaki layaknya sebuah prosedur. Untuk memperjelas ruang lingkup tersebut, dapat dilihat gambar berikut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan prosedur yang ditetapkan, disusunlah program. Secara sederhana program yanag dimaksud adalah program yang memenuhi tolak ukur SMART (Specifik, Measurable, Attainable, Realistic, dan Timely Basis).&lt;br /&gt; Dalam perencanaan program perlu diperhatikan poin berikut :&lt;br /&gt;1. Penanggung jawab dan personil yang terlibat dalam pembuatan program baru harus ditentukan.&lt;br /&gt;2. Fungsi-fungsi yang terlibat dalam program harus dipastikan memahami perannya. Fungsi-fungsi lain bila dilibatkan harus dikordinasikan secara tertib dan tercatat&lt;br /&gt;3. Perencanaan program harus diawali dengan menetapkan tujuan dan persayaratan atau kriterianya. Persyaratan dapat berasal dari hasil evaliuasi sebel;umnya. Masukan dari konsumen (customer), tinjauan hukum daan persayatan lain yang relevan&lt;br /&gt;4. Perlu ditentukan pula tata cara verifikasi dan evaluasi terhadap nilai pelaksanaan program&lt;br /&gt;5. Perlu perencanaan anggaran biaya. Aktivitas penyusunan anggaran ini merupakan bagian penyusunan perencanaan jangka pendek (tahunan) dalam bidang biaya. Dengan menetapkan anggaran dapat diketahui sasaran profit juga pertumbuhannya. Penyusunan anggaran juga merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan strategi yang telah diformulasikan sebelumnya. Dapat dipahami, jika strategi tidak didukung anggaran yang memadai, strategi tersebut besar kemungkinan akan berubah menjadi seonggok dokumen sejarah belaka. Semua hal di atas dilakukan dengan prosedur yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt; Selanjutnya dalam sub kajian ini kita membicarakan penganggaran. Penganggaran adalah perumusan rencana dalam angka-angka untuk periode tertentu di masa depan. Dengan demikian, anggaran adalah laporan tentang hasil-hasil yang diantisipasikan dalam angka keuangan-seperti dalam anggaran penghasilan dan pengeluaran serta anggaran modal atau dalam istilah yang non keuangan-seperti dalam anggaran jam tenaga kerja langsung, bahan baku, volume penjualan fisik atau produksi unit.&lt;br /&gt; Dengan menyatakan perencanaan dalam angka-angka dan memecahkannya dalam komponen-komponen yang cocok dengan struktur organisasi, anggaran menghubungkan perencanaan dan membolehkan pendelegasian kekuasaan dan wewenang tanpa hilangnya pengasawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian Strategi&lt;br /&gt; Tahapan keempat kerangka manajemen strategis adalah pengendalian strategi yang terdiri dari evaluasi dan pengawasan (pengendalian). Menurut Stoner    pengawasan atau pengendalian adalah suatu upaya sistimatis untuk menetapkan standar prestasi kerja dengan tujuan perencanaan untuk mendesain sistem  umpan balik informasi, untuk membandingkan prestasi sesungguhnya  dengan target yang telah ditetapkan, menentukan apakah ada penyimpangan dan mengukur penyimpangan tersebut dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumberdaya perusahaan telah digunakan dengan cara yang paling efektif dan efisisen guna tercapainya tujuan perusahaan.&lt;br /&gt; Pengendalian strategi merupakan suatu upaya sistimatis dalam mengukur tingkat keberhasilan atau pencapaian target baik kualitatif maupun kuantitatif. Pengendalian strategi ini terdiri atas langkah-langkah sebagaimana dalam gambar berikut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Langkah pertama adalah menetapkan standar dan metode pengukuran prestasi kerja, agar manejer mengetahui perkembangan yang terjadi dalam perusahaan, tanpa perlu mengawasi setiap langkah untuk proses pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan. Langkah kedua adalah mengukur dan mengevaluasi prestasi kerja terhadap standar yang telah ditentukan. Pengukuran prestasi kerja hendaknya dilakukan dengan pandangan jauh ke depan, sehingga penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi dapat diketahui lebih dahulu( sedini mungkin)&lt;br /&gt;Langkah ketiga adalah membandingkan hasil pengukuran dengan target atau standar yang telah ditetapkan. Bila prestasi sesuai dengan standar, manajer menilai bahwa segala sesuatunya berada dalam kendali.&lt;br /&gt;Langkah keempat adalah mengambil tindakan koreksi. Proses pengendalian tidak sempurna, jika tidak diambil tindakan untuk membetulkan penyimpangan yang terjadi. Jika standar ditetapkan untuk mencerminkan struktur organisasi dan  prestasi diukur dengan standar ini, maka pembetulan terhadap penyimpangan dapat dipercepat, karena manajer mengetahui dengan cepat aspek  mana yang harus dikoreksi.&lt;br /&gt;Di bawah ini bagan standar pengukuran prestasi kru perusahaan :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif syari’ah, Islam merupakan asas kendali yang utama, baik organisasi, kelompok maupun individu. Ini dikarenakan, penetapan Islam sebagai nilai utama merupakan kebijakan utama pimpinan organisasi untuk menjamin keberkahan organisasi bagi seluruh SDMnya yang dilakukan sebelum penetapan orientasi stratregis berikut strategi derivasinya. Ukuran perestasinya adalah ketaatan kepada syariat Islam. Maksudnya semua aktivitas SDM organisasi harus dijalankan dalam koridor ketaatan kepada syari’ah Islam. Sebaliknya  bila aktivitas SDM menyimpang dari syari’ah Islam, maka aktivitas tersebut dikategorikan sebagai kemaksiatan dan pelanggaran terhadap syari’at.&lt;br /&gt; Imbalan tertinggi  prestasi SDM organisasi jika melakukan ketaatan terhadap syariat Islam dalam konteks organisasi, kelompok maupun individu, tiada lain adalah pahala  keberkahan. Sejalan dengan tujuan sbelumnya, implementansi ketaatan pada konteks organisasi tercermin dari semua kebijakan organisasi yang dibangun dari nilai utama organisasi, yakni Islam. Kebijakan organisasi yang menjaga setiap masukan, proses manajemen dan out put agar terhindar dari tindakan kezaliman, bebas dari barang dan jasa yang haram, bebas dari korupsi, peniupuan, riba, judi, pemberian hadiah (komisi) yang dilarang merupakan sejumlah contoh implemnetasi ketaatan. Begitu juga dengan kebijakan perusahaan untuk mengedepankan profesionalisme kerja, yakni agar setiap SDM memiliki ciri-ciri kafaah, himmatul amal dan amanah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawasan bertujuan untuk mengukur aktivitas dan mengambil tindakan guna menjamin bahwa rencana sedang dilaksanakan. Untuk itu harus diketahui orang yang bertanggung jawab atas terjadinya penyimpangan rencana dan yang harus mengambil tindakan untuk membetulkannya. Pengawasan aktifitas dilaksanakan melalui orang-orang, akan tetapi tidak dapat diketahui siapakah yang harus bertanggung jawab atas terjadinya penyimpangan dan tindakan koreksi yang perlu diambil, kecuali apabila tanggung jawab dalam organisasi dinyatakan dengan jelas dan teririnci. Oleh karena itu prasyarat yang penting dalam efektifitas pengawasan ialah struktur oraganisasi yang jelas, lengkap dan menyatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik Pengawasan&lt;br /&gt; Meskipun sifat dasar dan tujuan pengawasan manajemen tidak berubah, namun selama bertahun-tahun telah dipergunakan berbagai alat dan teknik untuk membantu manajer dalam melaksanakan tugasnya. Seperti yang akan terlihat dalam teknik-teknik ini, mereka pertama-tama adalah alat-alat untuk perencanaan. Teknik tersebut menunjukkan kebenaran mutlak, bahwa tugas pengawasan ialah untuk mensukseskan perencanaan dan dalam berbuat demikian, dengan sendirinya pengawasan harus mencerminkan perencanaan dan perencanaan harus mendahului pengawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;1. Manajemen organisasi harus dipandang  sebagai suatu sarana untuk memudahkan implementasi Islam dalam kegiatan organisasi. Implementasi nilai-nilai Islam berwujud pada difungsikannya  Islam sebagai kaedah berfikir dan kaedah amal ( tolak ukur perbuatan ) dalam seluruh kegiatan organisasi. Nilai-nilai Islam inilah sesungguhnya yang menjadi nilai-nilai utama organisasi. Dalam implementasi selanjutnya, nilai-nilai Islam ini akan menjadi payung strategis hingga taktis seluruh aktivitas organisasi.&lt;br /&gt;2. Manajemen strategis dalam perspektif Islam ialah rangkaian proses aktivitas manajemen Islami yang mencakup ; 1.Tahapan analisis lingkungan organisasi, 2. Formulasi Strategi, 3.  implementasi strategi dan 4. Evaluasi dan kontrol terhadap keputusan-keputusan strategis organisasi yang memungkinkan pencapaian tujuannya di masa depan. Semuanya dibingkai dalam koridor syari’at Islam.&lt;br /&gt;Manajemen Stratregis merupakan  proses penetapan struktur peran melalui penentuan kegiatan yang harus ditempuh untuk mencapai visi, misi dan tujuan organisasi serta bagian-bagiannya, pengelompokan aktivitas, penugasan kelompok-kelompok aktivitas, pendelegasian wewenang, pengkordinasian hubungan-hubungan wewenang dan informasi baik horizontal maupun vertikal dalam struktur organisasi&lt;br /&gt;3. Aplikasi manajemen strategis Islami yang dikendalikan oleh nilai-nilai syari’ah sama sekali berbeda dengan  aplikasi manajemen strategis konvensional yang non Islami, Perbedaan itu ialah pada cara pengambilan keputusannya, hingga pelaksanaannya (strategi-strategi fungsional). Dengan berlandaskan sekulerisme yang bersendikan pada nilai-nilai material, aplikasi strategis non Islami tidak memperhatikan aturan halal-haram dalam setiap perencanaan, pelaksanaan dan segala usaha yang dilakukan dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi.&lt;br /&gt;Manajemen strategis perspektif syari’ah memiliki 14 karakter khas yang membedakannya dengan manajemen strategis konvensional, yaitu :  1. Asas, 2. motivasi, 3 orientasi, 4. stratregi induk, 5.  strategi fungsional operasi, 6stratregi fungsional keuangan, 7 strategi fungsional pemasaran. 8 strategi fungsional SDM dan 9. sumberdaya. 10. Manajemen Strategis, 11. Manajemen operasi, 12. manajemen keuangan, 13. Manajemen Pemasaran, dan 14. Manajemen SDM. Implementasi manajemen stratregis dengan kendali syari’ah akan membawa organisasi bisnis berorientasi pada pencapai empat hal utama, yakni :1. Target hasil : profit materi dan benefit non-materi, 2. Pertumbuhan : artinya terus meningkat 3. Keberlangsungan, dalam kurun waktu selam mungkin, DAN 4. Keberkahan atau keridhaan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR KEPUSTAKAAN&lt;br /&gt;Afzalur Rahman,  Economic Doctrines of Islam,  Edisi Indonesia,  Doktrin Ekonomi Islam, jilid 4 Terj. Suroyo Nastangin, Dana Bhakti Wakaf Yogyakarta, 1996.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diwan Parag, Strategic Management, New Delhi, A Pantagon Press Publication, 1997&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faulkner, D and G.Johnson, The Challenge of Strategic Manajement, terj. Strategi Manajemen, Jakarta,, Elex Media Komputindo, 1995&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Follet dalam Kadarman, AL. et.el, Pengantar Ilmu Manajemen, Jakarta, Gramedia, 1996. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gregory G.Des and Miller Alex, Strategic Management, International Edition, 1993&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Handoko, H, Manajemen Strategik dalam Dekade 2000-an : Tantangan Pengembangan Teori dan Aplikasi, Makalah dalam Seminar Internasional, Strategi  Pembangunan Ekonomi dan Bisnis di Indonesia, Refleksi dan Aktualisasi,UGM, Yogyakarta, 1995&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harahap, Sofyan Syafri, Akuntansi, Pengawasan &amp; Manajemen dalam Perspektif Islam, Jakarta, FE Trisakti, 1992&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hardjito, D. Teori Organisasi dan Teknik Pengorganisasian, Jakarta, Raja Grafindo Persada, 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hones, P.  And L.Kahaner, Misi dan Visi 50 Perusahaan Terkenal di Dunia, terjemahan,  Batam Interaksa, 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krebet Wijayakusuma, M, dan Ismail Yusanto, M, Manajemen Syariat, Jakarta, Khairul Bayan, 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Ismail Yusanto, Manajemen Strategis, Perspektif Syari’ah, Jakarta, Khairul Bayan, 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Muhammad Ismail Yusanto, Manajemen Strategis, Perspektif Syari’ah, Jakarta, Khairul Bayan, 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Ismail Yusanto, Menggagas Bisnis Islami,  Jakarfa, Gema Insani Press, 2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Nejatullah Ash-Shiddiqy, Patnership and Profit Sharing in Islamic Law,  Terj.Kemitraan Usaha dan Bagi Hail dalam Hukum Islam, Yogyakarta, Dana Bhakti Wakaf, 1996.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riawan Amin, Ahmad,  The Calestial Management, (Edisi Bahasa Inggris) Jakarta, Bening Publishing, 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saladin, Djaslim, Manajemen Strategi &amp; Kebijakan Perusahaan, Bandung, Linda Karya, 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stonner James, dan Charles Wankel,  Manajemen, jilid I, terjemahan, Jakarta, Intermedia, 1986&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqyuddin An-Nabhani, An-Nizham al-Iqtishad fil Islam,  Darul Ummah, Beirut, 1990&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thomas Whellen and David Hunger, Strategic Management Business Policy, Addison Wesley Publishing Company, Inc, 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tom Peters, Thriving on Chaos, New York : Knopt, 1987&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuhu, Beirut, Dar al-Fikri, 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waller, J.D Allen dan A.Burns, Menulis Manual Manajemen Mutu, terj, Jakarta, Pustaka, Binaman Presindo, 1994&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;William Glueck F, and Jauch Laurance,R, Business Policy and Strategic Management, An Integrated Approach, by Hougton Miflin Company, USA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar nilai-nilai utama itu pula tolak ukur strategis bagi aktivitas perusahaan adalah adalah syari’ah Islam itu sendiri. Aktivitas perusahaan apapun bentuknya, pada hakikatnya adalah aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan  hidupnya yang akan selalu terikat dengan syari’ah. Hal ini sesuai dengan kaedah, ”Al-Ashlu fil Af’al, at-taqayyudu bil hukm asy-syar’iy”. (Hukum asal setiap perbuatan adalah terikat dengan syari’ah).&lt;br /&gt; Syari’ah adalah aturan yang diturunkan Allah untuk manusia melalui lisan para RasulNya. Syari’ah tersebut harus menjadi pedoman dalam setiap aktivitas manusia, termasuk dalam aktivitas organisasi bisnis. Banyak sekali ayat Alquran yang menegaskan hal tersebut.&lt;br /&gt; ”Maka demi Rabbmu, mereka  pada hakekatnya tidak beriman, hingga mereka menjadikan kamu sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan kemudian mereka tidak merasa keberatan terhadap keputusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. (QS.An-Nisak (4) : 65)&lt;br /&gt; ”Apa saja yang dibawa dan diperintahkan oleh Rasul (berupa syari’ah) dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah”. (QS.Al-Hasyar : 7)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-5731058332991734426?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/5731058332991734426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/manajemen-perusahaan-islami-perspektif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/5731058332991734426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/5731058332991734426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/manajemen-perusahaan-islami-perspektif.html' title='Manajemen Perusahaan Islami : Perspektif Manajemen Strategis'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-8251472416854344158</id><published>2010-07-09T08:01:00.001-07:00</published><updated>2010-07-09T08:01:23.604-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Pelajaran Dari Nabi Hidir</title><content type='html'>Diceritakan bahwa setelah Nabi Musa a.s berhasil mengalahkan orang-orang kafir, beliau di perintahkan oleh Allah agar menyeru manusia untuk memperbanyak syukur kepadaNya. Suatu ketika ia ditanya oleh seseorang tentang siapa yang paling berilmu (alim) pada saat itu spontan Nabi Musa menjawab bahwa dirinyalah yang paling alim saat itu. Jawaban itulah yang selanjutnya menjadi penyebab merantaunya Nabi Musa mencari hamba Allah yang memiliki ilmu yang jauh lebih tinggi dibanding dirinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dituturkan oleh Al Qur’an Al Karim surat Al Kahfi : 60 - 65, akhirnya Nabi Musa berhasil menemukan hamba Allah yang di kenal dengan Khidir itu. Dalam melakukan perjalanan tersebut, paling tidak Nabi Musa mendapatkan tiga kejadian aneh yang selama ini belum pernah ia temui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, takala Nabi Khidir melobangi dinding perahu yang telah menolong mereka. Ketika ditanya oleh nabi Musa, Nabi Khidir hanya menjawab, ”Bukankah telah kukatakan kepadamu, bahwa engkau tidak akan bisa sabar bersamaku”. Nabi Musa terpaksa minta maaf atas kekhilafannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Ketika Nabi Khidir membunuh seorang anak kecil yang tidak berdosa.” Mengapa engkau bunuh seorang jiwa yang suci dengan tanpa kebenaran?”. Tanya Nabi Musa. Lagi-lagi Nabi Khidir hanya memberikan jawaban seperti semula. “Bukankah telah aku katakan kepadamu, bahwa engkau tidak akan bisa sabar bersamaku ”. Kali ini Nabi Musa terpaksa berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, ketika Nabi Khidir berbaik hati memperbaiki sebuah rumah yang nyaris roboh, padahal penduduk desa tersebut tak ada seorangpun yang bersedia menerima kehadiran mereka. ”Seandainya engkau mau, tentu engkau bisa meminta upah?”. Ujar Nabi Musa. Dan kalimat inilah yang mengakhiri masa belajarnya dengan Nabi Khidir. Sebelum keduanya berpisah, Nabi Khidir menceritakan rahasia segala apa yang telah ia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama pembocoran dinding perahu yang bertujuan agar tidak dirampas oleh raja yang zalim. Kedua tentang pembunuhan anak kecil yang di takutkan akan menyesatkan kedua orang tuanya jika di biarkan hidup. Karena itu , Nabi Khidir membunuhnya dengan harapan agar Allah mengantinnya dengan anak yang sholeh. Ketiga rumah yang di perbaiki oleh Nabi Khidir tanpa meminta upah adalah milik dua orang anak yatim piatu. Di bawah rumah tersebut terdapat harta benda berharga. Diharapkan jika rumah tersebut diperbaiki, dapat menjaga harta tersebut hingga dua anak yatim itu dewasa.” Demikian Ta’wil perkara yang engkau tidak sanggup untuk bersabar”. Ujar Nabi Khidir menyudahi penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibroh/Pelajaran yang dapat diambil dari kisah diatas adalah : ”Sebagai murid seperti Nabi Musa adalah agar menjadi murid yang tahu diri. Takalah ia mendapat teguran, bahwa ada orang lain yang lebih berilmu ia langsung sadar dan mengakui kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain sebagai guru Nabi Khidir adalah sosok yang tidak hanya bisa di contoh dari sisi keguruan (pendidik), tapi juga sebagai sosok pemimpin. Kesabaran dan penjelasan tentang segala yang ia kerjakan memberi ketenangan pada muridnya. Ia bukan sosok yang mau menang sendiri, tertutup atau mau membingunkan muridnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-8251472416854344158?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/8251472416854344158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/pelajaran-dari-nabi-hidir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/8251472416854344158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/8251472416854344158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/pelajaran-dari-nabi-hidir.html' title='Pelajaran Dari Nabi Hidir'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-6895856418377949992</id><published>2010-07-09T08:00:00.001-07:00</published><updated>2010-07-09T08:00:57.655-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Penyakit yang Menimpa Perempuan Tidak Berjilbab</title><content type='html'>Rasulullah bersabda, "Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, "Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab) (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)&lt;br /&gt;Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apa lagi gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat-ketat. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas milanoma pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai di kaki. Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini adalah pakaian ketat yang dikenakan oleh putri-putri di terik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun. dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas. Dan sungguh Majalah kedokteran Inggris tersebut telah pun telah melakukan polling tentang penyakit milanoma ini, dan seolah keadaan mereka mirip dengan keadaan orang-orang pendurhaka (orang-orang kafir Arab) yang di da'wahi oleh Rasulullah. Tentang hal ini Allah berfirman:&lt;br /&gt;وإذ قالوا اللهم إن كان هذا هو الحق من عندك فأمطر علينا حجارة من السماء أو ائتنا بعذاب أليم (الأنفال: 32)&lt;br /&gt;Dan ingatlah ketika mereka katakan: Ya Allah andai hal ini (Al-Qur'an) adalah benar dari sisimu maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih ( Q.S. Al-Anfaal:32)&lt;br /&gt;Dan sungguh telah datang azab yang pedih ataupun yang lebih ringan dari hal itu, yaitu kanker ganas, dimana kanker itu adalah seganas-ganasnya kanker dari berbagai kanker. Dan penyakit ini merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang disekujur pakaian yang ketat, pakaian pantai (yang biasa dipakai orang-orang kafir ketika di pantai dan berjemur di sana) yang mereka kenakan. Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dan dengan kadar yang berbeda-beda. Yang muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Dan terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan terkadang di daerah sekitar mata; kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, dan menetap di hati serta merusaknya.&lt;br /&gt;Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada dan perut karena adanya dua ginjal, sampai menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Dan terkadang juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, sebagaimana obat luka sebagai kesempatan untuk sembuh untuk semua jenis kanker (selain kanker ganas ini), dimana obat-obatan ini belum bisa mengobati kanker ganas ini.&lt;br /&gt;Dari sini, kita mengetahui hikmah yang agung anatomi tubuh manusia di dalam perspektif Islam tentang perempuan-perempuan yang melanggar batas-batas syari'at. yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan sungguh semakin jelaslah bahwa pakaian yang sederhana dan sopan adalah upaya preventif yang paling bagus agar tidak terkena "adzab dunia" seperti penyakit tersebut di atas, apalagi adzab akhirat yang jauh lebih dahsyat dan pedih. Kemudian, apakah setelah adanya kesaksian dari ilmu pengetahuan kontemporer ini -padahal sudah ada penegasan hukum syari'at yang bijak sejak 14 abad silam- kita akan tetap tidak berpakaian yang baik (jilbab), bahkan malah tetap bertabarruj???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-6895856418377949992?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/6895856418377949992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/penyakit-yang-menimpa-perempuan-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/6895856418377949992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/6895856418377949992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/penyakit-yang-menimpa-perempuan-tidak.html' title='Penyakit yang Menimpa Perempuan Tidak Berjilbab'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-6578661173755694952</id><published>2010-07-09T07:51:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T09:02:39.326-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Penyakit Dan Obat pada Lalat</title><content type='html'>Nabi Bersabda, "Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad)&lt;br /&gt;Dalam rwayat lain: "Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai makananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhirkan obatnya" (HR. Ahmad, Ibn Majah)&lt;br /&gt;Diantara mu'jizat kenabian Rasulullah dari aspek kedokteran yang harus ditulis dengan tinta emas oleh sejarah kedokteran adalah alat pembuat sakit dan alat pembuat obat pada kedua sayap lalat sudah beliau ungapkan 14 abad sebelum dunia kedokteran berbicara. Dan penyebutan lalat pada hadits itu adalah bahwa air tetap suci dan bersih jika dihinggapi lalat yang membawa bakteri penyebab sakit kemudian kita celupkan lalat tersebut agar sayap pembawa obat (penawarnya) pun tercelup ke air.&lt;br /&gt;Dan percobaan ilmiah kontemporer pun sudah dilakukan untuk mengungkapkan rahasia di balik hadits ini. Bahwasannya ada kekhususan pada salah salah satu sayapnya yang sekaligus menjadi penawar atau obat terhadap bakteri yang berada pada sayap lainnya. Oleh karena itu, apabila seekor lalat dicelupkan ke dalam air keseluruhan badannya, maka bakteri yang ada padanya akan mati, dan hal ini cukup untuk menggagalkan "usaha lalat" dalam meracuni manusia, sebagaimana hal ini pun telah juga ditegaskan secara ilmiah. Yaitu bahwa lalat memproduksi zat sejenis enzim yang sangat kecil yang dinamakan Bakter Yofaj, yaitu tempat tubuhnya bakteri. Dan tempat ini menjadi tumbuhnya bakteri pembunuh dan bakteri penyembuh yang ukurannya sekitar 20:25 mili mikron. Maka jika seekor lalat mengenai makanan atau minuman, maka harus dicelupkan keseluruhan badan lalat tersebut agar keluar zat penawar bakteri tersebut. Maka pengetahuan ini sudah dikemukakan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam dengan gambaran yang menakjubkan bagi siapapun yang menolak hadits tentang lalat tersebut.&lt;br /&gt;Dan Dr. Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran Univ. Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang "hadits lalat ini" dan menegaskan bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat. Dan di zaman sekarang, para pakar penyakit yang mereka hidup berpuluh-puluh tahun, baru bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat.&lt;br /&gt;Berdasarkan hal ini, jelaslah bahwa ilmu pengetahuan dalam perkembangannya telah menegaskan penjelasannya dalam terori ilmiah sesuai dengan hadits yang mulia ini. Dan mukjizat ini sudah dikemukakan semenjak dahulu kala, 14 abad yang silam sebelum para pakar kedokteran mengungkapkannya baru-baru ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-6578661173755694952?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/6578661173755694952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/penyakit-dan-obat-pada-lala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/6578661173755694952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/6578661173755694952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/penyakit-dan-obat-pada-lala.html' title='Penyakit Dan Obat pada Lalat'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-3303857826611037329</id><published>2010-07-09T07:50:00.002-07:00</published><updated>2010-07-09T07:51:11.282-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Wanita Ahli Surga dan Ciri-cirinya</title><content type='html'>Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana- bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Quran banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Di antaranya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai- sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya? (QS. Muhammad : 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang- orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. (QS. Al Waqiah : 10-21) &lt;br /&gt;Di samping mendapatkan kenikmatan- kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Taala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari- bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Quran yang mulia, di antaranya :&lt;br /&gt;Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik. (QS. Al Waqiah : 22-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari- bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. (QS. Ar Rahman : 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. (QS. Ar Rahman : 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya. (QS. Al Waqiah : 35-37) &lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :&lt;br /&gt;seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya. (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu 'anhu) &lt;br /&gt;Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Di antara yang didendangkan oleh mereka : Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan. Dan mereka juga mendendangkan : Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi. (Shahih Al Jami nomor 1557) &lt;br /&gt;Apakah Ciri-Ciri Wanita Surga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah : &lt;br /&gt;1. Bertakwa. &lt;br /&gt;2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat- Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk. &lt;br /&gt;3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu. &lt;br /&gt;4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan- akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya. &lt;br /&gt;5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul- Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya. &lt;br /&gt;6. Gemar membaca Al Quran dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata. &lt;br /&gt;7. Menghidupkan amar maruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat. &lt;br /&gt;8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki. &lt;br /&gt;9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya. &lt;br /&gt;10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia. &lt;br /&gt;11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk. &lt;br /&gt;12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah). &lt;br /&gt;13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya. &lt;br /&gt;14. Berbakti kepada kedua orang tua. &lt;br /&gt;15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.&lt;br /&gt;Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422- 423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Taala berfirman :&lt;br /&gt;dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai- sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar. (QS. An Nisa : 13). &lt;br /&gt;Wallahu A'lam Bis Shawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-3303857826611037329?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/3303857826611037329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/wanita-ahli-surga-dan-ciri-cirinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/3303857826611037329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/3303857826611037329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/wanita-ahli-surga-dan-ciri-cirinya.html' title='Wanita Ahli Surga dan Ciri-cirinya'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-2234841494343857469</id><published>2010-07-09T07:50:00.001-07:00</published><updated>2010-07-09T07:50:34.018-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Tipe Wanita yang Disunnahkan untuk Dilamar</title><content type='html'>Dalam melamar, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan beberapa sifat yang ada pada wanita yang akan dilamar, apa saja kah yang perlu diperhatikan oleh seorang muslim terhadap wanita yang akan dilamarnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melamar, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan beberapa sifat yang ada pada wanita yang akan dilamar, diantaranya: &lt;br /&gt;1. Wanita itu disunahkan seorang yang penuh cinta kasih. Maksudnya ia harus selalu menjaga kecintaan terhadap suaminya, sementara sang suami pun memiliki kecenderungan dan rasa cinta kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ia juga harus berusaha menjaga keridhaan suaminya, mengerjakan apa yang disukai suaminya, menjadikan suaminya merasa tentram hidup dengannya, senang berbincang dan berbagi kasih sayang dengannya. Dan hal itu jelas sejalan dengan firman Allah Ta’ala, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kalian rasa kasih dan saying. (ar-Ruum : 21).&lt;br /&gt;2. Disunahkan pula agar wanita yang dilamar itu seorang yang banyak memberikan keturunan, karena ketenangan, kebahagiaan dan keharmonisan keluarga akan terwujud dengan lahirnya anak-anak yang menjadi harapan setiap pasangan suami-istri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan hal tersebut, Allah Ta’ala berfirman, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa’. (al-Furqan:74). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikahlah dengan wanita-wanita yang penuh cinta dan yang banyak melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian pada hari kiamat kelak. Demikian hadist yang diriwayatkan Abu Daud, Nasa’i, al-Hakim, dan ia mengatakan, Hadits tersebut sanadnya shahih.&lt;br /&gt;3. Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu seorang yang masih gadis dan masih muda. Hal itu sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab Shahihain dan juga kiab-kitab lainnya dari hadits Jabir, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bertanya kepadanya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu menikahi seorang gadis atau janda? dia menjawab, ”Seorang janda.” Lalu beliau bersabda, Mengapa kamu tidak menikahi seorang gadis yang kamu dapat bercumbu dengannya dan ia pun dapat mencumbuimu?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena seorang gadis akan mengantarkan pada tujuan pernikahan. Selain itu seorang gadis juga akan lebih menyenangkan dan membahagiakan, lebih menarik untuk dinikmati akan berperilaku lebih menyenangkan, lebih indah dan lebih menarik untuk dipandang, lebih lembut untuk disentuh dan lebih mudah bagi suaminya untuk membentuk dan membimbing akhlaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri telah bersabda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah kalian menikahi wanita-wanita muda, karena mereka mempunyai mulut yang lebih segar, mempunyai rahim yang lebih subur dan mempunyai cumbuan yang lebih menghangatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian hadits yang diriwayatkan asy-Syirazi, dari Basyrah bin Ashim dari ayahnya, dari kakeknya. Dalam kitab Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, al-Albani mengatakan, “Hadits ini shahih.”&lt;br /&gt;4. Dianjurkan untuk tidak menikahi wanita yang masih termasuk keluarga dekat, karena Imam Syafi’i pernah mengatakan, “Jika seseorang menikahi wanita dari kalangan keluarganya sendiri, maka kemungkinan besar anaknnya mempunyai daya piker yang lemah.”&lt;br /&gt;5. Disunahkan bagi seorang muslim untuk menikahi wanita yang mempunyai silsilah keturunan yang jelas dan terhormat, karena hal itu akan berpengaruh pada dirinya dan juga anak keturunannnya. Berkenaan dengan hal tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscahya kamu beruntung. (HR. Bukhari, Muslim dan juga yang lainnya).&lt;br /&gt;6. Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu taat beragama dan berakhlak mulia. Karena ketaatan menjalankan agama dan akhlaknya yang mulia akan menjadikannya pembantu bagi suaminya dalam menjalankan agamanya, sekaligus akan menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya, akan dapat bergaul dengan keluarga suaminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ia juga akan senantiasa mentaati suaminya jika ia akan menyuruh, ridha dan lapang dada jika suaminya memberi, serta menyenangkan suaminya berhubungan atau melihatnnya. Wanita yang demikian adalah seperti yang difirmankan Allah Ta’ala, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebab itu, maka wanita-wanita yang shahih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak berada di tempat, oleh karena Allah telah memelihara mereka”. (an-Nisa:34). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dunia ini adalah kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatannya adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim, Nasa’I dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;7. Selain itu, hendaklah wanita yang akan dinikahi adalah seorang yang cantik, karena kecantikan akan menjadi dambaan setiap insan dan selalu diinginkan oleh setiap orang yang akan menikah, dan kecantikan itu pula yang akan membantu menjaga kesucian dan kehormatan. Dan hal itu telah disebutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hadits tentang hal-hal yang disukai dari kaum wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan itu bersifat relatif. Setiap orang mempunyai gambaran tersendiri tentang kecantikan ini sesuai dengan selera dan keinginannya. Sebagian orang ada yang melihat bahwa kecantikan itu terletak pada wanita yang pendek, sementara sebagian yang lain memandang ada pada wanita yang tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sebagian lainnya memandang kecantikan terletak pada warna kulit, baik coklat, putih, kuning dan sebagainya. Sebagian lain memandang bahwa kecantikan itu terletak pada keindahan suara dan kelembutan ucapannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, yang jelas disunahkan bagi setiap orang untuk menikahi wanita yang ia anggap cantik sehingga ia tidak tertarik dan tergoda pada wanita lain, sehingga tercapailah tujuan pernikahan, yaitu kesucian dan kehormatan bagi tiap-tiap pasangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-2234841494343857469?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/2234841494343857469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/tipe-wanita-yang-disunnahkan-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/2234841494343857469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/2234841494343857469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/tipe-wanita-yang-disunnahkan-untuk.html' title='Tipe Wanita yang Disunnahkan untuk Dilamar'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-2344060515264937596</id><published>2010-07-09T07:49:00.002-07:00</published><updated>2010-07-09T07:50:07.834-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Menjaga Lisan Agar Selalu Berbicara Baik</title><content type='html'>Allah berfirman :&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar" [Al-Ahzab : 70-71]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka itu adalah dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang" [Al-Hujurat : 12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadirs" [Qaf : 16-18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu'min dan mu'minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesunguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata" [Al-Ahzab : 58] &lt;br /&gt;Dala kitab Shahih Muslim hadits no. 2589 disebutkan.&lt;br /&gt;"Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat, "Tahukah kalian apa itu ghibah ?" Para sahabat menjawab, "Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui. "Beliau berkata, "Ghibah ialah engkau menceritakan hal-hal tentang saudaramu yang tidak dia suka" Ada yang menyahut, "Bagaimana apabila yang saya bicarakan itu benar-benar ada padanya?" Beliau menjawab, "Bila demikian itu berarti kamu telah melakukan ghibah terhadapnya, sedangkan bila apa yang kamu katakan itu tidak ada padanya, berarti kamu telah berdusta atas dirinya" &lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman.&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban" [Al-Israa : 36] &lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa RasulullahShallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga pula. Allah meridhai kalian bila kalian hanya menyembah Allah semata dan tidak mempersekutukannya serta berpegang teguh pada tali (agama) Allah seluruhnya dan janganlah kalian berpecah belah. Dan Allah membenci kalian bila kalian suka qila wa qala (berkata tanpa berdasar), banyak bertanya (yang tidak berfaedah) serta menyia-nyiakan harta" [1] &lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;"Setiap anak Adam telah mendapatkan bagian zina yang tidak akan bisa dielakkannya. Zina pada mata adalah melihat. Zina pada telinga adalah mendengar. Zina lidah adalah berucap kata. Zina tangan adalah meraba. Zina kaki adalah melangkah. (Dalam hal ini), hati yang mempunyai keinginan angan-angan, dan kemaluanlah yang membuktikan semua itu atau mengurungkannya" [2] &lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Shahihnya hadits no.10 dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;"Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya" &lt;br /&gt;Hadits di atas juga diriwayatkan oleh Muslim no.64 dengan lafaz.&lt;br /&gt;"Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Siapakah orang muslim yang paling baik ?'Beliau menjawab, "Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya". &lt;br /&gt;Hadits diatas juga diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir hadits no. 65 dengan lafaz seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Abdullah bin Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh (Ibnu Hajar Al-Asqalani) menjelaskan hadits tersebut. Beliau berkata, "Hadits ini bersifat umum bila dinisbatkan kepada lisan. Hal itu karena lisan memungkinkan berbicara tentang apa yang telah lalu, yang sedang terjadi sekarang dan juga yang akan terjadi saat mendatang. Berbeda dengan tangan. Pengaruh tangan tidak seluas pengaruh lisan. Walaupun begitu, tangan bisa juga mempunyai pengaruh yang luas sebagaimana lisan, yaitu melalui tulisan. Dan pengaruh tulisan juga tidak kalah hebatnya dengan pengaruh lisan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dalam sebuah sya'ir disebutkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menulis dan aku yakin pada saat aku menulisnya&lt;br /&gt;Tanganku kan lenyap, namun tulisan tangannku kan abadi&lt;br /&gt;Bila tanganku menulis kebaikan, kan diganjar setimpal&lt;br /&gt;Jika tanganku menulis kejelekan, tinggal menunggu balasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya hadits no. 6474 dari Sahl bin Sa'id bahwa Rasulullah bersabda.&lt;br /&gt;"Barangsiapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, maka kuberikan kepadanya jaminan masuk surga" &lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan apa yang ada di antara dua janggutnya adalah mulut, sedangkan apa yang ada di antara kedua kakinya adalah kemaluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6475 dan Muslim dalam kitab Shahihnya no. 74 meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda.&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam" &lt;br /&gt;Imam Nawawi berkomentar tentang hadits ini ketika menjelaskan hadits-hadits Arba'in. Beliau menjelaskan, "Imam Syafi'i menjelaskan bahwa maksud hadits ini adalah apabila seseorang hendak berkata hendaklah ia berpikir terlebih dahulu. Jika diperkirakan perkataannya tidak akan membawa mudharat, maka silahkan dia berbicara. Akan tetapi, jika diperkirakan perkataannya itu akan membawa mudharat atau ragu apakah membawa mudharat atau tidak, maka hendaknya dia tidak usah berbicara". Sebagian ulama berkata, "Seandainya kalian yang membelikan kertas untuk para malaikat yang mencatat amal kalian, niscaya kalian akan lebih banyak diam daripada berbicara".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Hatim Ibnu Hibban Al-Busti berkata dalam kitabnya Raudhah Al-'Uqala wa Nazhah Al-Fudhala hal. 45, "Orang yang berakal selayaknya lebih banyak diam daripada bicara. Hal itu karena betapa banyak orang yang menyesal karena bicara, dan sedikit yang menyesal karena diam. Orang yang paling celaka dan paling besar mendapat bagian musibah adalah orang yang lisannya senantiasa berbicara, sedangkan pikirannya tidak mau jalan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berkata pula di hal. 47, "Orang yang berakal seharusnya lebih banyak mempergunakan kedua telinganya daripada mulutnya. Dia perlu menyadari bahwa dia diberi telinga dua buah, sedangkan diberi mulut hanya satu adalah supaya dia lebih banyak mendengar daripada berbicara. Seringkali orang menyesal di kemudian hari karena perkataan yang diucapkannya, sementara diamnya tidak akan pernah membawa penyesalan. Dan menarik diri dari perkataan yang belum diucapkan adalah lebih mudah dari pada menarik perkataan yang telah terlanjur diucapkan. Hal itu karena biasanya apabila seseorang tengah berbicara maka perkataan-perkataannya akan menguasai dirinya. Sebaliknya, bila tidak sedang berbicara maka dia akan mampu mengontrol perkataan-perkataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menambahkan di hal. 49, "Lisan seorang yang berakal berada di bawah kendali hatinya. Ketika dia hendak berbicara, maka dia akan bertanya terlebih dahulu kepada hatinya. Apabila perkataan tersebut bermanfaat bagi dirinya, maka dia akan bebicara, tetapi apabila tidak bermanfaat, maka dia akan diam. Adapun orang yang bodoh, hatinya berada di bawah kendali lisannya. Dia akan berbicara apa saja yang ingin diucapkan oleh lisannya. Seseorang yang tidak bisa menjaga lidahnya berarti tidak paham terhadap agamanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahihnya no. 6477 dan Muslim dalam kitab Shahihnya no. 2988 [3] dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang tidak dipikirkan apa dampak-dampaknya akan membuatnya terjerumus ke dalam neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak timur dengan barat" &lt;br /&gt;Masalah ini disebutkan pula di akhir hadits yang berisi wasiat Nabi kepada Muadz yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no. 2616 yang sekaligus dia komentari sebagai hadits yang hasan shahih. Dalam hadits tersebut Rasulullah bersabda.&lt;br /&gt;"Bukankah tidak ada yang menjerumuskan orang ke dalam neraka selain buah lisannya?" &lt;br /&gt;Perkataan Nabi di atas adalah sebagai jawaban atas pertanyaan Mu'adz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Nabi Allah, apakah kita kelak akan dihisab atas apa yang kita katakan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafidz Ibnu Rajab mengomentari hadits ini dalam kitab Jami' Al-Ulum wa Al-Hikam (II/147), "Yang dimaksud dengan buah lisannya adalah balasan dan siksaan dari perkataan-perkataannya yang haram. Sesungguhnya setiap orang yang hidup di dunia sedang menanam kebaikan atau keburukan dengan perkataan dan amal perbuatannya. Kemudian pada hari kiamat kelak dia akan menuai apa yang dia tanam. Barangsiapa yang menanam sesuatu yang baik dari ucapannya maupun perbuatan, maka dia akan menunai kemuliaan. Sebaliknya, barangsiapa yang menanam Sesuatu yang jelek dari ucapan maupun perbuatan maka kelak akan menuai penyesalan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga berkata dalam kitab yang sama (hal.146), "Hal ini menunjukkan bahwa menjaga lisan dan senantiasa mengontrolnya merupakan pangkal segala kebaikan. Dan barangsiapa yang mampu menguasai lisannya maka sesungguhnya dia telah mampu menguasai, mengontrol dan mengatur semua urusannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada hal. 149 beliau menukil perkataan Yunus bin Ubaid, "Seseorang yang menganggap bahwa lisannya bisa membawa bencana sering saya dapati baik amalan-amalannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Yahya bin Abi Katsir pernah berkata, "Seseorang yang baik perkataannya dapat aku lihat dari amal-amal perbuatannya, dan orang yang jelek perkataannya pun dapat aku lihat dari amal-amal perbuatannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahihnya no. 2581 dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda.&lt;br /&gt;"Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut ? Para sahabat pun menjawab, 'Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta benda. 'Beliau menimpali, 'Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat, akan tetapi, ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain. Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka". &lt;br /&gt;Muslim meriwayatkan sebuah hadits yang panjang dalam kitab Shahihnya no. 2564 dari Abu Hurairah, yang akhirnya berbunyi.&lt;br /&gt;"Cukuplah seseorang dikatakan buruk jika sampai menghina saudaranya sesama muslim. Seorang muslim wajib manjaga darah, harta dan kehormatan orang muslim lainnya" &lt;br /&gt;Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahihnya hadits no. 1739 ; begitu juga Muslim [4] dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah pernah berkhutbah pada hara nahar (Idul Adha). Dalam khutbah tersebut beliau bertanya kepada manusia yang hadir waktu itu, "Hari apakah ini?" Mereka menjawab, "Hari yang haram". Beliau bertanya lagi, "Negeri apakah ini?" Mereka menjawab, "Negeri Haram". Beliau bertanya lagi, "Bulan apakah ini ?" Mereka menjawab, "Bulan yang haram". Selanjutnya beliau bersabda.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya darah, harta dan kehormatan kalian haram bagi masing-masing kalian (merampasnya) sebagaimana haramnya hari, bulan dan negeri ini. Beliau mengulangi ucapan tersebut beberapa kali, lalu berkata, "Ya Allah bukankah aku telah menyampaikan (perintah-Mu)? Ya Allah, bukankah aku telah menyampaikan (perintah-Mu)?" &lt;br /&gt;Ibnu Abbas mengomentari perkataan Nabi di atas, "Demi Allah yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya ini adalah wasiat beliau untuk umatnya. Beliau berpesan kepada kita, 'Oleh karena itu, hendaklah yang hadir memberitahukan kepada yang tidak hadir. Janganlah kalian kembali kepada kekafiran sepeninggalku nanti, yaitu kalian saling memenggal leher".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahihnya no. 2674 dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda.&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang menyeru kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan maka baginya dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun" &lt;br /&gt;Al-Hafidz Al-Mundziri dalam kitab At-Targhib wa At-Tarhib (I/65) mengomentari hadits.&lt;br /&gt;"Apabila seorang manusia wafat, maka terputuslah jalan amal kecuali dari tiga perkara .dst" &lt;br /&gt;Beliau berkata, "Orang yang mebukukan ilmu-ilmu yang bermanfaat akan mendapatkan pahala dari perbuatannya sendiri dan pahala dari orang yang membaca, menulis dan mengamalkannya, berdaasrkan hadits ini dan hadits yang semisalnya. Begitu pula, orang-orang yang menulis hal-hal yang membuahkan dosa, maka dia akan mendapatkan dosa dari perbuatannya sendiri dan dosa dari orang-orang yang membaca, menulis atau mengamalkannya, berdasarkan hadits.&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang merintis perbuatan yang baik atau buruk, maka .." &lt;br /&gt;Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahihnya no. 6505 dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah berfirman, "Barangsiapa yang memusuhi kekasih-Ku, maka kuizinkan ia untuk diperangi" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku Rifqon Ahlassunnah Bi Ahlissunnah Menyikapi Fenomena Tahdzir dan Hajr, Penulis Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al'Abbad Al-Badr, hal 22-41, Terbitan Titian Hidayah Ilahi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Diriwayatkan oleh Muslim hadits no. 1715. Hadits tentang tiga perkara yang dibenci ini juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Mughirah hadits no.2408 dan diriwayatkan juga oleh Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Shahihnya hadits no. 6612 dan Muslim hadits no.2657. Lafaz di atas adalah yang terdapat dalam riwayat Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Tetapi lafaz hadits tersebut adalah yang terdapat dalam riwayat muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Tetapi lafaz yang tersebut terdapat dalam riwayat Bukhari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-2344060515264937596?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/2344060515264937596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/menjaga-lisan-agar-selalu-berbicara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/2344060515264937596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/2344060515264937596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/menjaga-lisan-agar-selalu-berbicara.html' title='Menjaga Lisan Agar Selalu Berbicara Baik'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-15524657172545732</id><published>2010-07-09T07:49:00.001-07:00</published><updated>2010-07-09T07:49:23.646-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Ketika Jilbab Hanya Sekedar Mode</title><content type='html'>Salah satu kelemahan umat islam adalah karena pelaksanaan ibadah yang sekedar menjadi rutinitas simbolik. Ibadah dipandang hanya sebagai kewajiban dan bukannya kebutuhan sehingga bila tidak dilaksanakannya si pelanggar akan mendapatkan punishment berupa dosa. Esensi ibadah juga tidak dapat ditangkap apalagi dapat di aplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya ibadah hanya menjadi ritus yang selesai begitu sudah dilaksanakan, begitulah kira-kira kritik yang dihembuskan oleh Abdul Munir Mulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat tidak ditangkap sebagai kontrol terhadap kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh panca indera serta seluruh anggota tubuh. Akibatnya fenomena STMJ ( Sholat terus maksiat jalan ) merupakan kejadian biasa dalam kehidupan sehari-hari. Banyak pejabat yang taat melaksanakan sholat tetapi tidak sedikit diantara mereka yang tidak sungkan melakukan korupsi. Setiap hari jumat masjid selalu penuh oleh sesaknya umat islam. Tetapi berbagai tindakan kejahatan juga tidak pernah surut bahkan cenderung meningkat. Yang lebih ironi adalah karena pelakunya juga sebagian besar adalah yang mengaku beragama Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun begitu juga dengan perintah pelaksanaan jilbab. Kewajiban ini sejatinya bertujuan sebagai hijab guna menutupi dan melindungi aurat kaum muslimat Akan tetapi pada akhirnya berubah menjadi mode semata. Secara kuantitas kaum muslimat yang mengenakan jilbab semakin meningkat. Hal ini bisa dibuktikan dengan semakin banyaknya para pelajar dan mahasiswi di kampus-kampus yang memamakai Jilbab. Tetapi yang patut disayangkan gerakan jilbabisasi tersebut kehilangan esensinya. Banyak para pemudi islam yang menutupi kepala dan telinganya dengan kerudung tetapi sangat suka memakai baju-baju jetat sehingga lekuk-lekuk tubuhnya secara kasat mata menjadi kelihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara akal, sebenarnya yang merangsang lawan jenis tentunya bukanlah kepala, rambut maupun telinganya yang ditutupi, akan tetapi justru penampakan tonjolan dan lekukan tubuh. Jilbabisasi yang salah kaprah tersebut tentunya tidak bisa menjawab segala problem sosial. Budaya free seks, kehamilan diluar nikah, pemerkosaan, pelecahan sosial yang korbannya tidak sedikit memakai jilbab yang salah kaprah adalah bukti kongkret dari kealpaan kita dalam menangkap esensi dari suatu ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu, jilbabisasi tidak lebih dari sebagai komoditas industri yang hanya menguntung para pemilik kapital, juragan mode dan orang-orang berduit yang telah melahirkan mode-mode jilbab. Suburnya toko maupun butik yang meyediakan pakaian muslimat bukanlah suatu hal yang patut dibanggagakan. Berkembangnya sektor tersebut hanya menempatkan umat islam (pemudi Islam umumnya) sebagai obyek penghasil profit bagi para pebisnis kakap yang berkecimpung didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah sudah saatnya kita menyadari kealpaan kita. Pemurnian kembali jilbabisasi merupak hal yang amat penting bukan saja semata-mata untuk melaksanakan tuntutan agama, tetapi lebih jauh dari itu supaya dapat mengatasi berbagai persolan sosial. Jilbab hendaknya jangan sekedar dipandang mode dan style apalagi hanya karena tuntutan sekolah, keluarga, lingkungan maupun agama. Akan tetapi pandanglah sebagai kebutuhan yang dapat memberikan perlindungan terhadap si pemakai itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu hal yang tidak kalah pentingnya, memakai jilbab juga tidak hanya selesai menutup kepala, melindungi tonjolan dan lekukan agar tidak kelihatan oleh orang yang bukan muhrim juga merupakan elemen penting yang tidak boleh ditinggalkan. Syukur-syukur pemakaian jilbab juga dibarengi dengan menutupi (Menjaga) perilaku dan sikap kita yang tidak patut dilakukan selayaknya seorang muslimah. Bukankah Demikan !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-15524657172545732?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/15524657172545732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/ketika-jilbab-hanya-sekedar-mode.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/15524657172545732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/15524657172545732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/ketika-jilbab-hanya-sekedar-mode.html' title='Ketika Jilbab Hanya Sekedar Mode'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-3853759452681166716</id><published>2010-07-09T07:48:00.001-07:00</published><updated>2010-07-09T07:48:53.038-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Kejujuran Cinta</title><content type='html'>"Dan Tuhan mu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar dilaut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Alloh turunkan dari langit berupa air, lalu dengan itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh terdapat tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Alloh) bagi kaum yang memikirkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Alloh; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Alloh. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cinta kepada Alloh. Dan jika seandainya orang-orany yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Alloh semuanya dan bahwa Alloh amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)" (Q.S Al Baqoroh ayat 163-165) &lt;br /&gt;Ikhwah fiLlah RahimakumuLlah, &lt;br /&gt;Ada diantara kelompok manusia yang manakah kita ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, &lt;br /&gt;Pernahkah terfikir oleh diri, ketika pagi hari kita memulai aktivitas, berapa banyak orang yang mendasarkan seluruh aktivitasnya atas keridhoan Alloh? Setiap kali fikir itu terlintas, sepenuh syukurlah harusnya kita pada Alloh bahwa saat itu dan saat ini kita masih mendasarkan langkah kita atas ridho Alloh dan senantiasa merasa berada dalam pengawasanNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kenikmatan untuk bisa diizinkan belajar mencinta Alloh, belajar menghayati setiap hikmah dari tiap kejadian dari kehendaknya, belajar menikmati pemeliharaan-Nya, teguran-teguran-Nya, yang seluruhnya adalah bukti cintaNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak pelajaran yang menjadikan kita dekat pada-Nya, bersandar pada-Nya dan merasakan pemeliharaan-Nya. Belajar memaknai bahwa seluruh kehidupan yang kita jalani adalah bentuk cinta-Nya pada seluruh makhluk ciptan-Nya dan hamba yang terpilih untuk dicintai secara lebih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan seluruh bukti cinta-Nya &lt;br /&gt;Masih adakah ruang yang tersisa untuk yang lain selain Dia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti satu yang nyata&lt;br /&gt;Adalah kebahagiaan untuk bisa membawa seluruh jiwa tunduk pada Alloh &lt;br /&gt;Robb yang maha dicinta &lt;br /&gt;Seperti tunduknya semesta yang tanpa penolakan sedikitpun &lt;br /&gt;Seperti tunduknya raga yang sebenarnya tidak pernah tunduk pada jiwa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teguran untuk diri &lt;br /&gt;Malu rasanya menginjak tanah yang begitu tunduk pada Alloh &lt;br /&gt;Malu menginjak-injaknya, sementara dia jauh lebih tunduk dibandingkan kita &lt;br /&gt;Malu menginjak rumput, semut yang nyata-nyata jauh lebih tunduk dibanding kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sudah waktunya untuk membawa diri tunduk patuh pada Alloh dengan sebenar-benarnya. Sebuah ketundukkan karena cinta yang benar, cinta yang melingkupi seluruh jiwa dan raga yang tidak menyisihkan tempat sedikitpun untuk yang lain selain Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kepatuhan yang ikhlas yang tidak lagi merasakan sebuah pengorbanan sebagai pengorbanan Karena tidak ada pengorbanan untuk yang Maha Tercinta. Yang ada hanya keinginan untuk mencintai agar dicintai oleh Sang Pemilik Cinta.Tidak ada pengorbanan dalam da'wah ini, yang ada adalah keinginan membuktikan cinta. Yang akhirnya sanggup menggeser kesabaran menjadi sebuah kesyukuran bahwa dalam ujian pun kita merasakan itu adalah karena cinta-Nya dan sebuah kesempatan untuk membuktikan cinta kita pada-Nya. Bukankah kesyukuran yang layaknya dirasakan karena pada waktu sempitlah kita bisa merasakan kebenaran cinta-Nya, bahwa pertolongan-Nya amat dekat, Kasih sayangNya begitu indah dan impian berjumpa dengan Nya adalah sumber kebahagiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cinta yang jujur seperti dialog tak terlupakan antara empat orang tokoh Rabi'ah Al'adawiyah, Sufyan Attsauri, Syaqiq Albikhi dan Malik Bin Dinar ketika Rabi'ah meminta mereka mendefinisikan kejujuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak jujur pengakuan cinta seseorang yang tak bersabar menahan pukulan tuannya", ungkap Sufyan Attsauri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak jujur pengakuan seseorang yang tak bersyukur atas pukulan tuannya"' jawab Syaqiq Albikhi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak jujur pengakuan seseorang yang tak bernikmat-nikmat dipukul tuannya", sergah Malik bin Dinar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak jujur pengakuan seseorang yang tak melupakan pukulan ketika menghadap tuannya"' jabar Rabi'ah Al'adawiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu jujurnya CINTA. Ada yang begitu sabar menahan derita hidup. Ada yang begitu tahan menerima derita da'wah. Dan ada yang begitu syukur dan bahkan menikmati derita sebagai karunia. Semuanya indah, terutama pada sang totalis (shahibu't tajrid) yang tak menyadari derita, karena yang ada hanyalah Dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, mari mencinta Alloh dengan sebenar-benarnya cinta. Mari saling mendoa agar kita semua terpilih untuk memiliki cinta yang Jujur. Semoga Alloh mengumpulkan kita semua dalam satu taman yang disana kita bisa saling bertukar cerita tentang tentang semua pengalaman perang, semua usaha membuktikan kecintaan, dan tentang semua bukti cintaNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tentang Tuhan dan nampakkan cinta &lt;br /&gt;Dia Demi Alloh &lt;br /&gt;ini perkara luar biasa &lt;br /&gt;Bila cintamu benar tentulah kau taat Dia&lt;br /&gt;Karena setiap kekasih Kepada kekasihnya pastilah setia (imam Syafi'i RA) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam bishshawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-3853759452681166716?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/3853759452681166716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/kejujuran-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/3853759452681166716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/3853759452681166716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/kejujuran-cinta.html' title='Kejujuran Cinta'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-4776043720132679984</id><published>2010-07-09T07:44:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:45:08.129-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Bidadari Surga ... (Siapa Yang Tidak Rindu?)</title><content type='html'>Allah telah memberikan sifat-sifat terindah kepada bidadari-bidadari surga. Mereka diberi pakaian yang paling bagus dan siapapun yang membicarakan diri mereka pasti akan digelitik kerinduan kepada mereka, seakan-akan dia sudah melihat secara langsung bidadari-bidadari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ath-Thabarany menuturkan, kami diberi tahu Bakr bin Sahl Ad-Dimyaty, kami diberitahu Amru bin Hisyam Al-Biruny, kami diberitahu Sulaiman bin Abu Karimah, dari Hisyam bin Hassan, dari Al-Hassan, dari ibunya, dari Ummu Salamah Radhiallahuanha, dia berkata, "Saya berkata, 'Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab, "Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkata lagi, "Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku tentang firman Allah, 'Laksana mutiara yang tersimpan baik'."(Al-Waqi'ah:23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab, "Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkata lagi, "Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, 'Di dalam surga-surga ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik'." (Ar-Rahman :70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab, "Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkata lagi, "Jelaskan padaku firman Allah, "seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik'." (Ash-Shafat:49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab, "Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkata lagi, "Wahai Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah, 'Penuh cinta lagi sebaya umurnya'." (Al-Waqi'ah :37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab, "Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya, "Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab, "Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari bermata jeli, seperti apa yang tampak daripada yang tidak tampak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya, "Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab, "Karena shalat mereka, puasa mereka dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya kulit bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kunigan, sanggulnya mutiara dan sisinya terbuat dari emas. Mereka berkata, Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkata, "Wahai Rasulullah, salah seorang wanita diantar kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu dia meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka masuk surgapula. Siapakah diantara laki-laki itu yang menjadi suaminya di surga?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab, "Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih siapa diantara mereka yang akhlaknya paling bagus, lalu dia berkata, 'Wahai Rabbku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaknya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya'. Wahai ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-4776043720132679984?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/4776043720132679984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/bidadari-surga-siapa-yang-tidak-rindu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/4776043720132679984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/4776043720132679984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/bidadari-surga-siapa-yang-tidak-rindu.html' title='Bidadari Surga ... (Siapa Yang Tidak Rindu?)'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-3547284918720003416</id><published>2010-07-09T07:43:00.002-07:00</published><updated>2010-07-09T07:48:01.236-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>“Antara Cinta Dan Hukum”</title><content type='html'>"Keimanan memang tidak selalu memuaskan persepsi manusia, tetapi sering menuntut persepsi ruhani dan kebeningan jiwa." (Sri Vira Chandra)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari rasa penasarannya terhadap seekor kucing, yang setiap kali diberi potongan daging, setiap kali itu juga ia berlalu dengan potongan tersebut, lalu kembali dalam waktu sekejap. Ibnu Babsyaz (salah seorang pakar Nahwu di negeri Kinanah) memutuskan untuk mengikuti arah kucing tersebut. Kucing itu mengarah ke sebuah sudut reruntuhan bangunan kuno yang di situ terdapat seekor kucing buta yang setia menanti. Ternyata, potongan daging yang ia bawa itu bukan untuk dirinya sendiri, tetapi ia letakkan tepat di hadapan kucing buta itu, agar ia dapat menyantapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal itu Ibnu Babsyaz berkomentar: “jika kucing buta ini dijamin kehidupannya oleh Allah melalui seekor kucing yang tidak buta, lalu bagaimana mungkin Allah menyia-nyiakan makhluk seperti aku ini? (Rawa’i wa Tharaif, oleh Ibrahim an-Nikmat, hal. 143). Dan demikianlah kasih sayang Allah SWT yang amat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuh-tumbuhan yang tidak memiliki indra serta kemampuan bergerak, dengan kasih sayang-Nya, Allah menganugerahkan baginya akar, dengan akar tersebut ia mampu mengumpulkan beragam komponen, berupa air, udara serta tanah-tanah halus yang kemudian disalurkan ke berbagai dahan dan ranting. (Hujjatullah Al-Bâlighah 1/44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga, ketika seorang ibu dengan momongan bayinya yang sedang menyusui datang menghadap Rasulullah SAW, Rasulullah bersabda kepada sahabat-sabatnya: “Menurut kalian, apakah ibu ini tega membuang anaknya ke dalam api?" Para sahabat menjawab: “Demi Allah, ia tidak akan melakukannya”. Rasulullah SAW bersabda: “Allah lebih penyayang dan pengasih kepada hambanya di banding ibu itu kepada anaknya.” (HR. Muslim: 2745).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga gambaran di atas hanyalah setetes kasih sayang Allah SWT untuk makhluknya dari luasnya kasih sayang yang dimiliki-Nya. Rasulullah SAW bersabda: “Allah SWT menjadikan kasih sayang itu menjadi 100 bagian, di sisi Allah terdapat 99 bagian, sedang 1 bagian diturunkannya ke bumi, dari 1 bagian itulah makhluk hidup saling berkasih sayang.” (HR. Muslim: 2752)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kasih sayang Allah sedemikian besar terhadap makhluknya, lalu patutkah makhluknya tersebut meragukan hukum-hukum yang Ia turunkan kepada hamab-Nya melalui Rasul-Nya? Layakkah makhluknya berkata: "Hukum-hukum yang ada di dalam Al-Qur’an tidak sesuai dengan zaman modern saat ini?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kasih sayang-Nya, kembali Allah SWT mengingatkan hambanya untuk tidak berpaling dari hukum-Nya. Allah Swt berfirman: "Apakah hukum Jahiliyah yang mereka hendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS. Al-Maidah:50). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhukum kepada selain Allah, menyebabkan dua konsekwensi, Pertama: Kafir I’tiqadi (secara keyakinan) yang mengeluarkan pelakunya dari agama. Kedua: Kafir Amali (secara amalan) yang tidak mengeluarkannya dari agama (al-kufr dûna al-Kufr).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafir keyakinan (terhadap hukum Allah), mengeluarkan pelakunya dari agama. Ia beragam bentuknya, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Kelompok yang menentang hukum Allah dan rasul-Nya, kafir menurut kesepakatan ahli ilmu. Merupakan ketetapan dasar, bahwa mengingkari salah satu ushul dari ushul-ushul agama ini adalah kafir dan menyebabkan pelakunya keluar dari Millah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Kelompok yang tidak mengingkari hukum Allah dan Rasul-Nya bahkan mengakui eksistensinya, tapi bersamaan dengan itu ia berkeyakinan bahwa hukum selain hukum Allah adalah lebih baik, lebih sempurna, dan lebih merangkul. Tidak diragukan lagi bahwa kelompok ini adalah kafir dan pelakunya keluar dari millah, karena ia telah mengunggulkan hukum produk makhluk yang tidak lebih dari pada sampah pemikiran dari pada hukum Allah yang maha bijaksana lagi maha terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Kelompok yang tidak meyakini bahwa hukum d luar hukum Allah dan Rasul-Nya adalah lebih baik dari pada hukum Allah dan Rasul-Nya, tetapi berkeyakinan bahwa hukum keduanya adalah sama baiknya. Maka kelompok ini keadaannya tidak jauh berbeda dengan dengan dua kelompok sebelumnya, yaitu kafir dan menyebabkan pelakunya keluar dari Millah. Karena ia telah mensejajarkan antara sang Pencipta dengan makhluk, padahal Allah SWT berfirman: “(Allah) tidak ada yang serupa dengan-Nya" (QS. Asy-Syura’:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Kelompok yang tidak menyakini bahwa hukum di luar hukum Allah dan Rasul-Nya sama baiknya dengan hukum Allah dan Rasul-Nya apalagi menyakini lebih baik dari pada kedua-Nya, tetapi ia berkeyakinan bahwa boleh berhukum dengan sesuatu yang menyalahi hukum Allah dan Rasul-Nya. Maka ia juga telah kafir dan keluar dari millah, karena ia telah meyakini bolehnya melanggar sesuatu yang sangat jelas keharamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Kelompok yang lebih parah dari pada kelompok-kelompok sebelumnya, kelompok yang paling pembangkang dan yang paling terang-terangan menentang bahkan tidak segan-segan menghina Allah dan Rasul-Nya. Mereka berusaha menutup dan mengunci syariat-syariat Allah dengan serapat-rapatnya, dan sebagai gantinya mereka menjadikan hukum buatan manusia sebagai pedoman dan undang-undang hidup, seperti undang-undang Perancis, Amerika, Inggris dan lain-lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok ini banyak tersebar di negara-negara yang banyak berpenduduk muslim. Lalu dimanakah akal sehat orang-orang seperti ini? bukankah hukum buatan itu adalah di produk orang-orang seperti mereka juga, yang pemikiran-pemikirannya pun tidak jauh berbeda dengan manusia-manusia lainnya, yang tidak mustahil mengandung kesalahan, bahkan salahnya lebih banyak dari pada benarnya, atau sama sekali tidak memiliki kebenaran kecuali jika bersandar kepada hukum Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: Kelompok yang berhukum dengan hikayat-hikayat nenek moyang mereka atau dari adat-adat yang mereka warisi secara turun-temurun dan dijadikan sebagai sumber rujukan ketika terjadi persengketaan di antara mereka. Mereka lebih senang kejahiliyaan mereka dari pada kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. Kelompok ini pun kafir dan keluar dari millah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bagian yang kedua dari pembagian kafir adalah kafir yang tidak mengeluarkan dari millah. Yaitu, mereka yang senantiasa mengikuti syahwat dan hawa nafsunya dalam berhukum di luar hukum Allah, tetapi bersamaan dengan itu ia tetap meyakini bahwa hukum Allah dan Rasul-Nya adalah hak dan mengakui pada dirinya sendiri bahwa perbuatannya adalah keliru dan sangat jauh dari kebenaran. Kelompok ini walaupun kekafirannya tidak mengeluarkannya dari millah tetapi ia telah melakukan sebuah kemaksiatan yang besar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-3547284918720003416?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/3547284918720003416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/antara-cinta-dan-hukum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/3547284918720003416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/3547284918720003416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/antara-cinta-dan-hukum.html' title='“Antara Cinta Dan Hukum”'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-1560672798100874462</id><published>2010-07-09T07:43:00.001-07:00</published><updated>2010-07-09T07:43:37.291-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Tiga Sumpah Nabi</title><content type='html'>Sumpah biasanya digunakan untuk menunjukkan atau mengemukakan kebenaran yang sesungguhnya. Dengan sumpah, mestinya kita menjadi yakin dan tidak ragu sedikitpun terhadap kebenaran yang dimaksudkan di dalam sumpah itu. Untuk meyakinkan dan menarik perhatian kita tentang suatu persoalan yang sangat penting, Allah Swt di dalam Al-Qur’an juga bersumpah dengan menyebut sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits, ternyata terdapat juga sumpah Nabi Muhammad Saw sehingga apa yang menjadi sumpahnya itu sangat penting untuk kita perhatikan agar kita semakin yakin. “Tiga hal yang aku bersumpah atas ketiganya: tidak berkurang harta karena shadaqah, tidak teraniaya seorang hamba dengan aniaya yang ia sabar atasnya melainkan Allah Azza Wa Jalla menambahinya kemuliaan dan tidak membuka seorang hamba pintu permintaan melainkan Allah membuka atasnya pintu kefakiran” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah) *) Al Jamiush Shagier Jil-2, hal. 392.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Harta Tidak Berkurang Karena Shadaqah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keharusan kita sebagai muslim dalam kaitan dengan harta adalah menunaikan zakat, infak dan shadaqah (ZIS). Namun tidak sedikit orang yang meskipun sudah mengaku muslim tapi masih tidak mau menunaikan keharusannya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara mereka ada yang khawatir bila ZIS itu ditunaikan hartanya akan berkurang, bahkan bisa jadi ia menjadi miskin. Kekhawatiran itu merupakan sesuatu yang tidak beralasan, hal ini karena Rasulullah Saw memberikan jaminan bahwa bila seseorang menunaikan shadaqah, maka hartanya justeru akan bertambah. Memang pada saat ia keluarkan uang atau hartanya untuk shadaqah, hartanya memang akan berkurang, tapi dari dampak atau pengaruh positifnya ia akan memperoleh tambahan, baik dalam bentuk jumlah maupun nilai dari harta itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bentuk jumlah, harta yang dishadaqahkan mungkin saja bertambah, misalnya ia berdagang, setelah keuntungannya besar ia bershadaqah, maka orang yang diberinya shadaqah itu mendo’akan agar hartanya bertambah banyak dan do’a itupun dikabulkan oleh Allah Swt sehingga perdagangannya semakin laris sehingga semakin banyak yang bisa dijual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun nilai yang besar, ini nampak dari keutamaan yang sedemikian besar yang diberikan Allah Swt kepada orang yang membelanjakan hartanya di jalan yang benar, Allah Swt berfirman: Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir. Pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) dan Maha Mengetahui (QS 2:261).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penganiayaan Membawa Kemuliaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak contoh tentang orang yang dianiaya, manakala mereka tetap sabar dan istiqomah dalam mempertahankan kebenaran yang diyakininya akan membawa pada kemuliaan dirinya dan si penganiaya yang merasa sebagai orang yang jauh lebih mulia menjadi manusia dengan segala kerendahan martabat kepribadian yang disandangkan kepadanya. Nabi Ibrahim AS yang ketika itu masih muda belia mengalami penganiayaan dari Raja Namruz hingga Ibrahim dibakar, lalu ditolong oleh Allah Swt, hal ini bukan membawa kehinaan bagi Nabi Ibrahim tapi malah menjadikannya orang yang mulia hingga pengikutnya bertambah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin di Makkah pada masa Rasulullah Saw juga mengalami penganiayaan dari orang-orang kafir, mereka diboikot, dibunuh, disiksa hingga terusir dari kota kelahiran mereka. Namun hal itu tidak membuat Rasulullah dengan para sahabatnya menjadi hina, tapi justru membawa kemuliaan. Ketika para sahabat berhijrah ke Habasyah, mereka mendapatkan perlindungan atau suaka dari Raja Najasi yang beragama Nasrani hingga akhirnya sang raja masuk ke dalam Islam, sedangkan Rasulullah bersama para sahabat lainnya berhijrah ke Madinah yang kemudian berhasil menyatukan kaum kaum muslimin dari Makkah dan Madinah hingga menghasilkan kekuatan umat yang disegani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mesir, para aktivis dakwah pernah mengalami penganiyaan dari penguasa Mesir yang zalim pada waktu itu, penganiayaan dimaksudkan untuk menghambat dan menghentikan langkah-langkah dakwah, tapi gerakan dakwah justru semakin tersebar luas hingga ke berbagai negara di dunia, karena para aktivis dakwah yang dipenjara menghasilkan karya tulis yang gemilang seperti Sayyid Quthb dengan Fi Dzilalil Qur’an, terbunuhnya Hasan Al Banna menarik simpati dan pengusiran para akltivis dakwah membuat mereka bisa berdakwah ke berbagai negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, para pejuang kebenaran Islam tidak boleh takut menghadapi segala tantangan dan berbagai kendala, karena hal itu pasti ada saatnya berlalu dan bila para pejuang menghadapi segala tantangan dan kendala dengan sikap istiqomah, maka mereka akan menjadi orang-orang yang mulia, begitulah yang terjadi pada Bilal bin Rabah, sahabat Nabi yang budak lalu dibebaskan oleh Abu Bakar Ash Shiddik karena istiqomahnya dalam mempertahankan nilai-nilai tauhid, begitu juga dengan sahabat Abdullah bin Huzafah yang disambut dengan kemuliaan oleh Khalifah Umar bin Khattab karena ia istiqomah dalam menghadapi penganiayaan yang dilakukan oleh raja Romawi yang kejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengemis Bertambah Fakir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim sangat dituntut untuk mencari rizki secara halal dan terhormat guna memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya. Karena itu, dalam pandangan Islam bekerja untuk mendapatkan nafkah secara halal merupakan sesuatu yang sangat mulia meskipun jenis pekerjaannya berat secara fisik dan pendapatan dari situpun tidak besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mencari harta dengan cara mengemis merupakan cara yang tidak terhormat meskipun banyak harta yang diperolehnya, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Seseorang yang membawa tambang lalu pergi mencari dan mengumpulkan kayu bakar, lantas dibawanya ke pasar untuk dijual dan uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan dan nafkah dirinya, maka itu lebih baik daripada seorang yang meminta minta kepada orang-orang yang terkadang diberi dan kadang ditolak (HR. Bukhari dan Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Rasulullah Saw menilai bahwa orang yang kaya itu tidak semata-mata dengan sebab hartanya yang banyak, hal ini karena meskipun jumlah hartanya banyak, namun jika ia tidak pandai bersyukur atas harta yang sudah diperolehnya itu, apalagi dengan hartanya yang banyak ia tidak bermartabat, tetaplah ia dipandang sebagai orang miskin, apalagi bila harta yang dimilikinya dicari dengan cara mengemis yang bila dengan waktunya yang tersedia ia bekerja atau berusaha dengan baik, disamping lebih terhormat, ia akan memperoleh harta yang lebih banyak dengan jiwa yang menyenangkan, Rasulullah Saw bersabda: Yang dinamakan kekayaan bukanlah banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa (HR. Abu Ya’la).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, sumpah Nabi ini menjadi benar karena biasanya semakin lama beban hidup seseorang semakin besar, dan ia akan mampu menutupi kebutuhannya itu dengan berusaha yang halal dan terhormat, namun bila dari mengemis ia tidak memperoleh dalam jumlah yang cukup sehingga disatu sisi kebutuhannya semakin besar, sedang pendapatannya tetap seperti semula, maka jadilah ia bertambah fakir. Karena itu, tidak sedikit orang yang semula mengemis akhirnya menjadi pencuri, karena ia merasa tidak cukup dari hasil mengemis itu, bukankah ini membuat ia bertambah miskin secara ekonomi dan bertambah rendah martabatnya sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah tiga sumpah Nabi Muhammad Saw yang benar adanya sehingga harus mendapat perhatian kita agar kehidupan ini dapat kita jalani dengan sebaik-baiknya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-1560672798100874462?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/1560672798100874462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/tiga-sumpah-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/1560672798100874462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/1560672798100874462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/tiga-sumpah-nabi.html' title='Tiga Sumpah Nabi'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-3500298985968710626</id><published>2010-07-09T07:24:00.002-07:00</published><updated>2010-07-09T07:42:24.054-07:00</updated><title type='text'>Tiga Jalan Menuju Surga Allah SWT</title><content type='html'>Dari Abdullah bin Salam ra, Rasulullah SAW.bersabda: “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makan (kepada orang yang membutuhkannya), dan shalatlah kalian di saat manusia tertidur dikegelapan malam, maka kalian akan masuk surga dengan selamat”. (HR. Tirmidzi, Ahmad, dan Darimi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits di atas, Rasulullah SAW menginformasikan kepada kita tiga jalan menuju surganya Allah SWT dengan selamat. Ketiga hal tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menyebarkan Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan atau mengucapkan salam merupakan salah satu syi’ar Islam dan juga sunnah Rasulullah SAW. Bahkan dalam salah satu haditsnya beliau menggambarkan bahwa salam merupakan cara paling efektif untuk menumbuhkan rasa ukhuwwah Islamiyah dan cinta sesama muslim. Dan ternyata di samping segala keutamaannya, menyebarkan salam juga dapat mengantarkan seseorang pada pintu surga yang senantiasa menjadi idaman setiap orang yang beriman. Mengucapkan salam juga dapat menghilangkan rasa ‘ketidaksukaan’ seorang muslim terhadap muslim lainnya. Mengucapkan salam juga bisa mengobati rasa rindu seorang muslim terhadap muslim yang lainnya. Mengucapkan salam juga dapat mengantarkan sebuah masyarakat menjadi masyarakat Islami, mengantarkan sebuah bangsa menjadi bangsa yang madani. Karena salam juga berarti perdamaian dan kesejahteraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memberi Makan kepada yang Membutuhkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan makan merupakan gambaran yang baik tentang ciri masyarakat yang islami. Di mana setiap anggota masyarakat saling memiliki rasa keterikatan dan persaudaraan, sehingga setiap orang tidak rela manakala ada saudara atautetangganya kelaparan dan kesusahan. Memberi makan ini tidak harus berupa makanan.Namun dapat juga berupa bantuan lain berupa pertolongan, bantuan keuangan, dsb. Memberi makan ini juga implikasi dari sunnah Rasulullah SAW. yang lainnya yaitu “tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.” Dan insya Allah orang yang suka memberi, Allah akan gantikan dengan yang lebih baik lagi, baik di dunia maupun di akhirat kelak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Shalat di Keheningan Malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ketiga yang digambarkan oleh Rasulullah SAW. agar seseorang dapat mencapai gerbang surga dengan selamat adalah shalat dikeheningan malam. Shalat dikeheningan malam, terutama di saat-saat manusia sedang terlelap dengan mimpinya, merupakan gambaran nyata kecintaan seorang hamba terhadap Allah SWT. Saat-saat tengah malam merupakan saat-saat yang paling berat untuk meninggalkan tempat tidur menuju tempat wudhu guna mensucikan jiwa menghadap Allah SWT. Dan saat-saat seperti inilah waktu yang paling efektif untuk mengisi ruhiyyah dengan pancaran keimanan dari Allah SWT. Bahkan begitu berharganya waktu seperti ini, salah seorang ulama mengistilahkannya dengan Ad-Daqoiq al-Gholiyah ( detik-detik yang sangat mahal ). Karena di saat inilah, Allah membuka lebar-lebar para hamba yang memohon kepada-Nya. Wallahu a’lam bis Showab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-3500298985968710626?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/3500298985968710626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/tiga-jalan-menuju-surga-allah-swt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/3500298985968710626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/3500298985968710626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/tiga-jalan-menuju-surga-allah-swt.html' title='Tiga Jalan Menuju Surga Allah SWT'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-7850039627203806073</id><published>2010-07-09T07:24:00.001-07:00</published><updated>2010-07-09T07:24:49.137-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Penyelam Mutiara</title><content type='html'>Allah berfirman dalam Al-Qur’an pada surat Al-Hadiid ayat 20, yang artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan,perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani: kemudian tanaman itu menjadi kering dan kau lihat warnanya kuning dan hancur….Dan kehidupan ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidup manusia tidak ubahnya bagaikan kisah penyelam mutiara. Seorang penyelam mutiara, dalam melaksanakan tugasnya selalu dibekali dengan tabung oksigen yang terpasang dipunggungnya. Pada saat ia terjun menyelam, niatnya bulat ingin mencari tiram mutiara sebanyak-banyaknya. Tetapi begitu ia berada di bawah permukaan laut, ia mulai lupa pada apa yang harus dicarinya. Kenapa? Ternyata pemandangan di dasar laut sangat mempesona. Bunga karang yang melambai-lambai seolah-olah memanggilnya: ikan-ikan hias berwarna-warni yang saling berkejaran dengan riangnya membuatnya terpana. Ia pun lalu terlena ikut bercanda ria, melupakan tugasnya semula untuk mencari tiram mutiara yang berada jauh di dasar laut sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada suatu saat, dia terkejut manakala disadarinya osigen yang berada dipunggungnya tinggal sedikit lagi. Timbulah rasa takutnya. Tak terbayangkan olehnya bagaimana kemarahan majikannya kelak bila ia muncul ke permukaan tanpa membawa tiram mutiara sebanyak yang diharapkan. Maka dengan tergoppoh-gopoh ia pun berusaha untuk mencari mutiara yang ada di sekitarnya. Namun sayang, kekutan fisiknya sudah melemah, energinya sudah habis terkuras bercanda ria dengan keindahan alam bawah laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya isi tabung oksigennya benar-benar kosong, sehingga walaupun tiram mutiara yang diperolehnya sangat sedikit, ia mau tidak mau harus muncul ke permukaan. Malangnya lagi, karena tergesa-gesa dia tidak sempat mengikat kantongnya dengan baik, sehingga ketika tersenggol ikan yang berseliweran disampingnya, tiram mutiara yang sudah didapatnya dengan susah payah itu sebagian tertumpah ke luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di permukaan, majikannya telah menunggu. Begitu dilihatnya isi kantong si penyelam tidak berisi tiram mutiara sebagaimana yang diharapkan, maka tumpahlah caci makinya: dan saat itu juga si penyelam dipecatnya tanpa pesangon sedikitpun! Tentu saja bisa kita bayangkan bagaimana gundahnya perassan si penyelam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh rasa penyesalan, si penyelam berusaha meminta kesempaan ulang untuk menyelam kembali, pasti aku akan mencari tiram mutiara sebanyak-banyaknya! ”Namun majikannya dengan tegas menolak, “Percuma engkau hanya pandai membuang-buang oksigen saja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini mirip dengan perjalanan hidup manusia di dunia. Tabung oksigen adalah perlambang jatah umur manusia: tiram mutiara mengibaratkan pahala yang harus kita kumpulkan : dan tiram mutiara yang tumpah mengumpamakan pahala yang hilang karena riya’ sedangkan keindahan yang ada di dalam lautan melambangkan godaan-godaan kenikmatan duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita instropeksi, sudah cukupkah tiram mutiara yang kita peroleh sehingga suatu saat kita harus muncul ke permukaan menemui majikan kita , Allah SWT, ia ridha menerima kita…. Apalagi ia telah berfirman dalam surat Al-Ankabuut 64 : "Tidaklah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main, sesungguhnya akhirat itulah yang sebenar-benarnya kehidupan.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-7850039627203806073?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/7850039627203806073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/penyelam-mutiara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/7850039627203806073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/7850039627203806073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/penyelam-mutiara.html' title='Penyelam Mutiara'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-4326326596527285351</id><published>2010-07-09T07:23:00.002-07:00</published><updated>2010-07-09T07:24:05.079-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Pacaran = Percobaan Tindak Pidana Perzinahan?</title><content type='html'>"Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalan hukum Alloh, jika kamu beriman kepada Alloh dan hari akhir, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman" (QS.An-Nuur:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak di kampus, tidak di kantor, tidak di pertokoan, tidak di bus, tidak di kereta api, lebih-lebih di tempat-tempat hiburan dengan mudah kita akan temukan dua sejoli yang belum terikat tali pernikahan asyik berduaan, bergandengan tangan bahkan berpelukan mesra. Kadang kita menjadi kikuk karenanya. Mau ditegur jadi ribut. Tidak ditegur merusak pandangan. Akibatnya perjalanan kita menjadi tidak nyaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pacaran. Salah satu budaya sekaligus gaya hidup kaum muda Indonesia. Dengan alasan penjajakan pra nikah, berbagai carapun dilakukannya. Yang penting katanya “Tidak MBA (Married By Accident)”. Meskipun realitas membuktikan tidak sedikit para remaja yang hamil sebelum nikah. Dan telah melakukan hubungan badan sesama lawan jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan itu, mari kita kaji masalah ini dalam tinjauan hukum positif Indonesia. Pada saat yang sama kita juga perlu membandingkannya dengan hukum Islam, sebagai referensi dan pedoman tertingggi bagi kehidupan kaum muslimin. Sehingga dengan ini, kita sebagai kaum muslimin dapat menentukan sikap berkaitan dengan masalah pacaran ini. Baik terhadap diri kita, saudara kita, anak kita, tetangga kita atau teman dan kolega kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hukum Positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam KUHP Indonesia, kita tidak temukan istilah pacaran. Namun bukan berarti masalah ini tidak diatur dalam KUHP. Karena dalam Bab XIV diatur masalah kejahatan terhadap kesopanan. Khususnya pasal 281 yang menyatakan bahwa barang siapa yang sengaja merusak kesopanan dimuka umum diancam dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan. Yang dimaksud dengan merusak kesopanan ini, R. Susilo dalam bukunya “Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Serta Komentar-Komentarnya” antara lain yaitu mencium lawan jenis dsb. Dan sebagainya disini bisa berarti pula berpelukan tergantung kebijakan hakim dalam memtuskan masalah ini. Tergantung pula dengan adat istiadat dan kebiasaan yang berlaku pada sebuah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu digarisbawahi tindakan ini harus dilakukan di depan umum. Diantaranya yaitu di terminal, stasiun, tempat perbelanjaan, gedung bioskop, kampus dan perkantoran. Dan harus dilakukan dengan sengaja. Yang dibuktikan dengan tindakan saling berpelukan atau berciuman di depan umum. Sedangkan bagi mereka yang melakukan diluar tempat umum tidak dapat dikenakan delik ini. Karena unsur di tempat umum tidak terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketentuan itu sebenarnya cukup jelas bahwa pacaran yang dibarengi dengan pelukan atau berciuman di depan umum dapat dianggap sebagai kejahatan yang diancam dengan penjara 2 tahun 8 bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya adalah karena terjadinya pergeseran budaya, sehingga tindakan semacam itu sepertinya telah menjadi kebiasaan dan dianggap wajar oleh sebagian besar orang tua, pendidik dan aparat penegak hukum lainnya. Ini menunjukkan bahwa tingkat kesopanan bangsa Indonesia telah menurun. Demikian halnya rasa malu yang dimiliki bangsa ini. Padahal Rasulullah menyatakan Al Hayaau minal iiman (malu adalah sebagian dari iman). Lalu dimana letak keimanan kita jika membiarkan anak-anak kita melakukan hal itu ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hukum Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita berbicara masalah pacaran dalam tinjauan hukum Islam kita perlu lebih dahulu memahami maslah hudud, qishash dan ta’zir. Yang dimaksud dengan hudud adalah ketentuan–ketentuan pidana yang telah diatur secara tegas dan jelas termasuk jenis hukumannya dalam Alqur’an atau sunnah Nabi dan yang merupakan hak prerogratif Allah Swt. Semisal mencuri, menyamun, berzina, dan memfitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan qishash adalah pembalasan setimpal sehubungan dengan pembunuhan atau penganiayaan dimana hak menentukan hukumannya diserahkan kepada korban atau ahli waris korban. Apakah ingin membalas yang setimpal, membayar denda atau memaafkan pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ta’zir adalah ketentuan yang diatur oleh penguasa atau hakim selain dari kedua hal diatas (hudud dan qishash). Fungsinya yaitu untuk mengisi kekosongan hukum. Semisal masalah percobaan pembunuhan atau percobaan pencurian atau percobaan perzinahan yang tidak diatur dalam syariat Islam. Disini penguasa atau hakim diberikan wewenang untuk menentukan besarnya hukuman yang harus diterima oleh pelaku tindak pidana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masalah pacaran, penulis juga cukup terkejut ketika membaca buku “Al Ahkam Al Sulthaniyyah” halaman 459 karya Imam Al Mawardi. Ternyata dalam hukum Islam pacaran dimasukkan sebagai salah satu bentuk percobaan tindak pidana perzinahan. Dimana hukumannya ditentukan oleh ta’zir penguasa atau hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beliau pacaran yang dibarengi dengan ngobrol berduaan dalam satu kamar/rumah maka dikenakan hukuman cambuk sebanyak tiga puluh kali (30). Jika berduaan dan berpelukan tanpa pakaian namun belum sampai bersetubuh dikenakan hukuman cambuk sebanyak enam puluh (60) kali. Jika ngobrol dijalanan maka dikenakan dua puluh (20) cambukan. Jika saling mengikuti dengan saling memberikan isyarat maka dikenakan hukuman cambuk sebanyak sepuluh (10) kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu selaras dengan ayat ayat 32 surat Al Israa’ yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini cukup jelas bahwa yang dilarang bukan hanya zina, bahkan segala sesuatu yang dapat menghantarkan seseorang jatuh kepada perbuatan zina. Satu diantaranya adalah pacaran. Karena pacaran akan menghantarkan pada zina hati, penglihatan, pendengaran dan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu dalam ayat yang lain Allah menyuruh kita untuk menundukkan pandangan (ghadhul bashar). Firman Allah artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada laki-laki beriman “ hendaklah mereka menundukkan / menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya …”(An Nuur : 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Keluar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang timbul sekarang adalah bagaimana dengan anak-anak, teman atau saudara kita yang saat ini pacaran. Haruskah kita cambuk sesuai hukum Islam? Tentu saja tidak semudah itu, karena hukum pidana Islam belum diformalkan di negeri kita. Jalan keluar yang paling mungkin yaitu dengan cara mensegerakan mereka menikah. Kalau mereka masih sekolah atau kuliyah bisa dengan cara nikah gantung sebagaimana terjadi dalam hukum adat masyarakat jawa. Yaitu menikahkan secara resmi tapi belum boleh berkumpul dalam satu rumah dan melakukan hubungan suami istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu juga pernah dicontohkan Rasulullah ketika menikahi ‘Aisyah, karena saat itu Aisyah belum menginjak baligh. Dan Rasulullah baru berkumpul dalam satu rumah setelah ‘Aisyah dewasa atau baligh. Model nikah semacam inilah yang seharusnya kita populerkan. Sehingga pacarannya menjadi resmi, karena dilakukan setelah ijab kabul. Sehingga ketika sang suami yang nikah gantung apel pada malam minggu akan merasa tenang dan nyaman. Tidak takut ditangkap hansip apalagi dicambuk hingga puluhan kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan yang belum pacaran dan belum menikah. Jalan keluarnya yaitu dengan cara mencari istri lewat orang tua, ustadz atau teman. Apabila sudah cocok setelah melakukan penyelidikan terhadap sang calon segera saja dilamar dan dinikahi. Hal ini pernah dicontohkan oleh orang tua kita. Meskipun mereka tidak berpacaran toh anaknya banyak dan perkawinannya kekal hingga akhir hayat. Ini sangat berbeda dengan para artis dan anak muda sekarang, meskipun berpacaran cukup lama, tapi toh tingkat perceraiannya cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pernikahan semacam itu juga sudah mulai dipraktekkan oleh para aktivis dakwah kampus dan anak-anak tarbiyyah Islamiyyah. Dan alhamdulillah menurut pengamatan penulis perjalanan rumah tangga mereka berjalan dengan baik, aman dan nyaman. Jika anda masih ragu-ragu jangan segan-segan bacalah buku “Indahnya Pernikahan Dini” atau buku “Berpacaran Dalam Islam”. Mudah-mudahan dengan itu budaya pacaran lambat laun akan hilang dari kehidupan masyarakat Indonesia yang mengaku religius ini. Wallahu ‘alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-4326326596527285351?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/4326326596527285351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/pacaran-percobaan-tindak-pidana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/4326326596527285351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/4326326596527285351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/pacaran-percobaan-tindak-pidana.html' title='Pacaran = Percobaan Tindak Pidana Perzinahan?'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-4618038868861828324</id><published>2010-07-09T07:23:00.001-07:00</published><updated>2010-07-09T07:23:37.863-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Menjadi 'Orang-orang Aneh'</title><content type='html'>Suatu kali Rasulullaah SAW pernah bersabda, 'Berbahagialah al-ghuraba, berbahagialah orang yang aneh ini.' Orang-orang yang mereka mencoba menimbulkan perbaikan ketika manusia sudah rusak. Mereka itu adalah al-insaan, manusia-manusia yang saleh, yang jumlahnya sedikit, di tengah-tengah manusia yang durhaka kepada Allaah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Islam mulai dengan aneh, dan kembali lagi dengan aneh seperti permulaannya. Berbahagialah orang-orang yang aneh itu!', berbagai sanad dan matan hadits ini diriwayatkan oleh Ibn Qayyim Al-Jauziyyah, dalam Madaarij al-Saalikiin, Juz 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika banyak manusia di sekitar kita datang mengatakan bahwa korupsi hari ini adalah merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan, maka sungguh kita membutuhkan ghuraba, orang-orang asing yang ingin memperbaiki masyarakat di sekitarnya, dan mengatakan 'Korupsi bukan kebudayaan kita'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia suci dalam dirinya, dan dia pun juga berusaha menyucikan orang lain. Subhaanallaah.&lt;br /&gt;Pribadinya bersih, dan senantiasa membersihkan orang lain. &lt;br /&gt;Perilakunya indah, dan ia pun berusaha mengindahkan perilaku orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah masyarakat yang sudah menganggap moralitas yang rusak sebagai ciri modernisasi, sungguh bahwa orang yang mempertahankan moralitasnya merupakan orang yang dianggap aneh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah kebiasaan melanggar aturan dan norma yang berlaku, sungguh orang yang bertahan kepada norma tersebut, dengan segenap keyakinan yang ia miliki, akan dianggap aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah perlombaan menumpuk harta kekayaan, sungguh orang yang mempertahankan kesederhanaannya karena hendak memelihara kebersihan dirinya, maka sering ia dianggap aneh oleh orang sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagia benar orang-orang yang aneh seperti itu. Subhanallaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Rasulullaah pernah berkata :&lt;br /&gt;'Mereka mengisi apa yang hilang; mereka melengkapi apa yang ganjil; mereka memenuhi apa yang kosong.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ghuraba biasanya muncul sebagai manusia model, manusia yang biasa dicontoh karena kebersihan dan kesucian kepribadiannya ditengah berkecamuknya kemunafikan, ditengah usaha-usaha menjilat ke atas dan memeras ke bawah. Mereka mengatakan dengan benar apa yang benar, dan menegaskan yang salah apa yang salah, tanpa takut resiko menghadang. Ketika banyak manusia kehilangan identitasnya, mereka menunjukkannya. Ketika banyak manusia tidak memiliki pedoman, pribadi al-ghuraba menunjukkan tuntunan yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullaah,&lt;br /&gt;'Mereka menghidupkan kembali sunnahku setelah sunnahku dimatikan oleh manusia'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah engkau rindu menjadi Al-Ghuraba?Tidakkah engkau ingin menjadi orang-orang yang aneh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallaahu a'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-4618038868861828324?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/4618038868861828324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/menjadi-orang-orang-aneh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/4618038868861828324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/4618038868861828324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/menjadi-orang-orang-aneh.html' title='Menjadi &apos;Orang-orang Aneh&apos;'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-6762122677993001096</id><published>2010-07-09T07:22:00.002-07:00</published><updated>2010-07-09T07:23:12.823-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Ayah, Bolehkah Berpacaran?</title><content type='html'>"Tiada pemberian seorang bapak terhadap anak-anaknya yang lebih baik daripada (pendidikan) yang baik dan adab yang mulia." (HR At-Tirmidzy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mengabaikan pendidikan anak, maka ia telah berbuat jahat secara terang-terangan…" (Ibnu Qayyum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ayah, bila ia mempunyai putra yang beranjak remaja, lambat atau cepat ia akan disergap oleh pertanyaan seperti ini: "Ayah, bolehkah berpacaran?" Pengertian ‘berpacaran’ menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bercintaan, berkasih-kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Ayah yang baik, kita sudah seharusnya sejak jauh hari berusaha menyiapkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tak terduga seperti itu. Namun seringkali kita tidak siap dengan jawaban ketika pertanyaan tadi terlontar dari mulut anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ayah mempunyai posisi strategis. Ayah tidak saja menjadi pemimpin bagi keluarganya, seorang ayah juga seharusnya bisa menjadi teman bagi anak-anaknya, menjadi narasumber dan guru bagi anak-anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan dimintai pertangungjawaban terhadap apa yang kamu pimpin. Seorang suami (ayah) adalah pemimpin bagi anggota keluarganya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang telah dipimpinnya atas mereka.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah contoh yang datangnya dari keluarga Pak Syamsi. Ketika Iwan anak remajanya bertanya soal berpacaran, Pak Syamsi yang memang sudah sejak lama mempersiapkan diri, dengan santai memberikan jawaban seperti ini: "Boleh nak, sejauh berpacaran yang dimaksud adalah sebagaimana yang terjadi antara Ayah dan Bunda…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Syamsi menjelaskan kepada Iwan, bahwa berpacaran adalah menjalin tali kasih, menjalin kasih sayang, dengan lawan jenis, untuk saling kenal-mengenal, untuk sama-sama memahami kebesaran Allah di balik tumbuhnya rasa kasih dan sayang itu. Oleh karena itu, berpacaran adalah ibadah. Dan sebagai ibadah, berpacaran haruslah dilakukan sesuai dengan ketentuan Allah, yaitu di dalam lembaga perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sebuah Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di luar ketentuan tadi, maka yang sesungguhnya terjadi adalah perbuatan mendekati zina, suatu perbuatan keji dan terkutuk yang diharamkan ajaran Islam (Qs. 17:32). Allah SWT telah mengharamkan zina dan hal-hal yang bertendensi ke arah itu, termasuk berupa kata-kata (yang merangsang), berupa perbuatan-perbuatan tertentu (seperti membelai dan sebagainya)." Demikian penjelasan Pak Syamsi kepada Iwan anak remajanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di dalam lembaga perkawinan, ananda bisa berpacaran dengan bebas dan tenang, bisa saling membelai dan mengasihi, bahkan lebih jauh dari itu, yang semula haram menjadi halal setelah menikah, yang semula diharamkan tiba-tiba menjadi hak bagi suami atau istri yang apabila ditunaikan dengan ikhlas kepada Allah akan mendatangkan pahala.” Demikian penjelasan pak Syamsi kepada Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namun jangan lupa,” sambung pak Syamsi, “Islam mengajarkan dua hal yaitu memenuhi Hak dan Kewajiban secara seimbang. Di dalam lembaga perkawinan, kita tidak saja bisa mendapatkan hak-hak kita sebagai suami atau isteri, namun juga dituntut untuk memenuhi kewajiban, menafkahi dengan layak, memberi tempat bernaung yang layak, dan yang terpenting adalah memberi pendidikan yang layak bagi anak-anak kelak…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Seorang yang membina anaknya adalah lebih baik daripada ia bersedekah satu sha’…” (HR At-Tirmidzy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, apabila ananda sudah merasa mampu memenuhi kedua hal tadi, yaitu hak dan kewajiban yang seimbang, maka segeralah susun sebuah rencana berpacaran yang baik di dalam sebuah lembaga perkawinan yang dicontohkan Rasulullah…” Demikian imbuh pak Syamsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita sebagai orangtua tidak mampu bersikap tegas di dalam menyampaikan ajaran Islam, terutama yang sangat berhubungan dengan perkembangan psikoseksual remaja. Seringkali kita 'malu' menyampaikan kebenaran yang merupakan kewajiban kita untuk menyampaikannya, sekaligus merupakan hak anak untuk mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak, seorang Iwan memang harus mempunyai tempat yang cukup layak untuk menumpahkan aneka pertanyaannya. Sebagai lelaki muda, yang ia butuhkan adalah sosok ayah yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaannya dengan cerdas, memuaskan, dan tepat. Seorang ayah yang mampu menjawab pertanyaan bukan dengan marah-marah. Berapa banyak remaja seperti Iwan diantara kita yang tidak punya tempat bertanya yang cukup layak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang Iwan, sebagaimana dia melihat kenyataan yang terjadi di depan matanya, berpacaran adalah memadu kasih diantara dua jenis kelamin yang berbeda, sebuah ajang penjajagan, saling kenal diantara dua jenis kelamin berbeda, antara remaja putra dengan remaja putri, yang belum tentu bermuara ke dalam lembaga perkawinan. Hampir tak ada seorang pun remaja seperti Iwan yang mau menyadari, bahwa perilaku seperti itu adalah upaya-upaya mendekati zina, bahkan zina itu sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, hanya sedikit saja diantara orangtua yang mau bersikap tegas terhadap perilaku seperti ini. Bahkan, seringkali sebagian dari orangtua kita justru merasa malu jika anaknya yang sudah menginjak usia remaja belum juga punya pacar. Sebaliknya, begitu banyak orangtua yang merasa bangga jika mengetahui anaknya sudah punya pacar. "Berapa banyak kejahatan yang telah kita buat secara terang-terangan…?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah stasiun televisi swasta, ada program yang dirancang untuk mempertemukan dua remaja berlawanan jenis untuk kelak menjadi pacar. Di stasiun teve lainnya ada sebuah program berpacaran (dalam artian perbuatan mendekati zina) yang justru diasosiasikan dengan heroisme, antara lain dengan menyebut para pelakunya (para pemburu pacar) sebagai “pejuang”. Dan bahkan para “pejuang” ini mendapat hadiah berupa uang tunai yang menggiurkan anak-anak remaja. Perilaku para “pejuang” ini disaksikan oleh banyak remaja, sehingga menjadi contoh bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna pejuang telah bergeser jauh dari tempatnya semula. Seseorang yang melakukan perbuatan mendekati zina disebut “pejuang”. Hampir tidak pernah kita mendengar ada seorang pelajar yang berprestasi disebut pejuang. Jarang kita dengar seorang atlet berprestasi disebut pejuang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-6762122677993001096?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/6762122677993001096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/ayah-bolehkah-berpacaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/6762122677993001096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/6762122677993001096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/ayah-bolehkah-berpacaran.html' title='Ayah, Bolehkah Berpacaran?'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-2506757061771318459</id><published>2010-07-09T07:22:00.001-07:00</published><updated>2010-07-09T07:22:37.774-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Ambil Islam Seluruhnya..!</title><content type='html'>Suatu kali sekelompok sahabat sedang berkumpul untuk makan bersama. Menu yang dihidangkan adalah beberapa masakan dari daging onta beserta minum berupa susu onta. Tak lama kemudian datanglah seorang sahabat yang lain yaitu Abdullah bin Salam seraya berkata : “Daging onta dan susunya dalam agama kami dilarang” Mendengar pernyataan tersebut terperanjatkan para sahabat yang lain, “Bukankah Abdullah bin Salam sudah masuk Islam ??!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, kemudian Baginda Rasulullah SAW datang dan para sahabat menanyakan ttg kejadian tersebut. Beliau bersabda, ”Al-Qur’an dan Taurat sama-sama kitab samawi”, dengan pernyataan Rasulullah tsb kemudian Allah mengkoreksi dengan turunnya ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Qs. 2:208)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Kalaulah kita sempat merenungi ayat ini, sepertinya ada beberapa ibroh yang bisa ambil : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Seruan untuk masuk Islam secara total &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam ibarat sebuah bangunan yang indah. Untuk menikmatinya tidak cukup hanya melihatnya dari luar, kita perlu membuka pintunya kemudian masuk untuk menikmati seluruh kamar, dan segala interior didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam harus kita pahami bukan hanya sebagai agama, tapi dia adalah satu ideologi, suatu tuntunan hidup (way of life) yang sangat sempurna. Apapun yang kita lakukan, setiap desahan nafas kita harus kita usahakan dengan maksimal agar sesuai dengan Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam itu tinggi, dan tidak ada lagi yang lebih tinggi darinya. Islam adalah agama yang sempurna, dan tidak ada lagi yang lebih sempurna darinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi dien-mu….. (Al-Maaidah :3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering bercerita pada adik-adik saya, bahwa seperti halnya sebuah motor, tidak ada yang lebih tahu bagaimana cara merawatnya, apakah spesifikasi spare partnya, dan bagaimana menjalankannya, selain pabrik pembuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan kita, Allah adalah pencipta kita, Dialah yang Maha mengetahui apa yang terbaik bagi diri kita, berapa rizki yang sesuai dengan kita, siapa jodoh kita, bagaimana hidup kita. Dia yang paling tahu, bukan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti halnya sebuah motor yang pasti punya sebuah buku panduan, Allah juga telah menyediakan panduan itu yaitu Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak akan bisa menerima Islam dicampur-campur dengan keyakinan lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Umar bin Khatab pernah membawa-bawa kitab Taurat, saat Rasulullah melihatkan beliau berkata dengan keras , “Ya Umar, seandaikan Musa masih hidup , niscaya dia juga akan mengikuti risalahku.!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sering kita lihat realitas didepan kita, saat Islam menguntungkan atau tidak merugikan maka saat itu pula dia ambil Islam, tapi saat dirasa berat saat itu juga dia mengambil yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hanya orang beriman yang dipanggil dalam ayat ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah sengaja tidak memanggil dengan panggilan “ Hai sekalian manusia…” , atau “Hai sekalian kaum muslimin…” , tapi dengan jelas menggunakan panggilan “ Hai orang-orang yang beriman..” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangan utama dalam penyebutan ini adalah bahwa orang mukmin (beriman) cenderung lebih bisa menerima ayat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang mukmin jelas tidak sama dengan orang muslim (mengaku berislam). Dalam hati orang muslim bisa jadi masih keraguan akan keislamannya. Hal ini tidak berlaku orang yang beriman. Para ulama mendifinisikan kata iman sendiri sebagai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembenaran dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan dikerjakan dengan anggota tubuh dalam amalan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bukan hanya sebatas pada pengertian percaya seperti yang kita terima selama ini. Percaya pada Allah, percaya pada Malaikat, percaya pada kitab suci, dan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ambil Islam seluruhnya atau tidak sama sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Ahzami Samiun Jazuli, seorang ulama terkemuka dalam Ilmu Tafsir di Indonesia mengemukakan dalam satu ceramahnya, seringkali kita memenggal ayat ini hanya sampai melaksanakan Islam secara kaffah, padahal ada kelanjutan ayatnya yaitu seruan agar kita tidak mengikuti langkah-langkah syaitan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengambilnya secara lengkap maka terkandung maksud bahwa seorang mukmin hanya mempunyai dua pilihan yaitu jika tidak melaksanakan Islam secara kaffah maka otomatis dia tergolong orang-orang yang mengikuti langkah-langkah syaitan. Atau bisa dengan ungkapan lain “Ambil Islam secara keseluruhan atau tidak sama sekali” dengan segala kompensasi dan konsekuensi yang akan di dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Kita hidup di bumi Allah, lalu jika kita masih mengikuti aturan selain aturan dari tuan rumah bukankah berarti kita adalah seorang tamu yang tidak tahu diri ?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jadikan syaitan sebagai musuh abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan adalah musuh, dan selamanya akan menjadi musuh. Permintaan setan sebelum dia dimasukkan ke neraka, adalah satu komitmen untuk menyesatkan seluruh umat manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, masihkan dia bisa dianggap sebagai teman ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya masih banyak orang yang justru bangga saat dia telah melakukan kemaksiatan, &lt;br /&gt;Banyak yang bangga saat berhasil naik kereta tanpa tiket,&lt;br /&gt;Banyak yang bangga saat bisa mendapat keuntungan yang sebenarnya bukan haknya,&lt;br /&gt;Banyak yang bangga saat bisa berbohong pada yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalau mau jujur, mereka pasti mengakui bahwa itu perbuatan yang tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya lagi, jika ada orang yang sebelumnya selalu melakukan keburukan kemudian tiba-tiba berubah dengan melakukan kebaikan, muncullah komentar “Ah, sok alim lu..!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hanya satu jawaban yang tepat untuk men-couternya, yaitu “Ah, sok kafir lu..!!”&lt;br /&gt;wallohu a'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-2506757061771318459?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/2506757061771318459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/ambil-islam-seluruhnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/2506757061771318459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/2506757061771318459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/ambil-islam-seluruhnya.html' title='Ambil Islam Seluruhnya..!'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-1834552452218293252</id><published>2010-07-09T07:21:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:22:01.519-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Allah Mencukupi Semua Kebutuhan  Orang Yang Bertawakal Kepada-Nya</title><content type='html'>Pernyataan di atas merujuk pada firman Allah yang berbunyi : 'Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya'. (Ath-Thalaq : 3) yaitu yang mencukupinya. Ar-Robi' bin Khutsaim berkata : Dari segala sesuatu yang menyempitkan (menyusahkan) manusia. (Hadits Riwayat Bukhari bab Tawakal 11/311) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim berkata : Allah adalah yang mencukupi orang yang bertawakal kepadanya dan yang menyandarkan kepada-Nya, yaitu Dia yang memberi ketenangan dari ketakutan orang yang takut, Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong dan barangsiapa yang berlindung kepada-Nya dan meminta pertolongan dari-Nya dan bertawakal kepada-Nya, maka Allah akan melindunginya, menjaganya, dan barangsiapa yang takut kepada Allah, maka Allah akan membuatnya nyaman dan tenang dari sesuatu yang ditakuti dan dikhawatirkan, dan Allah akan memberi kepadanya segala macam kebutuhan yang bermanfa'at. (Taisirul Azizil Hamidh hal. 503) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini adalah ganjaran yang paling besar, yaitu Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menjadikan diri-Nya sendiri sebagai yang memenuhi segala kebutuhan orang yang bertawakal kepada-Nya, dan sungguh Allah telah banyak menyebutkan kebaikan dan keutamaan yang menjadi ganjaran untuk orang-orang yang bertawakal kepada Allah, antara lain sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar". (Ath-Thalaq : 2) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan dan akan melipat gandakan pahala baginya." (Ath-Thalaq : 5) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (Ath-Thalaq : 4) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah, yaitu; Nabi-nabi, para hiddiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (An-Nisa' : 69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ayat yang menyebutkan sikap tawakal adalah firman Allah : "Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (Ath-Thalaq : 3) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Al-Qayyim berkata : Perhatikanlah ganjaran-ganjaran yang akan diterima oleh orang yang bertawakal yang mana ganjaran itu tak diberikan kepada orang lain selain yang bertawakal kepada-Nya, ini membuktikan bahwa tawakkal adalah jalan terbaik untuk menuju ke tempat di sisinya dan perbuatan yang amat dicintai Allah. (Madarijus Salikin 2/128) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berkata. 'Bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : Jika seseorang keluar dari rumah, maka ia akan disertakan oleh dua orang malaikat yang selalu menemaninya. Jika orang itu berkata Bismillah (dengan menyebut nama Tuhan), kedua malaikat itu berkata : Allah telah memberimu petunjuk, jika orang itu berkata : Tiada daya dan upaya dan kekuatan kecuali kepada Allah, kedua malaikat itu berkata : Engkau telah dilindungi dan dijaga, dan jika orang itu berkata : Aku bertawakal kepada Allah, kedua malaikat itu berkata : Engkau telah mendapatkan kecukupan'. 1) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam bab Zuhud yang disanadkan kepada Amru bin 'Ash yang mengangkat hadits ini kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda : 'Sesungguhnya di dalam hati anak Adam terdapat celah-celah, dan barangsiapa yang mengabaikan Allah pada setiap celah di dalam hatinya maka ia akan binasa, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupi celah-celah yang ada dalam hatinya itu'. (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah bab Zuhud : 4166 (2/1395) di dalam Az-Zawaid dikatakan bahwa hadist ini lemah sanadnya, dan di dalam Al-Mizan dikatakan bahwa hadits ini tertolak) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diriwayatkan pula bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : 'Barangsiapa yang memutuskan gantungannya selain kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka Allah akan mencukupi baginya segala kebutuhannya, dan Allah akan mendatangkan rezeki baginya dari yang tak terduga'. (Dikeluarkan oleh Thabrani dalam Ash-Shagir 1/115-116 dan diriwayatkan oleh Ibnu Abu Halim seperti yang disebutkan dalam Ibnu Katsir 8/174 dan Abu Shaikh dalam At-Targhib 2/538 lihat Majmu' Az-Zawa'id 10/303) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang memberi kecukupan hanyalah Allah saja, sebagaimana firman-Nya : 'Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu'. (Al-Anfal : 64), artinya; cukuplah Allah bagi kamu, dan cukuplah bagimu orang-orang yang beriman mengikutimu (Tafsir Ath-Thabari 10/37), maka kalian semua tak akan membutuhkan seseorang jika kalian bersama Allah, ini adalah pendapat dari Abu Shaleh Ibnu Abbas, dan juga berpendapat Ibnu Zaid, Muqatil (Zaad Al-Masir 3/556). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Sya'bi (Tafsir Ath-Thabari 10/37) dan lain-lainnya, dan Ibnu Katsir tak menyebutkan selain pendapat ini (Tafsir Ibnu Katsir 4/30). Ada juga yang mengatakan bahwa artinya adalah : cukuplah bagimu Allah, dan cukuplah bagimu orang-orang yang beriman, yaitu pendapat yang diriwayatkan dari Al-Hasan dan diikuti oleh An-Nuhas. (Tafsir Al-Qurthubi 8/43) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Al-Jauzy berkata : Bahwa yang benar adalah pendapat yang pertama (Zaad Al-Masir 3/256), hal itu berdasar pada petunjuk bukti kajian bahwa sesungguhnya yang bisa memberi kecukupan hanyalah Allah Subhanahu wa Ta'ala. (Adlwa'u Al-Bayan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Al-Qayyim berkata : Ini begitu juga dengan pendapat sebagian orang adalah suatu kesalahan yang nyata, tidak boleh mengartikan ayat ini seperti ini (pendapat kedua), dan bahwa sesungguhnya yang bisa memberi kecukupan hanyalah Allah semata, begitu juga dengan tawakal, taqwa dan penyembahan hanyalah kepada Allah, dan Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman dalam Al-Qur'an yang artinya : 'Dan jika mereka bermaksud hendak menipu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindung). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin'. (Al-Anfal : 62) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia (Ibnu Al-Qayyim) membedakan antara memberi kecukupan dengan memberi kekuatan. Yang bisa memberi kecukupan hanyalah Allah Subhanahu wa Ta'ala semata, sementara yang bisa memberi kekuatan adalah hanyalah Allah dengan membantunya dan juga bersama hamba-hamba Allah lainnya, Allah telah memuji kepada orang-orang yang bertauhid serta orang-orang yang bertawakal di antara hamba-hambanya, yang mana Allah mengkhususkan mereka untuk mendapat kecukupan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka Allah berfirman: '(Yaitu) orang-orang (yang menta'ati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: 'Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka', maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab : 'Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung'. (Ali Imran : 173), dan mereka tidak pernah mengatakan : cukuplah Allah bagi kami dan Rasulnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka berpendapat seperti ini dan Allah memuji mereka seperti itu, maka bagaimana mungkin Allah mengatakan kepada utusan-Nya dengan mengatakan : Allah dan pengikut-pengikutmu akan memberimu kecukupan, sementara para pengikut Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjadikan Allah satu-satunya yang memberi kecukupan, dan mereka tidak pernah men-sekutu-kan Allah dengan Rasul-Nya dalam masalah memberi kecukupan, bagaimana mungkin mereka (para pengikut Muhammad) melakukan hal seperti ini ?! ini adalah kemustahilan yang paling Mustahil dan Kesesatan yang paling sesat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang serupa dengan bahasan ini adalah firman Allah yang berbunyi : 'Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata. 'Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebahagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah', (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka)'. (At-Taubah : 59) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka perhatikanlah, bagaimana Alllah menjadikan kewajiban untuk mematuhi diri-Nya dan Rasul-Nya, sebagaimana firman-Nya: 'Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia'. (Al-Hasyr : 7), dan menjadikan kecukupan itu hanya dengan diri-Nya semata, Allah tidak pernah mengatakan : dan mereka berkata : cukuplah Allah dan Rasul-Nya bagi kami, akan tetapi Allah menjadikan diri-Nya sendiri satu-satunya yang bersifat memberi kecukupan, seperti fiman Allah : 'Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah'. (At-Taubah : 59), dan Allah tidak pernah mengatakan : 'dan kepada Rasul-Nya', akan tetapi Allah menjadikan berharap hanya kepada-Nya semata, sebagaimana firman Allah : 'Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap'. (Asy-Syarh : 7-8) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berharap, bertawakal, berlindung dan memberi kecukupan hanyalah kepada Allah semata, sebagaimana bahwa ibadah, taqwa dan sujud hanyalah milik Allah semata, begitu juga dengan sumpah dan bernadzar tidak diperbolehkan kecuali hanya kepada Allah semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang serupa dengan ayat ini adalah firman Allah yang berbunyi : 'Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya'. (Az-Zumar : 36). Maka yang mencukupi berarti Dia pula yang melindungi, di sini Allah mengabarkan bahwa hanya Dia seoranglah yang memberi perlindungan kepada hamba-Nya, sekali lagi bagaimana mungkin Allah menjadikan hambanya para pengikut Nabi bersama Allah sebagaimana yang memberi kecukupan ?!, dalil-dalil yang membuktikan kesesatan penafsiran yang merusak ini lebih banyak lagi untuk disebutkan. (Zaad Al-Ma'ad 1/36-37) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Footnote : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Riwayat At-Tirmidzi bab do'a 3426 (5/490) dan ia juga mengatakan bahwa hadits ini adalah : hadits baik, benar dan asing, kami tak mengetahuinya kecuali dengan ungkapan seperti ini. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah bab do'a 3886 (2/178), ia berkata di dalam Kitab Az-Zawaid : Bahwa di dalam sanad hadits ini terdapat Harun bin Abdullah, ia adalah seorang yang lemah. Diriwayatkan oleh Abu Daud dari hadits Anas bab Adab 5073 (13/437), Ahmad dalam Musnadnya (1/66) yang lebih sempurna dari ungkapan ini. Hadits ini dibenarkan oleh Al-Albani sebagaimana dalam shahih Al-Jami Ash-Shagir 513, 227 (1/1950).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-1834552452218293252?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/1834552452218293252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/allah-mencukupi-semua-kebutuhan-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/1834552452218293252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/1834552452218293252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/allah-mencukupi-semua-kebutuhan-orang.html' title='Allah Mencukupi Semua Kebutuhan  Orang Yang Bertawakal Kepada-Nya'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-1548513688995041331</id><published>2010-07-09T07:20:00.001-07:00</published><updated>2010-07-09T07:20:58.443-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>10 Jawaban Kepada Saudariku Untuk Segera Berhijab</title><content type='html'>'Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya, dan ulil amri di antara kamu.' (Q.S. an-Nisa:59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Orang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya.' (H.R. At Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa seorang mukmin dapat mengenali kekurangannya dari mukmin lainnya, sehingga ia laksana cermin bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam juga menganjurkan dan mengajak penganutnya agar sebagian mereka mencintai sebagian yang lain, dimana diantaranya engkau berharap agar saudaramu masuk Surga dan dijauhkan dari api Neraka. Tak sebatas mengharap, namun berupaya keras dan maksimal menyediakan berbagai sarana dari hal-hal yang membahayakan dan merugikannya, di dunia maupun di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhaanahu wa Ta'ala, dalam Q.S. Al Ahzab : 59 berfirman :&lt;br /&gt;'Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin, 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka'. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Katakanlah kepada wanita yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.' (Q.S. An Nur : 31) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan hidup saya, saya mendapati beberapa alasan yang senantiasa terulang ketika ajakan untuk berhijab dikumandangkan. Oleh karenanya, semoga risalah ini dapat bermanfa'at bagi saudariku sekalian, dan memperteguh mereka yang masih ragu-ragu dalam menunaikan kewajiban utama muslimah ini. Alasan-alasan yang sering saya temui antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tubuh ini adalah ciptaan Allah, dan keindahannya bukan untuk ditutupi, melainkan diperlihatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, begitu banyak nikmat yang diberikan Allah kepada kita, baik yang kita tidak sadari hingga yang terlihat di depan mata kita. Cara mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT, yang menciptakan diri kita adalah dengan beribadah menurut tuntunanNya, dan memasrahkan diri sepenuhnya kepada segala ketentuan dan aturanNya. Karena ketidakpatuhan kita akan menjebak kita ke dalam perangkap penolakan/pembangkangan atas Rabb kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfirman Allah SWT dalam Q.S Al Baqarah : 216,&lt;br /&gt;'Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita bayangkan manakala Allah mencabut nikmat kecantikan yang dititipkan kepada kita? Pernahkah kita sadari bahwa kecantikan itu adalah ujian dari Allah, sejauh mana ia bersyukur atas kecantikannya itu? Pernahkan kita renungi manakala Allah meminta pertanggungjawaban dari nikmat kecantikan yang telah dianugerahkanNya, sementara kita menggunakannya tidak berlandaskan syari'at Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika engkau menjawab, 'Kecantikah itu untuk diperlihatkan, bukan untuk ditutupi, maka kembali kita perlu bertanya : &lt;br /&gt;• Relakah engkau kecantikanmu dinikmati oleh orang yang dekat dan yang jauh darimu? &lt;br /&gt;• Relakah engkau menjadi objek yang dilihat, bagi semua orang, yang jahat maupun yang terhormat? &lt;br /&gt;• Bagaimana engkau bisa menyelamatkan dirimu dari mata para pria? &lt;br /&gt;• Maukah kamu jika dirimu dihargai serendah itu, sementara engkau bisa menjadi seorang wanita yang mulia di mata Allah SWT?&lt;br /&gt;2. Aku takut dijauhi teman-teman, dikeluarkan dari kerjaan (kehilangan mata pencaharian), dan mendapat posisi yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, rizki ada di tangan Allah. Setiap manusia yang dilahirkan ke dunia ini telah diberikan kadar rizkinya, tinggal apakah kita mau menjemputnya ataukah tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah banyak terjadi di sekitar kita cerita-cerita nyata kegigihan mereka pada prinsipnya, yang seharusnya semakin memperkuat keyakinan kita semua, bahwa rizki bukan ditangan manajemen kantor, namun berada di tangan Allah. Kekayaan yang kita miliki hari ini, kemuliaan di hadapan manusia yang kita rasakan dapat dengan hilang dengan amat segera, manakala Allah mencabutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfirman Allah SWT dalam Q.S. Ali 'Imran : 26,&lt;br /&gt;'Katakanlah: 'Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ingatlah bahwa Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan hambaNya yang berusaha bertaqwa dan istiqomah berpegang teguh memperjuangkan prinsip keislamannya. Ingatlah firman Allah SWT dalam Q.S. Ali 'Imran : 195 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), 'Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain, Allah melanjutkan,&lt;br /&gt;'Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta mendirikan shalat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan.' (Q.S. Al A'raaf : 170)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.' (Q.S. Hud : 115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ketakutan dijauhi teman-teman, adalah ketakutan yang seharusnya tidak terjadi. Karena seorang mukmin seharusnya menjadi tenang dan tentram dengan Allah bersamanya. Tidak ada lagi yang dia dambakan kecuali kedekatan dan kecintaan Allah padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Saya senantiasa menjaga amalan ibadah saya yang lain kok, kecuali hijab, saya belum mampu untuk memakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, kalau memang Anda sudah melakukan amalan-amalan terpuji, yang berpangkal dari iman, dan kepatuhan pada perintah Allah, serta takut siksaanNya jika meninggalkan kewajiban itu, mengapa Anda beriman kepada sebagian dan tidak beriman kepada sebagian yang lain, padahal sumber perintah itu hanya satu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana shalat yang selalu Anda jaga adalah sebuah kewajiban, maka hijab pun demikian. Kewajiban mengenakan hijab tidak diragukan dalam Al Qur'an dan As Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfirman Allah SWT dalam Q.S. Al Baqarah:85 ketika mencerca Bani Israil :&lt;br /&gt;'Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tidaklah balasan bagi orang-orang yang berbuat demikian melainkan kehinaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang amat pedih. Allah tidak lengah atas apa yang kamu perbuat'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal ............... digambarkan oleh Rasulullah SAW,&lt;br /&gt;'Sesungguhnya penghuni Neraka yang paling ringan adzabnya pada hari Kiamat adalah orang yang diletakkan kedua telapak kakinya dua bara api, dari dua bara api ini otaknya mendidih, sebagaimana periuk yang mendidih dalam bejana besar yang dipanggang dalam kobaran api.' (H.R. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seperti itu adzab yang paling ringan di hari Kiamat, maka bagaimana adzab bagi orang yang diancam Allah dengan adzab yang pedih, sebagaimana disebutkan dalam ayat diatas, yang beriman kepada sebagian, dan meninggalkan sebagian yang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Saya belum siap berperilaku dan berakhlak sebagaimana muslimah yang berjilbab. Yang berjilbab saja perilakunya tidak sesuai dengan jilbabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, kewajiban harus diutamakan diatas segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfirman Allah SWT, dalam kumpulan kalam Ilahinya, Q.S. Al Baqarah : 208,&lt;br /&gt;'Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunaikanlah kewajibanmu dahulu kepada Penciptamu, dan kemudian secara perlahan memperbaiki segala akhlak buruk yang masih sulit engkau tinggalkan. Apakah engkau tidak sadar, dengan semakin lamanya engkau tunda berhijab, maka sedemikian menumpuklah dosa besar yang terus menggunung, yang harus dibalas dengan siksaan Allah, kuatkah engkau menjalaninya? Dosa yang terus mengalir dari hari ke hari, semakin memperberat timbangan dosa kita. Segeralah kita menuju jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara bagi mereka yang telah berhijab, namun perilakunya tidak sesuai dengan hijabnya, maka berprasangka baiklah, bahwa minimal ia telah menunaikan tugasnya sebagai hamba Allah, dalam hal menutup auratnya, sedangkan engkau masih enggan menjalaninya. Adapun sifat kurang baiknya adalah tugas kita bersama untuk memperbaikinya, dengan nasihat-nasihat yang baik, dan ikhlas, karena boleh jadi ia belum mengetahui ilmunya, sementara ia baru mendapatkan ilmu wajibnya berhijab, dan ia segera menunaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kesiapan diri, maka sifatnya amatlah abstrak. Tidak ada parameter pasti yang mampu mengukur tingkat kesiapan seseorang, kecuali kalimat Sami'na wa Atho'na, sebagai implementasi Laa Ilaaha Illa Allah (Tidak ada yang lebih aku cintai kecuali Allah semata, hidupku hanyalah untuk Allah, Yang Menciptakanku, dan kepadaNya kelak aku akan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, harus bisa kita bedakan antara perintah manusia dan perintah Tuhan. Perintah manusia bisa salah dan benar. Imam Malik r.a. pernah berkata, 'Setiap orang bisa diterima ucapannya dan juga bisa ditolak, kecuali (perkataan) orang yang ada di dalam kuburan ini (Rasulullah)'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perintah itu datang dari Allah di dalam kitabNya, atau melalui NabiNya, maka tidak ada bagi manusia untuk mengatakan 'saya belum mantap', padahal Dia Maha Mengetahui bahwa perintah itu untuk kebaikan kita, dan salah satu sebab tercapainya kebahagiaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Allah menyukai orang-orang yang berkata, 'Sami'na wa atho'na, ghufronaka rabbanaa wa ilaykal mashiir (Q.S. Al Baqarah:285)', (Kami dengar dan kami segera ta'at, ampuni kami ya Allah, kepadaMulah tempat kembali kami), dan padahal Allah membenci orang-orang yang berkata, 'Sami'na wa 'ashoina (Q.S. Al Baqarah:93/Q.S. Annisa:46)', (Kami dengar tapi kami tidak mena'atinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah hinanya kita ketika kita tidak menuruti keinginan Yang Menciptakan kita. Sementara ucapan 'Aku belum mantap' adalah ucapan yang berbahaya, karena bermakna ia meragukan kebenaran perintah tersebut, dan bermakna ia tidak mencintai Penciptanya, Rabbul 'Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfirman Allah SWT dalam Q.S. Al Ahzab : 36 :&lt;br /&gt;'Dan tidaklah patut bagi laki-laki mukmin dan tidak pula bagi wanita mukminah, apabila Allah dan RasulNya telah menerapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan RasulNya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kerasnya Allah berfirman dalam ayat diatas, apakah kita tidak takut dimasukkan Allah dalam golongan orang-orang yang sesat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Saya belum dapat hidayah. Do'akanlah aku agar segera mendapat hidayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, hidayah tidak datang dengan sendirinya. Hidayah membutuhkan pencaharian. Dan bagaimanakah engkau mengetahui bahwa Allah belum memberimu hidayah? Apakah engkau mengetahui sesuatu yang ghaib yang ada dalam kitab yang tersembunyi (Al Lauh Al Mahfuzh), ataukah engkau mendapatkan bisikan dari golongan jin atau manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah berfirman Allah SWT dalam Q.S. Muhammad:17,&lt;br /&gt;'Dan orang-orang yang meminta petunjuk, Allah (akan) menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa dalam hidayah, terdapat campur tangan dan usaha manusia, maka ikutilah petunjuk Allah agar engkau semakin dekat dengan hidayah Allah. Carilah sebab-sebab untuk mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfirman Allah SWT dalam Q.S. Ar Ra'd:11,&lt;br /&gt;'Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahamilah sunnatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudariku, berusahalah mendapatkan sebab-sebab hidayah, niscaya akan engkau dapatkan dengan izin Allah. Banyaklah berdo'a kepada Allah, pilihlah teman yang shalihah, banyaklah membaca, pelajari dan renungilah Kitab Allah, ikutilah majelis-majelis dzikir dan ceramah-ceramah agama, dengarkanlah kaset-kaset pengajian, dan bacalah buku-buku tentang keimanan. Di sisi lain, hendaklah engkau terlebih dahulu meninggalkan hal-hal yang bisa menjauhkan dirimu dari datangnya hidayah, seperti teman yang tidak baik, bacaan-bacaan yang tidak bermanfa'at, tayangan-tayangan televisi yang buruk, dan hal-hal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Insha Allah saya akan berhijab setelah menikah kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, bagaimana mungkin engkau dapat memastikan sesuatu yang engkau pun belum yakin apakah usiamu sampai hingga menikah kelak ataukah tidak. Bagaimanakah jika engkau telah dipanggil Allah dalam keadaan belum berhijab? Tidakkah engkau takut mati dalam keadaan masih tidak beriman pada sebuah kewajiban Allah yang amat mendasar bagi seorang muslimah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ketika hari ini kita telah berniat berbuat sebuah kebaikan yang kita telah tahu ilmunya, namun kita tunda karena beberapa alasan, namun ternyata di kemudian hari, usia kita tidak sampai merealisasikannya, karena Allah telah mencabut nyawa kita, maka bagaimana kita mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah kelak? Kenapa kita menundanya? Kemana usia kita kita gunakan di dunia? Sejauh mana cinta kita pada Allah dan RasulNya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, kematian tidak hanya mengetuk pintu orang yang sakit, tidak pula orang yang lanjut usia saja, tetapi juga orang-orang yang sehat wal afiat, orang dewasa, pemudi, bahwa sampai bayi yang masih menyusu pada ibunya. Banyak contoh yang dapat kita ambil dari kejadian di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kitaabun Nikah, Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits Rasulullaah SAW,&lt;br /&gt;'Wanita itu dinikahi karena empat hal. Yaitu karena harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang berpegang teguh dengan agama, (jika tidak) niscaya kedua tanganmu berlumur debu.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang shalihah untuk pria yang shalihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi, wanita yang terbiasa memperlihatkan kecantikan tubuhnya -- yang dimaksudkan untuk menawan hati pria -- malah membuat para pemuda enggan menikahinya, karena beranggapan, jika wanita tersebut berani melanggar salah satu perintah Allah, yaitu hijab, tidak menutup kemungkinan dia akan berani melanggar perintah-perintah yang lain. Karena syaithan memiliki banyak langkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sesungguhnya iman itu ada di hati, dan juga Allah Maha Tahu kalaupun nanti saya telah berniat untuk berhijab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, benar yang telah engkau katakan bahwa iman berada di dalam hati, sebagaimana sabda Rasulullaah SAW, 'Taqwa itu ada disini, seraya menunjuk ke arah dadanya.' (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan sampai salah dalam mengartikan hadits di atas. Penulis kitab Nuzhatul Muttaqin berkata, 'Hadits ini menunjukkan pahala amal tergantung keikhlasan hati, kelurusan niat, perhatian terhadap situasi hati, kebenaran tujuan, dan kebersihan hati dari segala sifat tercela yang dimurkai Allah.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa Rasulullah SAW tidak memaksudkan bahwa iman tidak akan sempurna kecuali hanya di dalam hati saja, tetapi amal perbuatan tetap harus diperlihatkan kepada Allah, sementara hati adalah benteng terakhir selamatnya perbuatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa telah sepakat jumhur ulama bahwa, 'Keyakinan dalam hati, pengucapan dengan lisan, dan pelaksanaan dengan anggota badan.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akan lebih jelas lagi ketika kita menemukan firman Allah dalam Q.S. al-Ankabut:1-3,&lt;br /&gt;'Alif Laam Miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: 'Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Saya sangat ingin berhijab, tapi suami saya lebih suka dengan keindahan rambut saya ketika tidak berhijab, lebih cantik katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, ketaatan kepada Allah harus didahulukan daripada ketaatan kepada makhluk, siapapun dia. Setelah ketaatan kepada Allah, kedua orang tua lebih berhak untuk ditaati dari yang lainnya, selama itu bukan dalam kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabda Rasulullah SAW,&lt;br /&gt;'Sesungguhnya ketaatan itu hanyalah dalam kebaikan.' (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Dan tidak boleh taat kepada makhluk dengan mendurhakai (bermaksiat) kepada al-Khaliq.' (H.R. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus disadari bahwa halangan yang dihadapi merupakan ujian bagi setiap hamba, karena memang meraih Surga tidaklah semudah meraih Neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sang suami, harus ada seseorang yang mampu menasihatinya agar bertaqwa kepada Allah dalam urusan keluarganya. Dan hendaknya ia bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kepadanya isteri yang ingin menerapkan salah satu perintah Allah, yakni memakai pakaian sesuai ketentuan syari'at, sehingga menjaga keselamatan dirinya dari fitnah. Dan mengingatkan dia sebuah kalam Ilahi dalam Q.S. At Tahrim:6, 'Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka, dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat diatas mendapat penegasan pula dari Rasulullah SAW, dalam haditsnya,&lt;br /&gt;'Seseorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya, dan bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.' (H.R. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga patutkan bagi seorang suami untuk memaksakan kehendaknya agar sang isteri tidak menutup auratnya dengan sempurna sebagaimana mestinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bagi isteri, tetaplah untuk tidak menaati suami dalam kemaksiatan terhadap Allah, sampai kapanpun. Dan dalam tataran teknis, perhatikanlah adab sopan santun dan cara-cara yang hikmah dalam menyampaikannya kepada suami, bisa secara mesra, dan lemah lembut, dan tidak menggunakan kalimat-kalimat yang memancing emosi ataupun amarah, dan terkesan menggurui. Dan tetaplah tabah dan sabar menghadapi celaan, ejekan, dan hinaan, dan tidak boleh menyebabkan hubungan dengan suami menjadi retak. Hendaklah selalu meminta pertolongan Allah agar diberi keteguhan dalam prinsip, kemudahan dan jalan keluar dari kesulitan ini, kemudian meminta pertolongan sanak kerabat, dan kawan-kawan dekat suami. Senantiasalah membalas segala keburukan dengan kebaikan, dan pilihlah saat-saat yang tepat untuk dialog, dan sadarilah sekali lagi bahwa jalan ke Surga memang penuh dengan onak dan duri, dan tidak akan diberikan Allah kecuali setelah melewati kepayahan, kerja keras, dan tabah menanggung segala rintangan dan hambatan di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kata orang tua saya, tidak berhijab lebih baik. Dan saya yakin orang tua selalu menginginkan yang terbaik buat anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, benar bahwa orang tua pasti selalu menginginkan yang terbaik buat anak puterinya. Namun, harus kita fahami, bahwa orang tua kita berpendapat akan sesuatu amat dilandasi oleh pemahamannya. Terkait masalah jilbab, amat boleh jadi, orang tua kita belum mendapatkan ilmunya, sejak kecilnya. Maka tugas kitalah secara perlahan-lahan menyadarkan orang tua kita, dan melakukan lobi-lobi internal, agar akhirnya menjadikan orang tua kita pendukung sejati niat kita untuk berhijab, dan bahkan mengikuti anaknya dalam berhijab. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi kita, Rasulullah SAW pernah bersabda,&lt;br /&gt;'Masing-masing kamu adalah pemimpin, dan masing-masing kamu akan ditanya tentang yang dipimpinnya ....' (H.R. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ayah adalah pemimpin dalam rumah tangga, dan akan ditanya Allah di hari Kiamat tentang orang-orang yang berada dibawah kepemimpinannya. Hendaknya seorang ayah bertanya pada dirinya sendiri :&lt;br /&gt;- Berapa banyak pemuda yang telah tergoda oleh puterinya?&lt;br /&gt;- Seberapa jauh puterinya telah menyebabkan penyimpangan para pemuda?&lt;br /&gt;- Berapa banyak hinaan yang dilontarkan para pemuda kepadanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah senantiasa mengisi hati kita dengan cahayaNya yang tidak pernah padam, dan memenangkan kita dalam pertarungan kita melawan kejahatan syaithan, jin, dan manusia. Memerdekakan diri kita dari tawanan hawa nafsu, menuju alam kebebasan, kemuliaan, kehormatan, dan ketenangan, dan alam kesucian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Hijab hanyalah kebudayaan orang Arab, dan hijab tidak sesuai dengan mode masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, memang benar bahwa kebanyakan budak wanita di masa Rasulullah tidak berhijab, dan sebagian dari hartawan di kalangan wanita mengenakan hijab. Tapi kita harus fahami sebuah kejadian menarik di Madinah ketika Surah Al Ahzab:59 diturunkan, dimana terjadi Peristiwa yang amat menghebohkan di Madinah. Kedua setelah MIRAS. Apakah itu? Bagaimana 10 tahun awal da'wah Rasulullaah di Makkah Al Mukarramah tidak pernah menyinggung masalah syari'at. Beliau hanya menekankan pada masalah tauhid dan aqidah. Karena memperkuat penyerahan diri manusia atas Penciptanya adalah yang paling utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membina keikhlasan dan kesungguhan (mujahadah) dalam mengusung kalimat 'Laa ilaaha illallaah wa Muhammad Rasul Allah' adalah sebuah keniscayaan. Sehingga kita lihat bersama, bagaimana setelah keimanan umat Islam di Madinah telah begitu kokohnya, dan begitu pasrahnya mereka akan aturan Allah, dan begitu cintanya mereka pada Rasul Allah, ketika turun ayat Al Qur'an yang memerintahkan kaum wanita untuk mengenakan kerudung hingga ke dadanya, dan tidak memperlihatkan auratnya kepada laki-laki, pamannya, dll, (sebagaimana tercantum dalam Al Qur'an), dan ketika berita ini sampai ke telinga mereka, maka prinsip mereka hanya satu, yakni SAMI'NA wa ATHO'NA, kami dengar dan kami segera ta'at. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh pasar-pasar di madinah, seluruh tempat-tempat di madinah menjadi riuh, karena para wanitanya yang saat itu sebagian besar tidak berkerudung, berlari ke sana kemari mencari segala sesuatu yang bisa menutupi rambut mereka, seperti goni, gorden rumah, dll. Subhanallaah, begitulah kita lihat bersama bagaimana mereka benar-benar hanya mengharapkan kebaikan di akhirat yang kekal abadi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ingatlah bahwa ayat itu tidak diturunkan khusus untuk orang Arab, tapi kalimatnya ditujukan untuk seluruh wanita-wanita mukmin, wanita-wanita yang benar-benar beriman kepada Penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku sekalian, demikian 10 Jawaban yang saya susun, tiada lain kecuali berharap mengetuk pintu kesadaran saudariku sekalian untuk kembali kepada tuntunan suci Al Qur'an dan As Sunnah, agar jalan hidup kita menjadi lurus, dan mendapatkan kebaikan hidup baik di dunia maupun kehidupan akhirat kelak yang tidak memiliki batasan akhir kehidupan (kekal abadi). Apakah kita kekal dalam kebahagiaan, atau kekal dalam siksanya Allah, seluruhnya terpulang pada diri kita masing-masing. Tidak ada seorangpun yang berhak memaksa orang lain untuk berpaling dari keyakinannya, hanya kewajiban menyeru ke jalan Allah lah yang wajib ditunaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfirman Allah SWT dalam Q.S. Al Baqarah : 272,&lt;br /&gt;'Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, janganlah kita termasuk kepada golongan orang-orang yang mengunci mati hati mereka dari datangnya petunjuk, menutup rapat-rapat telinga kita, sehingga hidayah semakin jauh dari kita. Bersegeralah menuju ridhonya Allah, di hari-hari hidup kita yang masih tersisa ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-1548513688995041331?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/1548513688995041331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/10-jawaban-kepada-saudariku-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/1548513688995041331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/1548513688995041331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/10-jawaban-kepada-saudariku-untuk.html' title='10 Jawaban Kepada Saudariku Untuk Segera Berhijab'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-6248074529201627981</id><published>2010-07-09T07:19:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:20:02.149-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Surat Cinta Terindah</title><content type='html'>Kamu pernah dapat surat cinta? Gimana rasanya waktu membaca? Kayaknya,pas mau buka aja udah deg-degan nggak karuan. Apalagi pas baca ya. Bahkan kalau surat cinta itu datang dari orang yang diam-diam kita taksir juga,wuih…..diulang-ulang deh bacanya! Kalah deh sama acara ngapalin pelajaran sejarah yang bahannya sejibun dan besok jelas-jelas mau ulangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, gitu tuh…..reaksi manusia secara alamiah ketika mendapat perhatian dari orang yang ia kagumi,sayangi atau cintai. Daripada ngelantur ngomongin cinta yang belom tentu juga membawa keselamatan,bahkan jangan-jangan membawa kita ke jurang neraka,mendingan kita coba buka sebuah surat cinta paling tebal didunia. Ehm……surat cinta siapa tuh???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERINDAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Al Qur’an, sebuah kitab suci bukti cinta Allah SWT kepada kita hamba-hambaNya. Mengapa Allah menurunkan kitab suci yang hingga kini masih dijaga keasliannya ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup!! Jawabannya adalah karena Dia tak ingin kita tersesat sehingga nggak menemukan kebahagiaan dunia apalagi akhirat. Bayangin aja,saking cintanya Allah sama kita, sampai-sampai surat cintaNya itu isinya lengkaaaaaaap banget!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qur’an yang berarti bacaan ini secara lebih luas dimaknai sebagai Kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW sebagai mukjizat,yang akan membawa ummat manusia kepada keselamatan dunia dan akhirat. Indah kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi kalau kamu telaah isinya. Baik dari tata bahasa yang digunakan,susunan kata-kata,rasa bahasa,dan maknanya. Bikin kamu ketagihan buat membacanya,lagi dan lagi!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedalaman maknanya membuat kita bahkan bisa merenung, menangis, atau tersenyum bahagia. Coba, mana ada surat cinta atau novel karya sastra sekalipun yang bisa bikin kita begitu rupa? Nggak percaya? Makanya buruan buka dan baca, kalau perlu sama terjemahannya sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingung?? Coba kamu diskusikan dengan teman atau orang tua yang lebih paham. Kata Muhammad Iqbal, perumpamaan membaca Qur’an itu, setiap hari selalu bertambah makna dan kedalaman isi yang akan selalu kita temukan. So, jangan berhenti untuk terus mengkaji Qur’anmu sedikit demi sedikit, kalau bisa malah tiap hari!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERLENGKAP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an terdiri dari 114 surat yang diturunkan dalam dua periode, Makkah dan Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat Makkiyah terdiri dari 19/30 bagian darinya, yang terdiri dari 86 surat. Ayat-ayat Madaniyah yang terdiri dari 11/30 bagian isi Qur’an meliputi 28 surat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking lengkapnya,disamping belajar baca Qur’annya,kita juga akan lebih cihuy lagi kalau bisa juga belajar tentang sejarahnya, kodifikasinya, dasar-dasar sistem yang digunakannya, mukjizat- mukjizatnya, juga tata bahasanya. Wuih, bener-bener samudra ilmu deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urutan turunnya ayat-ayat dalam Al Qur’an terpencar. Adakalanya karena ada sebuah peristiwa atau kasus yang menyebabkannya turun, namun sebagian besar turun tanpa sebab-sebab khusus. Setiap turun ayat yang baru, Rasulullah SAW selalu memerintahkan mencatat dan menggandengkannya dengan ayat-ayat yang beliau tunjukkan sendiri. Beliau memiliki beberapa orang sekretaris untuk mencatat dan juga selalu mengadakan persesuaian bacaan dengan Jibril setiap kali turun ayat, disamping selalu mengadakan pengecekan atas bacaan para sahabatnya (murajaah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusunan lebih lanjut Qur’an sehingga seperti yang kita baca sekarang ini dilakukan oleh sebuah panitia penyusunan mushaf yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit ra, pada masa pemerintahan khalifah Utsman bin Affan ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an menjadi sumber utama seluruh ajaran Islam. Ia adalah wahyu Allah terakhir yang menjadi rahmat, hidayah dan obat bagi seluruh manusia ( QS. Al Israa’ ; 82 ). Ia memuat seluruh aturan hidup manusia, dari mulai urusan menjaga aqidah, kebersihan, hingga urusan nikah dan hutang piutang. Lengkap, deh!! Nggak heran kalau dikatakan bahwa Al Qur’an sesuai dengan fitrah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membimbing manusia mengenal Tuhannya, dengan penghargaan yang tinggi terhadap rasio. Ia menyuruh manusia menyelidiki alam semesta,juga dirinya sendiri ( QS. Yunus ; 101 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penulis Italia, Laura Ceccia Vaglieri berkata, “Bacalah buku ini ( Al Qur’an ), ia tidak membosankan, bahkan dengan mengulang- ulang membacanya akan bertambah kecintaan kita. Ia memberikan perasaan hormat yang mendalam dan juga wibawa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERHEBAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping karena gaya bahasanya yang indah, Al Qur’an juga sangat hebat dari segi isi dan ramalan-ramalannya. Jauh lebih hebat dari ramalannya Nostradamus ataupun Jayabaya. Ramalannya tentang akan ditemukannya mayat Fir’aun (QS. Yunus ; 92) terbukti dengan ditemukannya mummi raja kejam tersebut pada 21 abad kemudian, tahun 1881. Nggak mungkin toh kalau Al Qur’an itu dibuat oleh manusia (QS. Al Israa’ ; 88). Allah sendirilah juga yang akan menjaganya sepanjang masa agar tidak ada yang bisa merubah, menambah atau menguranginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an juga adalah kekuatan ruhaniyah yang sangat hebat. Hanya dengan mengamalkan Al Qur’an kita dapat menjadi orang-orang yang berpikiran maju dan seimbang dunia akhirat. Ia juga obat bagi ruhani kita. Ia adalah nur petunjuk yang menerangi jalan kita. Ia adalah rahmat dan nikmat bagi mereka yang sedang berjuang menegakkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sebelum kamu sekalian nyesel seumur hidup gara-gara nggak sempet kenal sama kitab sucimu sendiri, mendingan dari sekarang deh belajar lebih jauh tentang Al Qur’an. Alhamdulillah, kalau suatu saat kelak kamu bahkan bisa membantu menjaganya yaitu dengan menghapalkannya….amiiin……&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-6248074529201627981?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/6248074529201627981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/surat-cinta-terindah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/6248074529201627981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/6248074529201627981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/surat-cinta-terindah.html' title='Surat Cinta Terindah'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-8481357176700197149</id><published>2010-07-09T07:18:00.002-07:00</published><updated>2010-07-09T07:19:30.057-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Ketahuilah Wahai Hamba Allah!</title><content type='html'>Ketahuilah wahai hamba Allah… &lt;br /&gt;Rasul ‘alaihis sholatu wa salam pernah bersabda ketika ada salah seorang sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu bertanya tentang amalan yang memasukkan ke dalam surga dan menjauhkan dari neraka .Beliau jawab “ Beribadahlah hanya pada Allah dan jangan menyekutukanNya, tegakkan shalat, tunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya beliau menunjukkan pintu-pintu kebaikan ,sabda beliau “Puasa adalah perisai, sedekah menghapus kesalahan seperti aair memadamkan api, dan shalatnya seseorang di akhir malam”. Lanjut beliau “Pokok urusan ialah Islam, tiangnya adalah shalat, dan mahkotanya adalah jihad.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau bertanya pada Muadz, “Maukah kutunjukkan kunci dari semua itu?” Jawab Muadz “Ya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka beliau shallallahu’alaihi wa sallam memegang lidahnya seraya bersabda “Jagalah ini!” Muadz pun bertanya “Apakah kami akan diadzab gara-gara ucapan kami?” Maka beliau bersabda “Celaka kau! Bukankah tidak ada yang menelungkupkan wajah manusia kedalam neraka --atau hidung-hidung mereka— melainkan karena buah ucapan mereka!!!” (Hadits riwayat At-Tirmidzi, hasan shahih). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai hamba Allah… &lt;br /&gt;Alangkah besarnya bahaya lidah ini sedang kita banyak lalai dari menjaganya…. Bagaimana pendapatmu jika seseorang diberi pena dan kertas lalu dia gunakan untuk mencaci dan menghina orang yang memberikan pena dan kertas tadi? Pasti itu tidak beradab ditinjau dari adab bangsa manapun….. Bagaimana pendapatmu jika seseorang diberikan kendaraan lalu digunakannya untuk menabrak orang yang memberinya kendaraan tersebut? …. Bagaimana pendapatmu jika seseorang diberi lisan oleh Dzat yang di atas langit, yang Maha Pengasih dan Penyayang lalu ia gunakan untuk bermaksiat kepadaNya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa tetes ludah yang engkau habiskan untuk berdzikir mengingatNya? Berapa banyak pula yang telah tertumpah untuk kata-kata jorok, porno, atau bahkan menghina Allah yang Maha Keras siksa-Nya!!!…. Apa maksudnya menghina Allah? Maksudnya engkau mengatakan sesuatu yang tidak pantas dikatakan, bahkan ini adalah perkataan kufur yang bisa mengeluarkan seseorang dari Islam! Ingatlah saat engkau mengatakan “Aku tak bisa hidup tanpa dirimu…” atau perkataan “Kaulah satu-satunya yang kuinginkan di dalam hidupku“, atau “Hanya ada engkau yang ada di hatiku?” atau “Aku ingin selamanya bersama denganmu..”? Bukankah Allah yang telah menghidupkan kita? Bukankah kita pasti menemuinya dan akan mempertanggungjawabkan perbuatan kita? Bukankah bagi seorang muslim hanya Allah yang paling dia cintai lebih dari apapun? Atau menghubung-hubungkan makhluk dengan kejadian seperti “Tuh, lihat gara-gara kamu sih jadi hujan!” atau ketika mendengar petir bukannya memohon perlindungan pada Allah tetapi malah mengatakan “Tuh, petirnya kencang banget, si Fulan pasti lagi marah nih!!!”. Bukankah Allah-lah yang berkuasa atas semua hal yang terjadi di alam ini??? Perkataan mana yang lebih besar dosanya dari perkataan keji seperti ini?!! Ini perkataan syirik yang dosa syirik itu tidak akan diampuni Allah kecuali dengan menyesali dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi (Taubat Nasuha). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai hamba Allah… &lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah sangat keras siksanya…engkau, aku dan semua makhluk-Nya demi Allah tak akan sabar menjalaninya…. “Ah, kok serius gitu sih ! kami ‘kan hanya main-main kok?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai hamba Allah… &lt;br /&gt;Allah berfirman “Dan jika kau tanya mereka tentang ejekan itu maka mereka akan menjawab ‘Sesungguhnya kami hanya senda guaru dan bermain-main’. Katakanlah “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usahlah kamu minta maaf karena kamu kafir sesudah beriman!” (At-Taubah 65-66). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab turunnya ayat yang mulia ini ialah karena ada seorang yang pada saat perang Tabuk, maka suatu waktu ia membuat majelis/kumpul-kumpul dan ia bercerita dan berkata “ Aku tidak pernah melihat orang yang lebih buncit perutnya, lebih takut kepada musuh selain ahli baca Al Quran ini (maksudnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabatnya--ridwanullah’alaihim ajma’in-semoga Alah meridhoi mereka semua--yang kita diperintah untuk mengikuti mereka). Maka ketika diadukan pada beliau, maka turunlah ayat ini dan orang tadi terlihat tersandung-sandung karena mengikuti Nabi yang menaiki kendaraannya untuk minta maaf. Lihatlah, wahai hamba Allah!!. Allah-lah yang mengkafirkan mereka dari atas langit ketujuh melalui ayatnya yang mulia. Adakah alasan lain bagi kita untuk mengelak dengan ‘hanya main-main saja’?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai hamba Allah… &lt;br /&gt;Allah Maha keras siksa-Nya, akan tetapi Allah mempunyai ampunan yang luas, maka bersegeralah untuk menuju ampunan-Nya. FirmanNya “ Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az-Zumar 53). Firman Allah “ Bersegeralah kamu kepada mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasulNya.” (Al Hadid 21). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Marilah kita sama-semua menjaga lidah ini yang merupakan kunci dari semua perkara yang disebutkan dalam hadits di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menjauhi perkataan keji seperti diatas dan yang sejenisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Haram kita menghina Rasulullah dan para sahabatnya, dan wajib kita mengikuti cara beragama mereka itu (lihat At-Taubah 100, An-Nisaa 115). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak boleh menghina ajaran Islam walau kita belum mampu melaksanakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Marilah bersegera untuk mendapatkan ampunan dari Allah dan mendalami Islam ini secara benar, yakni mengikuti sahabat Nabi rodhiyallahu ‘anhum ajma’in. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-8481357176700197149?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/8481357176700197149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/ketahuilah-wahai-hamba-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/8481357176700197149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/8481357176700197149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/ketahuilah-wahai-hamba-allah.html' title='Ketahuilah Wahai Hamba Allah!'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-5481644690287002138</id><published>2010-07-09T07:18:00.001-07:00</published><updated>2010-07-09T07:18:48.955-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Istiqamah</title><content type='html'>Setiap muslim yang telah berikrar bahwa Allah Rabbnya, Islam agamanya dan Muhammad rasulnya, harus senantiasa memahami arti ikrar ini dan mampu merealisasikan nilai-nilainya dalam realitas kehidupannya. Setiap dimensi kehidupannya harus terwarnai dengan nilai-nilai tersebut baik dalam kondisi aman maupun terancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam realitas kehidupan dan fenomena umat, kita menyadari bahwa tidak setiap orang yang memiliki pemahaman yang baik tentang Islam mampu mengimplementasikan dalam seluruh sisi-sisi kehidupannya. Dan orang yang mampu mengimplementasikannya belum tentu bisa bertahan sesuai yang diharapkan Islam, yaitu komitmen dan istiqomah dalam memegang ajarannya dalam sepanjang perjalanan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka istiqomah dalam memegang tali Islam merupakan kewajiban asasi dan sebuah keniscayaan bagi hamba-hamba Allah yang menginginkan husnul khatimah dan harapan-harapan surgaNya. Rasulullah saw bersabda: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda, "Berlaku moderatlah dan beristiqamah, ketahuilah sesungguhnya tidak ada seorang pun dari kalian yang selamat dengan amalnya. Mereka bertanya, "Dan juga kamu Ya … Rasulullah, Beliau bersabda, "Dan juga aku (tidak selamat juga) hanya saja Allah swt telah meliputiku dengan rahmat dan anugerah-Nya." (H.R. Muslim dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqamah bukan hanya diperintahkan kepada manusia biasa saja, akan tetapi istiqamah ini juga diperintahkan kepada manusia-manusia besar sepanjang sejarah peradaban dunia, yaitu para Nabi dan Rasul. Perhatikan ayat berikut ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka tetaplah (istiqamahlah) kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."(Q.S. Hud:112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqamah adalah anonim dari thughyan (penyimpangan atau melampaui batas). Ia bisa berarti berdiri tegak di suatu tempat tanpa pernah bergeser, karena akar kata istiqamah dari kata "qaama" yang berarti berdiri. Maka secara etimologi, istiqamah berarti tegak lurus. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, istiqamah diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara terminologi, istiqamah bisa diartikan dengan beberapa pengertian berikut ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar As-Shiddiq ra ketika ditanya tentang istiqamah ia menjawab bahwa istiqamah adalah kemurnian tauhid (tidak boleh menyekutukan Allah dengan apa dan siapa pun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab ra berkata, "Istiqamah adalah komitmen terhadap perintah dan larangan dan tidak boleh menipu sebagaimana tipuan musang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utsman bin Affan ra berkata, "Istiqamah adalah mengikhlaskan amal kepada Allah Taala"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abu Thalib ra berkata, "Istiqamah adalah melaksanakan kewajiban-kewajiban".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hasan berkata, "Istiqamah adalah melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid berkata, "Istiqamah adalah komitmen terhadap syahadat tauhid sampai bertemu dengan Allah Taala".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiah berkata, "Mereka beristiqamah dalam mencintai dan beribadah kepada-Nya tanpa menoleh kiri kanan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi muslim yang beristiqamah adalah muslim yang selalu mempertahankan keimanan dan akidahnya dalam situasi dan kondisi apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bak batu karang yang tegar menghadapi gempuran ombak-ombak yang datang silih berganti. Ia tidak mudah loyo atau mengalami futur dan degradasi dalam perjalanan dakwah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia senantiasa sabar dalam menghadapi seluruh godaan dalam medan dakwah yang diembannya. Meskipun tahapan dakwah dan tokoh sentralnya mengalami perubahan. Itulah manusia muslim yang sesungguhnya, selalu istiqamah dalam sepanjang jalan dan di seluruh tahapan-tahapan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-Dalil Dan Dasar Istiqomah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Alquran dan Sunnah Rasulullah saw banyak sekali ayat dan hadits yang berkaitan dengan masalah istiqamah di antaranya adalah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka tetaplah (istiqamahlah) kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS 11:112).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini mengisyaratkan kepada kita bahwa Rasullah dan orang-orang yang bertaubat bersamanya harus beristiqomah sebagaimana yang telah diperintahkan. Istiqomah dalam mabda (dasar atau awal pemberangkatan), minhaj dan hadaf (tujuan) yang digariskan dan tidak boleh menyimpang dari perintah-perintah ilahiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS 41: 30-32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (QS 46:13-14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat ayat di atas menggambarkan urgensi istiqamah setelah beriman dan pahala besar yang dijanjikan Allah SWT seperti hilangnya rasa takut, sirnanya kesedihan dan surga bagi hamba-hamba Allah yang senantiasa memperjuangkan nilai-nilai keimanan dalam setiap kondisi atau situasi apapun. Hal ini juga dikuatkan beberapa hadits nabi di bawah ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku berkata, "Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku satu perkataan dalam Islam yang aku tidak akan bertanya kepada seorang pun selain engkau. Beliau bersabda, "Katakanlah, "Aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqamahlah (jangan menyimpang)." (HR Muslim dari Sufyan bin Abdullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullah saw bersabda, "Berlaku moderatlah dan beristiqomah, ketahuilah sesungguhnya tidak ada seorangpun dari kalian yang selamat dengan amalnya. Mereka bertanya, "Dan juga Anda Ya … Rasulullah, Beliau bersabda, "Dan juga aku (tidak selamat juga) hanya saja Allah swt telah meliputiku dengan rahmat dan anugerahNya." (HR Muslim dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ayat-ayat dan beberapa hadits di atas, ada beberapa pernyataan ulama tentang urgensi istiqamah sebagaimana berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang-orang arif berkata, "Jadilah kamu orang yang memiliki istiqomah, tidak menjadi orang yang mencari karomah. Karena sesungguhnya dirimu bergerak untuk mencari karomah sementara Robbmu menuntutmu untuk beristiqomah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Al-Islam Ibnu Taimiyah berkata, "Sebesar-besar karomah adalah memegang istiqamah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-Faktor Yang Melahirkan Istiqomah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim dalam "Madaarijus Salikiin" menjelaskan bahwa ada enam faktor yang mampu melahirkan istiqomah dalam jiwa seseorang sebagaimana berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Beramal dan melakukan optimalisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong." (QS 22:78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berlaku moderat antara tindakan melampui batas dan menyia-nyiakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian." (QS 25:67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Amru, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, "Setiap amal memiliki puncaknya dan setiap puncak pasti mengalami kefuturan (keloyoan). Maka barang siapa yang pada masa futurnya (kembali) kepada sunnahku, maka ia beruntung dan barang siapa yang pada masa futurnya (kembali) kepada selain itu, maka berarti ia telah celaka"(HR Imam Ahmad dari sahabat Anshar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Tidak melampui batas yang telah digariskan ilmu pengetahuannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung jawaban." (QS 17:36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak menyandarkan pada faktor kontemporal, melainkan bersandar pada sesuatu yang jelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Padahal mereka tidak disuruh melainkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS 98:5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mengikuti Sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, "Siapa diantara kalian yang masih hidup sesudahku maka dia pasti akan melihat perbedaan yang keras, maka hendaklah kalian mengikuti sunnahku dan sunnah para Khalifah Rasyidin (yang lurus), gigitlah ia dengan gigi taringmu."(Abu Daud dari Al-Irbadl bin Sariah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Sufyan berkata, "Tidak diterima suatu perkataan kecuali bila ia disertai amal, dan tidaklah lurus perkataan dan amal kecuali dengan niat, dan tidaklah lurus perkataan, amal dan niat kecuali bila sesuai dengan sunnah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak Positif Dan Buah Istiqomah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia muslim yang beristiqomah dan yang selalu berkomitmen dengan nilai-nilai kebenaran Islam dalam seluruh aspek hidupnya akan merasakan dampaknya yang positif dan buahnya yang lezat sepanjang hidupnya. Adapun dampak dan buah istiqomah sebagai berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian (Syaja'ah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim yang selalu istiqomah dalam hidupnya ia akan memiliki keberanian yang luar biasa. Ia tidak akan gentar menghadapi segala rintangan dakwah. Ia tidak akan pernah menjadi seorang pengecut dan pengkhianat dalam hutan belantara perjuangan. Selain itu jugaberbeda dengan orang yang di dalam hatinya ada penyakit nifaq yang senantiasa menimbulkan kegamangan dalam melangkah dan kekuatiran serta ketakutan dalam menghadapi rintangan-rintangan dakwah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan firman Allah Taala dalam surat Al-Maidah ayat 52 di bawah ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita bisa melihat kembali keberanian para sahabat dan para kader dakwah dalam hal ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah saw menawarkan pedang kepada para sahabat dalam perang Uhud, seketika Abu Dujanah berkata, "Aku yang akan memenuhi haknya, kemudian membawa pedang itu dan menebaskan ke kepala orang-orang musyrik." (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat seorang sahabat mendapat jawaban dari Rasulullah saw bahwasanya ia masuk surga kalau mati terbunuh dalam medan pertempuran, maka ia tidak pernah menyia-nyiakan waktunya lagi seraya melempar kurma yang ada di genggamannya kemudian ia meluncur ke medan pertempuran dan akhirnya mendapatkan apa yang diinginkan yaitu, syahadah (mati syahid). (Muttafaqun Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda kepada Ali bin Abu Thalib setelah ia menerima bendera Islam dalam peperangan Khaibar sebagai berikut, "Jalanlah, jangan menoleh sehingga Allah SWT memberikan kemenangan kepada kamu." Lantas Ali berjalan, kemudian berhenti sejenak dan tidak menoleh seraya bertanya dengan suara yang keras; "Ya Rasulullah atas dasar apa aku memerangi manusia?" Beliau bersabda, "Perangi mereka sampai bersaksi bahwasanya tiada Tuhan selain Allah……" (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah gambaran keberanian para sahabat yang lahir dari keistiqomahannya yang harus diteladani oleh generasi-generasi penerus dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ithmi'nan (ketenangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanan seorang muslim yang telah sampai pada tangga kesempurnaan akan melahirkan tsabat dan istiqomah dalam medan perjuangan. Tsabat dan istiqomah sendiri akan melahirkan ketenangan, kedamaian dan kebahagian. Meskipun ia melalui rintangan dakwah yang panjang, melewati jalan terjal perjuangan dan menapak tilas lika-liku belantara hutan perjuangan. Karena ia yakin bahwa inilah jalan yang pernah ditempuh oleh hamba-hamba Allah yang agung yaitu para Nabi, Rasul, generasi terbaik setelahnya dan generasi yang bertekad membawa obor estafet dakwahnya. Perhatikan firman Allah di bawah ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepadamusuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar." (QS 3:146)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS 6:82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS 13:28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafa'ul (optimis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistiqomahan yang dimiliki seorang muslim juga melahirkan sikap optimis. Ia jauh dari sikap pesimis dalam menjalani dan mengarungi lautan kehidupan. Ia senantiasa tidak pernah merasa lelah dan gelisah yang akhirnya melahirkan frustasi dalam menjalani kehidupannya. Kefuturan yang mencoba mengusik jiwa, kegalauan yang ingin mencabik jiwa mutmainnahnya dan kegelisahan yang menghantui benaknya akan terobati dengan keyakinannya kepada kehendak dan putusan-putusan ilahiah. Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan oleh beberapa ayat di bawah ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS 57:22-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".(QS 12: 87) Ibrahim berkata, "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat".(QS 15:56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan tiga buah istiqamah ini, seorang muslim akan selalu mendapatkan kemenangan dan merasakan kebahagiaan, baik yang ada di dunia maupun yang dijanjikan nanti di akherat kelak. Perhatikan ayat di bawah ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS 41:30-32)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-5481644690287002138?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/5481644690287002138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/istiqamah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/5481644690287002138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/5481644690287002138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/istiqamah.html' title='Istiqamah'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-7506061741626160729</id><published>2010-07-09T07:17:00.002-07:00</published><updated>2010-07-09T07:18:08.149-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Rasulullah Penebar Berkah</title><content type='html'>Pada suatu saat, Rasulullah saw berwudhu. Segera sesudah itu, para sahabat sibuk memperebutkan bekas air wudhu Nabi yang mulia. Ketika menceritakan hal ini, Imam Bukhari sampai menulis: "Para sahabat bahkan hampir berkelahi untuk memperoleh bekas air wudhu Rasulullah itu." (lihat Shahîh Bukhâri 1: 59105 dan Fathul Bâri 1: 256-408)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam fikih, sebagaimana kita ketahui, air bekas dipakai atau air musta'mal tidak boleh dipakai lagi untuk berwudhu kecuali, menurut Imam Syafii, air bekas wudhu Rasulullah saw. Meskipun merupakan air musta'mal, air itu tetap bisa dipakai berwudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa para sahabat berebut untuk memperoleh bekas wudhu Rasulullah saw -sampai sahabat lain yang tidak kebagian pun menggesekkan tangannya kepada tangan orang lain yang mendapat air wudhu bekas Rasulullah saw? Karena mereka percaya bahwa bekas sentuhan tangan Rasulullah saw yang suci itu mampu mendatangkan berkah. Al-Quran menyatakan di mana pun Rasulullah berada, beliau akan selalu mendatangkan berkah untuk sekitarnya. Dalam surat Al-Isra ayat 1, Allah swt berfirman: Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah mendatangkan berkah tidak hanya untuk para sahabatnya, tetapi juga untuk seluruh alam semesta. Dalam Al-Quran, Allah swt berfirman: Dan tiadalah kami mengutusmu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS. Al-Anbiya: 107) Berkah adalah termasuk kepada 'rahmat' yang disebutkan dalam ayat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat lain dalam Shahih Bukhari menyebutkan: Suatu hari, Rasulullah saw memanggil dua orang sahabatnya; 'Amr bin 'Ash dan Bilal bin Rabah. Saat itu Rasulullah sedang berwudhu. Kemudian Rasulullah memercikkan ludahnya pada air bekas wudhu. Beliau menyuruh dua orang sahabat tersebut untuk meminum air itu. "Ada berkah pada air itu," ucap Rasulullah saw. Kedua orang itu amat percaya akan berkah dalam air wudhu itu sehingga mereka langsung meminumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu yang lain, Rasulullah saw tidur siang di sebuah taman. (Di kalangan masyarakat Arab dikenal kebiasaan tidur di siang hari. Imam Ghazali menganjurkan tidur siang ini agar kita bangun di malam hari untuk melakukan salat malam, -red.) Karena udara yang panas, keringat bercucuran dari dahi Rasulullah. Seorang sahabat perempuan melihat kejadian ini. Segera dia mengambil wadah dan dengan hati-hati menggunakannya untuk menadah air keringat Rasulullah. Beberapa saat kemudian Nabi terbangun dan bertanya, "Apa yang kamu lakukan?" Perempuan itu menjawab, "Ya Rasulallah, aku mengambil berkah dari keringatmu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa cawan yang pernah memperoleh tetesan keringat Rasulullah saw itu sering dipinjam oleh banyak sahabat yang lain. Jika ada orang yang sakit, cawan itu dipinjam untuk diisi dengan air. Orang yang sakit itu lalu meminumnya. Ia sembuh karena berkah air yang dimasukkan ke dalam cawan tempat Rasulullah saw pernah meneteskan keringatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda boleh tidak percaya. Tetapi saya amat meyakininya karena peristiwa itu terdapat dalam kitab-kitab hadis yang sahih. Air tersebut mengandung berkah. Air yang biasanya hanya untuk menghapuskan haus juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit. Berkah adalah tambahan yang terdapat dalam sesuatu. Jika suatu makanan hanya mengenyangkan saja, makanan itu hanyalah makanan biasa. Tetapi jika makanan itu menjadi obat dan bermanfaat, bukan saja untuk diri kita tetapi juga untuk orang lain, makanan itu menjadi makanan yang mengandung berkah. Oleh karena itulah, sebelum makan, kita dianjurkan berdoa, "Allâhumma bârik lanâ fî mâ razaqtanâ, Ya Allah, berkahilah apa yang telah Engkau rizkikan kepada kami…." Rezeki yang mendatangkan berkah adalah rezeki yang walaupun sedikit, mendatangkan manfaat yang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan hidup. Hidup yang penuh berkah tidak dihitung berdasarkan panjang pendeknya usia, melainkan berdasarkan manfaat yang diberikannya. Tentu saja yang paling ideal adalah hidup yang panjang usianya dan panjang pula amalnya. Menurut Rasulullah saw seperti itulah manusia yang paling baik. Namun bila ada orang yang berusia pendek tapi hidupnya mendatangkan manfaat untuk orang sekitarnya, hidupnya adalah hidup yang penuh berkah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat pun ada yang dapat mendatangkan berkah. Bila dahulu orang mengambil berkah dari orang yang menebarkannya; yaitu Rasulullah saw, maka kita sekarang mencari berkah dari tempat yang memancarkannya; misalnya Masjidil Haram. Majelis-majelis pengajian dan tempat-tempat yang pernah dikunjungi orang salih juga adalah tempat-tempat yang mampu mendatangkan berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah saw hijrah ke Madinah, ada seorang ibu yang datang sambil membawa anak kecil. "Ya Rasulallah," pinta ibu itu, "ini anakku. Izinkan dia untuk berkhidmat kepadamu dengan menjadi khadammu." Anak itu bernama Anas bin Malik. Suatu hari, Anas mengundang Rasulullah saw untuk makan di rumahnya. Rasulullah saw bertanya, "Di mana tempat salatmu? Tunjukkanlah kepadaku." Rasulullah lalu salat di tempat itu. Setelah salat, beliau mencelupkan tangannya yang mulia ke sebuah bejana dan memercikkannya ke sudut rumah tempat ia salat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah saw meninggal dunia, rumah Anas banyak dikunjungi para sahabat dan tabi'in yang tak sempat berjumpa dengan Rasulullah. Mereka ingin salat di tempat Rasulullah saw pernah salat. Tempat itu dipandang sebagai tempat yang mendatangkan berkah. Ibnu Hajar Al-Asqalani dan Imam Al-Nawawi menganggap riwayat ini sebagai dalil tentang bolehnya mengambil berkah dari orang yang saleh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mengharapkan rumah kita mengandung berkah, undanglah orang-orang salih yang berakhlak baik, ahli ibadah, dan alim. Mintalah mereka untuk salat di tempat itu seperti Rasulullah saw salat di tempat Anas bin Malik. Berkah, menurut Islam, adalah sesuatu yang menyebar. Jika orang saleh datang di suatu tempat, keberkahan itu menyebar ke tempat-tempat di sekelilingnya. Rasulullah saw memerintahkan kita untuk makan bersama orang-orang salih. Insya Allah, makanan yang kita makan itu adalah makanan yang penuh berkah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-7506061741626160729?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/7506061741626160729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/rasulullah-penebar-berkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/7506061741626160729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/7506061741626160729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/rasulullah-penebar-berkah.html' title='Rasulullah Penebar Berkah'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-5188541953907200390</id><published>2010-07-09T07:17:00.001-07:00</published><updated>2010-07-09T07:17:38.862-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Ada Apa Dengan Mars? Terjadikah pada bumi?</title><content type='html'>Ilmuwan astronomi menyatakan bahwa kecepatan Planet Mars dalam lintasan orbitnya telah berkurang terhadap orbit Timur dalam beberapa minggu terakhir ini hingga ke tingkat yang meragukan geraknya antara timur dan barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Rabu (30 Juli 2004), diperkirakan bahwa pergerakan planet akan berhenti bergerak dari arah timur. Kemudian, pada bulan Agustus dan September 2004, planet Mars akan merubah pergerakan orbitnya ke arah yang berlawanan (yang semula dari timur ke barat, menjadi dari barat ke timur) dimana hal ini berarti bahwa matahari akan terbit dari bagian barat Mars mulai saat ini. Fenomena yang aneh ini (pergerakan ke arah yang berlawanan) disebut "Retrogade Motion". Para pakar astronomi menyatakan bahwa semua planet di alam semesta ini akan mengalami hal yang sama, setidaknya sebanyak satu kali, dan Planet Bumi kita pun termasuk didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Planet Bumi akan bergerak ke arah yang berlawanan dan matahari pun akan terbit dari barat!!!! Hal ini akan terjadi dalam waktu singkat dan kita semua pun pasti akan menyadarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hadist Nabi saw. Rasullullah saw bersabda: "Salah satu tanda akhir zaman (Kiamat), apabila sampai masanya... matahari terbit disebelah barat. Pada masa ini, taubat sudah tiada." hadist riwayat Muslim. Menurut Syariah Muhammadiyah, "Terbitnya matahari disebelah Barat hanya akan berlaku sekali pada masa dan ketika itu, matahari terus berada di sebelah barat. Dan matahari akan kembali terbit di sebelah timur dan seterusnya pada hari-hari yang berikut sehingga Allah menghendaki dan menetapkannya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah apa yang akan berlaku pada planet MARS. Bergerak dari timur kebarat - berhenti - bergerak kebarat dalam masa yang pendek - dan kemudian bergerak semula ke arah timur ke barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a berkata, Rasullullah SAW pernah berkata : "Tidak berlaku dan tibanya kemusnahan dunia (Kiamat) sehingga terbitnya matahari dari barat. Apabila tiba masanya ini, semua makhluk di dunia akan segera sadar dan percaya akan kekuasaan Allah. Tetapi pada masa ini, semuanya sia-sia belaka. Tiada satu pun pintu taubat dibuka. Sesungguhnya pada MASA TERSEBUT, rugilah bagi mereka itu". Hadist Al-Bukhari, Muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud utama adalah inginnya saya menyeru pada rekan semua: setiap planet di dunia akan mengalami fenomena yang sama. Tahun ini, planet Mars akan berlaku matahari terbit disebelah barat. Kita tak tahu, mungkin planet-planet lain sudah pun mengalami fenomena ini, dan mungkin hanya bumi saja yang belum, kita tak tahu, hanya Allah yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya amatlah benar Allah Maha Pengasih dan Penyayang, Dia sudah pun memberi tanda awal, walaupun melalui hambanya yang bukan Islam. Tapi bagi kita yang sudah beriman ini, sadarlah selagi belum terlambat. Karena sekiranya berlaku, taubat sudah tidak diterima. Dunia ini hanya sementara. Bertaubatlah dari segala dosa yang kita lakukan. Berzikirlah, walaupun hanya pada sisa-sisa masa yang terluang karena zikir itu juga penghapus dosa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah satu artikel dari seorang sahabat, ane undang antum yg lebih tahu memberikan pendapat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-5188541953907200390?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/5188541953907200390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/ada-apa-dengan-mars-terjadikah-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/5188541953907200390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/5188541953907200390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/ada-apa-dengan-mars-terjadikah-pada.html' title='Ada Apa Dengan Mars? Terjadikah pada bumi?'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-2012500026704759916</id><published>2010-07-09T07:16:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:17:01.464-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Unta : Hewan yang Khidmat Kepada Ummat Manusia</title><content type='html'>Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang memberi peringatan. (QS. 88:17-21) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak diragukan lagi bahwa seluruh makhluk hidup ??itu menunjukkan Kekuasaan dan Ilmu Sang Maha Pencipta-nya. Fakta ini diungkapkan di beberapa ayat suci Al-Quran, yang senantiasa menekankan bahwa segalanya yang diciptakan oleh Allah hakikatnya adalah bukti keimanan dan pelajaran untuk mengingatkan umat manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ke 17 surat Al-Gashiyyah yang berbunyi "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan?", menyebutkan seekor binatang yang harus kita amati dan pikirkan secara seksama, yaitu unta. Dalam artikel kali ini, kita akan mempelajari hewan ini yang mana Al-Quran telah mengajak kita untuk mengamatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik khusus eksklusif yang dimiliki unta adalah struktur tubuhnya yang tidak terpengaruh meskipun hidup di tengah kondisi yang palis keras. Tubuhnya mempunyai kelebihan di mana selama berhari-hari, unta dapat hidup tanpa air dan makanan dan bahkan dapat mengadakan perjalanan dengan mengemban beban ratusan kilogram di punggungnya. Beberapa karakteristik unta membuktikan bahwa binatang ini memang diciptakan untuk kondisi iklim yang kering dan ditugaskan untuk membantu untuk kenyamanan manusia. Dalam Al-Quran surat Yunus disebutkan: "Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. 10:6)". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unta telah 'didisain' secara khusus untuk kondisi padang pasir. Pada hakikatnya, setiap bagian tubuh unta harus diinvestigasi untuk dapat memahami bagaimana untak diciptakan oleh Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki untuk segala jenis tanah; kakinya memiliki dua jari yang saling terkait dengan bantalan yang fleksible. Struktur yang terdiri dari empat bulatan tebal ini memungkinkan kakinya untuk bertahan dengan kuat pada tanah. Kaki-kaki ini benar-benar sesuai untuk segela jenis kondisi tanah. Kuku-kukunya melindungi tapak kaki dari kerusakan yang mungkin terjadi akibat pukulan. Lututnya dilindungi oleh suatu struktur yang disebut "callus", yang terdiri dari kulit yang sangat keras dan tebal seperti tanduk. Ketika untak duduk di atas pasir yang panas, struktur callus ini melindunginya dari kerusakan akibat pasir yang sangat panas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponok sebagai persediaan makanan; ponok unta banyak berisi lemak dan menyediakan zat makanan secara periodik pada saat kelaparan. Dengan sistim ini, unta dapat hidup selama 3 minggu tanpa air, sementara ia kehilangan 33% berat tubuhnya. Dalam keadaan keras yang sama, manusia akan kehilangan 8% berat tubuhnya namun mati dalam waktu 36 jam. Karena manusia telah kehabisan air dalam tubuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulu penyekat panas; bulu unta ini terdiri dari rambut tebal dan bulu kempa yang tidak hanya melindungi tubuhnya dari kondisi cuaca dindin dan panas, namun juga menghindari kehilangan air tubuhnya. Unta dapat menahan peluh keringat tubuhnya dengan cara menaikkan suhu tubuhnya hingga 41°C, sehingga menghindari kehilangan air tubuh. Dengan bulu tebalnya, unta di benua Asia dapat bertahan hidup di suhu tinggi yang hingga +51°C di musim panas dan turun hingga -51°C di musim dingin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala yang terlindungi dari pasir; bulu mata unta berbentuk dua sisir terpisah yang saling melekat. Dalam keadaan bahaya, bulu matanya secara otomatis menutup. Dengan bentuk spesial semacam ini, meskipun sebutir pasir kecil tidak akan dapat masuk ke dalam matanya. Hidung dan telinganya pun ditutupi oleh rambut yang panjang untuk perlindungan dari debu dan pasir. Lehernya yang panjang memungkinkannya untuk meraih dan makan dedaunan yang tingginya 3 meter dari tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kelebihan di atas, unta juga mempunyai sistim khusus dalam tubuhnya. Sebenarnya masing-masing dari kelebihannya ini memberikannya kemampuan dalam kondisi keras padang pasir. Kelebihan-kelebihannya ini dapat dikategorikan sbb: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahanan dari lapar dan dahaga &lt;br /&gt;Unta dapat hidup tanap makan dan air selama 8 hari di bawah suhu 50°C. Selama periode ini, unta kehilangan 22% berat tubuhnya. Namun ia dapat bertahan hidup meskipun kehilangan 40% air dalam tubuhnya, sementara itu kehilangan 12% saja dapat menyebabkan kematian manusia. Sebab ketahanannya yang lain terhadap kehausan adalah suatu mekanisme yang memungkinkan unta untuk meningkatkan suhu internal tubuhnya hingga 41°C. Berkat kelebihannya ini, unta dapat menahan kehilangan air pada tingkat minimal dalam iklim yang sangat panas di padang pasir. Unta juga dapat menurunkan temperatur internal tubuhnya hingga 30°C di tengah malam yang dingin di padang pasir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unit pemanfaatan air yang canggih &lt;br /&gt;Unta dapat mengkonsumsi 130 liter air hampir dalam waktu 10 menit. Jumlah ini kira-kira sepertiga dari berat tubuhnya. Selain itu, unta juga memiliki sebuah struktur mucus (ingus) di hidungnya yang 100 kali lebih besar luasnya dari punya manusia. Setiap kali unta bernapas, udara dilembabkan oleh ingus. Ketika kita bernapas, kita kehilangan 16 mg uap air untuk setiap liter udara. Namun dengan struktur mucusnya, unta dapat memanfaatkan kelembaban udara dengan perbandingan 66%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil manfaat maksimal dari makanan dan air &lt;br /&gt;Kebanyakan binatang mati ketika urea yang terkumpul dalam tubuhnya masuk ke dalam sistim sirkulasi darah. Namun unta menggunakan urea yang diproduksi dlam tubuhnya ini, dengan menyaringnya melalui hati secara kontinyu. Akibatnya, unta memanfaatkannya sebagai sumber protein dan air. Baik darah maupun struktur sel unta dapat menjadikannya mampu bertahan hidup dalam jangka waktu yang panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponok merupakan pembantu yang lain bagi unta. Seperlima bagian dari tubuhnya disimpan sebagai lemak dalam ponoknya. Penyimpanan lemak tubuh dalam satu bagian tubuh unta, dapat menghindarkannya dari kehilangan air dari seluruh tubuhnya. Ini menjadikan tubuhnya memakai jumlah seminum mungkin air. Meskipun seekor unta dapat makan 30-50 kg makanan dalam satu hari, ia dapat hidup 1 bulan hanya dengan 2 kg rumput. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, unta memiliki bibir yang sangat kuat seperti karet yang menjadikannya mudah untuk memakan duri yang cukup tajam menembus kulit. Lebih lanjut, ia mempunyai sistim pencernaan yang kuat sehingga unta dapat makan apa saja yang ia dapati seperti piring platik, kapel tembaga dan buluh. Perutnya yang terbagi dalam empat ruangan sudah terbiasa dengan segalanya, meskipun selain makanan. Jelas sudah bagaimana kelebihannya ini dapat bermanfaat di kondisi iklim begitu kering. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin.Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (QS. 31:20) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang marilah kita merenungkannya berkaitan dengan informasi di atas: Apakah unta menyesuaikan tubuhnya sendiri terhadap kondisi padang pasir dengan sendirinya? Apakah ia sendiri membentuk ingus hidungnya dan ponok di punggungnya? Atau apakah unta membentuk hidung dan struktur matanya sendiri dengan perlindungan dari angin puyuh dan badai padang pasir? Apakah unta menyusun darah dan struktur selnya sendiri berdasar atas prinsip untuk menghindari membuang air? Apakah juga unta memilih jenis bulu untuk menutupi tubuhnya? Apakah unta merubah dirinya menjadi 'kapal padang pasir' dengan sendirinya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana makhluk hidup yang lain, unta pastilah tidak dapat membuat kelebihan-kelebihan di atas dengan sendirinya. Lebih lanjut, unta tida dapat menjadikan dirinya sendiri memberikan manfaat bagi umat manusia. Ayat Al-Quran yang menyebutkan "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan?" menjelaskan ciptaan hewan yang luar biasa ini dengan cara yang terbaik. Seperti makhluk lain, unta juga diciptakan dengan beberapa karakteristik dan kemudian ditempatkan di muka bumi sebagai suatu tand a kesempurnaa Pencipta Alam Semesta ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara unta diciptakan dengan kelebihan fisik yang superior, ia telah diberikan bagi kepentingan umat manusia. Pada sisi lain, umat manusia diberikan tanggungjawab untuk melihat keajaiban ciptaan di seluruh alam semesta ini dan ma'rifat Sang Pencipta seluruh makhluk, Allah SWT…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-2012500026704759916?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/2012500026704759916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/unta-hewan-yang-khidmat-kepada-ummat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/2012500026704759916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/2012500026704759916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/unta-hewan-yang-khidmat-kepada-ummat.html' title='Unta : Hewan yang Khidmat Kepada Ummat Manusia'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-6935300306655352948</id><published>2010-07-09T07:15:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:16:21.557-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Sifat Syurga Serta Ahlinya</title><content type='html'>Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Ya Rasullullah, dari apakah dibuat syurga itu?" Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Dari air." Kami bertanya: "Beritakan tentang bangunan syurga." Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Satu bata dari emas dan satu bata dari perak, dan lantainya kasturi yang semerbak harum, tanahnya dari za'faran, kerikilnya mutiara dan yakut, siapa yang masuk dalamnya senang tidak susah, kekal tidak mati, tidak lapuk pakaiannya, tidak berubah mukanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Tiga macam doa yang tidak akan tertolak: Imam (pemimpin, hakim) yang adil, dan orang puasa ketika berbuka dan orang yang teraniaya, maka doanya terangkat diatas awan, dilihat oleh Tuhan lalu berfirman: "Demi kemuliaan dan kesabaranKu, Aku akan bela padamu walau hanya menanti masanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya didalam syurga ada pohon besar sehingga seorang yang berkenderaan dapat berjalan dibawah naungannya selama seratus tahun tidak putus naungannya, bacalah: Wa zillin mamdud (Yang bermaksud) Dan naungan yang memanjang terus. Dan didalam syurga kesenangannya yang tidak pernah dilihat mata atau didengar oleh telinga, bahkan tidak pernah terlintas dalam hati (perasaan) manusia. Bacalah kamu: Fala ta'lamu nafsun maa ukh fia lahum min qurrati a'yunin jazza'an bima kanu ya'malun (Yang bermaksud) Maka tidak seorang pun yang mengetahui apa yang tersembunyi bagi mereka dari kesenangan yang memuaskan hari sebagai pembalasan apa yang telah mereka lakukan. Dan tempat pecut didalam syurga lebih baik dari dunia siisinya. Bacalah ayat: Faman zuhziha aninnari wa udkhillal jannata faqad faza (Yang bermaksud) Maka siapa dijauhkan dari api dan dimasukkan dalam syurga bererti telah untung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Abbas r.a. berkata: "Sesungguhnya didalam syurga ada bidadari yang dijadikan dari empat macam iaitu misik, ambar, kafur dan za'faran, sedang tanahnya dicampur dengan air hidup (hayawan), dan setelah dijadikan maka semua bidadari asyik kepadanya, andaikan ia berludah dalam laut tentu menjadi tawar airnya, tercantum dilehernya: Siapa yang ingin mendapat isteri seperti aku, maka hendaklah taat kepada Tuhanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid berkata: "Bumi syurga dari perak, dan tanahnya dari misik, dan urat-urat pohonnya dari perak, sedang dahannya dari mutiara dan zabarjad, sedang daun dan buahnya dibawah itu, maka siapa yang makan sambil berdiri tidak sukar, dengan duduk juga tidak sukar, dan sambil berbaring juga tidak sukar, kemudian membaca ayat: Wa dzulillat quthufuha tadzlila. (Yang bermaksud) Dan dimudahkan buah-buahnya sehingga semudah-mudahnya. Sehingga dapat dicapai oleh orang yang berdiri maupun yang duduk dan berbaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu hurairah r.a. berkata: "Demi Allah yang menurunkan kitab pada Nabi Muhammad s.a.w. Sesungguhnya ahli syurga tiap saat bertambah elok cantiknya, sebagaimana dahulu didunia bertambah tua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Shuhaib r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Apabila ahli syurga telah masuk kesyurga dan ahli neraka telah masuk keneraka, maka ada seruan: Hai ahli syurga, Allah akan menepati janji-Nya kepada kamu. Mereka berkata: "Apakah itu, tidakkah telah memberatkan timbangan amal kami dan memutihkan wajah kami dan memesukkan kami kedalam syurga dan menghindarkan kami dari neraka. Maka Allah membukakan bagi mereka hijab sehingga mereka dapat melihatNya, demi Allah yang jiwaku ada ditanganNya belum pernah mereka diberi sesuatu yang lebih senang daripada melihat zat Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik r.a. berkata: "Jibril datang kepada Nabi Muhammad s.a.w. membawa cermin putih yang ditengahnya ada titik hitam, maka Nabi Muhammad s.a.w. bertanya kepada Jibril: "Apakah cermin yang putih ini?" Jawabnya: "Ini hari Jumaat dan titik hitam ini saat mustajab yang ada dihari Jumaat, telah dikurniakan untuk mu dan untuk ummat mu, sehingga ummat-ummat yang sebelumnya berada dibelakangmu, iaitu Yahudi dan Nashara (kristian) dan saat dihari Jumaat, jika seorang mukmin bertepatan berdoa untuk kebaikan pada saat itu pasti ia akan diterima oleh Allah, atau berlindung kepada Allah dari suatu bahaya, pasti akan dihindarkannya, dan hari Jumaat dikalangan kami (Malaikat) dinamakan Yaumal Mazid (hari tambahan)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad s.a.w. bertanya lagi: "Apakah Yaumal Mazid itu?" Jawab Jibril: "Tuhan telah membuat lembah disyurga Jannatul Firdaus, disana ada anak bukitdari misik kasturi dan pada tiap-tiap hari Jumaat disana disediakan mimbar-minbar dari nur (cahaya) yang diduduki oleh para Nabi, dan ada mimbar-mimbar dari emas bertaburan permata yaqut dan zabarjada diduduki para siddiqin, suhada dan solihin, sedang orang-orang ahli ghurof (yang dibilik syurga) berada dibelakang mereka diatas bukit kecil itu berkumpul menghadap kepada Tuhan untuk memuja muji kepada Allah, lalu Allah berfirman: "Mintalah kepadaKu." Maka semua minta (Kami mohon keridhaanMu) Jawab Allah:"Aku telah redho kepadamu, keridhoan sehingga kamu Aku tempatkan dirumahKu dan Aku muliakan kamu." Kemudian Allah menampakkan kepada mereka sehingga mereka dapat melihat zatNya, maka tidak ada hari yang mereka suka sebagaimana hari Jumaat kerana mereka merasa bertambahnya kemuliaan dan kehormatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lain riwayat: Allah menyuruh kepada Malaikat: "Berikan makan kepada para waliKu.", maka dihidangkan berbagai makanan maka terasa pada tiap suap rasa yang lain dari semuanya, bahkan lebih lazat sehingga bila selesai makan, diperintahkan oleh Allah: "Berikan minum kepada hamba-hambaKu." maka diberi minum yang dapat dirasakan kelazatannya pada tiap teguk dan ketika telah selesai maka Tuhan berfirman: "Akulah Tuhanmu telah menepati apa yang Aku janjikan kepadamu dan kini kamu boleh minta, nescaya Aku berikan permintaanmu." Jawab mereka: "Kami minta ridhoMu. kami minta ridhoMu." dua tiga kali. Dijawab oleh Allah: "Aku ridho kepadamu bahkan masih ada tambahan lagi daripadaKu, pada hari ini Aku muliakan kamu dengan penghormatan yang terbesar dari semua yang telah kamu terima." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dibukakan hijab sehingga mereka dapat melihat dzat Allah yang Maha Mulia sekehendak Allah, maka segera mereka bersujud kepada Allah sekehendak Allah sehingga Allah menyuruh mereka: "Angkatlah kepalamu sebab kini bukan masa beribadat." Maka disitu mereka lupa pada nikmat-nikmat yang sebelumnya dan terasa benar bahawa tidak ada nikmat lebih besar daripada melihat dzat Allah yang Maha Mulia. Kemudian mereka kembali maka semerbak bau harum dari bawah Arsy dari bukit kasturi yang putih dan ditaburkan diatas kepala mereka, diatas ubun-ubun kuda mereka, maka apabila mereka kembali kepada isteri-isterinya terlihat bertambah indah lebih dari semula ketika mereka meninggalkan mereka sehingga isteri-isteri mereka berkata: "Kamu kini lebih elok dari yang biasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul-Laits berkata: "Terbuka hijab, bererti hijab yang menutupi mereka untuk melihat-Nya. Dan erti melihat kepadaNya iaitu melihat kebesaran yang belum pernah terlihat sebelumnya tetapi kebanyakkan ahli ilmu mengerikan: Melihat dzat Allah tanpa perumpamaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikrimah berkata: "Ketangkasan ahli syurga bagaikan orang berumur 33 tahun lelaki dan perempuan sama-sama, sedang tingginya enam puluh hasta, setinggi nabi Adam a.s. muda-muda yang mesih bersih halus tidak berjanggut, bola matanya, memakai tujuh puluh macam perhiasan, yang berubah warnanya tiap-tiap jam, tujuh puluh macam warna, maka dapat melihat mukanya dimuka isterinya, demikian pula didadanya, dibetisnya, demikian pula isterinya dapat melihat wajahnya diwajah suaminya, didada dan dibetisnya, mereka tidak berludah dan tidak beringus, lebih-lebih yang lebih kotor, maka lebih jauh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lain riwayat: "Andaikan seorang wanita syurga menunjukkan tapak tangannya dari langit nescaya akan menerangi antara langit dan bumi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya Zaid bin Arqam r.a. berkata: "Seorang ahlil kitab datang kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan bertanya: "Ya Abal-Qasim, apakah kau nyatakan bahawa orang syurga itu makan dan minum?" Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Ya, demi Allah yang jiwa Muhammad ada ditanganNya, seorang ahli syurga diberi kekuatan seratus orang dalam makan, minum dan jima (bersetubuh)." Dia berkata: "Sedang orang yang makan, minum ia lazimnya berhajat, sedang syurga itu bersih tidak ada kekotoran? Jawab Nabi Muhammad s.a.w. : "Hajat seseorang itu berupa peluh yang berbau harum bagaikan kasturi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Mu'tah bin Sumai mengenai firman Allah s.w.t.: "Thuba lahum wa husnu ma ab." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thuba ialah pohon pokok disyurga yang dahannya dapat menaungi tiap rumah disyurga, didalamnya berbagai macam buah dan dihinggapi burung-burung besar sehingga bila seorang ingin burung dapat memanggilnya dan segera jatuh diatas meja makannya, dan dapat makan sayap yang sebelah berupa dinding dan yang lain berupa panggangan, kemudian bila telah selesai ia terbang kembali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Al'amasy dari Abu Salih dari Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w. yang bermaksud: "Rombongan pertama akan masuk syurga dari ummatku bagaikan bulan purnama, kemudian yang berikutnya bagaikan bintang yang amat terang dilangit, kemudian sesudah itu menurut tingkatnya masing-masing, mereka tidak kencing dan buang air, tidak berludah dan tidak ingus, sisir rambut mereka dari emas dan ukup-ukup mereka dari kayu gahru yang harum dan peluh mereka kasturi dan bentuk mereka seperti seorang yang tingginya bagaikan Adam a.s. enam puluh hasta." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Abbas r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya ahli syurga itu muda semua, polos, halus, tidak ada rambut kecuali dikepala, alis dan idep (dikelopak mata), sedang janggut, kumis, ketiak dan kemaluan polos tidak ada rambut, tinggi mereka setinggi Nabi Adam a.s. enam puluh hasta, usianya bagaikan Nabi Isa a.s 33 tahun, putih rupanya, hijau pakaiannya, dihidangkan kepada mereka hidangan, maka datang burung dan berkata: "Hai waliyullah, saya telah minum dari sumber salsabil dan makan dari kebun syurga dan buah-buahan, rasanya sebelah badanku masakan dan yang sebelahnya gorengan, maka dimakan oleh orang itu sekuatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiap orang wali mendapat tujuh puluh perhiasan, tiap perhiasan berbeza warna dengan yang lain, sedang jari-jarinya ada sepuluh cincin, terukir pada yang pertama: Salam alaikum bima shobartum (Selamat sejahtera kamu kerana kesabaran kamu), dan yang kedua: Ud khuluha bisalamin aminin (Masuklah ke syurga dengan selamat dan aman), yang ketiga : Tilkal janatullati urits tumu ha bima kuntum ta'malun (Itulah syurga yang diwariskan kepadamu kerana amal perbuatanmu), yang keempat: Rufi'at ankumul ahzana wal humum (Telah dihindarkan dari kamu semua risau dan dukacita), yang kelima: Albasakum alhuli wal hulal (Kami berimu pakaian dan perhiasan), yang keenam : Zawwa jakum ul hurul iin (Kami kawinkan kamu dengan bidadari), yang ketujuh: Walakum fihamatasy tahihil anfusu wa taladzzul a'yun wa antum fiha khalidun (Untuk mu dalam syurga segala keinginan dan menyenangkan pandangan matamu dan kamu kekal di dalamnya), yang kelapan: Rafaq tumunnabiyina wassiddiqin (Kamu telah berkumpul dengan para Nabi dan Siddiqin), yang kesembilan: Shirtum syababa laa tahromun (Kamu menjadi muda dan tidak tua selamanya) dan yang kesepuluh: Sakantum fi jiwari man laa yu'dzil jiran (Kamu tinggal dengan tetangga yang tidak mengganggu tetangganya)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul-Laits berkata: "Siapa yang ingin mendapat kehormatan itu hendaklah menepati lima perkara ini iaitu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Menahan dari maksiat kerana firman Allah s.w.t.: "Wa nahannafsa anil hawa fainnal jannat hiyal ma'wa yang bermaksud "Dan menahan nasfu dari maksiat maka syurga tempatnya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ii. Rela dengan pemberian yang sederhana sebab tersebut dalam hadis: "Harga syurga itu ialah tidak rakus pada dunia." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iii. Rajin pada tiap taat dan semua amal kebaikan sebab kemungkinan amal itu yang menyebabkan pengampunan dan masuk syurga seperti firman Allah s.w.t. : "Itu syurga yang diwariskan kepadamu kerana amal perbuatanmu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iv. Cinta pada orang-orang yang soleh dan bergaul dengan mereka sebab mereka diharapkan syafa'atnya sebagaimana dalam hadis: "Perbanyaklah kawan kerana tiap kawan itu ada syafa'atnya pada hari kiamat." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v. Memperbanyakkan doa dan minta masuk syurga dan husnul khotimah. Sebagaimana ahli hikmah berkata: "Condong kepada dunia setelah mengetahui pahala bererti satu kebodohan dan tidak bersungguh-sungguh beramal setelah mengetahui besarnya pahala bererti lemah malas dan di syurga ada masa istirehat tidak dapat dirasakan kecuali oleh orang yang tidak pernah istirehat didunia dan ada kepuasan yang tidak dapat dirasakan kecuali oleh orang yang meninggalkan berlebihan didunia, dan cukup dengan kesederhanaan yang ada didunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang zahid makan sayur dan garam, lalu ditegur oleh orang: "Kamu cukup dengan itu tanpa roti?" Jawabnya: Saya jadikan makanan ini untuk syurga sedang kau jadikan untuk w.c, kau makan segala yang lazat dan akhirnya ke w.c, sedang saya makan sekadar untuk menguatkan taat, semoga saya sampai kesyurga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim bin Adham ketika masuk ketempat permandian dilarang oleh penjaganya: "Jangan masuk kecuali jika membayar wangnya." Maka ia menangis dan berdoa: "Ya Allah, seorang untuk masuk kerumah syaitan tidak diizinkan tanpa wang, maka bagaimana saya akan masuk ketempat para Nabi dan Siddiqin tanpa upah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebut dalam wahyu yang diturunkan pada sebahagian para Nabi itu: "hai Anak Adam, kau membeli neraka dengan harga mahal dan tidak mau membeli syurga dengan harga murah." Ertinya: Adakalanya pengeluaran untuk maksiat itu banyak dan ringan, tetapi untuk sedekah kebaikan sedikit dan berat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim berkata: "Andaikata syurga itu tidak dapat dicapai kecuali dengan meninggalkan kesukaannya didunia, nescaya itu ringan dan sedikit untuk mendapat syurga, dan andaikan neraka itu tidak dapat dihindari kecuali dengan menanggung semua kesukaran-kesukaran dunia, niscaya itu ringan dan sedikit disamping keselamatan dineraka. Padahal kamu dapat masuk dan selamat dari neraka dengan sabar menderita satu peratus dari kesukaran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya bin Mu'adz Arrazi berkata: "Meninggalkan dunia berat tetapi meninggalkan syurga lebih berat, sedang maharnya syurga ialah meninggalkan dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik r.a berkata: "Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Siapa yang minta kepada Allah syurga sampai tiga kali, maka syurga berdoa: "Ya Allah, masukkan ia kesyurga" dan siapa berlindung kepada Allah dari neraka tiga kali maka neraka berdoa: "Ya Allah, hindarkan ia dari neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah s.w.t. menghindarkan kami dari neraka dan memasukkan kami kedalam syurga. Dan andaikan didalam syurga itu tidak ada apa-apa kecuali bertemu dengan kawan-kawan nescaya itu sudah enak dan baik, maka bagaimana padahal disyurga itu segala kehormatan dan kepuasan itu semua ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Didalam syurga ada pasar tetapi tidak ada jual beli, hanya orang-orang berkumpul membicarakan keadaan ketika didunia, dan cara beribadat, bagaimana keadaan antara si fakir dengan si kaya, dan bagaimana keadaan sesudah mati dan lama binasa dalam kubur sehingga sampai kesyurga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul-laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata: "Manusia semua akan berdiri didekat neraka, kemudian mereka menyeberang diatas sirat (jambatan) diatas neraka, masing-masing menurut amal perbuatannya, ada yang menyeberang bagaikan kilat, ada yang bagaikan angin kencang, ada yang bagaikan kuda yang cepat larinya, dan seperti lari orang, dan ada yang bagaikan terbang burung, dan ada yang seperti unta yang cepat dan yang akhir berjalan diatas kedua ibu jari kakinya, kemudian tersungkur dalam neraka dan sirat itu licin, halus, tipis, tajam semacam pedang, berduri sedang dikanan kirinya Malaikat yang membawa bantolan untuk membantol (menyeret) orang-orang, maka ada yang selamat, ada yang luka-luka tetapi masih selamat dan ada yang langsung tersungkur kedalam api neraka, sedang para Malaikat itu sama-sama berdoa: "Robbi sallim saliim" (Ya Tuhan, selamatkan, selamatkan) dan ada orang yang berjalan sebagai orang yang terakhir masuk kesyurga, maka ia selamat dari sirat, terbuka baginya pintu syurga dan merasa tidak ada tempat baginya disyurga, sehingga dia berdoa: "Ya Tuhan, tempat saya disini." Jawab Tuhan: "Kemungkinan jika Aku beri kamu tempat ini lalu minta yang lainnya." Jawabnya: "Tidak, demi kemuliaanMu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ditempatkan disitu, kemudian diperlihatkan kepadanya tempat yang lebih baik, sehingga dia merasakan kerendahan tempat yang diberikan kepadanya, lalu ia berkata: "Ya Tuhan, tempatkan lah aku disitu." Dijawab oleh Tuhan: "Kemungkinan jika Aku beri kamu tempat ini lalu minta yang lainnya." Jawabnya: "Tidak, demi kemuliaanMu." kemudian diperlihatkan kepadanya syurga yang lebih baik, sehingga ia merasa bahawa tempatnya masih rendah, tetapi ia diam tidak berani minta beberapa lama sehingga ditanya: "Apakah kau tidak minta?" Jawabnya: "Saya sudah minta sehingga merasa malu." Maka firman Allah s.w.t.: "Untukmu sebesar dunia sepuluh kali, maka inilah yang terendah tempat disyurga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas'ud berkata: "Nabi Muhammad s.a.w. jika menceritakan ini maka tertawa sehingga terlihat gigi gerahamnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis: "Diantara wanita-wanita didunia ini ada yang kecantikannya melebihi dari bidadari kerana amal perbuatannya ketika didunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah s.w.t.: "Inna ansya'nahunna insya'a, fija'alnahunna abkara uruban atraba li ash habil yamin." yang bermaksud: "Kami cipta mereka baru dan Kami jadikan mereka tetap gadis yang sangat kasih dan cinta, juga tetap sebaya umurnya, untuk orang-orang ahlil yamin."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-6935300306655352948?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/6935300306655352948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/sifat-syurga-serta-ahlinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/6935300306655352948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/6935300306655352948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/sifat-syurga-serta-ahlinya.html' title='Sifat Syurga Serta Ahlinya'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-8853374716539691490</id><published>2010-07-09T07:13:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:14:41.444-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Seks, Remaja dan Batas-batas Pergaulan</title><content type='html'>Kasus-kasus penyimpangan masalah seks, khususnya yang dilakukan para remaja dari waktu ke waktu semakin mengkhawatirkan, sementara di masyarakat kita terjadi pergeseran nilai yang semakin jauh sehingga penyimpangan-penyimpangan dalam masalah seks itu sepertinya sudah tidak terlalu dipersoalkan, padahal perzinahan merupakan sesuatu yang sangat keji dan harus dihindari oleh setiap muslim sebagaimana yang disebutkan dalam QS 17:32.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seks sebenarnya anugerah yang diberikan Allah pada makhluk-makhluk Allah seperti binatang, tumbuh-tumbuhan dan khususnya manusia. Karena itu amat wajar kalau manusia memiliki gairah seksual dan ingin melampiaskan keinginan seksual itu. Allah Swt sendiri tidak pernah melarang manusia untuk melampiaskan keinginan seksualnya selama menempuh jalur yang dibenarkan, cara-cara yang benar dan pada saat yang tidak terlarang. Ketentuan ini diberlakukan untuk kepentingan manusia juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur yang dibenarkan Allah bagi manusia untuk melampiaskan keinginan seksnya itu adalah jalur pernikahan, ini berarti orang yang belum menikah jangan coba-coba melampiaskan keinginan seksualnya, karena itu berpacaran semestinya dilakukan sesudah pernikahan bukan sebelum pernikahan, karena berpacaran itu sangat terkait dengan pelampiasan keinginan seksual. Tapi keinginan atau hawa nafsu itu tetap tidak boleh dibunuh, hanya harus dikendalikan agar manusia tidak dikendalikan oleh hawa nafsunya sendiri. Sedangkan cara-cara dan saat-saat yang benar tentu saja sebagaimana yang telah digariskan di dalam Islam dan kita telah mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja merupakan kelompok dari manusia yang baru tumbuh dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, pertumbuhan remaja ini salah satunya ditandai dengan kematangan biologis sehingga masa kanak-kanak ditinggalkan, bagi wanita dengan haid yang pertama dan bagi pria dengan mengeluarkan sperma dengan sebab mimpi, setelah itu pertumbuhan fisik berkembang cepat, badan jadi cepat gede dan tinggi, suara mulai pecah, tumbuh juga rambut-rambut atau bulu-bulu pada bagian tertentu dari tubuhnya yang bersamaan dengan itu juga terjadi perubahan psikologis atau kejiwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masa remaja itu merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, maka banyak orang yang menyebut masa ini --meskipun tidak selalu benar-- sebagai masa yang labil. Dalam kondisi yang demikian itulah, masa remaja sangat membutuhkan bimbingan nilai-nilai Islam, bila mereka jauh dari nilai-nilai Islam, maka yang terjadi kemudian adalah ketidakmampuan mengendalikan diri. Dalam kaitan seks, para remaja harus mengendalikan hawa nafsunya, dan Rasulullah Saw mengajarkannya dengan melaksanakan ibadah puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan seks di kalangan remaja yang semakin mengkhawatirkan - ini bisa kita simpulkan dari tingkat pergaulan bebas yang sudah demikian luas hingga terjadi kasus-kasus pemerkosaan yang dilakukan remaja, perzinahan yang mengakibatkan kehamilan diluar pernikahan serta terjadinya tindakan pengguguran kandungan-, maka muncul gagasan yang menghendaki agar diadakan perndidikan seks di sekolah, sehingga para remaja menjadi tahu tentang persoalan seks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan seks sebenarnya bermula dari negara-negara Barat yang generasi muda mereka memang sudah sangat bebas dalam masalah seks, pendidikan seks bagi mereka adalah untuk mencegah agar jangan sampai terjadi kehamilan di kalangan remaja setelah berzina, sehingga kalau pendidikan seks diberikan diharapkan tidak terjadi lagi kehamilan remaja itu meskipun hubungan seks dilakukan. Hamil dikalangan remaja barat itu terjadi karena para remaja memang tidak mengerti masalah seks yang sesungguhnya, maka pendidikan seks diberikan agar tidak terjadi kehamilan remaja yang dinilai bisa memutuskan masa depan yang cerah bagi diri, keluarga dan bangsanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu pendidikan seks semacam itu jelas tidak dibenarkan di dalam Islam. Kalau kemudian orang bertanya tentang bagaimana pendidikan seks dalam pandangan Islam, maka jawabannya adalah pendidikan seks dalam Islam itu adalah mendidik para remaja agar tidak berzina, membenci perzinahan dan terus berusaha untuk menjauhinya. Maka yang diterangkan dalam pendidikan seks adalah hinanya perzinahan, bagaimana agar menghindari zina, hukuman untuk para pezina dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Untuk Remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seks itu bisa mulia dan hina. Mulia kalau melampiaskan keinginannya dengan hal-hal yang dikehendaki Allah dan hina bila melanggar ketentuan-ketentuan Allah Swt. Oleh karena itu para remaja khususnya dan semua orang sebenarnya harus mengendalikan diri agar bisa mencegah dirinya dari perbuatan zina yang keji itu. Allah Swt telah berfirman di dalam Al-Qur’an yang artinya: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang yang keji dan suatu jalan yang buruk “(QS 17:32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar para remaja dan kita semua bisa mencegah diri kita dari hal-hal yang mendekati zina, ada ketentuan-ketentuan yang membatasi pergaulan antara pria dengan wanita yang harus mendapat perhatiannya. Batas-batas pergaulan itu adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, menjaga pandangan mata dari melihat lain jenis yang berlebihan, dalam hal ini Allah Swt berfirman yang artinya: Katakanlah kepada laki-laki yang beriman; hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. ..... katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman; hendaklah mereka menahan pandangan matanya dan memelihara kemaluannya ... (QS 24:30-31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits, Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt;“Telah berkata Jarir bin Abdullah: Saya pernah bertanya kepada Rasulullah Saw tentang melihat wanita dengan tidak disengaja, maka sabdanya: palingkanlah pandanganmu “(HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Ali, janganlah engkau iringkan satu pandangan (kepada wanita) dengan satu pandangan , karena yang pertama itu tidak menjadi kesalahan, tetapi tidak yang kedua (HR. Abu Daud). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tidak berdua-duaan antara pria dengan wanita yang bukan mahram, karena hal ini sangat rawan terhadap godaan syaitan yang memang selalu menggoda manusia ke jalan yang nista. Hal ini ditegaskan oleh Rasul Saw dalam haditsnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia bersendirian dengan seorang wanita di suatu tempat tanpa disertai mahramnya, karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, tidak bersentuhan kulit antara pria dengan wanita, termasuk berjabatan tangan sebagaimana dalam beberapa hadits disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya aku tidak berjabatan tangan dengan seorang wanita (HR. Malik, Tirmidzi dan Nasa’i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah sekali-kali tangan Rasulullah menyentuh tangan wanita yang tidak halal baginya (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ditikam seseorang dari kamu di kepalanya dengan jarum dari besi, itu lebih baik daripada ia menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya (HR. Thabrani). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, tidak berbaur antara pria dengan wanita dalam satu tempat, hal ini terdapat dalam hadits Rasul Saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah berkata Abu Asied: Rasulullah Saw pernah keluar dari masjid, padahal di waktu itu laki-laki dan wanita bercampur di jalan, maka sabda Rasulullah (kepada wanita-wanita): mundurlah! bukan hak kamu berjalan di tengah jalan; hendaklah kamu ambil pinggir jalan (HR. Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah berkata Ibnu Umar: Rasulullah melarang laki-laki berjalan diantara dua wanita (HR. Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari gambaran ini menjadi jelas bagi kita bahwa pria dengan wanita memang harus menjaga batasan pergaulan agar tidak tidak terjadi perzinahan. Disamping itu perzinahan harus dihindari juga dengan menumbuhkan rasa malu dan menghukum orang yang berzina sebagaimana seharusnya. ini semua harus kita lakukan karena zina membawa akibat yang sangat patal, tidak hanya di dunia seperti dengan terjangkitnya penyakit AIDS, tapi juga di akhirat dengan siksa neraka yang sangat pedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian semoga bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-8853374716539691490?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/8853374716539691490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/seks-remaja-dan-batas-batas-pergaulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/8853374716539691490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/8853374716539691490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/seks-remaja-dan-batas-batas-pergaulan.html' title='Seks, Remaja dan Batas-batas Pergaulan'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-5050024593774548867</id><published>2010-07-09T07:12:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:13:17.446-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Sabar Dan Keutamaannya</title><content type='html'>Allah berfirman : "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas." (QS. 39:10) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman-Nya : Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:"Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 2: 155-157) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma bahwa seorang wanita datang menghadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata : Ya Rasulullah ! sungguh saya ini sering terkena ayan dan (ketika terkena ayan) aurat saya terbuka, maka berdo'alah untuk saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata : jika kamu berkehendak (agar untuk bersabar), maka kamu bersabar dan kamu akan mendapatkan surga, dan jika kamu berkehendak (agar saya berdo'a) maka saya akan berdo'a kepada Allah agar Dia menyembuhkanmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wanita itu menjawab : saya akan bersabar, lalu berkata lagi : tetapi aurat saya sering terbuka (ketika penyakit ini datang) oleh karena itu do'akanlah agar aurat saya tidak terbuka, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdo'a untuknya. (HR. Bukhari dan Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : sungguh menakjubkan segala perkara orang yang beriman, dan semua itu baik baginya dan hal itu tidak dimiliki oleh selain orang yang beriman : yaitu jika ia mendapatkan kebaikan atau kesenangan maka dia akan bersyukur dan yang sedemikian itu baik baginya, dan jika ia terkena hal yang tidak menyenangkan (mara bahaya) maka dia bersabar dan hal yang sedemikian itu baik baginya. (HR. Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : tidaklah ada sesuatu yang menimpa seorang muslim ( baik sesuatu itu berupa ) kelelahan, penyakit, kegundahan, kesedihan, atau sesuatu yang menyakitkannya sampai duri yang menimpanya kecuali Allah menggugurkan sebagian dosa-dosanya karena mushibah tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : tidaklah seorang muslim tertimpa sesuatu yang menyakitkannya kecuali Allah menggugurkan dosa-dosanya, sebagaimana gugurnya ( berjatuhannya ) daun-daun pepohonan. (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kesenangan dan kesusahan yang kita alami adalah cobaan dari Allah bahkan kehidupan dunia ini semuanya adalah cobaan. Agar mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat, maka setiap muslim harus memahami hakekat kehidupan dunia ini dan mengambil bekal utama dalam menjalaninya, di antara bekal tersebut adalah sikap sabar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar mempunyai kedudukan yang agung dalam agama Islam, bahkan semua urusan agama berdiri di atas sabar tersebut yaitu : &lt;br /&gt;• Sabar dalam menjalankan perintah Allah Ta'ala &lt;br /&gt;• Sabar dalam menjauhi larangan-Nya &lt;br /&gt;• Sabar dalam menghadapi mushibah yang dihadapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang yang bersabar dialah yang beruntung, karena dia telah melaksanakan ketaatan kepada Allah dan mengharapkan balasan darinya, dan karena gelisah dan bertindak tidak ridha atas apa yang telah menimpa adalah tindakan yang tidak akan merugikan kecuali yang bersangkutan karena orang yang tidak ridha dengan taqdir Allah berarti dia telah terkena mushibah dua kali, mushibah atas mushibah yang telah menimpanya dan mushibah atas hilangnya pahala yang besar yang telah dijanjikan oleh Allah bagi mereka yang bersabar dalam menghadapi taqdir-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun di antara janji Allah bagi orang mu'min yang bersabar adalah : &lt;br /&gt;• Allah akan memberikan ganjaran kepadanya tanpa terhitung.&lt;br /&gt;Dengan mushibah tersebut ( jika bersabar dan mengharapkan balasan dari Allah ) Allah akan menghapuskan dosa-dosanya. &lt;br /&gt;• Allah akan mengangkat derajat orang yang sabar dalam menghadapi cobaan dari Allah. &lt;br /&gt;Keutamaan orang yang beriman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluasan rahmat Allah bagi orang-orang yang beriman dengan dihapuskan dosa-dosanya dengan segala macam mushibah yang menimpanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-5050024593774548867?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/5050024593774548867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/sabar-dan-keutamaannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/5050024593774548867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/5050024593774548867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/sabar-dan-keutamaannya.html' title='Sabar Dan Keutamaannya'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-8773105778630692196</id><published>2010-07-09T07:11:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:12:35.124-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Perbuatan yang Dimurkai Allah</title><content type='html'>Mendapatkan cinta Allah adalah keinginan semua hamba yang ingin mendekatkan diri kepada-Nya. Namun, mana mungkin kita mendapatkan cinta Allah bila kita membuat-Nya murka? Untuk itu, tentunya kita perlu mengetahui hal-hal apa saja yang membuat Allah murka. Berikut adalah sejumlah perbuatan yang dimurkai Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Terlalu Mementingkan Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam QS (14:2-3) disebutkan :&lt;br /&gt;“... Dan kecelakaanlah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih, (yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat...” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut, nampak terlalu mementingkan dunia adalah salah satu perbuatan yang dibenci Allah. Mengapa demikian? Karena ketika seseorang lebih mencintai dunia daripada akhirat, ia akan cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang patut diwaspadai, seringkali kita tidak sadar bahwa kita lebih mencintai dunia daripada akhirat. Misalnya saja, sudah waktunya shalat fardhu namun karena sedang asyik menonton acara TV, kita memutuskan untuk menunda shalat. Hal ini sepertinya biasa saja, namun berhati-hatilah karena bisa jadi ini merupakan salah satu tanda bahwa kecintaan kita pada dunia telah menjadi dominan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau Allah melarang kita terlalu mementingkan dunia, namun ini tidak berarti kita harus hidup sengsara di dunia. Dikisahkan suatu hari Rasulullah bertemu dengan salah satu sahabatnya yang hidup sangat sengsara. Rasul kemudian bertanya, mengapa sahabat tersebut hidup sangat menderita. Dengan bangga sahabat tersebut berkata bahwa ia memang memohon agar Allah memberi dia kesengsaraan di dunia agar dapat memperoleh kebahagiaan di akhirat. Rasul kemudian mengajarkan pada sahabat tersebut doa yang lebih baik, yakni doa memohon kebahagiaan dunia dan akhirat seperti yang tertera dalam QS 2:201 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak melarang kita berikhtiar untuk memperoleh kekayaan, ilmu, maupun hal-hal duniawi lainnya bahkan Allah menyemangati kita agar berusaha mencari bagian kita di dunia seperti yang disebutkan dalam QS 28:77 : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tidak benar bila ada anggapan untuk menjadi orang sholeh kita harus hidup serba kekurangan. Bahkan sejumlah perintah agama seperti perintah berzakat, bershodaqoh dan naik haji pun mengisyaratkan agar umat Islam memiliki kemampuan finansial yang baik. Yang harus kita perhatikan adalah keseimbangan dalam hidup serta mempergunakan apapun yang kita miliki di jalan yang diridhoi Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berburuk Sangka pada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sih di dunia ini yang tidak pernah kecewa? Di antara sekian banyak kejadian yang Allah takdirkan pada kita, sangat mungkin ada yang terasa begitu berat hingga membuat kita bertanya mengapa Allah membiarkan hal itu terjadi. Kalau tidak berhati-hati, prasangka buruk pada Allah bisa membuat kita kufur pada nikmat Allah yang lain dan Allah melarang kita berbuat seperti itu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.” (QS 48:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan untuk berburuk sangka pada Allah, menyesali keputusan yang telah diambil pun kita dilarang melakukannya. Misalnya saja, untuk sampai ke kampus kita bisa mengambil jalan A atau jalan B. Kemudian kita memilih mengambil jalan A dan ternyata kita mengalami kecelakaan. Nah, kita tidak boleh mengatakan “Aduh, coba tadi lewat jalan B yah...”. Perkataan seperti itu seakan-akan kita menyesali apa yang sudah Allah gariskan pada kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menyuruh kita untuk berikhtiar maksimal dan menyerahkan hasilnya pada Allah. Jadi, berusahalah dengan sepenuh kemampuan lalu berdoa. Soal hasil, biarlah itu menjadi keputusan Allah. Siapa tahu kejadian yang kita anggap buruk itu sebetulnya akan membawa kebaikan di masa yang akan datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS 2:216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang terjadi pada kita, berusahalah untuk mencari hikmah dari segala kejadian. Kalaupun hikmah itu belum terlihat, toh minimal kita mendapat ilmu baru dari kejadian yang terjadi agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berpaling dari Ajaran Allah karena Sombong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang orang yang tidak mengikuti ajaran Allah bukan karena dia tidak tahu kebenaran, tapi karena ia terlalu sombong untuk patuh. Ini yang terjadi pada Firaun. Ia bukannya tidak tahu bahwa ajaran Nabi Musa itu benar. Namun karena keangkuhannya, ia tidak mau menuruti ajaran mantan anak angkatnya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan- akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.” (QS 31:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, kalau kita dinasehati orang yang kita anggap lebih “rendah” – entah itu dari usia, pengalaman atau apapun – kita cenderung mengabaikan apa yang dikatakannya. Apalagi kalau perkataannya itu bermaksud mengoreksi perbuatan kita. Namun, dalam Islam diajarkan agar kita berusaha rendah hati dan menerima ilmu kebaikan darimana pun ia berasal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengolok-olok Orang yang Mengamalkan Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal tahun 80-an, saudari-saudari kita yang berkerudung banyak yang diusir dari sekolahnya. Mereka tidak boleh masuk ke sekolah selama masih menutup auratnya. Ketika itu memang pemahaman Islam belum menyebar seluas sekarang. Jilbab masih dianggap pakaian kuno dan sekadar mengikuti tradisi Arab. Pada dekade yang sama pun aktivitas pengajian dianggap “kampungan” dan ketinggalan zaman. Alhamdulillah pandangan semacam itu sudah semakin berkurang walau tidak menutup kemungkinan masih ada yang berpikir demikian. Nah, Allah sangat murka pada mereka yang mengolok-olok orang yang mengamalkan ajaran agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.” (QS 83:29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, kita juga disemangati agar tetap istiqomah di jalan Allah. Jangan terlalu memikirkan pandangan orang lain. Asalkan kita yakin apa yang dilakukan diridhoi Allah, ya jalan saja terus. Tapi kita juga harus berhati-hati. Mengolok-olok orang yang mengamalkan ajaran agama mungkin pernah kita lakukan tanpa sengaja. Misalnya saja, bergunjing tentang orang yang berpoligami. Kalau kita memang belum sanggup untuk berpoligami, ya sudah. Tapi itu tidak memberi kita hak untuk menghina orang-orang yang melakukannya. Bisa jadi mereka justru berbahagia dan lebih dekat dengan Allah dalam kondisi seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain memperolok yang mungkin terjadi antara lain menghina orang-orang yang menutup aurat namun tidak matching. Misalnya saja, kerudungnya pink terang padahal bajunya berwarna kuning golkar. Nah, kita harus berusaha menahan diri dari mengomentari secara negatif. Kita justru harus menghargai itikad baik beliau untuk menutup auratnya. Intinya, kita harus menghargai orang lain. Terutama bila mereka tengah mengamalkan ajaran agamanya. Kalaupun kita merasa ada yang perlu diluruskan, diskusikanlah baik-baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berbuat Kerusakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang ada orang yang sangat usil. Kalau berjalan dekat tanaman, daun-daunnya ia cabuti. Kalau ada di dekat tembok, ia lalu meninggalkan cap sepatu di sana. Kalau sedang ada di kendaraan, seenaknya saja membuang sampah ke luar jendela. Sebagai muslim yang baik kita tidak boleh berbuat kerusakan seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“... dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS 28:77)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendengar kata “kerusakan”, yang dimaksud bukan saja kerusakan lingkungan. Tapi juga kerusakan moral. Maka dari itu, kita harus memperhatikan agar apa yang kita lakukan tidak berdampak dan menjadi contoh buruk bagi yang lain. Misalnya saja kalau kita menjadi orang tua. Berusahalah mengendalikan emosi agar anak tidak terdidik untuk menyelesaikan masalah dengan emosi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berbuat Khianat Allah berfirman :&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat. (QS Al Hajj:38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khianat adalah lawan kata dari amanah yang berarti menutupi sesuatu. Orang-orang yang berbuat khianat adalah mereka yang mengkhianati Allah dan Rasul-Nya. Dalam konteks bersosialisasi pun, Allah memurkai orang yang menyebarkan rahasia (kecuali yang dibenarkan misal di pengadilan), tidak menepati janji, curang dalam perdagangan, melanggar kesepakatan dan sejenisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya tiap perkataan dan perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, janganlah menjanjikan sesuatu yang memang tidak bisa kita lakukan. Dalam kehidupan sehari-hari saja, kalau kita sering ingkar pada janji, orang akan kehilangan kepercayaan pada kita. Apalagi kalau kita berjanji pada Allah. Kita harus teramat sangat bersungguh-sungguh. Bukankah dalam sholat kita berikrar bahwa hidup dan mati kita hanyalah untuk Allah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Berbuat Zhalim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zhalim adalah berbuat tidak proporsional. Entah itu pada diri sendiri, pada orang lain atau dalam apapun yang kita lakukan. Kita harus bersikap adil, pada orang yang kita benci sekalipun. Termasuk juga berbuat zhalim bila kita menganiaya diri sendiri. Rokok misalnya. Sudah jelas-jelas rokok merusak kesehatan. Maka bila kita merokok, itu artinya kita sedang menzhalimi diri sendiri. Begitupula bila ada orang yang patah hati sampai tidak mau makan dan minum. Itu juga termasuk menzhalimi diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain definisi di atas, adapula yang mengartikan kezhaliman adalah perbuatan syirik seperti yang difirmankan Allah dalam QS Luqman : 13 Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang menyekutukan Allah adalah orang yang memalingkan diri dari kebenaran ajaran Allah. Mereka tahu apa yang diperintahkan dan dilarang Allah namun enggan mematuhinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Boros&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam QS (17:26-27) :&lt;br /&gt;“... dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak menyukai bila kita menghambur-hamburkan harta untuk sesuatu yang sebenarnya tidak perlu. Walau demikian, itu tidak berarti kita tidak boleh memiliki apapun. Kita boleh mencari apa yang menjadi kebutuhan kita, namun kita dilarang untuk berlebihan dalam segala sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS 7:31) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap boros yang dimurkai Allah bukan saja memboroskan harta, namun juga memboroskan waktu, masa muda, dan lain sebagainya. Banyak sekali pencuri waktu yang sering tidak kita sadari. Misalnya saja menonton TV atau mengobrol tak karuan dengan teman. Usia adalah karunia Allah yang amat mahal. Ketika seseorang tengah menanti ajal, barulah ia merasa betapa cepatnya waktu berlalu. Kalau waktunya dihabiskan untuk hal yang sia-sia, yang akan ada hanyalah penyesalan. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berusaha agar waktu yang kita miliki dihabiskan untuk beribadah. Tentu yang dimaksud dengan beribadah di sini bukan sekadar sholat, puasa dan zakat, tapi juga menuntut ilmu, mencari nafkah dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bersikap Angkuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat asli manusia itu ada beberapa, antara lain: suka berkeluh kesah, mudah putus asa, kikir dan angkuh. Justru karena itu adalah bawaan kita yang natural, maka Allah memberi penghargaan yang tinggi bagi mereka yang berhasil menundukkan sifat-sifat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS 31:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkuh, membuat orang menjadi lengah. Bukankah kita lebih sering terjerembab karena hal-hal yang tidak terduga? Kalau kita sudah menduganya, tentu kita sudah mengambil langkah-langkah preventif. Begitu pula dalam hidup. Kalau kita angkuh dan merasa amalan kita sudah banyak, maka kita cenderung menganggap neraka sangat jauh dan sok yakin masuk surga. Sifat angkuh juga membuat kita mengabaikan peringatan orang dan enggan menerima masukan. Karakteristik seperti itu bisa membuat kita perlahan terjerumus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkuh yang dimurkai Allah bukan hanya angkuh tentang ibadah, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus senantiasa menghargai orang lain karena pada dasarnya kita tidak tahu bagaimana potensi orang tersebut. Bisa saja penampilannya sangat sederhana namun ia memiliki kemampuan yang hebat, atau ia sangat dekat dengan Allah. Oleh karena itu, Islam mengajarkan pada kita untuk bersikap ramah pada orang dan menjauhi sifat angkuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-8773105778630692196?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/8773105778630692196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/perbuatan-yang-dimurkai-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/8773105778630692196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/8773105778630692196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/perbuatan-yang-dimurkai-allah.html' title='Perbuatan yang Dimurkai Allah'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-2947339833294708273</id><published>2010-07-09T07:10:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T07:11:48.965-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Fisik Rasulullah SAW</title><content type='html'>FISIK ROSUL SAW &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERWAJAH TAMPAN &lt;br /&gt;Rasulullah adalah manusia yg paling tampan dan paling baik kondisi fisiknya, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek (Mutafaq 'Alaih) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERKULIT PUTIH DAN BERWAJAH BERSIH &lt;br /&gt;Rasulullah itu berkulit putih dan berwajah tampan. (HR. Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERBAHU LAPANG SERTA BERJENGGOT DAN BERAMBUT LEBAT &lt;br /&gt;Rasulullah memiliki postur tubuh ideal, bahu yang lapang, berjenggot lebat dan pangkalnya kemerahan, berambut lebat sampai cuping telinga. Aku pernah melihat beliau berpakaian merah, belum pernah kulihat orang lebih tampan dari beliau. (HR. Bukhari) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPALA, TANGAN DAN KAKI BELIAU BESAR &lt;br /&gt;Rasulullah SAW memiliki kepala, dua tangan dan kaki yang besar-besar, berwajah tampan, belum pernah kulihat orang seperti beliau sebelum dan sesudahnya. (HR. Bukhari) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah beliau SAW seperti matahari dan bulan, berbentuk bulat (HR. Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAJAH BELIAU KETIKA BERGEMBIRA &lt;br /&gt;Bila Rasulullah SAW sedang bergembira, wajah beliau terlihat cerah seperti bulan dan kami tahu hal itu. (MUtafaq 'Alaih) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MATA ROSUL &lt;br /&gt;Rasulullah SAW tidak tertawa kecuali sekedar tersenyum, bila kamu melihatnya akan berkomentar mata beliau bercelak, padahal beliau tidak memakainya. (HR. Tirmidzi hadits hasan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAWA ROSUL &lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah ra. : "Saya belum pernah melihat Rasulullah SAW tertawa terbahak-bahak sampai terlihat langit-langit mulutnya, tertawanya hanya tersenyum." (HR. Bukhari) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEELOKAN WAJAH ROSUL &lt;br /&gt;Dari Jabir bin Samurah ra : "Saya pernah melihat Rasulullah SAW pada malam bulan purnama, aku melihat Rasulullah SAW lalu melihat bulan, sedangkan beliau mengenakan pakaian merah. Menurutku beliau lebih elok daripada bulan." (HR. Tirmidzi, Hadits hasan hharib. Disahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INDAHNYA SIFAT ROSUL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tergambar dalam syair berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Putih wajahnya&lt;br /&gt;Diminta hujan dengan wajahnya&lt;br /&gt;Pemberi makan anak yatim dan pelindung janda" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair ini ucapan Abu Thalib yang dilantunkan oleh Ibnu Umar dan sahabat yg lain ketika kaum muslimin tertimpa musim kemarau. Lantas Rasulullah berdoa untuk mereka: "Ya Allah! Hujanilah kami." Lalu turunlah hujan. (HR. Bukhari) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, Rasulullah disifati sebagai putih wajahnya diminta oleh orang-orang agar memohon kepada Allah dengan wasilah wajah beliau yang mulia dan doa beliau, agar Dia menurunkan hujan kepada mereka. Itu terjadi ketika Rasulullah masih hidup. Setelah Rasulullah wafat, Khalifah Umar ra berwasilah dengan Al-Abas agar berdoa supaya Allah menurunkan hujan, dan bukan berwasilah dengan Rasulullah yg telah wafat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang dari Bani Kinanah bersyair:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi-Mu pujian dari insan yang bersyukur&lt;br /&gt;Diturunkan hujan kepada kami berkat wajah Nabi&lt;br /&gt;Dia berdoa kepada Allah, Khaliqnya&lt;br /&gt;Dengan doa yang menjadikan mata tertunduk&lt;br /&gt;Secepat lambaian sorban, bahkan lebih cepat&lt;br /&gt;Kami telah melihat hujan bak mutiara berjatuhan&lt;br /&gt;Jadilah beliau seperti kata pamannya, Abu Thalib&lt;br /&gt;Berwajah putih nan bersih&lt;br /&gt;Dengannya Allah menyiramkan awan&lt;br /&gt;Inilah kesaksian tentang berita itu&lt;br /&gt;Siapa bersyukur kepada Allah, akan mendapat tambahan&lt;br /&gt;Dan siapa ingkar kepada Allah, akan mendapat murka."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-2947339833294708273?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/2947339833294708273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/fisik-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/2947339833294708273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/2947339833294708273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/fisik-rasulullah-saw.html' title='Fisik Rasulullah SAW'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-4623655694470625584</id><published>2010-07-09T06:57:00.001-07:00</published><updated>2010-07-09T07:04:33.876-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Bagaimana Memahami Ayat Allah di Alam</title><content type='html'>Dalam Alqur'an dinyatakan bahwa orang yang tidak beriman adalah mereka yang tidak mengenali atau tidak menaruh kepedulian akan ayat atau tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah di alam semesta ciptaan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, ciri menonjol pada orang yang beriman adalah kemampuan memahami tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan sang Pencipta tersebut. Ia mengetahui bahwa semua ini diciptakan tidak dengan sia-sia, dan ia mampu memahami kekuasaan dan kesempurnaan ciptaan Allah di segala penjuru manapun. Pemahaman ini pada akhirnya menghantarkannya pada penyerahan diri, ketundukan dan rasa takut kepada-Nya. Ia adalah termasuk golongan yang berakal, yaitu "…orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Aali 'Imraan, 3:190-191)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di banyak ayat dalam Alqur'an, pernyataan seperti, "Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?", "terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang-orang yang berakal," memberikan penegasan tentang pentingnya memikirkan secara mendalam tentang tanda-tanda kekuasaan Allah. Allah telah menciptakan beragam ciptaan yang tak terhitung jumlahnya untuk direnungkan. Segala sesuatu yang kita saksikan dan rasakan di langit, di bumi dan segala sesuatu di antara keduanya adalah perwujudan dari kesempurnaan penciptaan oleh Allah, dan oleh karenanya menjadi bahan yang patut untuk direnungkan. Satu ayat berikut memberikan contoh akan nikmat Allah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." (QS. An-Nahl, 16:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita berpikir sejenak tentang satu saja dari beberapa ciptaan Allah yang disebutkan dalam ayat di atas, yakni kurma. Sebagaimana diketahui, pohon kurma tumbuh dari sebutir biji di dalam tanah. Berawal dari biji mungil ini, yang berukuran kurang dari satu sentimeter kubik, muncul sebuah pohon besar berukuran panjang 4-5 meter dengan berat ratusan kilogram. Satu-satunya sumber bahan baku yang dapat digunakan oleh biji ini ketika tumbuh dan berkembang membentuk wujud pohon besar ini adalah tanah tempat biji tersebut berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah sebutir biji mengetahui cara membentuk sebatang pohon? Bagaimana ia dapat berpikir untuk menguraikan dan memanfaatkan zat-zat di dalam tanah yang diperlukan untuk pembentukan kayu? Bagaimana ia dapat memperkirakan bentuk dan struktur yang diperlukan dalam membentuk pohon? Pertanyaan yang terakhir ini sangatlah penting, sebab pohon yang pada akhirnya muncul dari biji tersebut bukanlah sekedar kayu gelondongan. Ia adalah makhluk hidup yang kompleks yang memiliki akar untuk menyerap zat-zat dari dalam tanah. Akar ini memiliki pembuluh yang mengangkut zat-zat ini dan yang memiliki cabang-cabang yang tersusun rapi sempurna. Seorang manusia akan mengalami kesulitan hanya untuk sekedar menggambar sebatang pohon. Sebaliknya sebutir biji yang tampak sederhana ini mampu membuat wujud yang sungguh sangat kompleks hanya dengan menggunakan zat-zat yang ada di dalam tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkajian ini menyimpulkan bahwa sebutir biji ternyata sangatlah cerdas dan pintar, bahkan lebih jenius daripada kita. Atau untuk lebih tepatnya, terdapat kecerdasan mengagumkan dalam apa yang dilakukan oleh biji. Namun, apakah sumber kecerdasan tersebut? Mungkinkah sebutir biji memiliki kecerdasan dan daya ingat yang luar biasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak diragukan lagi, pertanyaan ini memiliki satu jawaban: biji tersebut telah diciptakan oleh Dzat yang memiliki kemampuan membuat sebatang pohon. Dengan kata lain biji tersebut telah diprogram sejak awal keberadaannya. Semua biji-bijian di muka bumi ini ada dalam pengetahuan Allah dan tumbuh berkembang karena Ilmu-Nya yang tak terbatas. Dalam sebuah ayat disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkah tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). (QS. Al-An'aam, 6:59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Allah yang menciptakan biji-bijian dan menumbuhkannya sebagai tumbuh-tumbuhan baru. Dalam ayat lain Allah menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? (QS. Al-An'aam, 6:95)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biji hanyalah satu dari banyak tanda-tanda kekuasaan Allah yang diciptakan-Nya di alam semesta. Ketika manusia mulai berpikir tidak hanya menggunakan akal, akan tetapi juga dengan hati mereka, dan kemudian bertanya pada diri mereka sendiri pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana", maka mereka akan sampai pada pemahaman bahwa seluruh alam semesta ini adalah bukti keberadaan dan kekuasaan Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-4623655694470625584?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/4623655694470625584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/bagaimana-memahami-ayat-allah-di-alam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/4623655694470625584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/4623655694470625584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/bagaimana-memahami-ayat-allah-di-alam.html' title='Bagaimana Memahami Ayat Allah di Alam'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-7089024375550031021</id><published>2010-07-09T06:57:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T06:58:14.591-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Jangan Kuatir Dengan Rizki Allah</title><content type='html'>Al-kisah ada seorang imam besar yang taat dan ahli hikmah. Beliau sungguh ingin membuktikan kepada dirinya sendiri juga kepada seluruh umat manusia, bahwa Allah selalu memberikan rizki dimanapun kita berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pada suatu waktu pergilah ia ke hutan dengan tidak membawa bekal sedikitpun.Dia memasuki sebuah gua yang ada dalam hutan tersebut. Dia benar-benar mencari tempat yang jarang di jangkau manusia,ia berdiam diri di ujung gua tersebut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Allah Maha Maha Pengasih dan Penyayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu waktu, cuaca sangat buruk dan turunlah hujan yang sangat lebat dan angin yang kencang. Dan ternyata, sekelompok kafilah tengah melintas di hutan tersebut sehingga mereka tidak bisa meneruskan perjalanan. Akhirnya mereka istirahat dan tanpa sengaja mereka memasuki gua yang mana Imam Jahidi ada di dalamnya. Ketika mereka memasuki gua tersebut mereka tidak menyangka sebelumnya, bahwa ada orang yang lebih dulu masuk ke dalamnya. Akhirnya kafilah tersebut melihat seorang manusia yang sedang terdiam dengan keadaan yang sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lantang pimpinan kafilah memerintahkan kepada anak buahnya untuk memberikan makanan kepadanya! tetapi sungguh membingungkan..., karena Imam Jahidi tidak bergerak sama sekali, dia hanya diam seribu bahasa. Melihat hal tersebut, salah seorang dari mereka berkata..,wahai sahabat, mungkin dia kedinginan..? sehingga tubuhnya begitu kaku seperti ini..? akhirnya salah seorang dari mereka memberikan mantelnya yang hangat untuk meyelimuti Imam Jahidi, sementara yang lain membuat tungku api untuk menghangatkan badannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apa yang terjadi...? Ia tetap diam tak bergerak sedikitpun. Salah seorang dari mereka berkata kembali "mungkin ia terlalu lama menahan lapar sehingga giginya mengetat..! maka dibuatkanlah untuknya susu yang segar dengan buah-buahan yang segar pula. Tetapi semua itu tidak merubah keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena merasa kasihan, dua orang dari kafilah tersebut mengambil sebuah pisau dan sendok untuk membuka mulut Imam Jahidi..., namun sebelum mereka akan membuka dengan paksa mulutnya terbuka dan Imam Jahidi tertawa sehingga membuat kaget orang yang ada disekitarnya..."Apakah kamu gila...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Jahidi menjawab dengan lantang "tidak" aku tidak gila..! Sungguh Allah Maha Luas Rizki-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-7089024375550031021?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/7089024375550031021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/jangan-kuatir-dengan-rizki-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/7089024375550031021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/7089024375550031021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/jangan-kuatir-dengan-rizki-allah.html' title='Jangan Kuatir Dengan Rizki Allah'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-2842248874512728742</id><published>2010-07-09T06:56:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T06:57:13.297-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Rebutlah Gelar Wanita Sholehah</title><content type='html'>Pertama-tama adalah mesti engkau sadari, bahwa sesungguhnya aku tak akan menilai kecantikan wajahmu dibalik jilbab yan engkau kenakan, serta harta yang kau miliki sebagai daya tarik untuk menikahimu. Tapi kecantikan hati, perilaku, serta ketaatanmu kepada Dienul Islam itu yang utama. Memang hal ini sangat musykil di zaman yang telah penuh dengan noda-noda hitam akibat perbuatan manusia, sehingga wanita-wanitanya sudah tidak malu lagi untuk menjual kecantikannya dan berlomba-lomba memperlihatkan aurat dengan sebebas-bebasnya demi memuaskan hawa nafsu jahatnya. Namun itulah yang diajarkan Rasulullah SAW, kepada kita melalui haditsnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah engkau peristrikan wanita karena hartanya, sebab hartanya itu menyebabkan mereka sombong. Dan jangan pula kamu peristrikan wanita karena kecantikannya, karena boleh jadi kecantikannya itu dapat menghinakan dan merendahkan martabat mereka sendiri. Namun peristrikan wanita atas dasar Diennya. Sesungguhnya budak hitam legam kulitnya tetapi Dienya lebih baik, lebih patut kamu peristrikan“. (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah pun tak akan melihat kebagusan wajah dan bentuk jasadmu. Tapi Dia menilai hati dan amal yang kau lakukan. Hendaknya engkau yakin bahwa wanita-wanita salafusshaleh adalah panutanmu, yang telah mendapat bimbingan dari nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohlah Ummu Khomsa yang tersenyum gembira mendengar anak-anaknya gugur dalam medan pertempuran. Tentunya engkau heran, mengapa seorang ibu seperti itu ? jawabnya adalah karena ia yakin bahwa jannah telah menanti anaknya di akhirat, sedangkan engkau tahu, tak seorangpun yang tidak menginginkan akhir hidup di tempat yang penuh kenikmatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah kepada anak-anakmu kelak :&lt;br /&gt;…janganlah engkau bimbang dan ragu wahai anakku, kalau kamu syahid daripada sibuk mengumpulkan hartadan memburu pangkat. Maka kalau kamu ingin termasuk ke dalam golongan-golongan pejuang ISLAM yang benar-benar memperjuangkan hak Allah dan Rasul-Nya. Serahkan dirimu dan ketaqwaan yang kuat dan tanamkan pula dalam hatimu iman serta keinginan untuk menemuin-Nya secara syahid. Bayangkanlah bahwa jannah sedang menanti, bersama para bidadari yang sedang berhias menanti kekasih-kekasihnya, yaitu kamu sendiri. Seperti Firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan didalam Jannah itu ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik” (QS 56 : 22-23) Ajarkanlah pada anak-anak kita kelak, bahwa hidup dalam ISLAM tidak berarti mencari kenikmatan semu di dunia ini sehingga mereka bersenang-senang didalamnya dan lupa akan Akhirat. Padahal Rasulullah mengajarkan “ Addunya mazra’atul akhiroh (Dunia adalah ladangnya akhirat). Jadi dunia bukan tujuan akhir, tapi hanya sekedar jembatan untuk menuju kehidupan akhirat yang lebih baik dan kekal sehingga mereka mengerti bahwa mencari keridhoan Allah berarti pengorbanan yang terus menerus, Seperti Firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhoan Allah dan Allah maha penyantun kepada hamba-hambanya”. (QS. Al Baqarah : 207)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya merekapun tahu bahwa jalan yang mereka pilih itu tidak menjanjikan harta di dunia ini yang banyak, rumah mewah, kendaraan yang banyak, atau kasur-kasur yang empuk, pangkat dan wanita, tapi jalan mereka semua adalah jalan yang penuh dengan duri-duri cobaan serta seribu datu macam tantangan. Karena Allah tidak akan memberi Jannah kepada kita dengan harga yang murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdo’alah kepada-Nya agar engkau lahirkan kelak dari rahimmu seorang anak pewaris perjuangan nabi-nabi-Nya yang senantiasa mereka mendo’akan kita. Didiklah mereka agar taat dan berbuat baik kepada kita serta tidak menyekutukan Allah, seperti yang diwasiatkan Luqman kepada anak-anaknya (31:31). Fahamkan mereka bahwa pewaris perjuangan Rasul dan Nabi bukanlah berarti mereka hanya menjadi pejuang di medan jihad, tapi juga seorang abid (zuhud) di malam hari. Anak kita kelak adalah amanah dari-Nya oleh sebab itu Allah akan murka seandainya kita menyia-nyiakannya. Pembentukan pribadi anak itu sangat tergantung kepada kita yang mendidiknya. Apakah ia akan menjadi orang yang beriman atau sebaliknya. Hendaklah engkau perhatikan makanan untuk mereka, pergaulannya serta pilihkan pendidikan yang mereka ikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah engkau seperti Siti Maryam yang dapat mendidik Isa a.s. di tengah-tengah cemoohan dan cacian masyarakat. Atau Siti Asiyah(istri fir'aun) yang dapat memupuk keimanan Musa a.s. di dalam istana yang penuh dengan kedurhakaan dan kekufuran. Kemudian Masyitoh yang mampu memantapkan hati anak-anaknya walaupun harus menghadapi air yang mendidih demi kebenaran. Atau deperti Siti Khadijah R.ha. Aisyah R.ha, Sayidina Fatimah R.ha yang membesarkan anak-anaknya di tengah-tengah kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila engkau telah memahami tugas terhadap anak-anakmu dalam Islam, maka mudah-mudahan Allah akan memberkahi ktia dengan memberikan anak-anak yang sholeh, yang bersedia mengorbankan nyawanya demi mematuhi perintah Allah, seharusnyalah engkau faham juga bahwa dunia ini adalah perhiasan dan sebaik baiknya perhiasan adalah wanita sholehah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan salah satu ciri yang harus engkau miliki jika ingin menjadi wanita sholehah dan bersedia untuk taat terhadap suamimu kelak seperti Firman-Nya dalam surat An-Nisaa :34 bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi wanita dan istri yang baik adalah mereka yang setia (taat) kepada suami dan selalu memelihara kehormatannya selama suaminya tidak ada di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah engkau berbeda dengan wanita-wanita saat ini yang benyak melalaikan suami dan anak-anaknya, mereka lebih sibuk dengan karir, arisan, undangan, atau menyia-nyiakan uang dan waktu dengan hal-hal yang tidak berguna, serta cenderung pamer wajah dan aurat kepada yang bukan muhrimnya. Carilah ridha suami dengan cara-cara yang telah diyariatkan Islam, karena Rasulullah telah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Siti Fatimah, kalau engkau mati dalam keadaan Ali tidak ridha padamu, niscaya aku ayahandamu tidak akan menyolatkanmu“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah engkau perhiasan yang tinggi nilainya di dalam rumah tangga, sumber penyejuk dan kebahagiaan hati suami, berhiaslah engkau untuk menyenangkan suami, jagalah hatinya agar engkau tak menyakiti dia. Walaupun dengan hal-hal yang kecil. Katakan kepadaku jika akan berangkat mencari nafkah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai suamiku carilah rezeki yang halal disisi Allah, janganlah engkau pulang membawa rezeki yang haram untuk kami. Kami rela berlapar dan hidup susah dengan makanan yang halal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan janganlah engkau cegah, jika aku hendak meninggalkanmu berhari-hari karena memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya. Tabahlah seperti tabahnya Siti Hajar dan Ismail yang ditinggalkan Ibrahim a.s. ditengah padang pasir yang tandus. Jika aku mengikuti jejak yasir, maka ikutilah di belakangku sebagai sumayyah, bila kukatakan kepadamu “perjuangan itu pahit” maka jawablah olehmu “Jannah itu Manis”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah kiranya yang ingin aku sampaikan padamu, hendaklah engkau pahami dan ikuti seperti yang telah aku tunjukkan kepadamu tapi harus diingat bahwa engkau melakukannya karena Allah bukan karena aku, semoga Allah meridhoi kita dan memberi kemudahan dalam mengikuti petunjuknya, amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-2842248874512728742?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/2842248874512728742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/rebutlah-gelar-wanita-sholehah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/2842248874512728742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/2842248874512728742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/rebutlah-gelar-wanita-sholehah.html' title='Rebutlah Gelar Wanita Sholehah'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-8046714275103052954</id><published>2010-07-09T06:55:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T06:56:17.787-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Pilih Pacaran atau…..Ta’aruf?</title><content type='html'>Jaman sekarang gampang banget ketemu sama orang yang lagi pacaran. Di jalan, mal, kampus, di mana-mana. Apalagi sekarang kan ada acara TV yang nyomblang-in orang sampai ke pengeksposean pernyataan cinta segala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya apa sih pacaran itu? Biasanya kalau ada cowok dan cewek saling suka, salah satunya nyatain dan yang lainnya terima, itu berarti udah pacaran. Buat sebagian orang pacaran itu isinya jalan berdua, makan, nonton, curhat-curhatan. Pokoknya just for fun lah! Ada juga orang-orang tujuannya untuk lebih mengenal sebelum pernikahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai umat Islam kita perlu lho mengkritisi apakah “praktek pacaran” yang banyak dilakukan orang ini sesuai atau tidak dengan aturan-aturan dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, orang kalo lagi pacaran maunya berdua terus. Ah yang bener, iya apa iya. Beberapa hari enggak ditelpon udah resah, seharian enggak di sms udah kangen. Begitu ketemu pengen memandang wajahnya terus, wah pokoknya dunia serasa berbunga-bunga. Apalagi kalau pakai acara mojok berdua, di tempat sepi mesra-mesraan. Waduh, hati-hati deh, soalnya Rasulullah SAW bersabda, “ Tiada bersepi-sepian seorang lelaki dan perempuan, melainkan syetan merupakan orang ketiga diantara mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kalau lagi pacaran rasanya seperti dimabuk cinta. Lupa yang lainnya. Dunia serasa milik berdua yang lainnya ngontrak. Hati-hati juga nih, nanti kita bisa lupa sama tujuan Allah menciptakan kita (manusia). FirmanNya, “ Dan tidak Kuciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepadaKu.” (QS 51:56) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bukan rahasia lagi kalau di jaman serba permisif ini seks udah jadi bumbu penyedap dalam pacaran (Majalah Hai edisi 4-10 Maret 2002). Majalah Kosmopolitan juga mengadakan riset di lima universitas terbesar di Jakarta, dan ternyata dari yang mengaku pernah melakukan aktivitas seksual, sebanyak 67,1% pertama kali melakukan dengan pacarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang banyak orang pacaran awalnya enggak menjurus ke sana. Tapi gara-gara sering berdua, ada kesempatan, dan diem-diem syetan udah ngerubung, yah terjadilah. Pertama pegang tangan, terus rangkul pundak, terus cium pipi, terus…..terus…..wah bisa kebablasan deh. Jangan salah lho, agama kita melindungi kita dengan melarang melakukan perbuatan-perbuatan itu. FirmanNya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu pekerjaan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS 15:32) Ternyata Al Quran udah melakukan tindakan preventif dengan melarang mendekatinya, bukan melarang melakukannya. Rasulullah SAW juga bersabda, “Seandainya kamu ditusuk dengan jarum besi, maka itu lebih baik bagimu daripada menyentuh perempuan yang tidak halal bagimu.” Jadi pegang-pegangan tangan juga mesti dihindari tuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, ternyata pacaran bukan jaminan akan berlanjut ke jenjang perkawinan. Banyak orang di sekitar kita yang sudah bertahun-tahun pacaran ternyata kandas di tengah jalan. Pacaran pun tidak menjadikan kita tahu segalanya tentang si dia. Banyak yang sikapnya berubah setelah menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah kini kita tahu praktek pacaran nggak menjadi suatu jaminan bahkan banyak melanggar aturan Allah dan tidak mendapat ridhoNya, masihkah kita yang mengaku hambaNya, yang menginginkan surgaNya, yang takut akan nerakaNya, masih melakukannya? Tapi kalau bukan dengan pacaran, gimana caranya ketemu jodoh? Jaman sekarang kan kita enggak bisa gampang percaya sama orang, jadi perlu ada penjajagan. Islam punya solusi yang mantap dan OK dalam memilih jodoh. Istilahnya ngetop dengan nama Ta’aruf, artinya perkenalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, ta'aruf itu sebenarnya hanya untuk penjajagan sebelum menikah. Jadi kalau salah satu atau keduanya nggak merasa sreg bisa menyudahi ta'arufnya. Ini lebih baik daripada orang yang pacaran lalu putus. Biasanya orang yang pacaran hatinya sudah bertaut sehingga kalau tidak cocok sulit putus dan terasa menyakitkan. Tapi ta'aruf, yang Insya Allah niatnya untuk menikah Lillahi Ta'ala, kalau tidak cocok bertawakal saja, mungkin memang bukan jodoh. Tidak ada pihak yang dirugikan maupun merugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ta'aruf itu lebih fair. Masa penjajakan diisi dengan saling tukar informasi mengenai diri masing-masing baik kebaikan maupun keburukannya. Bahkan kalau kita tidurnya sering ngorok, misalnya, sebaiknya diberitahukan kepada calon kita agar tidak menimbukan kekecewaan di kemudian hari. Begitu pula dengan kekurangan-kekurangan lainnya, seperti mengidap penyakit tertentu, enggak bisa masak, atau yang lainnya. Informasi bukan cuma dari si calon langsung, tapi juga dari orang-orang yang mengenalnya (sahabat, guru ngaji, orang tua si calon). Jadi si calon enggak bisa ngaku-ngaku dirinya baik. Ini berbeda dengan orang pacaran yang biasanya semu dan penuh kepura-puraan. Yang perempuan akan dandan habis-habisan dan malu-malu (sampai makan pun jadi sedikit gara-gara takut dibilang rakus). Yang laki-laki biarpun lagi bokek tetap berlagak kaya traktir ini itu (padahal dapet duit dari minjem temen atau hasil ngerengek ke ortu tuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, dengan ta'aruf kita bisa berusaha mengenal calon dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Hal ini bisa terjadi karena kedua belah pihak telah siap menikah dan siap membuka diri baik kelebihan maupun kekurangan. Ini kan penghematan waktu yang besar. Coba bandingkan dengan orang pacaran yang sudah lama pacarannya sering tetap merasa belum bisa mengenal pasangannya. Bukankah sia-sia belaka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, melalui ta'aruf kita boleh mengajukan kriteria calon yang kita inginkan. Kalau ada hal-hal yang cocok Alhamdulillah tapi kalau ada yang kurang sreg bisa dipertimbangan dengan memakai hati dan pikiran yang sehat. Keputusan akhir pun tetap berdasarkan dialog dengan Allah melalui sholat istikharah. Berbeda dengan orang yang mabuk cinta dan pacaran. Kadang hal buruk pada pacarnya, misalnya pacarnya suka memukul, suka mabuk, tapi tetap bisa menerima padahal hati kecilnya tidak menyukainya. Tapi karena cinta (atau sebenarnya nafsu) terpaksa menerimanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, kalau memang ada kecocokan, biasanya jangka waktu ta'aruf ke khitbah (lamaran) dan ke akad nikah tidak terlalu lama. Ini bisa menghindarkan kita dari berbagai macam zina termasuk zina hati. Selain itu tidak ada perasaan "digantung" pada pihak perempuan. Karena semuanya sudah jelas tujuannya adalah untuk memenuhi sunah Rasulullah yaitu menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, dalam ta'aruf tetap dijaga adab berhubungan antara laki-laki dan perempuan. Biasanya ada pihak ketiga yang memperkenalkan. Jadi kemungkinan berkhalwat (berdua-duaan) kecil yang artinya kita terhindar dari zina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ternyata ta'aruf banyak kelebihannya dibanding pacaran dan Insya Allah diridhoi Allah. Jadi, sahabat……..kita mau mencari kebahagian dunia akhirat dan menggapai ridhoNya atau mencari kesulitan, mencoba-coba melanggar dan mendapat murkaNya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-8046714275103052954?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/8046714275103052954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/pilih-pacaran-atautaaruf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/8046714275103052954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/8046714275103052954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/pilih-pacaran-atautaaruf.html' title='Pilih Pacaran atau…..Ta’aruf?'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-5725357119065396173</id><published>2010-07-09T06:53:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T06:55:46.589-07:00</updated><title type='text'>Apa Yang Menghalangimu Untuk Belum Berhijab Wahai Saudariku</title><content type='html'>Hijab adalah pakaian wanita muslim yang menutup bagian kepala sampai dengan kaki (termasuk didalamnya jilbab/tudung dan pakaian yang longgar tidak memperlihatkan lekuk tubuh). Bagi orang awam, masalah hijab mungkin dianggap masalah sederhana. Padahal sesungguhnya, ia adalah masalah besar. Karena ia adalah perintah Allah SWT yang tentu didalamnya mengandung hikmah yang banyak dan sangat besar. Ketika Allah SWT memerintahkan kita suatu perintah, Dia Maha Mengetahui bahwa perintah itu adalah untuk kebaikan kita dan salah satu sebab tercapainya kebahagiaan, kemuliaan dan keagungan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti firman Allah SWT: "Hai Nabi, katakan kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin untuk mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak digangguÂ”.(QS. Al Ahzab:59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda: "Akan ada di akhir umatku kaum lelaki yang menunggang pelana seperti layaknya kaum lelaki, mereka turun di depan pintu masjid, wanita-wanita mereka berpakaian (tetapi) telanjang, diatas kepala mereka (terdapat suatu) seperti punuk onta yg lemah gemulai. Laknatlah mereka! Sesunggunya mereka adalah wanita -wanita terlaknat."(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad(2/33))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga pernah bersabda: “Dua kelompok termasuk penghuni Neraka, Aku (sendiri) belum pernah melihat mereka, yaitu seperti orang yg membawa cemeti seperti ekor sapi, dengannya mereka mencambuki manusia dan para wanita yg berpakaian (tetapi ) telanjang, bergoyang berlenggak lenggok, kepala mereka (ada suatu) seperti punuk unta yg bergoyang goyang. Mereka tentu tidak akan masuk Surga, bahkan tidak mendapat baunya. Dan sesungguhnya bau Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian."(HR. Muslim, hadits no. 2128).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimasa kini banyak alasan atau sebab yang sering dijadikan alasan mengapa para wanita enggan untuk berhijab, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Belum mantap&lt;br /&gt;Bila ukhti/saudari berdalih dengan syubhat ini hendaknya bisa membedakan antara dua hal. Yakni antara perintah Tuhan dengan perintah manusia. Selagi masih dalam perintah manusia, maka seseorang tidak bisa dipaksa untuk menerimanya. Tapi bila perintah itu dari Allah SWT tidak ada alasan bagi manusia untuk mengatakan saya belum mantap, karena bisa menyeret manusia pada bahaya besar yaitu keluar dari agama Allah SWT sebab dengan begitu ia tidak percaya dan meragukan kebenaran perintah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman Allah: "Dan tidak patut bagi lelaki mukmin dan wanita mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah SWT dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Iman itu letaknya di hati bukan dalam penampilan luar&lt;br /&gt;Para ukhti/saudari yang belum berhijab berusaha menafsirkan hadist, tetapi tidak sesuai dengan yang dimaksudkan, seperti sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasalam: “Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat pada bentuk-bentuk (lahiriah) dan harta kekayaanmu tapi Dia melihat pada hati dan amalmu sekalian.”(HR. Muslim, Hadist no. 2564 dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya mereka menggugurkan makna sebenarnya yang dibelokkan pada kebathilan. Memang benar Iman itu letaknya dihati tapi Iman itu tidak sempurna bila dalam hati saja. Iman dalam hati semata tidak cukup menyelamatkan diri dari Neraka dan mendapat Surga. Karena definisi Iman Menurut jumhur ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah: "keyakinan dalam hati, pengucapan dengan lisan, dan pelaksanaan dengan anggota badan". Dan juga tercantum dalam Al-Quran setiap kali disebut kata Iman, selalu disertai dengan amal, seperti: "Orang yg beriman dan beramal shalih....". Karena amal selalu beriringan dengan iman, keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Allah belum memberiku hidayah&lt;br /&gt;Ukhti/saudari yang seperti ini terperosok dalam kekeliruan yang nyata. Karena bila orang yang menginginkan hidayah, serta menghendaki agar orang lain mendo'akan dirinya agar mendapatkannya, ia harus berusaha keras dengan sebab-sebab yang bisa mengantarkannya sehingga mendapatkan hidayah tersebut. Seperti firman Allah SWT: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.Â” (QS. Ar-Ra'd: 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu wahai uhkti/saudari, berusahalah mendapatkan sebab-sebab hidayah, niscaya Anda mendapatkan hidayah tersebut dengan izin Allah SWT. Diatara usaha itu adalah berdo'a agar mendapat hidayah, memilih kawan yang shalihah, selalu membaca, mempelajari dan merenungkan Kitab Allah, mengikuti majelis dzikir dan ceramah agama dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Takut tidak laku nikah &lt;br /&gt;Syubhat ini dibisikkan oleh setan dalam jiwa karena perasaan bahwa para pemuda tidak akan mau memutuskan untuk menikah kecuali jika dia telah melihat badan, rambut, kulit, kecantikan dan perhiasan sang gadis. Meskipun kecantikan merupakan salah satu sebab paling pokok dalam pernikahan, tetapi ia bukan satu-satunya sebab dinikahinya wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Â‘Alaihi Wasallam bersabda: "Wanita itu dinikahi karena empat hal; yaitu karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya. Dapatkanlah wanita yg berpegang teguh dengan agama,(jika tidak) niscaya kedua tanganmu berlumur debu". (HR. Al Bukhari, kitaabun nikah,9/115).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ia masih belum Dewasa&lt;br /&gt;Sesungguhnya para wali, baik ayah atau ibu yang mencegah anak puterinya berhijab, dengan dalih karena masih belum dewasa, mereka mempunyai tanggung jawab yang besar dihadapan Allah SWT pada hari Kiamat. Karena menurut syariat ketika seorang gadis mendapatkan Haidh, seketika itu pula ia wajib untuk berhijab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Orang tuaku dan suamiku melarang berhijab&lt;br /&gt;Dasar permasalahan ini adalah bahwa ketaatan kepada Allah SWT harus didahulukan daripada keta’atan kepada mahluk siapa pun dia. Seperti dalam hadits shahih disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam kebaikan."(HR. Al Bukhari dan Muslim). Dan sabda Rasul dalam hadist lainnya: "Dan tidak boleh ta'at kepada mahluk dengan mendurhakai (bermaksiat) kepada Al-Khaliq." (HR. Imam Ahmad, hadits ini shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu wahai ukhti yang belum berhijab, semoga tulisan ini mejadi pembuka hati yang terkunci, menggetarkan perasaan yg tertidur, sehingga bisa mengembalikan segenap akhwat yang belum menta’ati perintah berhijab, kepada fitrah yang telah diperintahkan Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-5725357119065396173?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/5725357119065396173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/apa-yang-menghalangimu-untuk-belum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/5725357119065396173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/5725357119065396173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/apa-yang-menghalangimu-untuk-belum.html' title='Apa Yang Menghalangimu Untuk Belum Berhijab Wahai Saudariku'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-5747729642947206338</id><published>2010-07-09T06:28:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T06:53:01.373-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Mengendalikan Amarah</title><content type='html'>Apabila kita telah mengetahui dan meyakini keutamaan mengendalikan amarah, maka akan muncul keinginan untuk meraih pahala yang disediakan Allah SWT sehingga lebih memotivasi kita untuk dapat menahan amarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah kisah Umar ra yang diceritakan oleh Malik bin Aus bin Hasan. Malik menceritakan bahwa Umar ra pernah marah pada seorang laki-laki dan memerintahkan agar lelaki itu dipukul, kemudian ia (Malik) membacakan kepada beliau surat Al A’raaf;199, “Jadilah engkau pemaaf, dan suruhlah orang berbuat yang ma’ruf dan berpalinglah dari orang yang bodoh”. Kemudian Umar ra terdiam lalu memaafkan laki-laki itu dan tak jadi melampiaskan kemarahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, tentang sebab-sebab yang dapat membangkitkan amarah. Diantara sebab-sebab yang dapat membangkitkan amarah adalah sikap sombong, canda atau senda gurau yang tidak pada tempatnya, pelecehan, pencibiran, perdebatan, bertengkar, menghina, ambisi pada harta dan kedudukan, dan sebab-sebab lain yang kesemuanya merupakan sifat yang buruk dan tercela. Selama sifat ini masih melekat pada diri manusia maka ia tak bisa terhindar dari amarah. Karenanya akhlak tercela ini harus dihilangkan dengan cara menanamkan dan membiasakan diri untuk menerapkan sifat kebalikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat sombong dihilangkan dengan cara membiasakan diri untuk tawadhu’, ujub dipadamkan dengan mengenal hakikat diri yang sesungguhnya, kebanggaan dihapuskan dengan mengingat bahwa segala sesuatu berasal dari Allah SWT dan merupakan milikNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun gemar bersenda gurau dan bercanda yang berlebihan dihilangkan dengan keseriusan dalam melakukan berbagai perbuatan yang baik dan positif. Sedangkan menyia-nyiakan waktu dihapus dengan menyibukkan diri dengan melakukan perbuatan yang baik dan mulia. Pelecehan dihapuskan dengan belajar untuk menahan diri dari menyakiti orang lain. Ambisi terhadap materi, dunia dan bermegah-megahan dihapuskan dengan sifat qona’ah. Dan begitu juga dengan sifat buruk yang lain harus dihilangkan dengan menanamkan sifat kebalikannya. Upaya menanamkan sifat-sifat baik tersebut memerlukan kesabaran, latihan dan pembiasaan yang berulang-ulang dan terus menerus. Itulah yang disebut dengan Riyadhoh, yaitu kesabaran melatih dan membiasakan diri secara terus menerus untuk menanamkan dan melakukan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ada dua hal mendasar yang harus dilakukan untuk mengobati amarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama adalah membekali diri dengan seperangkat pengetahuan yang membahas tentang bahaya amarah dan dampaknya, serta pengetahuan keutamaan bagi mereka yang dapat mengendalikan gejolak amarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua adalah memohon perlindungan kepada Allah SWT, sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW dengan membaca "Allahumma robba nabiyyi muhammadin ighfirly dzanbi wa adzhib ghoizho qolbi wa qini min mudhilati fitnah" yang artinya “Ya Allah, robb Muhammad, ampunilah dosaku, hilangkan kemarahan hatiku dan lindungilah aku dari fitnah yang menyesatkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah Mengendalikan Amarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hindarilah marah dalam keadaan berdiri, upayakan untuk duduk. Jika gejolak marah masih besar hendaknya berbaring, lebih baik lagi jika mendekatkan muka ke tanah bersujud ke hadirat Allah SWT. Abu Hurairoh menjelaskan apabila Rasulullah SAW marah dalam keadaan berdiri maka beliau duduk, apabila marahnya dalam keadaan duduk maka beliau berbaring lalu marahnya pun menjadi hilang. Rasulullah SAW bersabda, “Jika kamu marah dalam keadaan berdiri hendaklah duduk, jika kamu dalam keadaan duduk maka hendaklah bersandar, jika dalam keadaan bersandar maka hendaklah berbaring.” Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya marah adalah bara dalam hati manusia anak adam, tidaklah kau ketahui matanya merah dan membengkak dan apabila dalam keadaan tersebut hendaknya menempelkan pipinya ketanah, sujud meletakkan dahi ketanah hal ini mengisyaratkan ketawadhu’an."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dianjurkan berwudhu, “Apabila diantara kalian marah hendaklah berwudhu dengan air karena marah dari api” (HR. Abu Dawud). Juga terdapat dalam riwayat lain, “Sesungguhnya marah itu dari syaithan, dan sesungguhnya syaithan itu dari api dan api dipadamkan oleh air. Maka apabila salah seorang diantara kamu marah hendaknya berwudhu. Juga dalam keadaan marah hendaknya berdiam, diam dari lidahnya dan diam dari gerak tangan kakinya.” Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda “ Apabila marah maka diamlah.“ Suatu hari pernah Umar ra menampakkan kemarahannya, lalu ia minta air dan kumur-kumur dan berkata, “Sesungguhnya marah dari syaithan , sedangkan air dapat menghilangkan marah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengingat dan mengagungkan Allah SWT. Urwah bin Muhammad berkata, “Ketika aku ditunjuk jadi gubernur di Yaman, ayahku berkata, "kamu diangkat jadi gubernur?", aku katakan "ya…" Lalu ayah berkata “Jika kamu marah pandanglah keatas langit dan ke bumi kemudian agungkan pencipta keduanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, ketika manusia mampu mengendalikan amarahnya maka dia akan mendapatkan balasan yang besar dan kemuliaan yang tinggi. Salah satu ciri orang bertakwa yang disebutkan Allah SWT dalam QS Ali Imraan;134 adalah al kazhiminal ghoizho, yaitu orang-orang yang dapat mengendalikan amarahnya. Nabi bersabda, “Orang yang paling hebat diantara kalian adalah orang yang orang yang bisa mengendalikan hawa nafsunya pada saat marah dan orang yang paling santun diantara kalian adalah orang yang memaafkan pada saat mampu melakukan pembalasan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menahan amarah padahal jika ia mau ia mampu melampiaskannya maka Allah SWT akan memenuhi hatinya dihari kiamat dengan keimanan". Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Ibnu Majah, “Tidak ada tegukan keridhoan yang lebih besar pahalanya selain tegukan kemarahan yang ditelan seseorang dan mengharap ridho Allah SWT.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab pernah berkata, “Siapa yang bertakwa kepada Allah SWT tidak akan melampiaskan kemarahannya dan siapa yang takut kepada Allah SWT tidak akan berbuat sekehendaknya kalau bukan karena hari kiamat niscaya terjadi hal yang diluar apa yang kalian saksikan.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-5747729642947206338?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/5747729642947206338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/mengendalikan-amarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/5747729642947206338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/5747729642947206338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/mengendalikan-amarah.html' title='Mengendalikan Amarah'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-2645084033333353279</id><published>2010-07-09T06:23:00.001-07:00</published><updated>2010-07-09T06:23:35.350-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Bandingkan Cinta Anda Dengan Cinta-Nya!</title><content type='html'>Cinta adalah memberi, dengan segala daya dan keterbatasannya seorang pecinta akan memberikan apapun yang sekiranya bakal membuat yang dicintainya senang. Bukan balasan cinta yang diharapkan bagi seorang pecinta sejati, meski itu menjadi sesuatu yang melegakannya. Bagi pecinta sejati, senyum dan kebahagiaan yang dicintainya itulah yang menjadi tujuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah menceriakan, seperti bunga-bunga indah di taman yang membawa kenyamanan bagi yang memandangnya. Seperti rerumputan hijau di padang luas yang kehadirannya bagai kesegaran yang menghampar. Seperti taburan pasir di pantai yang menghantarkan kehangatan seiring tiupan angin yang menawarkan kesejukkan. Dan seperti keelokan seluruh alam yang menghadirkan kekaguman terhadapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah berkorban, bagai lilin yang setia menerangi dengan setitik nyalanya meski tubuhnya habis terbakar. Hingga titik terakhirnya, ia pun masih berusaha menerangi manusia dari kegelapan. Bagai sang Mentari, meski terkadang dikeluhkan karena sengatannya, namun senantiasa mengunjungi alam dan segenap makhluk dengan sinarannya. Seperti Bandung Bondowoso yang tak tanggung-tanggung membangunkan seluruh jin dari tidurnya dan menegakkan seribu candi untuk Lorojonggrang seorang. Sakuriang tak kalah dahsyatnya, diukirnya tanah menjadi sebuah telaga dengan perahu yang megah dalam semalam demi Dayang Sumbi terkasih yang ternyata ibu sendiri. Tajmahal yang indah di India, di setiap jengkal marmer bangunannya terpahat nama kekasih buah hati sang raja juga terbangun karena cinta. Bisa jadi, semua kisah besar dunia, berawal dari cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah kaki-kaki yang melangkah membangun samudera kebaikan. Cinta adalah tangan-tangan yang merajut hamparan permadani kasih sayang. Cinta adalah hati yang selalu berharap dan mewujudkan dunia dan kehidupan yang lebih baik. Cinta selalu berkembang, ia seperti udara yang mengisi ruang kosong. Cinta juga seperti air yang mengalir ke dataran yang lebih rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada satu yang bisa kita sepakati bersama tentang cinta. Bahwa cinta, akan membawa sesuatu menjadi lebih baik, membawa kita untuk berbuat lebih sempurna. Mengajarkan pada kita betapa, besar kekuatan yang dihasilkannya. Cinta membuat dunia yang penat dan bising ini terasa indah, paling tidak bisa kita nikmati dengan cinta. Cinta mengajarkan pada kita, bagaimana caranya harus berlaku jujur dan berkorban, berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Cinta itu sendiri, Rasulullah dalam sabdanya menegaskan bahwa tidak beriman seseorang sebelum Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada selain keduanya. Al Ghazali berkata: "Cinta adalah inti keberagamaan. Ia adalah awal dan juga akhir dari perjalanan kita. Kalaupun ada maqam yang harus dilewati seorang sufi sebelum cinta, maqam itu hanyalah pengantar ke arah cinta dan bila ada maqam-maqam sesudah cinta, maqam itu hanyalah akibat dari cinta saja." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disatu sisi Allah Sang Pencinta sejati menegaskan, jika manusia-manusia tak lagi menginginkan cinta-Nya, kelak akan didatangkan-Nya suatu kaum yang Dia mencintainya dan mereka mencintai-Nya (QS. Al Maidah:54). Maka, berangkat dari rasa saling mencintai yang demikian itu, bandingkanlah cinta yang sudah kita berikan kepada Allah dengan cinta Dia kepada kita dan semua makhluk-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujud cinta-Nya hingga saat ini senantiasa tercurah kepada kita, Dia melayani seluruh keperluan kita seakan-akan Dia tidak mempunyai hamba selain kita, seakan-akan tidak ada lagi hamba yang diurus kecuali kita. Tuhan melayani kita seakan-akan kitalah satu-satunya hamba-Nya. Sementara kita menyembah-Nya seakan-akan ada tuhan selain Dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah balasan yang kita berikan sebagai imbalan dari Cinta yang Dia berikan? Kita membantah Allah seakan-akan ada Tuhan lain yang kepada-Nya kita bisa melarikan diri. Sehingga kalau kita "dipecat" menjadi makhluk-Nya, kita bisa pindah kepada Tuhan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah, jika saja Dia memperhitungkan cinta-Nya dengan cinta yang kita berikan untuk kemudian menjadi pertimbangan bagi-Nya akan siapa-siapa yang tetap bersama-Nya di surga kelak, tentu semua kita akan masuk neraka. Jika Dia membalas kita dengan balasan yang setimpal, celakalah kita. Bila Allah membalas amal kita dengan keadilan-Nya, kita semua akan celaka. Jadi, sekali lagi bandingkan cinta kita dengan cinta-Nya. Wallahu a'lam bishshowaab. (Bayu Gautama. Thanks to Herry Nurdi akan artikel "Belajar Mencinta"nya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-2645084033333353279?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/2645084033333353279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/bandingkan-cinta-anda-dengan-cinta-nya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/2645084033333353279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/2645084033333353279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/bandingkan-cinta-anda-dengan-cinta-nya.html' title='Bandingkan Cinta Anda Dengan Cinta-Nya!'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-2894382276608639734</id><published>2010-07-09T06:22:00.001-07:00</published><updated>2010-07-09T06:22:56.043-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Yang Cerdas dan Yang Bodoh</title><content type='html'>"Orang yang cerdas adalah orang yang bisa mengekang nafsunya dan beramal untuk (bekal) sesudah mati. Sedangkan orang yang lemah (pikiran) adalah orang yang mengikuti kehendak nafsunya dan berangan pada (pemberian) Allah swt." (HR. Turmudzi dan Ahmad) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah kerap melihat suatu masalah dari sudut yang berbeda. Standar kecerdasan seseorang dari hadits di atas dilihat dari kemampuannya mengekang nafsu dan tingkat amal-amal shalih yang dilakukannya untuk bekal hari akhirat. Sebaliknya pengumbar dan budak nafsu adalah ciri orang yang lemah pikiran. Kenapa? Orang yang cerdas dalam kriteria Rasulullah adalah orang yang memiliki pandangan jauh ke depan, yakni kehidupan akhirat sebagai terminal kehidupan terakhir. Ia adalah orang yang penuh pertimbangan, tidak sembrono, cermat, hati-hati dan sungguh-sungguh melakukan aktivitasnya karena ia ingin segala sesuatu yang dilakukannya tidak sia-sia apalagi membahayakan dirinya. Amal-amal shalih pasti akan membuahkan ketenangan, kesejahteraan dan kebahagiaan dalam hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya mereka yang akalnya lemah adalah para pengumbar dan budak nafsu, tapi berharap sesuatu yang baik. Kenapa dikatakan lemah akal? Karena orang yang bertipe seperti ini tidak pernah berpikir apa akibat perbuatan yang dilakukannya. Ia tidak pernah memperhitungkan bagaimana hasil kemaksiatan yang ia lakukan, baik di dunia apalagi di akhirat. Sikap ini merupakan ciri orang yang tak memiliki perhitungan dan pandangan ke depan. Bahkan, saking bodohnya, ia justru memiliki perhitungan dan pandangan yang terbalik. Karena ia mengharapkan hasil yang berlawanan dari yang dikerjakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang disebut hawa nafsu? Hawa nafsu banyak ragamnya, termasuk kecenderungan pada yang baik mupun yang buruk. Manusia secara fitrah memang memiliki nafsu atau kesukaan terhadap hal-hal tertentu. Dalam Al-Qur`an disebutkan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yakni wanita wnita, anak-anak, harta yang bnyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan dan sawah ladang …" (QS. Ali Imran : 14) Sikap mencintai seperti ini wajar. Tapi Islam mengajarkan bagaimana seseorang menempatkan sikap itu secara proporsional. Kecenderungan pada wanita, harta, anak-anak dan masalah keduniaan adalah hal yang mubah. Bahkan bisa meningkat pada tingkatan wajib. Karena bagaimanapun dunia merupakan tempat manusia hidup. Dinamika kehidupan akan mati tanpa wujudnya kecenderungan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bila kecintaan itu sudah melewati batas, bisa jadi terlarang. Ketika sarana dan prasarana hidup difungsikan menyimpang dari tujuan asasi kehidupan ini sendiri -ibadah kepada Allah- maka di sanalah seseorang dikatakan telah menjadi hamba hawa nafsunya, karena hawa nafsu itu telah menjauhkannya dari Allah swt. Dalam hal inilah Allah swt mencela perbuatan mengikuti hawa nafsu, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah." (QS. Shad : 26) Hawa nafsu harus diarahkan kepada jalan yang benar. Diwarnai dengan niat mencari ridha Allah, dan diarahkan sesuai tujuan ibadah kepada Allah swt. Mencintai istri, anak, bekarja mencari nafkah, bisa menjadi bernilai ibadah. Karenanya Rasulullah saw bersabda, "Tiadalah sempurnya keimanan seorang mukmin sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa." (HR. Imam Suyuthi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-2894382276608639734?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/2894382276608639734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/yang-cerdas-dan-yang-bodoh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/2894382276608639734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/2894382276608639734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/yang-cerdas-dan-yang-bodoh.html' title='Yang Cerdas dan Yang Bodoh'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-3086155024053462904</id><published>2010-07-09T06:21:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T06:22:07.927-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Untung Rugi dalam Neraca Islam</title><content type='html'>Siapakah orang yang bangkrut?" tanya Rasulullah di hadapan para sahabat. Para sahabat menjawab, "Mereka adalah orang yang tak mempunyai uang dan perhiasan." "Bukan," timpal Rasulullah. Beliau kemudian melanjutkan, "Orang yang bangkrut di antara umat ku adalah yang datang pada hari kiamat dengan puasanya, shalatnya dan zakatnya. Dia datang dan pernah menghina kehormatan si fulan, menuduh fulan dan memakan harta fulan. Maka diambillah untuk menebus kesalahan itu dari kebaikannya. Jika kebaikannya telah habis sebelum menyelesaikan tanggunan kesalahannya, diambilah dari kesalahan orang (yang dizaliminya) itu dan dilemparkan kepadanya, kemudian akhirnya ia dimasukkan ke dalam neraka." (HR. Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Anda tangkap dari perbincangan antara Rasulullah dengan para sahabatnya di atas? Pertama kali, kita pasti memperoleh informasi yang bertolak belakang dengan apa yang saat ini beredar dan banyak diyakini oleh masyarakat, bahkan mungkin oleh kita sendiri. Neraca untung rugi dalam hadits di atas, dijelaskan oleh Rasulullah bukan bertolak dari hitung-hitungan materialistik. Bukan diukur dari timbangan harta duniawi. Bukan juga ditimbang melalui keberhasilan yang dicapai dalam berniaga di dunia. Rasul membuka cakrawala pandangan para sahabatnya, tentu saja kita juga sebagai umatnya, agar segala kesuksesan dan kegagalan, keuntungan dan kerugian, keberhasilan dan keterpurukan, kesuksesan dan kebangkrutan, diukur dari kehidupan hakiki atau kaca mata ukhrawi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, para sahabatpun memandang pertanyaan Rasulullah saw tentang kebangkrutan dari aspek kehidupan dunia. Makannya mereka menjawab bahwa orang yang bangkrut itu adalah orang yang tak memiliki harta benda, uang maupun perhiasan. Tapi ternyata Rasulullah menjabarkan sudut pandang yang lain. Kehidupan di dunia, bagaimanapun hanya terminal sementara. Ia berada di antara terminal rahim dan terminal alam barzakh. Tujuan akhir kehidupan manusia sesungguhnya adalah kehidupan akhirat. Di sanalah segala prestasi akan dilihat, berhasil atau gagal, untung atau rugi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengkristal dan mendarah daging dalam pikiran manusia saat ini ternyata juga hinggap dalam pikiran para sahabat. Namun setelah penjelasan Rasulullah itu mereka segera sadar akan hakikat kerugian dan mereka segera meraih keuntungan dengan iman dan amal shalih. Bagaimana kebangkrutan orang yang mulanya memiliki modal amal yang banyak, namun akhirnya habis termakan oleh dosa-dosanya? Bagaimana orang yang menyangka telah membawa bekal keshalihan yang banyak, harus lumat oleh kesalahannya sendiri. Bahkan ia justru memperoleh kehidupan yang penuh kesengsaraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari hadits ini. Bahwa tak ada satupun di antara kita yang layak bangga atas prestasi kebaikan yang telah kita ukir di dunia. Sebab bukan mustahil, kebaikan-kebaikan itu akan termakan oleh kesalahan dan dosa kita yang lain. Dan karenanya, kita harus selalu berusaha menekan kadar kesalahan dan dosa yang kita lakukan, sambil terus menanam kebaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran lainnya, itulah ajaran Islam tentang untung dan rugi. Bisa saja, mereka yang merugi di dunia adalah para konglomerat sukses atau para hartawan. Tapi di akhirat mereka benar-benar merugi, karena akan menjalani siksaan karena dosa-dosanya. Allah swt berfirman, "Dan barangsiapa yang ringan timbangan -kebaikannya- maka mereka adalah orang-orang yang merugi, jiwa mereka dalam neraka jahannam dengan kekal." (QS. Ghafir : 103) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara mereka yang beruntung adalahorang orang yang karena iman dan amal shalihnya dimasukkan ke dalam surga dan terhindar dari neraka. "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman." (QS. Al-Mu'minun : 1) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang beruntung juga mereka yang menyerahkan jiwa raga serta hartanya keapda (jalan) Allah, untuk ditukar dengan surga. "Wahai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aAku tunjukkan suatu perniagaan yang dapa t menyelamatkan kamu dari Azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan berjihad di jaalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Ash-Shaff : 10-11) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain, Allah swt berfirman, "Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka." (QS. At-Taubah : 111) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berniaga ….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-3086155024053462904?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/3086155024053462904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/untung-rugi-dalam-neraca-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/3086155024053462904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/3086155024053462904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/untung-rugi-dalam-neraca-islam.html' title='Untung Rugi dalam Neraca Islam'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-5950250968659379850</id><published>2010-07-09T06:20:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T06:21:32.591-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Tekad Baja</title><content type='html'>Seorang mahasiswa yang berasal dari salah satu negara Islam belajar di Barat, tepatnya di London. Di tempat itu, ia tinggal bersama keluarga Inggris yang kafir untuk belajar bahasa. Ia seorang yang taat kepada agamanya, selalu bangun menjelang fajar untuk pergi ke tempat air dan berwudhu. Air di sana, karena pengaruh cuaca, sangat dingin. Setelah itu dia pergi ke tempat shalatnya, untuk bersujud, ruku', bertasbih, dan bertahmid kepada Rabbnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keluarga itu terdapat seorang nenek tua yang selalu memperhatikan apa yang dilakukan oleh mahasiswa ini. Setelah beberapa hari, nenek itu bertanya, "Apa yang engkau lakukan ?" Mahasiswa itu menjawab, "Agamaku memerintahkanku untuk melakukan ini". Si nenek itu bertanya lagi, "Mengapa tidak kau tunda waktunya untuk beberapa saat agar Anda bisa lebih menikmati tidur?" Mahasiswa itu menjawab, "Tapi Rabbku tidak akan menerima jika aku menangguhkan waktu shalat dari waktu yang telah ditentukan." Si nenekpun menganggukkan kepalanya dan berkomentar, "Sebuah tekad yang mampu menghancurkan besi baja." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah. (QS An-Nur: 36) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan yang seperti itu merupakan tekad yang berawal dari keimanan, kekuatan yang berasal dari keyakinan, dan daya yang bersumber dari tauhid. Tekad seperti inilah yang telah memberi inspirasi kepada para penyihir Fir'aun. Mereka terketuk untuk beriman kepada Allah Rabb alam semesta ketika mereka terlibat dalam pertarungan antara Musa dan Fir'aun. Mereka berkata kepada Fir'aun,  "Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan dari Rabb yang telah menciptakan kami; maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan." (QS Thaha: 72) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan tantangan yang jarang didengar. Mereka terpanggil untuk menyampaikan risalah ini dengan memanfaatkan momen itu dan untuk menyampaikan pesan yang benar dan kuat itu kepada seseorang yang kafir dan kejam ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib bin Zaid pernah mencoba menemui Musailamah Al-Kadzdzab untuk mengajaknya kembali ke tauhid. Namun Musailamah malah mencincang tubuhnya. Diperlakukan seperti itu, Habib sama sekali tidak mengerang, berteriak, dan sama sekali tidak gentar hingga akhirnya menemui ajalnya sebagai seorang syahid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, orang-orang yang menjadi saksi di sisi Rabb mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. (QS Al-Hadid: 11) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Khubaib bin Adi diangkat ke tiang gantungan kematian dia malahan bersenandung, "Aku tidak peduli ketika aku terbunuh sebagai muslim, di mana saja kematianku tetap di jalan Allah."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-5950250968659379850?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/5950250968659379850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/tekad-baja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/5950250968659379850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2317072498307061791/posts/default/5950250968659379850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/tekad-baja.html' title='Tekad Baja'/><author><name>Eko Wahyudi Al-Haasyir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12171884954839533094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_GzAKYUEv0QY/TDcORcPy6ZI/AAAAAAAAAAM/mYBmflZKcHg/S220/Foto0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2317072498307061791.post-3861171106848484087</id><published>2010-07-09T06:19:00.002-07:00</published><updated>2010-07-09T06:20:30.718-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><title type='text'>Menuju Surga Dengan Cinta</title><content type='html'>Setiap individu pasti akan merasai cinta dan mencintai sesuatu. Cinta adalah perasaan halus yang dimiliki hati setiap manusia, dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, cinta merupakan masalah utama dalam kehidupan dunia dan akhirat. Ini karena Islam sendiri merupakan agama yang berasaskan cinta. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sabda Rasullulah SAW.: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tiga perkara yang apabila terdapat pada diri seseorang maka ia akan mendapat manisnya iman, yakni: Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada yang lain; mencintai seseorang hanya karena Allah, dan benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka" (HR. Bukhari dan Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah Islam menyeru kepada cinta, yaitu cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada agama, cinta kepada aqidah, juga cinta kepada sesama makhluk, sebagaimana Allah menjadikan perasaan cinta antara suami istri sebagai sebagian tanda dan bukti kekuasaan-Nya, firman Allah SWT: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-Ruum: 21). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jelaslah bahwa cinta adalah tanda kehidupan ruhani dalam aqidah orang mukmin, seperti halnya cinta juga menjadi dasar dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Selain itu, iman dalam Islam ditegakkan berdasarkan cinta dan kasih sayang, sebagaimana terlukis indah dalam sabda Rasulullah SAW : &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Demi Dzat yan diriku ada di tanganNya, kamu tidak akan masuk syurga sehingga kamu beriman, dan kamu tidak akan beriman dengan sempurna hingga kamu saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadist diatas, Rasullulah SAW menegaskan bahwa jalan menuju ke syurga bergantung kepada iman, dan iman bergantung kepada cinta. Maka cinta adalah syarat dalam iman, rukun dalam aqidah, dan asas dalam agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dalam Islam adalah kaidah dan sistem yang mempunyai batas. Ia adalah penunjuk ke arah mendidik jiwa, membersihkan akhlaq serta mencegah atau melindungi diri daripada dosa-dosa. Cinta dapat membimbing jiwa agar bersinar cemerlang, penuh dengan perasaan cinta dan dicintai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya dalam kondisi saat ini, cinta yang lahir cenderung penuh hawa nafsu dan menyimpang daripada tujuan murni yang sebenarnya. Setiap saat, setiap hari kita dibuai dengan lagu cinta, dibuat terlena dengan tontonan kisah cinta yang menghanyutkan kita ke dunia khayal yang merugikan. Kini bahkan banyak yang menyalahartikan makna cinta sebenarnya, sehingga terdorong melewati batas pergaulan dan tatasusila seorang mukmin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, renungkanlah sejenak hakikat kehidupan kita di dunia. Rasullulah SAW bersabda: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tidak sempurna imansalah seorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai diri sendiri." Juga sabda Rasulullah, "Barang siapa ingin mendapatkan manisnya iman, maka hendaklah ia mencintai orang lain karena Allah." (HR Hakim dari Abu Hurairah).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2317072498307061791-3861171106848484087?l=www.muadzbinjabal.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/feeds/3861171106848484087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.muadzbinjabal.co.cc/2010/07/menuju-surga-dengan-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><lin
